
Pukul 23.37 Milan.Italia
Tingtong.Tingtong.Tingtong
“Siapa yang bertamu tengah malam seperti ini!”: gerutuk lee, beranjak dari tempat tidurnya untuk membuka pintu, mendengar ada yang memencet bell apartemennya
“Siapa!?”: tanya Lee, setelah membuka pintu tidak menemukan siapa-siapa
“Aneh! Tadi ada yang membunyikan bell”:ucap lee, melihat sekeliling luar apartemennya tak menemukan siapapun
Saat Lee ingin menutup pintu apartemennya kembali, tiba-tiba ada dua orang pria yang membekapnya.
“Emmhhhhmmm...”: berontak Lee, berusaha melepaskan diri dari kedua pria itu
“Diam! Kau hanya perlu ikut. Jika kau tidak mau orang-orang yang kau sayang lenyap!”: ancam orang yang membekap Lee
Siapa mereka?”: batin Lee, menurut lalu mengikuti apa mau kedua pria itu ,dia tidak mau jika orang-orang yang dia sayang berada dalam ancaman
Akhirnya Lee di bawah oleh kedua pria itu,menuju suatu tempat. Dengan dalam keadaan tangan di ikat dan juga mata di tutup.
“Kalian ingin membawa aku kemana?”: tanya Lee, merasa heran tapi tidak merasa takut sama sekali
“Kau akan tau nanti nona”:jawab pria yang duduk di samping pria yang mengemudi
“Ck! Tadi kau mengancam aku, sekarang kau memanggilku nona”: cibir lee
Louis, Daddy “: batin Lee,ntah kenapa dia hanya bisa menyebutkan kedua nama itu saat ini
“Turun!”: kata salah satu pria itu, setelah tiba di tempat tujuan
“Hey! Bagaimana aku bisa turun dari mobil jika mataku saja di tutup seperti ini,dan juga tanganku di ikat”: bentak Lee,dia sudah sangat kesal dengan kedua orang yang menculiknya
Seseorang datang dengan memberikan isyarat kedua pria itu diam. Orang itu terlihat sedikit kesal karena melihat tangan Lee di ikat. Ya dia tak lain adalah Louis,yang telah menyuruh anak buahnya untuk menculik Lee ke apartemennya,karena dalam beberapa menit lagi Lee akan berganti usia yang ke24 tahun.
“Kau! Mengikat tangannya dengan sangat kuat!”: bisik Louis dan menatap tajam kedua anak buahnya yang dia suruh untuk menculik Lee
“Hey kenapa kalian malah diam? cepat! Tanganku sakit kalian ikat seperti ini”: teriak Lee, tak mendengar suara mereka lagi,yang ada hanya suara langkah kaki
Louis segera memengang lengan Lee, untuk membantunya keluar dari mobil. Dan mengisyaratkan anak buahnya untuk menjadi juru bicara.
“Jangan menyentuhku sembarang brengsek!”: tegas Lee,karena merasa lengannya di pengang oleh seseorang
“Ayo jalan nona! Kau akan bertemu dengan seseorang”:kata salah satu anak buah Louis dengan terbata-bata
“Apa orang yang akan aku temui itu sangat menyeramkan! Sampai kalian berbicara saja dengan terbata-bata seperti itu?”:tanya Lee, mendengar suara orang yang menculiknya menjadi seperti orang ketakutan
Bahkan dengan tatapannya saja membuat kami takut padanya nona!”: batin salah satu anak buah Louis
“Kenapa kalian diam? Apa yang aku katakan itu benar?”: tanya Lee lagi,karena tidak mendapatkan jawaban apapun
Kenapa Lee menjadi sangat cerewet seperti ini? Saat ini dia sedang di culik,apa dia sama sekali tidak takut?”: batin Louis,heran dengan Lee yang sedari tadi sama sekali tidak terlihat takut atau cemas karena dirinya di culik
“Kita sudah tiba nona”:ucap anak buah Louis
“Benarkah! Sekarang tolong buka ikatan di tanganku, ini sangat sakit”: kata Lee menyodorkan tangannya ke depan , berharap orang yang menculiknya membuka ikatannya
Louis sudah pergi dari sana. Setelah memberikan kode pada anak buahnya untuk membuka tali di tangan Lee, setelah itu dia harus pergi dari sana sebelum lee membuka penutup matanya.
“Uhh rasanya tanganku perih sekali!”: kata Lee, mengelus pergelangan tangannya setelah ikatannya di buka
Dengan cepat Lee membuka penutup matanya,tapi yang dia lihat hanya kegelapan, tanpa ada penerangan apapun di sana.
“Aaaa kenapa aku di bawah di tempat gelap seperti ini!”: teriak Lee ,dia bahkan lebih takut dengan kegelapan dari pada dia di culik oleh orang
“Hey! Kemana kalian? Kenapa aku di bawah ke tempat gelap seperti ini?”: teriak Lee lagi, berharap seseorang datang
“Hiks..hiks Daddy Lee takut!”: histeris Lee ,dia sangat takut dengan gelap seperti ada trauma tersendiri di balik ketakutannya itu
Seseorang datang dari belakang menepuk pundak Lee.
“Aaaaaa”: teriak Lee ,karena ada yang menepuk pundaknya tapi dia sama sekali tidak bisa melihat siapa orang itu
“Siapa di sana? Tolong aku siapapun itu,aku sangat takut dengan gelap”: ucap Lee, berharap orang itu membantunya
Tiba-tiba ada orang yang memeluk Lee dari belakang.
