Doctor Is Mine

Doctor Is Mine
Aku tidak tau harus bagaimana,tapi yang aku tau kau memiliki ruang di hatiku



“Sial! Kenapa juga aku berada di sini, melihat kemesraan mereka berdua”: ucap jenny yang juga berada di mall yang sama dengan Louis dan Lee


“Aku harus segera melakukan sesuatu! Bagaimanapun caranya aku yang lebih pantas menjadi pendamping Louis”: gumam jenny


Jenny berjalan mendekati Louis dan Lee,entah apa yang sedang dia rencanakan saat ini.


“Hy,aku jenny”: sapa jenny pada Louis dan Lee


“Kau”: ucap Lee melihat wanita yang pernah berseteru dengannya di bandara


Louis hanya diam, menatap tajam jenny.


“Maaf, aku tadi tidak sengaja melihat kalian. Jadi aku menghampiri kalian karena ingin meminta maaf dengan kejadian di bandara saat itu”: ucap jenny memasang wajah seperti orang sangat merasa bersalah


Lee melihat jenny begitu tulus meminta maaf kepadanya.


“Hmm tidak masalah, lupakan saja”: balas Lee tersenyum


“Apa kau memaafkan aku?”: tanya jenny menyentuh tangan Lee


“Iya, lupakan saja kejadian itu”: jawab Lee


“Terimakasih! Kau sangat baik hati sekali”: puji jenny tersenyum menatap Lee


“Jangan memujiku seperti itu, bukankah kita sebagai manusia memang harus saling memaafkan”: kata Lee


“Apa boleh kita berteman saat ini?”:tanya jenny


Lee diam sesaat,dia melihat ke arah Louis yang sedari tadi diam saja.


“Tentu”: jawab Lee sedikit ragu


“Terima kasih”: ucap jenny senang


“Sama-sama”: jawab Lee


“Oo Hay tuan Louis,apa aku juga boleh berteman denganmu?”: tanya jenny kepada Louis


“Kau sudah mengajak tunangan ku berteman! Bisakah saat ini kau meninggalkan kami berdua,karena kami ingin menghabiskan waktu berdua”: kata Louis dengan datar, secara langsung mengusir jenny


“Haha..maaf jika aku mengganggu kalian,baiklah sampai jumpa”: ucap jenny di anggukin oleh Lee


“Louis kenapa kau berkata seperti itu?”: tanya Lee kepada kekasihnya setelah kepergian jenny


“Apa kau tidak melihat wajahnya yang bermuka dua itu?”: tanya balik Louis,karena dia sudah tau di balik jenny meminta Lee menjadi temannya


“Sudahlah,jangan terlalu dekat dengannya! Wanita itu hanya akan menjadi pembuat masalah antara kita”: lanjut Louis


“Apa maksudmu Louis?”: tanya Lee tidak mengerti


“Ayo sekarang kita nonton,sudah waktunya”: ajak Louis,tanpa menjawab pertanyaan Lee


Lee mengerucutkan bibirnya karena Louis tidak menjawab pertanyaannya, membuat dia menjadi penasaran dengan apa yang baru saja di katakan oleh Louis.


....


“Kakak”: teriak Lee yang baru saja tiba


“Hy Lee,kau sudah tiba”: ucap pria yang di panggil kakak oleh Lee


“Dimana Louis,apa kau datang sendiri?”: tanya pria itu


“Louis sedang banyak pekerjaan di kantor,nanti dia akan menyusul kemari”: jawab Lee


“Wahh cafenya terlihat sempurna,kau memang hebat kak. Baru beberapa hari saja buka sudah ramai sekali pengunjung”: ucap Lee pada pria di hadapannya itu


“Semua berkat dirimu Lee”: ucap pria itu tersenyum menatap Lee yang sangat dia sayangi seperti adiknya sendiri


Pria itu tak lain adalah Doni, saat ini membuka usaha cafe dari modal yang di berikan oleh Lee.


“Jangan berkata seperti itu,ini semua karena Tuhan,kita bisa bersama”: balas Lee tersenyum


“Kemana kak Farrel,kenapa dia belum juga tiba?”: tanya Lee karena satu kakaknya lagi belum tiba


“Mungkin sebentar lagi dia akan tiba,karena dia sedang mengurus restorannya”: jawab Doni


Ya Farrel saat ini juga telah membuka restoran Italia,bukan tanpa sebab Farrel memilih untuk membuka usaha restoran Italia. Itu semua karena Lee ,karena Lee menyukai semua makanan Italia dan juga Italia mempertemukan mereka.


“Hmm,mungkin dia sibuk saat ini”: ucap Lee


“Aku tidak akan sibuk,jika menyangkut adikku ini”: ucap Farrel yang baru saja duduk di samping Lee


“Akhirnya kau tiba juga kak,Lee kira kakak akan mengurus restoran itu hingga melupakan Lee ”: ucap Lee bahagia melihat Farrel tiba


“Bagaimana bisa aku melupakanmu,dasar”: ucap Farrel mengelus lembut kepala Lee


Seketika para pengunjung riuh karena melihat sosok dua pria tampan dan wanita cantik masuk ke dalam cafe.


