
“Louis apa yang kau katakan tadi benar?”: tanya Lee , menatap Louis dengan serius
Kini mereka berdua berada di dalam sebuah restoran mewah yang ada di tengah kota Milan.
“Kau tidak percaya?”: tanya balik Louis
“Louis kenapa kau melakukan itu! Aku tidak mau kau mengalihkan namaku sebagai pemilik resmi rumah sakit itu”: kata Lee,dia tidak setuju dengan Louis yang memberikan rumah sakit itu atas namanya
“Why?”: tanya lagi Louis
“Louis!”: kesal Lee, sedari tadi Loius hanya bertanya singkat tanpa mau menjelaskan
“Hufff..sahamku ada 57% di rumah sakit itu,saham itu bukan saham milik perusahaan. Itu saham milikku sendiri yang aku kumpulkan saat aku kuliah,dan bisa menanam saham di rumah sakit itu, aku memberikan itu padamu karena kau adalah wanita yang aku cintai aku percaya padamu, dan itu juga bisa membuat mu lebih mudah mendapatkan bukti kematian ibumu. Maka dari itu aku melakukannya”: kata Loius menjelaskan
“Louis kenapa kau melakukan itu,aku tidak membutuhkan hartamu! Aku tidak butuh itu semua. Aku sudah memiliki semuanya,Daddy dan kau sudah cukup bagiku,aku bahagia dengan itu semua. Tapi aku tidak mau hartamu!”: ucap Lee dia sudah memiliki semuanya,dia tidak membutuhkan apapun lagi yang terpenting dalam hidupnya kini adalah selalu bersama orang-orang yang dia sayangi
“Tapi apa yang aku miliki juga milikmu Lee,itu akan berlaku. Jadi apapun yang aku berikan padamu,bukan karena aku menunjukkan bahwa kau bahagia dengan harta yang aku berikan tapi aku ingin kau bahagia bersamaku dengan apa yang seharusnya memang kau nikmati dariku”: balas Louis memegang tangan Lee yang ada di atas meja
“Louis itu berlaku jika kau dan aku berhubungan resmi, kita masih sepasang kekasih! Aku sama sekali tidak berhak dengan semua yang kau miliki,dan aku juga tidak butuh itu.”: kata Lee
“Maka dari itu menikahlah denganku”: ucap Louis, mengeluarkan kotak cincin dari saku celananya
“Ck! Apa kau sedang melamarku?”: tanya Lee,dia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya mendapatkan Louis kini sedang melamarnya
Louis beranjak dari tempat duduknya,dia berlutut di hadapan Lee dengan memegang kedua tangan wanitanya itu yang duduk di bangku.
“Lee aku bukan pria yang bisa merayu,aku hanyalah pria kaku yang tidak bisa menunjukkan secara langsung cintaku padamu. Aku pria yang tidak tau cara berkata manis padamu,dan juga aku bukan pria yang romantis. Maafkan aku karena tidak bisa seperti pria lain,hari ini aku ingin memintamu menjadi satu-satunya wanita yang akan menemani aku hingga tua, menjadi ibu dari anak-anakku kelak. Aku ingin kau menjadi istriku,Lee apa kau mau menua bersamaku?”: ucap Louis membuka kotak merah yang berisi cincin yang khusus dia buat untuk Lee sebelum dia berangkat ke Italia,ya karena ini sudah dia rencanakan sebelumnya
Lee meneteskan air matanya melihat Louis yang sedang berlutut di hadapannya,pria itu kini sedang melamarnya untuk menjadi bagian dari hidupnya.
“No..No! Jangan menangis,aku tidak suka melihat air matamu jatuh membasahi wajahmu.”: ucap Louis mengusap lembut air mata kekasihnya itu
“Louis aku mencintaimu apa adanya,aku tidak pernah berharap jika kau akan sama seperti pria lain yang bisa berkata manis padaku. Aku hanya ingin kau yang seperti ini, terima kasih karena sudah masuk ke dalam kehidupanku”: ucap Lee menatap Louis
“Jadi apa jawabanmu Lee?”: tanya Louis berharap dia akan mendapatkan jawaban yang memuaskan dari kekasihnya itu
“Yes I Will ,aku mau menjadi istrimu,ibu dari anak-anakmu dan menua bersamamu”: jawab Lee tersenyum menatap Louis
Baru saja semalam Lee meminta Louis untuk menunggunya saat pria itu mengatakan ingin segera menikahinya. Tapi kini dia sudah menemukan tujuan utamanya menjadi seorang dokter, orang-orang yang bertanggung jawab atas kematian ibunya kini sudah berada dalam genggamannya. Dan dalam 2 hari Lee akan melihat orang-orang itu ada di balik jeruji besi. Jadi tidak ada alasan lagi untuknya menolak lamaran Louis padanya.
