Doctor Is Mine

Doctor Is Mine
Kisah kelam Jeniffer



Keesokan harinya Louis dan Lee sudah berada rumah baru mereka. Tidak lupa dengan putri kecil mereka Zee. Dan tentunya Jeniffer yang ikuti tinggal bersama mereka,karena permintaan Louis. Jeniffer adalah tanggung jawabnya sebagai kakak Louis ingin adiknya selalu berada dalam pengawasnya.


Karin maupun kerta tidak bisa melarang Louis agar Jeniffer tetap tinggal bersama mereka. Karena kedua orangtua itu percaya dengan apa yang di lakukan oleh putranya,hanya semata-mata untuk selalu melindungi adiknya.


Jeniffer juga telah mendengar penjelasan kakaknya tentang siapa Zee. Kini kedua gadis cantik beda usia itu semakin akrab, sangat jelas jika Jeniffer menyukai anak kecil. Mungkin itu yang membuat Jeniffer bisa dengan cepat akrab dengan Zee.


"Bibi Jen, apa kau menyukai itu?": tanya Zee menunjuk salah satu bunga mawar yang tumbuh di halaman rumah baru mereka


"Ini mawar Zee. Bibi tidak suka": jawab Jeniffer menunjuk bunga yang di maksud oleh Zee


"Kenapa bibi tidak menyukainya?": tanya Zee mencoba menatap wajah Jeniffer yang jauh lebih tinggi darinya


"Karena aku tidak menyukai bunga": jawab Jeniffer berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan keponakan angkatnya


"Tapi bibi,bunga itu sangat indah. Aku saja menyukainya": tutur Zee mencoba meraih bunga mawar itu


"Stop Zee! bunga itu berduri,jangan asal memegangnya,itu akan membuatmu terluka": Jeniffer menahan tangan Zee yang nyaris memegang bunga mawar yang penuh duri yang tajam


"Zee tidak semuanya yang kau lihat itu indah,kau melihatnya indah tapi di saat kau meraihnya dia akan melukaimu.": lanjut Jeniffer, ucapan Jeniffer memiliki makna tersendiri agar Zee bisa mengenali mana yang baik dan mana yang buruk


"Aku tidak mengerti yang bibi katakan": jawab polos Zee


"Begini. Di saat kau melihat bunga itu sangat indah nan cantik,itu karena kau hanya melihatnya dari luar. Bunga itu akan terus menarik perhatianmu untuk terus bergerak untuk mendekatinya,dan akhirnya kau mendekatinya. Dan di saat kau mendekatinya tanpa kau tau di bunga itu memiliki banyak duri tajam,yang bisa membuatmu terluka saat menyentuhnya. Jadi makna dari semua itu, kau harus mengenalinya lebih dulu,cari tahu segalanya. Karena tidak semuanya yang kau lihat dari bentuk luarnya itu baik.": ucap Jeniffer menjelaskan arti ucapannya pada Zee


"Apa kau mengerti Zee?": lanjut Jeniffer bertanya


"Zee tidak boleh percaya begitu saja dengan apa yang Zee lihat baik hanya bentuk dari luarnya saja": jawab Zee ,gadis kecil itu sangat cerdas karena bisa mengerti makna dari ucapan Jeniffer


"Astaga kau benar-benar cerdas.": puji Jeniffer mencium pipi Zee , Jeniffer begitu menyayangkan orangtua yang tega menelantarkan Zee


Orangtua yang bodoh menelantarkan anak seperti mu Zee. Kak Louis dan kak Lee benar-benar beruntung karena memilikimu": batin Jeniffer


"Terkadang anak itu bisa bersikap dewasa": kata Louis menatap adiknya bersama putrinya yang tidak jauh dari posisinya saat ini bersama istrinya


"Jeniffer begitu cerdas dalam menjelaskan makna dari ucapannya pada Zee. Apa Jeniffer pernah mengalami hal yang sulit?": tanya Lee pada suaminya


Louis diam sesaat sebelum menjawab pertanyaan istrinya.


"Saat usianya 11 tahun,dia pernah di culik. Dan nyaris mati karena orang yang menculiknya menusuknya dengan pisau,dan yang melakukan itu adalah orang yang sangat dia kenal baik padanya.": jawab Louis menceritakan hal tragis yang pernah di alami oleh adik sepupunya saat masih berusia 11 tahun


Lee cukup terkejut mendengar hal tragis yang pernah di alami oleh Jeniffer. Itu membuat Lee semakin penasaran.


