
Sudah hampir 2jam Lee dan Jeniffer mengobrol,entah apa yang membuat Lee begitu betah mengobrol dengan Jeniffer?. Pikir Louis.
"Sayang kau juga harus istirahat, nanti malam adalah acara resepsi pernikahan kita! kau tidak boleh kelelahan": tegur Louis yang melihat istrinya masih asik mengobrol dengan adik sepupunya
Lee tidak menanggapi perkataan suaminya,dia begitu asik mengobrol dengan Jeniffer.
Apa begini jika wanita sudah asik mengobrol!": batik Louis,dia merasa kesal karena di abaikan oleh istri dan adiknya
"Aku begitu bahagia setelah tau jika aku akan memiliki seorang kakak ipar yang berprofesi sebagai dokter, sungguh aku sangat menyukaimu": ucap Jeniffer
"Benarkah?":seru Lee
"Iya aku sangat ingin menjadi seorang dokter spesialis bedah, karena itulah aku bertambah bahagia karena mengetahui kakak seorang dokter spesialis bedah,sudah sangat lama aku mengidolakan mu ,kau begitu terkenal di Amerika sebagai dokter spesialis bedah yang hebat dan berprestasi": jawab Jeniffer,sudah sejak dulu mengidolakan Lee sebagai sosok dokter yang sangat berprestasi dan sangat hebat dalam bidangnya
"Dan aku pikir ini hanya mimpi jika kau sekarang menikah dengan kakak ku":lanjut Jeniffer
"Aku juga sangat bahagia mengetahui jika Louis memiliki adik secantik dirimu. Sejak dulu aku sangat ingin memiliki adik,tapi tidak bisa karena mommyku telah tiada": ucap Lee, mengungkapkan jika selama ini sangat menginginkan sosok adik
"Jangan sedih kak, sekarang aku adalah adikmu! dan aku sudah memutuskan untuk tidak kembali ke Amerika,aku akan melanjutkan pendidikan ku di sini,aku ingin tinggal di sini dan bisa selalu bersama denganmu. Aku ingin banyak belajar denganmu, untuk menjadi dokter yang hebat": kata Jeniffer, sejak dia mengetahui jika kakak sepupunya menikah dengan dokter yang selama ini dia idolakan,dia langsung memutuskan untuk menetap di negara kelahiran orangtuanya, untuk bisa belajar banyak dengan Lee
"Benarkah,apa kau serius?": tanya Lee
"Hmmm,aku serius": jawab Jeniffer
"Ah aku sangat bahagia,aku janji akan membantumu untuk menjadi seorang dokter yang hebat":janji Lee begitu bahagia mendengar jika Jeniffer memutuskan untuk tidak kembali ke Amerika
"Terimakasih,aku sangat bahagia. Selama ini aku hanya memiliki kak Alena dan kak Louis,tapi semenjak kepergian kak Alena,kak Louis sangat jarang sekali bermain atau sekedar bercanda,kak Louis tidak pernah melakukan itu lagi padaku": ucap sedih Jeniffer karena sejak kepergian Alena mengubah semuanya
Louis yang sedari tadi berada di atas tempat tidur mendengar semua obrolan istri dan adik sepupunya,dia begitu terenyuh dengan pernyataan yang baru saja di ucapkan oleh adik sepupunya. Kini dia baru menyadarinya jika selama ini dia membuat Jeniffer sedih karena perubahannya, setelah kepergian adiknya Alena.
Maafkan kakak! kakak benar-benar tidak tau jika kau sesedih itu. Kakak janji akan mengembalikan semuanya, seperti yang kau inginkan": batin Louis, berjanji jika dia akan kembali menjadi sosok kakak yang selama ini Jeniffer inginkan
Lee menatap suaminya yang berada di atas tempat tidur yang sibuk menata laptop yang berada di atas pangkuannya. Lee sangat yakin jika Louis mendengar apa yang diutarakan oleh Jeniffer.
