
"Rian siapakah tiket umum untukku ke New Zealand sekarang.
Jangan sampai ada yang mengetahui kepergian ku.
Aku memberikan tanggung jawab perusahaan ku padamu,sampai aku kembali": kata Louis, kini sudah berada di apartemennya.
Dan meminta Rian untuk langsung datang ke apartemennya
"Louis ada apa denganmu?
Kenapa kau tiba-tiba ingin berangkat ke New Zealand?
Dan kenapa kau mengunakan pesawat umum?": begitu banyak pertanyaan yang di ajukan oleh Rian ,dia bingung kenapa Louis tiba-tiba seperti itu
"Jika aku memakai jet pribadiku,semua orang pasti mengetahui keberangkatan ku.
Dan jangan banyak tanya lagi!!" kata Louis, ekspresi wajahnya sama sekali tidak menunjukkan kedamaian sama sekali
Ponsel Louis sedari tadi berbunyi,tapi di abaikan oleh Louis.
Karena dia sudah tau,jika itu adalah Lee.
Louis sudah sangat kecewa,dia tidak mau jika harus memaksa Lee terus bersama dirinya tanpa adanya cinta Lee untuk dirinya.
Aku sudah berjanji pada diriku sendiri.
Aku tidak akan mencintai wanita lain selain dirimu" : batin Louis
"Louis!!": teriak Rian,itu membuat Louis kesal
"Ada apa kau berteriak padaku": bentak Louis, menatap tajam Rian
"Ponselmu berbunyi bodoh!!
Itu dari Lee,apa kau saat ini sedang menghindarinya?
Maka dari itu kau pergi ke New Zealand?": tanya Rian, melihat sedari tadi ponsel Louis berbunyi, dan itu panggilan masuk dari Lee
"Tidak perlu aku jelaskan padamu Rian!
Siapakah semuanya sekarang,aku ingin berangkat malam ini": titah Louis ,karena sahabatnya itu terus-menerus bertanya
"Ya..ya terserah kau saja!!": jengah rian,lalu mengeluarkan ponselnya
Hanya melalui ponselnya Rian dengan cepat , mengerjakan apa yang Louis minta.
"Sudah ,kau bisa check on jam 08.00 malam ini": kata rian
"Rian": panggil Louis
"Apa?": jawab rian,dengan kesal
"Selama aku tidak ada,tolong jaga Lee.": pinta Louis ,dengan serius menatap Rian.
Bahkan Louis tidak pernah bersikap seperti itu sebelumnya
"Ck! kenapa kau tidak jaga saja sendiri": cibir Rian,di sudah tau pasti ada yang terjadi antara Louis dan Lee
"Jaga dia Rian,demi aku!": kata Louis lagi
"Ya aku akan menjaganya": pasrah Rian,tidak mengerti jalan pikiran sahabatnya itu
"Dan setelah aku pergi, Berikan surat kepemilikan Respiratory Hospital pada Lee.
Itu akan membantu dirinya,untuk menemukan tujuannya": lanjut Louis, menatap kosong ke depan
"Kau berkata seperti itu, seolah-olah kau tidak akan kembali saja!": kata rian,dia semakin kesal pada Louis
"Aku percaya padamu!
Sekarang kembalilah ke kantor,aku ingin menyiapkan barang-barangku": kata Louis, bangkit menuju lantai dua apartemennya.
Di mana kamarnya terletak
"Dan ingat jangan memberitahu siapapun aku ke New Zealand.
Termasuk Lee!!": teriak Louis,dari tangga.
Lalu naik setelah mengatakan itu pada rian
Rian tidak menggubris semua ucapan Louis.
Dia bangkit dari duduknya, menurut semua apa yang di katakan Louis.
Kini dia harus kembali ke kantor sekarang juga.
Tak berapa lama,Rian tiba di perusahaan Kertanegara.
Dan saat Rian memasuki lobby,dia melihat Lee di meja resepsionis,sedang memohon untuk bisa bertemu dengan Louis.
"Saya mohon,pasti dia ada di ruangannya bukan!": kata Lee,terus mencoba untuk bisa menemui Louis
"Lee,ada apa?": tanya Rian , mendekat ke arah Lee
"Rian!
