Doctor Is Mine

Doctor Is Mine
Jeniffer dan Zee



Zee yang berada di kamar Louis dan Lee, terbangun dari tidurnya. Zee menyadari jika dia hanya sendiri di kamar itu.


"Mum": panggil Zee masih berada di atas tempat tidur melihat sekelilingnya,yang tak menemukan siapapun


"Mummy, Daddy": panggil Zee lagi karena tidak mendapat jawaban dari orangtuanya


Zee lalu turun dari tempat tidur berjalan ke arah pintu keluar. Zee keluar dari kamar untuk mencari keberadaan orangtuanya.


"Mum": panggil Zee dengan bibir mungilnya yang terlihat bergetar dengan mata yang sudah berkaca-kaca,karena tidak menemukan Lee ataupun Louis


Dan pada saat itu juga Jeniffer baru saja keluar dari kamarnya yang berada tepat di samping kamar Louis. Jeniffer bingung melihat keberadaan seorang anak kecil di depan kamar kakaknya.


"Kau siapa?": tanya Jeniffer menghampiri Zee


Zee diam tidak menjawab Jeniffer,dia malah melangkah mundur kebelakang menghindari Jeniffer. Sepertinya Zee takut dengan Jeniffer.


"Siapa kau,kenapa kau ada di depan kamar kakakku?": tanya Jeniffer lagi semakin mendekati Zee


"Hiks..hiks..hiks Mummy": tangis Zee pecah begitu saja ,dia takut dengan Jeniffer yang mendekatinya


"Eh,kenapa kau malah menangis": Jeniffer bingung karena gadis kecil yang tidak dia ketahui siapa itu malah menangis


"Hiks..hikss..Mummy, Daddy": tangis Zee semakin kencang memanggil orangtuanya


"Aduh kenapa kau malah menangis? Aku hanya bertanya. Ayolah jangan menangis": bujuk Jeniffer sangat bingung karena Zee semakin meninggikan suara tangisnya


"Zee": panggil Lee yang berlari dari tangga


"Mummy..hikss..hikss": Zee melihat ke arah tangga, hingga dia melihat orang yang dia cari


Lee dengan cepat merengkuh tubuh kecil putrinya yang terlihat sesugukan,karena menangis.


"Mum is here honey":ucap Lee mencium pucuk kepala putrinya yang berada di dalam pelukannya


"Kakak siapa dia?": tanya Jeniffer bingung melihat kakak iparnya menenangkan gadis kecil itu


"Aku akan menceritakannya nanti.Sekarang turunlah lebih dulu kebawah,aku akan menyusul":kata Lee pada adik iparnya itu ,lalu kembali membawa putrinya masuk ke dalam kamarnya


Jennifer menuruti perkataan kakak iparnya,lalu segera turun ke bawah. Karena sudah waktunya makan malam.


Siapa anak kecil itu? kenapa dia memanggil kak Lee dengan sebutan Mummy?": batin Jeniffer dia sungguh penasaran siapa anak kecil yang memanggil kakak iparnya dengan sebutan Mummy


"Stop crying baby": kata Lee dengan sangat lembut pada putrinya


"Mum don't leave Zee": tutur Zee memeluk leher Lee


"Tidak Zee,Mum tidak akan pernah meninggalkanmu.": jawab Lee ,dia tau jika putrinya itu masih memiliki trauma dari orangtua kandungnya


"Ayo ceritakan pada mum,kenapa kau menangis?": tanya Lee meminta Zee menceritakan sebabnya dia menangis


"Saat Zee bangun,Zee tidak menemukan mum ataupun Daddy. Zee pikir mum dan Daddy meninggalkan Zee, seperti yang dilakukan ibu dan ayah. Zee lalu keluar dari kamar untuk mencari mum,tapi Zee bertemu bibi tadi. Zee takut padanya": jawab Zee menceritakan semuanya pada Lee


"Owh sayang,mum janji tidak akan pernah meninggalkanmu.": ucap Lee langsung memeluk tubuh kecil putrinya setelah mendengar cerita putrinya


"Zee sayang Mum": ucap Zee mencium pipi Lee dan memberikan senyuman manisnya


"Mum juga sangat sayang dengan Zee": balas Lee terharu dengan ungkapan putrinya


"Ayo sekarang kita turun ke bawah, Oma dan opa pasti sudah menunggu kita untuk makan malam": lanjut Lee mengajak putrinya untuk bergabung makan malam bersama yang lainnya


"Mau mum gendong?": tawar Lee ingin mengendong putrinya untuk turun ke bawah


"No! Zee tidak ingin membuat mum lelah. Zee bisa berjalan sendiri": jawab Zee tidak ingin membuat ibunya lelah karena mengendongnya


"Putri mum begitu perhatian": ucap Lee tersenyum menatap putrinya yang tidak mau membuatnya lelah


Lee dan Zee lalu turun ke bawah menuju meja makan. Saat menurunggi anak tangga Zee melihat Louis baru saja masuk melewati pintu utama.