"Siapa yang melakukannya?": tanya Lee sungguh penasaran


"Pamannya,dia adalah adik dari ayah Jeniffer.": jawab Louis tak mengalihkan pandangannya dari sang adik dan putrinya


"Sekarang aku mengerti kenapa dia sangat sulit untuk di dekati.": kata Lee sekarang mengerti


Lee sangat ingat saat acara resepsi pernikahannya Jeniffer tidak ingin berbicara pada siapapun kecuali dengan keluarganya. Dan saat itu Gea,Doni,Farrel hanya ingin mengajaknya mengobrol tapi Jeniffer malah menghindar.


"Kenapa kau bisa mengklaim Jeniffer adalah tanggung jawab mu?. Jeniffer masih memiliki orangtua": sudah lama Lee ingin mempertanyakan hal itu kepada suaminya yang mengambil seluruh tanggung jawab atas Jeniffer


"Sejak kejadian itu aku membuat surat kuasa resmi,bahwa aku yang memiliki hak penuh atas diri Jeniffer sebagai kakak. Dan itu di setujui oleh kedua orangtuanya. Karena saat itu mereka juga merasa tidak bisa menjaga Jeniffer dengan baik. Dan seharusnya sejak saat itu Jeniffer ikut bersamaku untuk tinggal di sini,tapi aku masih memikirkan dia masih kecil saat itu, dia masih membutuhkan kedua orangtuanya. Dan aku memutuskan dia akan tinggal bersamaku saat usianya 20 tahun. Dan sejak saat itu juga aku selalu mengirim anak buah ku untuk selalu menjaganya dari jauh,di manapun dia berada. Bahkan di saat kematian Alena pun aku tetap melakukan itu, walaupun dia sempat berpikir aku menjauhkan diri darinya. Tapi percayalah itu juga sangat berat aku lakukan padanya,tapi aku harus menunggu hingga dia berusia 20 tahun,dan aku selalu ingin membuatnya bahagia.": dengan panjang lebar Louis menceritakan kisah Jeniffer yang menjadi tanggung jawabnya sejak usia dini


"Kau sungguh kakak yang sangat hebat Louis,aku sangat yakin Jeniffer pasti sangat bangga memiliki kakak sepertimu.": ucap Lee menatap Louis dia benar-benar takjub dengan suaminya yang begitu menyayangi Jeniffer


"Aku hanya ingin yang terbaik untuknya": kata Louis menatap balik istrinya


"Tuan, nyonya makan siangnya sudah siap": seorang pelayan yang bekerja di rumah baru Louis dan Lee mendekat memberitahu bahwa saatnya makan siang


"Baiklah terimakasih bi": jawab Lee


Louis dan Lee lalu mendekati Jeniffer yang asik menemani Zee bermain.


"Jeniffer,Zee ayo masuk. Saatnya kita makan siang":ajak Lee


"Baik kak": sahut Jeniffer


"Daddy, angkat Zee": Zee merentangkan tangannya ke atas agar Louis mengendongnya


"Berikan ciuman untukku,baru Daddy mengendongmu": syarat Louis kepada Zee


"Zee tidak bisa menggapai mu Daddy. Zee begitu pendek,hanya bisa memeluk kakimu saja. Bagaimana caranya Zee bisa mencium mu?": tanya Zee dengan wajahnya yang imut dan menggemaskan membuat ketiga orang itu merasa gemas pada gadis kecil itu


Louis lalu berjongkok mensejajarkan tingginya dengan tubuh Zee yang imut.


"Sekarang berikan ciuman untukku": pinta Louis


Dengan segera Zee mencium seluruh wajah Louis.


"Sudah": ucap Zee setelah melakukan apa yang di inginkan oleh Daddynya


Louis tersenyum menatap putrinya,lalu menuruti keinginan putrinya untuk di gendong.


"Sekarang kita masuk": ajak Louis


Louis yang mengendong Zee, Lee dan Jeniffer mengikutinya masuk ke dalam rumah. Hanya bisa tersenyum melihat Zee yang terus bercoletah di dalam gendongan Louis.


"Apa setiap kali Zee meminta di gendong Daddy, harus mencium Daddy terlebih dulu?": tanya Zee memainkan kerah baju Louis


"Hmm itu syarat yang harus kau lakukan gadis kecil": jawab Louis menatap putrinya yang ada di gendongannya


"Baiklah,Zee akan melakukannya terus": ucap Zee dengan tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya yang rapi


"Di begitu mengemaskan kak": seru Jeniffer yang berada di belakang mereka melihat Zee yang menurutnya sangat mengemaskan


"Dia putriku": jawab Lee singkat,merasa hidupnya sangat beruntung karena memiliki Zee