"Kau mengatakan padaku untuk tidak bersedih. Ayolah jangan bersedih": ucap Lee menatap Jeniffer
"Tidak kak,aku tidak bersedih! saat ini aku hanya bahagia karena kehadiranmu. Kau mengingatkan aku dengan kak Alena": jawab Jeniffer memberikan senyuman manisnya kepada Lee
Kau pasti akan mendapatkan sosok kakak yang hilang dari Louis ": batin Lee
"Kakak sepertinya kita sudah sangat lama berbicara, sebaiknya kau istirahat untuk acara malam nanti.": kata Jeniffer membiarkan Lee dan Louis untuk beristirahat sejenak
"Baiklah": jawab Lee tersenyum
"Kak istirahatlah, aku akan menemuimu nanti malam": ucap Jeniffer kepada kakak sepupunya itu
"Baiklah,kau juga istirahat jangan keluyuran":balas Louis memberikan senyuman kepada adiknya
"Iya,kakak tau aku sangat patuh padamu": patuh Jeniffer, mengucapkan itu lalu keluar dari kamar Lee
Lee naik ke atas tempat tidur, bersandar dengan bahu Louis.
"Kau mendengarnya bukan": kata Lee
"Ya,aku baru menyadarinya setelah dia mengatakan itu! aku benar-benar bodoh karena tidak memikirkan dia setelah kepergian Alena. Aku bodoh karena melupakan jika aku masih memiliki adik yang sangat menginginkan kasih sayang dariku": jawab Louis merasa bersalah kepada Jeniffer
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi lebih lama lagi! aku akan berusaha untuk kembali menjadi kakak yang di inginkan oleh Jeniffer": jawab Louis menatap Lee
"Jeniffer pasti akan sangat bahagia": ucap Lee melingkar tangannya di pinggang Louis
Louis dan Lee akhirnya istirahat,mereka perlu tenaga untuk acar resepsi pernikahan mereka yang akan di adakan malam ini.
....
"Sayang aku juga ingin segera menentukan hari pernikahan kita": ucap Rian yang kini sedang berdua saja dengan Gea di gazebo
"Aku juga ingin,tapi kapan orangtuamu akan datang menemui kak gio?": tanya Gea ,karena selama ini Gea belum pernah bertemu dengan orangtua Rian,Rian hanya memperkenalkan Gea lewat komunikasi telpon dengan orangtuanya
"Secepatnya aku akan meminta mami dan papi. Aku tidak ingin berlama-lama lagi": jawab Rian
"Apa kau iri?": tanya Gea menatap wajah tampan yang sudah menjadi tunangannya
"Iri?": tanya Rian tidak mengerti maksud Gea
"Iya apa kau iri,karena melihat Louis dan Lee menikah?": tanya Gea
"Tidak!": bantah Rian ,tapi Gea bisa melihat raut wajah Rian menandakan jika Rian merasa iri melihat Louis dan Lee menikah
"Jujur saja padaku,kau ingin pernikahan kita di lakukan secepatnya ,karena kau iri bukan": goda Gea,dia suka melihat mimik wajah Rian yang tidak biasanya dia tunjukkan kepada orang lain
"Hentikan,kenapa kau malah menggoda ku seperti itu? apa jangan-jangan kau yang iri melihat Louis dan Lee menikah": ucap Rian membalikkannya kepada Gea
"Tidak! aku tidak iri sama sekali": bantah Gea dengan cepat
"Ayolah sayang jujur saja": Rian yang kini balik menggoda Gea
"Tidak Rian, sebaiknya kau diam. Kau sungguh menyebalkan!": ucap kesal Gea,karena Rian malah balik menggodanya
"Hahaha": tawa Rian melihat wajah Gea yang menurutnya begitu mengemaskan
"Kau sungguh menyebalkan,kau malah menertawakan aku": ucap Gea bertambah kesal
Rian melihat wajah kesal Gea,dia langsung menghentikan tawanya. Dia segera memeluk Gea dari samping menyandarkan kepala Gea di dadanya.
"Aku akan segera meminta mami,papi untuk datang menemui gio. Aku ingin secepatnya bersama denganmu, bersamamu di setiap saat.": kata Rian menumpukan dagunya di atas kepala Gea
"Selama ini aku hanya berbicara dengan mami dan papimu lewat telepon. Apa menurutmu jika mereka melihat ku secara langsung, mereka akan menerima diriku?": tanya Gea
"Mami dan papi selalu memberikan aku kebebasan untuk mengambil jalan hidupku sendiri. Mereka akan selalu mendukung apapun yang menjadi keputusanku. Percayalah mereka pasti akan sangat menyukaimu": jawaban Rian membuat Gea merasa lega,karena Gea sempat berpikir apa orangtua Rian akan menerimanya untuk menjadi pendamping hidup Rian?
____________
Hay👋 Jangan lupa like,comment pendapat kalian tentang cerita ini,dan jangan lupa vote yang banyak yah.
Follow Instagram: @_nonafaa
By: nona faa