"Daddy": teriak Zee langsung berlari ke arah Louis


"Jangan berlari baby,nanti kau bisa jatuh dan terluka": tutur Louis langsung berjongkok untuk menyambut putrinya


"Ada apa denganmu baby?": tanya Louis melihat wajah putrinya merah dengan mata sembab


"Zee merindukan Daddy": jawab Zee memeluk erat leher Louis


Ya Louis baru saja kembali dari luar, setelah mengantarkan ayah mertuanya kembali ke kediamannya. Karena brilliant tidak membawa mobil saat ke kediaman Kertanegara.


"Daddy juga merindukanmu baby": balas Louis mencium seluruh wajah putrinya dengan gemas


Louis lalu mengangkat Zee ke dalam gendongannya.


"Tadi kau tidak mau mum gendong.Tapi Daddy yang mengendong mu,kau tidak menolaknya": kata Lee pura-pura merajuk pada putrinya


"Daddy,Zee tidak ingin membuat mum lelah karena mengendong tubuh Zee": ucap Zee pada Louis saat melihat ibunya seperti marah padanya


Louis membisikkan sesuatu di telinga Zee. Setelah Zee mengangguk setuju, Louis mendekat kepada istrinya. Dan Zee langsung menangkup wajah Lee dengan kedua tangan mungilnya lalu mencium seluruh wajah Lee.


"Mum, don't be angry.": ucap Zee menatap Lee tersenyum setelah mencium seluruh wajah ibunya


"Kau membujuk mum,dengan cara seperti ini. Mum tidak akan bisa marah padamu sayang,kau sungguh menggemaskan":kata Lee mencium pipi Zee


"Daddy bilang,mum tidak akan marah lagi jika Zee mencium mum. Zee tidak mau sampai mum marah pada Zee,jadi Zee melakukan itu": tutur Zee dengan bibir mungilnya itu


"Baiklah, sekarang kita ke meja makan. Jangan sampai Oma,opa dan bibi Jeniffer menunggu kita terlalu lama": ajak Lee pada suami dan putrinya


Mereka lalu berjalan menuju meja makan, menuruti perkataan Lee.


"Mum siapa bibi Jeniffer?": tanya Zee merasa asing dengan orang yang di sebutkan oleh ibunya


"Dia adalah bibinya Zee, bibi Jeniffer adalah orang yang baik,jadi Zee juga harus bersikap baik pada bibi Jeniffer": jawab Lee berkata dengan penuh kasih sayang pada putrinya


Zee hanya mengangguk mengerti dengan apa yang di katakan oleh ibunya.


"Jeniffer,kemana papa dan mama?":tanya Lee tidak melihat kedua mertuanya di meja makan,hanya ada Jeniffer sendiri


"Bibi dan paman pergi menghadiri pesta pernikahan kak,entah siapa itu. Bibi hanya berkata seperti itu dan meminta untuk menyampaikannya pada kakak ipar": jawab Jeniffer


Jeniffer menatap gadis kecil yang ada di antara kakaknya,dia sungguh di buat penasaran siapa sebenarnya gadis kecil itu.


Zee juga melihat Jeniffer sebentar,dia ingat bahwa dia wanita yang dia temui tadi.


"Zee berikan salam pada bibi Jeniffer": kata Louis meminta pada putrinya untuk memberi salam pada Jeniffer


Zee terlihat diam cukup lama,entah apa yang sedang di pikirkan oleh gadis kecil itu.


Louis menatap istrinya melihat Zee yang diam saja. Baru saja Lee ingin berbicara__


"Halo bibi,aku Zee.": sapa Zee pada Jeniffer


Louis dan Lee tersenyum karena putrinya mau menyapa Jeniffer. Mereka sempat berpikir jika Zee takut pada Jeniffer karena Zee hanya diam saja.


"Owh halo Zee": sapa balik Jeniffer pada Zee


Jeniffer menatap Louis dan Lee bergantian setelah Zee menyapanya.


"Kalian harus menjelaskan ini padaku.": tuntut Jeniffer pada Louis dan Lee


Lee bergerak untuk mengambil makanan untuk suaminya dan juga Zee. Tak lupa Lee juga mengambilkan makanan untuk adik iparnya.


"Terimakasih kak": ucap Jeniffer


"Sama-sama Jen": balas Lee


"Zee mau mum bantu?": tanya Lee melihat putrinya


"No mum,Zee bisa sendiri. Zee sudah besar": jawab Zee dengan telaten menyendok makanan ke mulutnya


Jawaban yang di berikan oleh Zee membuat Louis dan Lee bangga karena putrinya itu bisa bersikap dengan baik,dan tidak ingin merepotkan orang lain.


"Anak pintar": kata Lee mengelus lembut kepala Zee


Apa itu anak kak Lee? tapi itu tidak mungkin! kak Lee belum pernah menikah sebelumnya.": batin Jeniffer


"Jeniffer makanlah,jangan berpikir yang aneh-aneh!":tegur Louis melihat Jeniffer hanya diam dan terus menatap Zee


"Iya kak": jawab Jeniffer dengan cepat memakan makanannya


Bahkan kak Louis bisa menebak pikiran ku": batin Jeniffer