“Happy brithday sayang”: bisik orang itu,tak lain adalah Louis yang sedang memeluk Lee dengan erat
Lee terdiam setelah seseorang yang sama sekali tidak bisa dia lihat karena gelap, mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Lee tau siapa pemilik suara itu.
Seketika lampu ruangan itu menjadi terang,semua lampu sudah di nyalakan,hiasan ulangtahun yang sangat indah,kue ulangtahun yang besar dengan angka 24 ,dan juga orang-orang yang Lee kenal ada di sana.
“Happy birthday Lee, happy birthday lee, happy birthday lee”
Terlihat di sana ada Rian,Gea,anak buah kepercayaan Lee,dan juga paman aron.Terlebih lagi Lee melihat brilliant sang Daddy ada di sana, tersenyum menatapnya.Dan pria yang dia cintai yang kini masih memeluknya.
“Ucapkan doa permohonan mu,lalu tiup lilinnya baby”:bisik Louis
Lee mengikuti semua yang di katakan oleh Louis,Lee memejamkan matanya berdoa untuk ulangtahunnya yang ke 24 tahun ini. Lalu meniup lilinnya.
Prok.prok.prok semua orang bertepuk tangan setelah Lee meniup lilin ulangtahunnya.
“Happy birthday putri kesayangan Daddy”:ucap brilliant pada putrinya lalu mencium kening Lee
“Hiks..hiks..! Lee kira Daddy tidak ingat dengan ulang tahun Lee”: tangis Lee menyambar ke pelukan brilliant
“Sayang bagaimana bisa Daddy tidak ingat dengan ulang tahun mu”: ucap brilliant mengelus punggung putrinya dengan lembut
Lusi 11 tahun sudah Lee merayakan ulang tahunnya tanpa adanya kamu”: batin brilliant
“Selamat ulang tahun lee”: ucap Gea memeluk Lee
“Terimah kasih Gea,kenapa bisa kau juga ada di sini?”:tanya Lee pada Gea yang sudah menjadi temannya selama di rumah sakit
“Itu semua karena Louis,dia ingin aku ikut untuk merayakan ulangtahunmu”: jawab Gea
Apa dia sudah mengingat aku?”:batin Lee , menatap Louis yang kini juga sedang menatapnya
“Happy birthday to you Lee”: ucap Rian pada Lee
“Terimah kasih Rian”: jawab Lee tersenyum pada Rian
“Selamat ulang tahun, semoga kau selalu dalam kebahagiaan nak”: ucap Aron memeluk Lee yang sudah seperti putrinya sendiri
“Terimah kasih paman Aron”: jawab Lee tersenyum
Lalu semua anak buah Lee dan Louis memberikan ucapan selamat ulang tahun pada Lee.
Kini Louis mendekat ke arah Lee,lalu memeluknya dengan erat.
“Aku merindukanmu”: ucap Louis
Lee diam,apa Louis sekarang sudah mengingat dirinya?
“Kenapa kau diam saja sayang?”: tanya Louis, menatap wajah Lee
“Hiks..hiks..hiks..apa kau sudah mengingat aku Louis?”: tanya Lee seketika menangis menatap Louis pria yang sudah membuat dirinya merasakan jatuh cinta
“Maafkan aku,aku tidak pernah melupakan kamu sayang. Lupa ingatan itu hanya pura-pura saja,aku melakukan itu untuk kejutan ulangtahun mu”: jawab Louis meminta maaf telah membohongi kekasihnya itu
“Hiks..hiks..kau jahat! Apa kau tau selama ini aku merasa bersalah dan juga aku sedih karena kau melupakan aku! Aku tersiksa karena kau. Aku membencimu Louis”: kata Lee memukul-mukul dada Louis
Louis hanya diam saja menerima pukulan Lee yang mana menurutnya tidak sakit sama sekali. Dia memang salah telah membohongi Lee.
Brilliant tersenyum-senyum sendiri melihat sepasang kekasih di hadapannya itu. Brilliant bahkan sudah tau semuanya jika Louis hanya pura-pura lupa ingatan, sebelum Louis sudah memberitahu semua rencananya untuk membuat kejutan ulangtahun Lee.Untuk yang dia katakan pada Lee saat itu jika dia akan lebih lama lagi di Amsterdam,itu juga bagian dari rencana Louis.
“Maaf,aku mencintaimu”: ucap Louis mengusap air mata Lee lalu memeluknya
“Hiks..hiks..jangan tinggalkan aku lagi,dan jangan pernah lupakan aku”:pinta Lee, membalas pelukan Louis
“Aku tidak akan mampu jika melupakan mu sayang. Hanya kau yang akan selalu ada di hatiku selamanya”: ucap Louis, mencium kening Lee
“Hmmm.. mesra-mesraannya kalian lanjut nanti saja! Sekarang waktunya potong kue mu Lee”: kata Rian pada Lee dan Louis
Lalu lee memotong kue ulang tahunnya, potongan kue pertama di berikan oleh brilliant sang Daddy. Dan potongan kue kedua Lee memberikannya pada Louis,pria kedua yang sangat dia cintai setelah Daddynya.
Mommy aku mencintaimu, sekarang Lee sudah semakin dewasa. Doa Lee terkabul dengan menghadirkan Daddy dan Louis di ulang tahun lee kali ini. Lee hanya ingin tahun-tahun berikutnya akan selalu seperti ini”: batin Lee
Tuhan aku berjanji pada diriku sendiri,aku tidak akan pernah membiarkan senyumannya hilang dari wajah cantiknya”: batin Louis, tersenyum menatap lembut Lee, wanita yang sangat dia cintai