Di mana Louis?
Aku ingin menemuinya,aku harus menemui dirinya Rian": kata Lee,pada Rian
"Lee tenanglah dulu": ucap Rian, melihat Lee seperti sangat sedih
Rian mengajak Lee untuk duduk di taman yang tidak jauh dari perusahaan Kertanegara.
"Apa kalian ada masalah?": tanya rian ,yang kini sudah duduk di salah satu bangku taman bersama Lee
"Rian aku sudah membuat dia kecewa!
Aku hanya ingin menemuinya,aku ingin memperbaiki semuanya..hiks..hiks": jawab Lee,dia sudah kembali menangis
"Rian aku mohon.
Katakan Louis ada di mana?
Aku hanya ingin menemuinya": lanjut Lee, memohon pada Rian
"Aku tidak tau dia di mana Lee.": jawab rian,
Rian sudah berjanji tidak akan memberitahu Lee ,Louis ada di mana.
"Hiks..hiks..Louis kau di mana?
Aku bodoh ,karena tidak menyadari perasaan ku sendiri": Lee tidak tau lagi apa yang harus dia lakukan,dia tidak tau kemana Louis pergi
"Lee aku tidak tau apa yang membuat Louis pergi.
Tapi menurut aku, bersabarlah sampai Louis kembali.
Karena mungkin saat ini Louis butuh waktu sendiri": saran Rian,pada Lee .
Rian hanya tidak mau jika Lee, berusaha mencari Louis karena itu akan hanya menjadi sia-sia saja
"Rian tolong bantu aku,aku mencintainya.
Aku tidak mau kehilangan dia rian": tangis Lee
"Aku yakin,dia akan kembali padamu.
Karena dia juga mencintaimu.
Tapi maaf,aku tidak bisa berbuat apa-apa": kata rian , menepuk bahu Lee
"Sebaiknya aku antar kau kembali ke rumahmu.
Aku akan mengabari mu,jika aku sudah tau Louis ada di mana": lanjut Rian
"Terimakasih,aku bisa pulang sendiri.
Kabari aku jika Louis menghubungi mu": ucap Lee,beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Rian di taman itu
Kini Lee sudah mengendarai mobilnya,menuju ke rumahnya.
"Louis maafkan aku!!
Aku mohon jangan tinggalkan aku": gumam Lee, menitihkan air matanya
Tak lama kemudian,Lee sudah sampai di kediamannya.
Setelah Lee memarkirkan mobilnya,dengan cepat Lee berjalan masuk menuju kamarnya.
Dia tidak mau jika ayahnya melihat dirinya dalam kondisi seperti saat ini.
Setelah tiba di kamarnya,Lee langsung mengunci kamarnya dengan rapat.
Lee meringkuk di atas tempat tidurnya.
Lee terus mencoba untuk menghubungi Louis,tapi tidak satupun yang di angkat oleh Louis.
"Hiks..hiks..aku tidak pernah seperti ini pada pria.
Kenapa aku menjadi sangat lemah.
Louis kumohon kembalilah": gumam Lee, menatap langit-langit kamarnya.
Dengan air mata sudah terlihat di sudut matanya
Hingga Lee tertidur.
...
Keesokan harinya Lee kini sudah rapi,untuk berangkat ke rumah sakit.
Bagaimanapun keadaannya saat ini,dia tidak akan mengabaikan tugasnya sebagai seorang dokter.
"Selamat pagi dad": sapa Lee,ikut sarapan pagi bersama ayahnya
"Pagi sayang": balas tuan Brilliant
Tuan Brilliant memperhatikan Lee,tidak seperti biasanya.
Hari ini Lee terlihat tidak bersemangat sama sekali.
"Baby apa kau baik-baik saja?": tanya tuan Brilliant pada putrinya itu
"Lee baik-baik saja dad": jawab Lee
"Baiklah,jika ada masalah ceritalah pada daddy.
Daddy akan selalu menjadi pendengar yang baik untukmu": kata tuan Brilliant,dia yakin jika ada sesuatu yang terjadi pada putrinya saat ini.
Tapi tuan Brilliant tidak akan memaksa untuk Lee bercerita padanya.
Tapi tuan Brilliant,Akan mencari tau sendiri ada apa dengan putrinya
"Terimakasih dad.