“Yes”: seru Louis berdiri memeluk Lee dengan sangat erat,dengan cepat Louis memakaikan cincin di jari manis Lee
“Aku mencintaimu lebih dari apapun”: ucap louis mencium kening Lee
“Me too”: balas Lee
Louis mendekatkan wajahnya dengan wajah Lee, seketika itu membuat Lee menutup matanya.Kini Louis menciumnya dengan sangat lembut. Cukup lama ciuman itu, Louis melepaskannya.
“Hmm..kita akan membicarakan ini kepada keluarga kita setelah semuanya selesai”: ucap Louis mengusap bibir Lee dengan lembut,yang di maksud Louis semuanya adalah setelah persidangan Bram,Rosa dan Lena di laksanakan 2 hari lagi
“Iya, terima kasih karena kau aku bisa membawa mereka ke penjara untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya”: ucap Lee memeluk Louis
“Apapun itu,aku akan melakukannya untukmu.”: kata Louis
Lee tersenyum menatap Louis,pria yang kini di hadapannya sudah menjadi calon suaminya. Kini dia benar-benar bahagia.
“Kita harus bersiap,besok kita akan kembali ke negara X dan melakukan pertunjukan di rumah sakit.Aku akan memperkenalkan kamu sebagai pemilik resmi Respiratory hospital”: kata Louis
“Itu tidak penting! Yang lebih penting sekarang adalah kau akan selalu bersama aku selamanya. Tidak akan ada pria lain yang boleh mengambil mu dariku”: jawab Louis,itu membuat Lee mengerucutkan bibirnya
“Sekarang kita pulang ke apartemen, untuk bersiap-siap”: lanjut Louis,dan di balas anggukan oleh Lee
...
“Aku akan menjemputmu besok”: ucap Rian pada Gea yang kini mengantarkan Gea pulang ke rumahnya setelah dari rumah sakit
“Hmm iya,aku tunggu”: jawab Gea tersenyum
Besok adalah kepulangan Louis dan Lee ,dan Louis memintanya untuk menjemputnya di bandara dan dia harus membawa Gea bersamanya, tentu itu sudah menjadi rencana kedua pasangan itu.
“Kalau begitu masuklah,aku akan pergi setelah kau masuk”: ucap Rian,dia tidak tau apa yang dia rasakan saat ini saat bersama Gea
“Terima kasih telah mengantar aku pulang,kalau begitu aku masuk dulu”: kata Gea melangkah masuk ke dalam gerbang rumahnya
Rian hanya tersenyum menatap punggung Gea yang kini mulai menjauh,saat dia ingin masuk ke dalam mobil terdengar suara Gea memanggilnya.
“Rian!”: panggil Gea membuat Rian kembali mengeluarkan kepalanya yang sudah setengah masuk ke dalam mobil
“Iya ada apa Gea?”: tanya Rian
“Hati-hati di jalan”: ucao Gea, menundukkan kepalanya setelah mengatakan itu
“Aku akan menghubungimu malam nanti”: ucap rian,itu membuat Gea mengangkat kembali kepalanya menatap Rian ,dengan refleks dia mengangguk setuju
“Daaah”: ucap Rian melambaikan tangannya kepada Gea
“Daaah..”: balas Gea melambaikan tangannya
Mobil Rian kini sudah tak terlihat lagi oleh mata Gea,Gea segera masuk ke dalam rumahnya. Gea berjalan masuk sembari mengelus dadanya yang sedari tadi bergemuruh karena berada di dekat rian.
“Kau kenapa?”: tanya seseorang, membuat Gea terkejut mendengar suara yang begitu familiar di telinganya yang sudah sangat lama meninggalkannya
“Kakak!”: ucap Gea,berlari memeluk pria yang dia sebut kakak
“Siapa yang mengantarmu pulang?”: tanya Gio membalas pelukan adiknya
“Kapan kakak kembali dari Amerika, kenapa tidak bilang padaku jika kau akan kembali?”: tanya Gea,tidak menjawab pertanyaan sang kakak padanya
“Aku tidak mau menganggumu yang sedang bekerja. Kau belum menjawab pertanyaanku, siapa yang mengantarmu pulang?”: tanya lagi Gio pada Gea
“Namanya rian,dia temanku”: jawab Gea
“Kau menyukainya?”: tanya Gio,dia selalu menebak apa yang ada di pikiran Gea saat ini
“Aku tidak tau,kami hanya berteman saja”: jawab Gea
“Hmm ya sudah,kakak mau pergi. Jadi sekarang kau istirahat,kau pasti sangat lelah karena bekerja seharian”: ucap Gio tidak mau bertanya lebih banyak lagi tentang adiknya dengan pria yang di akui Gea sebagai temannya
“Hmmm..malam ini aku ingin makan malam dengan kakak,aku akan memasak”: pinta Gea pada kakaknya yang sudah sangat lama meninggalkan dirinya ke Amerika
“Iya,kakak akan pulang untuk makan malam denganmu”: ucap Gio mengelus lembut kepala adiknya