
Setelah menyelesaikan proses pernikahan, Louis dan Lee sudah berada di kamar Lee,tak hanya mereka berdua yang berada di sana tapi Gea,Rian,Doni dan juga Farrel juga berada di sana.
Karena sedari tadi Lee hanya diam saja setelah proses pernikahan. Itu sebabnya Louis mengajaknya ke kamar untuk menjelaskan semuanya kepada Lee.
"Kalian begitu tega membuat aku seperti ini!": ucap Lee kembali menangis setelah Louis menceritakan semuanya,dia benar-benar sempat berfikir bahwa semua yang dia alami kemarin adalah nyata
"Aku berpikir bahwa ini semua benar terjadi padaku, dalam sehari hidupku hancur begitu saja. Aku benar-benar takut dan tidak bersemangat dengan apa yang aku rasakan kemarin! aku mendapatkan penghianatan dan juga kecewa kepada Daddy karena menikahkan aku kepada orang yang tidak aku kenal,bahkan namanya saja aku tidak tau...hiks..hikss aku sangat takut jika itu benar terjadi padaku": lanjut Lee semua yang ada di sana diam mendengarkan semua keluh kesah yang di rasakan Lee setelah tau jika semua yang terjadi hanyalah sandiwara untuk pernikahannya dengan Louis
Louis mengusap air mata istrinya,dia benar-benar sangat merasa bersalah karena telah membuat Lee sedih.
"Itu tidak akan pernah terjadi! maafkan aku, seharusnya aku tidak melakukan ini": ucap Louis berkata dengan sangat jelas, terdengar dari nada suaranya jika dia begitu merasa bersalah
"Lee maafkan kami juga,tapi apa yang sempat kau pikirkan itu tidak akan kami biarkan terjadi padamu! karena kami sangat menyayangimu": sambung Farrel
"Maafkan aku juga Lee,jangan sedih lagi okay. Ini adalah hari bahagiamu,bersama Louis": sambung Gea memeluk Lee yang duduk di antara dia dan Louis
"Maafkan aku juga Lee": ucap Rian
"Aku juga minta maaf Lee": ucap juga Doni
Louis dan yang lainnya ikut memeluk Lee,mereka semua saling berpelukan.
"Maafkan kami": ucap mereka semua dengan Lee yang berada di tengah-tengah mereka
"Hiks..hikss..kalian aku maafkan,tapi jangan membuatku seperti ini lagi":kata Lee mengembangkan senyumannya untuk suami dan para sahabatku
"Janji": janji mereka semua kepada Lee
"Apa Daddy juga di maafkan?": tanya seseorang yang berada di ambang pintu kamar Lee
Lee diam menatap pria paru baya yang berjalan mendekati dirinya. Lee juga sempat sangat kecewa kepada ayahnya sendiri.
"Apa Daddy bisa mendapatkan maafmu?": tanya brilliant lagi yang sudah berada di hadapan putrinya
"Daddy jahat! apa Daddy tau jika aku sempat sangat merasa kecewa kepada Daddy..hiks..hikss": tangis Lee semakin kencang dan langsung memeluk ayahnya
"Sejak kau kecil Daddy selalu berusaha untuk memberikan semua yang kau inginkan, Daddy juga selalu berusaha untuk tidak membuat dirimu kecewa kepada Daddy. Itu semua karena Daddy begitu mencintai dan menyayangimu nak, Daddy hanya ingin kau bahagia, mendapatkan apa yang seharusnya kau dapatkan,bagi Daddy tidak ada yang lebih penting dari kebahagiaanmu": kata brilliant menangkup kedua pipi putrinya menatap wajah cantik putrinya yang sangat mirip dengan Lusi almarhum istrinya
"Jangan bersedih lagi,ini semua adalah rencana Louis. Jadi Louis yang seharusnya bertanggung jawab, sekarang dia sudah menjadi suamimu kau bebas melakukan apapun padanya": goda brilliant mengusap air mata putrinya dengan lembut
"Betul sekali,dia yang salah jadi hukum dia saja Lee": tunjuk Doni kepada Louis
"Benar sekali,hukum Louis Lee": sambung Gea
"Jangan berikan dia ampun Lee, kalau bisa jangan biarkan dia masuk ke dalam kamar di malam pertama kalian": ucap Rian dan langsung mendapat tatapan tajam dari Louis
"Betul sekali, hukuman yang bagus": ucap Farrel juga
"Hey kalian! kenapa hanya aku yang salah? Dan yang di katakan oleh Rian tadi,aku tidak setuju!": protes Louis dia sangat kesal kepada para sahabatnya karena hanya menyalahkan dirinya dan juga meminta Lee untuk tidak membiarkan dirinya masuk ke dalam kamar untuk malam pertama dengan istrinya itu
"Kau hanya cukup menerimanya Louis,Lee yang memberi hukuman dan kau yang menjalani hukumannya": ucap brilliant menepuk bahu Louis, seolah memberikan semangat kepada pria yang sudah menjadi menantunya itu
"Hahahaha": tawa mereka semua di dalam kamar Lee,karena melihat mimik wajah Louis yang begitu pasrah karena semuanya kembali menyalahkan dirinya saja
Lee ikut tertawa melihat mimik wajah Louis,yang menurutnya begitu lucu bagi seorang Louis yang begitu kaku dan selalu berwajah datar.
