Doctor Is Mine

Doctor Is Mine
Ajakan makan malam



"Jangan menyakiti dirimu seperti itu lagi! apa kau begitu bodoh!!": kata Lee tegas, melihat tangan Louis yang sedikit mengeluarkan darah akibat pukulan keras yang di layangkan ke stir mobilnya


"Hatiku jauh lebih sakit dari pada ini!": ucap Louis menarik tangannya dari genggaman Lee


"Dasar bodoh,apa kau tidak mengerti sama sekali apa yang aku bicarakan?":seru Lee menarik kembali tangan Louis secara paksa untuk dia obati agar tidak infeksi nantinya


"Hentikan ini,aku akan mengantarmu pulang": kata Louis mencoba menarik tangannya lagi,tapi di tahan oleh Lee


"Namanya Louis Ardana Kertanegara,dia pria yang di jodohkan olehku sejak kecil! orangtuanya dan juga orangtuaku bersahabat.": ucap Lee, mengatakan dengan jelas


" Apa kau juga belum mengerti apa yang aku ucapkan?": tanya Lee


Louis bungkam mendengar perkataan yang baru saja di lontarkan Lee.


Aku? kenapa aku tidak mengetahuinya?": batin Louis


"Aku?": tanya Louis


"Siapa lagi? memangnya ada nama yang kusebutkan selain kau?": tanya balik Lee kesal


"Apa kau sedang mempermainkan aku?": tanya Louis menatap serius Lee


"Buat apa kau mempermainkan mu,itu benar adanya! kau dan aku telah di jodohkan saat aku masih berada di dalam kandungan mommy.": jawab Lee menatap Louis


"Kenapa aku tidak mengetahuinya?


Bagaimana kau mengetahuinya?": tanya Louis


"Aku baru mengetahuinya dari Daddy,saat itu aku mempertanyakan pria yang di katakan oleh mommy saat di rumah sakit,dan Daddy bilang itu kau": jawab Lee


"Kenapa aku tidak mengetahui hal ini?":gumam Louis tapi masih terdengar oleh Lee


"Sebenarnya Daddy dan orangtuamu sempat ingin mempertemukan kita,tapi Daddy sudah lebih dulu tau jika kau dan aku memiliki hubungan, mungkin itu alasan mereka tidak memberitahu kita": kata Lee ,karena brilliant mengatakan jika dulu sempat berencana mempertahankan dirinya dengan Louis ,yang sudah dia atur bersama Kerta dan Karin


Louis memeluk Lee secara tiba-tiba, entah kenapa dia begitu bahagia setelah mengetahui bahwa orang yang di jodohkan dengan Lee adalah dirinya sendiri.


Walaupun masih banyak pertanyaan yang membuat dirinya penasaran,tapi setelah mengetahuinya dia menjadi lebih tenang.


Tiba-tiba ponsel Louis berbunyi menandakan sebuah pesan masuk.


"Aku akan mengantarmu pulang": kata Louis, mencium kening Lee sebelum menjalankan kembali mobilnya


"Sekarang?": tanya Lee, rasanya dia malas jika harus kembali ke rumahnya secepat ini


"Aku akan ke kantor,aku harus menghadiri meeting penting dengan klien aku dari luar negeri": kata Louis,karena 1 jam lagi dia harus menghadiri meeting penting, setelah dia membaca pesan singkat dari Rian


"Baiklah": jawab lesuh Lee


"Apa kau mau ikut ke kantor ku?": tanya Louis, menawarkan kekasihnya untuk ikut ke kantornya


"Apa boleh?": tanya balik Lee


"Boleh sayang,kau bebas untuk datang ke sana kapanpun itu": jawab Louis


"Baiklah,aku ikut": ucap Lee , dengan semangat setidaknya dia tidak berada di rumah


.....


"Tunggu di sini aku akan segera kembali,kau bisa melakukan apapun di sini": kata Louis kepada Lee setelah mengantar Lee ke ruangannya


"Baiklah,aku hanya akan membaca buku-buku bisnis mu":ucap Lee, menunjuk rak buku besar yang ada di ruangan Louis


"Lakukan sesukamu.


Jika butuh sesuatu, sekertaris ku berada di depan, minta saja padanya.": ucap Louis dan di balas anggukan oleh Lee


"Kalau begitu aku pergi dulu": pamit Louis, setelah mencium kening Lee


"Hmmmm": sahut Lee


Setelah Louis keluar,dia berpesan kepada sekertarisnya untuk memesan makanan untuk Lee.


