
Karena rasa penasaran, Jeniffer mendekati asal suara yang dia dengar. Dan tiba-tiba saja langkahnya terhenti saat tepukan tangan seseorang di pundaknya.
"Aaaaaaaaa": teriak Jeniffer terkejut
"Astaga! bibi ingin membuat aku jantungan!!": kesal Jeniffer menatap tajam bibi sun
"Maafkan saya non,sudah membuat non Jeniffer terkejut": ucap bibi sun merasa bersalah karena membuat Jeniffer terkejut
"Ah, sudahlah.": Jeniffer pergi meninggalkan bibi sun dengan perasaan kesal
Hingga Jeniffer melupakan tujuannya yang ingin mencari tau, suara yang dia dengar dari halaman belakang.
Baru saja Jeniffer menaiki anak tangga, suara mobil terdengar baru saja masuk melewati gerbang rumah. Jeniffer lalu berbalik kembali menurunggi anak tangga,dia yakin jika itu adalah Louis.
"Kakak": panggil Jeniffer setelah melihat Louis baru saja masuk ke dalam rumah
"Jeniffer,di mana Lee dan Zee?":tanya Louis tidak melihat istri dan juga anaknya
"Mereka di kamar kak,aku turun mengambil air minum untuk kak Lee. Sejak tadi dia merasa panik,karena orang yang menerornya": tutur Jeniffer
Setelah mendengar penuturan Jeniffer bahwa istrinya begitu panik, Louis segera menyusul Lee dan Zee ke kamarnya,di ikuti oleh Jeniffer dari belakang.
Krek..
Suara pintu kamar terbuka, mengalihkan perhatian kedua ibu dan anak itu. Mereka tersenyum saat melihat siapa yang masuk.
"Daddy": teriak Lee ,turun dari pangkuan Lee. Berlari ke arah Louis untuk memeluknya
"Putri Daddy": Louis berjongkok untuk menyambut putrinya ke dalam pelukannya
"Daddy,Zee takut": ucap Zee memeluk erat Louis
"Jangan takut baby,ada Daddy yang akan menjagamu.": kata Louis meyakinkan putrinya agar tidak takut
Louis berjalan mendekati istrinya,dengan mengendong Zee. Louis bisa melihat dengan jelas, wajah istrinya pucat.
Setelah mendudukkan Zee di samping Lee, Louis mengambil air minum yang ada di tangan Jeniffer, untuk di berikan kepada istrinya.
"Minum dulu":kata Louis menyodorkan air minum ke mulut istrinya
Lee pun menerimanya,Lee meneguknya sampai habis.
"Terimakasih, Jeniffer": ucap Lee menatap adik iparnya
"Sama-sama kak": jawab Jeniffer
Tiba-tiba Jeniffer teringat saat dia berada di dapur. Dia lupa mengecek suara yang dia dengar dari halaman belakang.
"Kak Louis,kak Lee. Aku ingin ke bawah sebentar": pamit Jeniffer
"Jeniffer tetap di sini": tahan Lee melarang Jeniffer untuk keluar dari kamarnya
"Kakak,tidak akan terjadi apa-apa. Ada sesuatu yang ketinggalan di bawah": ucap Jeniffer,tanpa mendengar ucapan Lee lagi dia sudah berlari keluar dari kamar Lee
"Sudahlah,dia akan aman di rumah. Sebentar lagi Farrel dan Doni akan tiba": kata Louis, karena sebelumnya dia sudah meminta kedua sahabatnya untuk datang
"Sekarang ceritakan apa yang terjadi": pinta Louis ingin segera mendengar apa yang terjadi, sehingga membuat istrinya begitu takut
"Mum apa boleh Zee menyusul bibi Jen?": pinta Zee menatap ibunya
"No! stay here Zee": tegas Lee menatap putrinya,dia benar-benar khawatir karena orang yang menerornya mengunakan putrinya sebagai kelemahannya
Zee menundukkan kepalanya,gadis kecil itu takut jika sampai ibunya marah.
"Louis,orang itu hanya menampakkan dirinya pada Zee.":tutur Lee terlihat jelas dari matanya memiliki kekhawatiran yang sangat besar
Lee menceritakan semuanya,dia juga tak lupa memperlihatkan surat,dan juga pesan-pesan yang di kirim orang yang menerornya.