Louis tersenyum menatap istrinya yang sudah kembali tersenyum. Brilliant dan yang lainnya juga merasa lega karena kembali melihat senyuman Lee.
"Kau sangat lucu dengan expresi wajah seperti itu": ucap Lee tersenyum menatap suaminya
"Apa sudah merasa baik sekarang?": tanya Louis dengan lembut
"Hemmm, terimakasih karena kalian semua selalu ada untukku,dan selalu bisa membuat aku bahagia. Aku ingin bisa bersama kalian selamanya": kata Lee begitu tulus menatap satu per satu sahabatnya
"Kita semua akan selalu bersama selamanya, Promise": ucap Rian
"Promise": jawab mereka semuanya, semakin membuat Lee bahagia dan selalu bersyukur karena memiliki suami dan sahabat yang sangat menyayangi dirinya
"Iya Daddy": jawab Lee dan Louis
"Kalian juga, istirahatlah dulu. Bibi Anis sudah menyiapkan kamar untuk kalian semua": ucap brilliant kepada para sahabat putrinya
"Terimakasih Daddy": ucap Gea
"Terimakasih paman": ucap Rian,Dion dan Farrel
"Anggap saja rumah kalian": kata brilliant
"Daddy juga istirahatlah": pinta Lee untuk brilliant istirahat agar tidak terlalu kelelahan
"Daddy juga akan istirahat": jawab brilliant tersenyum pada Lee
....
"Aku sangat bahagia karena sekarang kau akan selalu ada bersamaku,di manapun aku berada": kata Louis yang begitu bahagia
"Aku merasa ini semua mimpi Louis": ucap Lee yang berada di dalam dekapan Louis
"Ini bukan mimpi,ini nyata adanya my wife": kata Louis mengelus lembut rambut panjang Lee
Tok.tok.tok suara ketukan pintu menghentikan obrolan pasangan yang baru saja menikah itu.
"Biarkan aku yang membukanya":kata Lee beranjak dari duduknya untuk membuka pintu kamarnya
Krekk..
"Hay": sapa seorang gadis cantik yang tidak pernah Lee lihat sebelumnya
"Hay,kau siapa?": tanya Lee kepada gadis cantik itu
"Jennifer ada apa?": tanya Louis yang menyusul istrinya untuk melihat siapa yang datang bertamu ke kamar istrinya
Ya gadis cantik itu adalah Jeniffer,dia datang ke kamar Lee agar bisa bersapa langsung kepada kakak iparnya. Karena dia belum sempat bertemu tadi.
Lee menatap Louis seolah tatapannya itu mempertanyakan siapa gadis itu?
"Sayang dia adalah adik sepupuku,dia yang berbicara denganmu saat di telpon waktu itu": kata Louis mengerti arti tatapan istrinya dan langsung memperkenalkan Jeniffer kepada Lee
Lee menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Aku hanya ingin mengajak kakak ipar untuk mengobrol": jawab Jennifer kepada kakak sepupunya itu
"Boleh ya": lanjut Jeniffer penuh harap
"Nanti saja,kami ingin istirahat": kata Louis kepada adik sepupunya
"Tapi kak,aku belum berbicara kepada kakak ipar": ucap Jeniffer ingin sekali mengobrol dengan Lee
"Tidak apa-apa,kita bisa mengobrol": kata Lee,menarik Jeniffer untuk masuk ke dalam kamarnya
"Sayang kita harus istirahat untuk malam nanti": kata Louis mengingatkan Lee untuk mempersiapkan tenaga untuk nanti malam
"Tidak apa-apa Louis": ucap Lee
Jeniffer menatap kakak sepupunya dengan tersenyum meledek.
"Kau meledek aku!": ucap Louis
"Kasihan sekali kau kak": seru Jeniffer mengelem kepala menatap Louis
Lee menggeleng kepala melihat tingkah suaminya dan Jeniffer yang saling berdebat.
Sepertinya sangat seru memiliki adik ipar": batin Lee entah kenapa dia begitu bahagia mengetahui jika suaminya memiliki adik perempuan yang begitu cantik dan juga menurut Lee, Jeniffer sangat lucu