"Devira jika tunangan ku membutuhkan sesuatu segera berikan yang dia inginkan": pesan Louis kepada sekertarisnya


"Baik tuan": patuh Devira


Sedangkan Lee,yang berada di dalam ruangan Louis,dia mulai memilih buku-buku tebal itu.


Setelah di rasa Lee sudah cukup,Lee membawa 3 buku di tangannya.


Dia akan membaca buku itu sampai menunggu Louis kembali.


"Books, my love": seru Lee,mulai membaca buku bisnis yang dia pilih, setelah duduk di kursi kebesaran Louis


Tok.tok.tok.


Suara pintu mengejutkan Lee yang asik membaca buku.


"Masuk": kata Lee


"Nona saya sekertaris tuan Louis,ini makanan untuk anda. Saya takut jika anda merasa kelaparan menuggu tuan Louis":kata Devira membawa makanan untuk Lee


"Ah iya,aku juga merasa lapar": kata Lee, merasa lapar setelah membaca buku setegah jam,dia lalu bangkit berpindah ke sopa


"Terimakasih,tapi siapa namamu?": tanya Lee belum tau siapa nama sekertaris Louis


"Nama saya Devira nona, panggil saja sesuka anda": jawab Devira , tersenyum


"Devira, duduklah temani aku di sini": kata Lee, meminta Devira untuk duduk menemaninya


"Apa tidak masalah nona?": tanya Devira, takut jika dia anggap tak sopan


"Tidak apa-apa, Louis tidak akan marah. Duduklah di sini,temani aku": kata Lee, sambil memakan makanan yang di bawakan oleh Devira


"Baiklah saya akan menemani anda, sampai tuan Louis kembali": kata Devira,duduk di samping Lee


"Kau bisa memanggilku Lee,tidak perlu dengan sebutan nona": kata Lee melihat Devira dengan tersenyum


"Tapi itu tidak sopan nona,anda adalah tunangan tuan Louis,itu berarti anda juga adalah seseorang yang harus saya hormati": jawab Devira


"Aku masih tunangannya, anggap saja aku teman mu,kita sepertinya memiliki usia yang sama": kata Lee


"Tapi tunggu,dari mana kau tau aku tunangan Louis?":tanya Lee,karena seingat Lee tidak ada yang tau tentang Louis yang telah bertunangan dengannya


"Tuan Louis yang memberi tau saya nona,dia berpesan untuk memenuhi semua yang anda inginkan,dia mengatakan jika anda tunangannya": jawab Devira


"Ooo, berhenti memanggilku dengan sebutan nona, anggap saja aku sebagai teman mu": kata Lee lagi , meminta Devira berhenti memanggilnya nona


Dia sangat baik,dan juga tidak sombong.


Dia cantik, beruntung sekali tuan Louis mendapatkan wanita sepertinya": batin Devira kagum akan Lee


"Baiklah Lee": ucap Devira , akhirnya mengalah


Lee dan Devira mengobrol banyak,itu membuat kedua wanita itu terlihat sangat akrab, walaupun untuk pertama kalinya mereka bertemu.


"Sayang":ucap seseorang yang baru saja masuk tak lain adalah Louis


Devira yang melihat Louis masuk, segera bangkit dari duduknya.


"Louis,apa sudah selesai?": tanya Lee ,tak bergerak dari tempatnya


"Sudah,apa yang kau lakukan?": jawab Louis,lalu kembali bertanya


"Aku hanya membaca buku-buku mu,lalu Devira membawakan aku makanan,dan aku mengajak Devira untuk menemani aku di sini": jawab Lee tersenyum


"Apa kau masih ada pekerjaan lagi?": tanya Lee


"Sepertinya tidak, kenapa?": tanya Louis


"Tuan Louis,Lee kalau begitu saya permisi":kata Devira pamit untuk keluar dari ruangan Louis


"Terimakasih Devira,karena mau menemaniku disini": kata Lee, tersenyum kepada Devira


"Sama-sama Lee": jawab Devira,lalu keluar dari ruangan Louis


"Jadi kau ingin apa sayang?": tanya Louis merangkul pinggang kekasihnya itu


"Apa bisakah hari ini kau ikut kerumah,aku ingin memasak makanan yang banyak,aku ingin kita dan Daddy makan malam bersama": jawab Lee , ingin Louis makan malam bersama dengan brilliant sang Daddy


"Tidak masalah,aku akan sangat senang jika makan malam bersama calon istriku dan juga calon ayah mertuaku": ucap Louis, mengiyakan ajakan kekasihnya


"Baiklah ayo kita pulang sekarang, nanti aku akan menghubungi Daddy untuk segera kembali ke rumah": ajak Lee dan di balas anggukan oleh Louis