Itu membuat Lee,Farrel dan Doni berbalik melihat apa yang membuat para pengunjung riuh.


“Itu karena Louis dan Rian banyak di gilai wanita”: jawab Doni


“Nasib memiliki wajah tampan!”: sambung Farrel terkekeh


Ya karena kedua pria itu adalah Louis dan Rian yang berhasil membuat cafe Doni menjadi riuh seketika.


“Lee”: panggil Gea memeluk Lee


“Apa kau tidak malu berjalan dengan kedua pria ini?”: tanya Lee pada Gea


“Sangat! Huff”: jawab Gea terkekeh karena mengerti apa yang di maksud oleh sahabatnya itu


“Kenapa?”: tanya Rian dan Louis


Lee dan Gea hanya diam,tidak menjawab pertanyaan Louis dan Rian.


“Aku merindukanmu”: ucap Louis mencium kening Lee lalu duduk di samping kekasihnya


“Hmmn”: jawab acuh Lee, sebenarnya dia kesal karena Louis terus saja menjadi pusat perhatian para wanita di cafe Doni


“Hy bro,cafe mu keren”:ucap Louis pada Doni


“Berkat kalian”: jawab Doni


“Ya ini sangat keren.Bagaimana dengan restoran mu Farrel?”: sambung Rian bertanya pada Farrel


“Lancar,berkat kalian.”: jawab Farrel


Mereka melanjutkan obrolan mereka, terlihat mereka begitu seru mengobrolkan banyak hal.


“Bagaimana jika kita semua liburan”: kata Rian memberikan saran kepada para sahabatnya


“Setuju tapi kemana?”: tanya Lee


“Iya kemana?”:tanya Gea


Mereka semua sejenak berpikir kemana tempat liburan yang bagus untuk mereka menghabiskan waktu bersama.


“Bagaimana kalau kita ke pulau”: kata Louis memberikan saran untuk liburan ke pulau


“Tidak masalah”: ucap Doni


“Iya pulau pilihan yang cukup menarik untuk bersenang-senang”: kata Farrel


“Jadi semuanya sudah setuju,kapan kita bisa berangkat?”: tanya Lee


“Bagaimana kalau besok?”: tanya Louis


“Ehh tidak bisa,jangan besok. Aku memiliki jadwal operasi besok,dan aku belum mengajukan libur”: Gea tidak setuju jika mereka semua akan berangkat liburan besok


“Baiklah, bagaimana jika kita berangkat dua hari lagi,dan untuk kau Gea tidak perlu repot-repot mengajukan libur, kau bisa langsung mengatakannya karena pemilik rumah sakit itu berada di sini”: ucap Louis merangkul pundak kekasihnya


“Ahh iya aku lupa jika bosku saja adalah temanku sendiri”:ucap Gea menepuk jidatnya karena melupakan jika rumah sakit tempat dia bekerja saat ini adalah milik Lee


“Diam!”: ucap Lee menatap tajam Gea


Karena menurut Lee,rumah sakit itu tetap milik Louis.


“Oke,oke”: kata Gea menujukan senyuman manisnya


“Hay bagaimana hubungan kalian?”: tanya Doni pada Gea dan Rian


“Hubungan apa?”: tanya Gea tidak mengerti pertanyaan Doni


“Apa kalian belum berpacaran?”: tanya Farrel to the point


Uhuuuuk.. uhukkkkkk


Gea terbatuk mendengar pertanyaan yang di lontarkan Farrel.


“Kau tidak apa-apa?”: tanya Rian memberikan minumnya pada Gea


“Tidak apa-apa, terima kasih”:jawab Gea, menerima minum yang di berikan Rian


“Hmmmm.. apa benar kalian belum berpacaran?”: tanya Lee juga ikutan penasaran dengan kisah asmara kedua sahabatnya,karena Lee tau mereka selama ini terlihat cukup dekat ,dan Lee pikir tidak mungkin jika antara keduanya tidak memiliki perasaan apapun


“Kenapa kalian bertanya seperti itu,kami hanya berteman”: jawab Rian,dengan acuh


Gea mendengar ucapan Rian rasanya hatinya sakit mendengar itu. Apa yang bisa di harapkan Gea dari Rian,selama ini Rian hanya menganggapnya teman tidak lebih dari itu.


“Iya kami hanya berteman,jadi kalian jangan berpikir macem-macem”: sambung Gea tersenyum terpaksa


Jujur selama ini Gea menyadari jika perasaan cinta itu benar-benar ada untuk Rian. Ada ruang khusus di hatinya untuk pria yang selama ini hanya menganggapnya sebagai teman.


Aku tidak tau harus bagaimana,tapi yang aku tau kau memiliki ruang di hatiku”: batin Gea