"Jangan pikirkan ini lagi,aku akan menambah anak buahku untuk selalu menjaga kalian": kata Louis menatap istrinya
"Kita batalkan saja liburan ke Madrid": lanjut Louis
"Tapi bagaimana dengan papa,dia yang memberikan tiket itu untuk kita?": tanya Lee dia takut jika papa mertuanya menganggap pemberiannya tidak di hargai
"Jika papa tau ada situasi seperti ini,dialah yang akan melarang kita untuk pergi. Jadi jangan khawatir,papa tidak akan marah. Lagi pula kita bisa pergi lain waktu, setelah aku membereskan orang ini!": tutur Louis terlihat begitu tenang,tapi sorot mata yang tajam menunjukkan bahwa dia begitu marah karena ada orang yang berani mengganggu keluarganya
"Baiklah": ucap Lee menatap suaminya, lalu tiba-tiba memeluk Louis dengan erat
"Ako mohon jaga dirimu juga,aku tidak ingin merasakan hal yang sama sebelumnya terjadi padamu. Berjanjilah untuk selalu baik-baik saja": pinta Lee yang masih memiliki trauma saat melihat Louis terbaring lemah di rumah sakit beberapa waktu lalu sebelum mereka menikah
"Aku akan selalu baik-baik saja,karena aku harus menjaga istriku, putriku dan juga adikku.": ucap Louis menangkup wajah Lee menatap matanya dengan dalam
"Aku mencintaimu,sayang": lanjut Louis mencium kening Lee
"Aku juga mencintaimu": balas Lee tersenyum
"Mum, Daddy": rengek Zee melihat kedua orang tuanya berpelukan tanpanya
"Astaga aku melupakanmu gadis kecil": ucap Louis, mengangkat tubuh kecil Zee ke dalam pangkuannya
"Maafkan Mummy,baby": ucap Lee mencium pipi Zee,dia meminta maaf karena tadi sempat membentak Zee yang ingin menyusul Jeniffer
"Kata Daddy, Mum tidak pernah salah. Mum adalah ibunya Zee,jadi jangan pernah meminta maaf kepada Zee. Zee yang harus meminta maaf pada Mum": ucap Zee menangkup wajah Lee dengan kedua tangan mungilnya
"Mum,Zee minta maaf. Jangan marah lagi,Zee sayang Mum": lanjut Zee mencium seluruh wajah Lee
"Mummy juga sangat sayang padamu": balas Lee tersenyum mengelus lembut pipi bulat putrinya,lalu kembali menatap ke arah Louis yang telah mengajarkan Zee untuk melakukan hal itu
"Kau ibunya,orang tua tidak akan pernah salah.": kata Louis tersenyum menatap Lee
"Mum, hug me and Daddy": pinta Zee merentangkan kedua tangan kecilnya meminta agar Lee memeluknya dengan Louis
Lee tersenyum,lalu menuruti keinginan putrinya,dia memeluk Zee yang ada di pangkuan Louis. Hingga mereka bertiga saling berpelukan.
Aku tidak akan membiarkan siapapun menganggu kedamaian keluarga ku!": batin Louis
Aku tidak akan takut lagi pada siapapun itu yang ingin menganggu keluarga ku! demi suami, putriku dan juga adikku. Siapapun itu aku tidak akan membiarkannya": batin Lee berjanji pada dirinya sendiri
"Daddy sayang kalian": ucap Louis mencium kening istrinya lalu berganti mencium kening putrinya
....
"Aku sangat yakin tadi aku mendengar asal suara itu dari sini!": gumam Jeniffer yang sudah berada di halaman belakang ,tapi tidak menemukan siapapun di sana
Jeniffer begitu penasaran dengan suara yang dia dengar tadi.
"Kak Lee dan juga Zee berada di kamar,dan pekerja di rumah ini hanya ada bibi sun. Dan asal suara itu,aku sangat yakin itu pembicaraan antara 2 orang! Dan saat aku ingin melihatnya, tiba-tiba bibi sun datang mengangetkan aku. Dan di saat itu__": Jeniffer berpikir dengan keras agar bisa mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya itu
"Ada yang tidak beres,aku harus memastikannya sendiri!": gumam Jeniffer
Jeniffer kembali masuk ke dalam rumah,tak lama kemudian dia mendengar suara mobil melewati gerbang rumah.
Jeniffer mengintip ke arah luar,dan saat itu juga dia melihat__