Kalau begitu Lee, berangkat dulu":ucap Lee,mencium kedua pipi tuan Brilliant.
Lalu berangkat menuju ke rumah sakit
...
Setelah Lee tiba di rumah sakit,para staf rumah sakit menyapa Lee.
Dan hanya di balas anggukan oleh Lee ,dengan menarik sudut bibirnya agar tetap tersenyum.
Setelah Lee tiba di ruangannya,Lee segera mengerjakan semua pekerjaannya.
Tak lama kemudian ada panggilan darurat dari ruangan operasi.
Dan Lee segera kesana setelah mengetahui jika ada pasien yang harus segera di operasi,karena mengalami kecelakaan yang cukup parah.
"Apa riwayat penyakit pasien sudah di periksa?": tanya Lee, setelah dia mengganti baju operasi
"Sudah dok,pasien tidak memiliki riwayat penyakit apapun": jawab suster yang akan membantu Lee , menjalankan operasi
Lee memasuki ruangan operasi,tapi saat Lee melihat orang yang akan dia operasi.
Dia hampir saja ambruk, kakinya kini sungguh sudah tidak bisa menopang tubuhnya sendiri.
Dengan sigap suster menahan tubuh Lee agar tidak ambruk.
"Dokter Lee apa anda baik-baik saja?": tanya suster
"Lakukan operasi sekarang!
Siapkan semuanya": kata Lee dengan cepat,kini air matanya sudah mengalir membasahi pipinya
"Louis!!
Kenapa kau bisa seperti ini.
Hiks..hiks.. maafkan aku": gumam Lee, menatap pasiennya itu tak lain adalah Louis
Lee tidak tau bagaimana bisa Louis bisa seperti itu.
"Kau akan baik-baik saja.
Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan mu..hiks..hisk..": tangis Lee ,mengusap lembut wajah Louis yang pucat , dengan beberapa luka kecil di wajahnya
Operasi pun berjalan,tak lama operasi itu di lakukan.
Harry masuk , untuk membantu Lee menjalankan operasi.
Harry terkejut saat melihat Lee menangis,saat operasi berjalan.
Dan Harry jadi lebih terkejut melihat siapa yang sedang di operasi Lee.
"Dokter Lee , biarkan saya melakukannya": kata Harry, meminta Lee untuk mengantikan dengan dirinya
"Tidak!
Aku yang akan melakukannya": jawab tegas Lee,dia tidak mau Louis di operasi dengan dokter lain
Harry hanya pasrah,dia tau saat ini Lee berjuang untuk menyelamatkan Louis.
Karena luka yang di alami Louis di kepalanya,cukup parah.
Kau pasti sangat mencintainya dokter Lee": batin Harry,dia tau semuanya.
Dia tau jika saat di taman Lee berbohong jika Louis adalah sahabatnya.
Bahkan Harry mendengar semua percakapan Lee dan Louis di taman hari itu.
"Dokter, jantung pasien sangat lemah": kata suster, melihat detak jantung Louis melemah
Lee fokus,di tidak akan memberikan apapun terjadi pada Louis.
Jika kau tidak selamat,aku berjanji akan membuang jauh profesiku sebagai dokter": batin lee
Setelah melakukan operasi selama 4 jam, akhirnya operasi selesai.
Operasinya berjalan dengan lancar.
Tapi saat ini Louis mengalami koma.
Lee seketika ambruk,ke lantai.
Dia sudah tidak bisa menahan lagi kesedihannya, melihat Louis yang sekarang berada di meja operasi.
"Hiks..hiks..kenapa kau bisa seperti ini": tangis Lee
Harry mendekat pada Lee,dia tau saat ini Lee sangat sedih dengan keadaan Louis.
"Dokter Lee,apa kau baik-baik saja?": tanya Harry memegang kedua bahu Lee
"Aku tidak baik-baik saja!
Melihat dia yang menjadi pasien ku saat ini": jawab Lee, mengusap air matanya
Lee lalu bangkit, menatap Louis yang akan segera di bawah ke ruang inap.
"Suster,saya yang akan mengambil alih pasien, sampai dia sembuh": kata Lee,lalu keluar dari ruangan operasi