
Tuhan aku benar-benar membenci semua ini! ": batin Lee yang menatap dirinya sendiri dari pantulan cermin,yang mana dia kini telah di rias dengan sang cantik, memakai gaun pengantin putih yang sangat pas di tubuhnya
Tidak ada senyuman atau kebahagiaan yang terlihat dari wajahnya,Lee bahkan sangat mengutuk hari ini! Lee masih merasa jika semua yang terjadi padanya hanyalah mimpi.
"Kau sangat cantik Lee": puji Gea ,yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah mengganti gaun yang akan dia kenakan di hari pernikahan sahabatnya
"Aku tidak menginginkan hari ini! aku benar-benar membencinya": ucap Lee dengan mata yang sudah berkaca-kaca
Andaikan saja ini adalah hari pernikahanku bersama Louis,aku pasti akan sangat bahagia. ": batin Lee, ingin sekali dia berkata seperti itu kepada Gea,tapi setelah dia mengingat kembali penghianatan yang Louis lakukan padanya. Dia tidak mampu mengatakan apapun lagi
"Hey jangan bersedih,kau harus yakin jika ini semua yang terbaik untukmu.": kata Gea , memeluk Lee dari belakang menatap pantulan mereka dari cermin
Kau akan menyesali perkataan mu itu Lee, setelah kau tau siapa mempelai prianya": batin Gea
"Sudahlah jangan bersedih lagi, sekarang waktunya berbahagia untuk pernikahanmu,aku mendapat kabar dari Rian jika 15 menit lagi mempelai prianya akan tiba": kata Gea memberitahu Lee kalau calon suaminya akan tiba 15 menit lagi
"Aku tidak peduli!": jawab Lee acuh,dia hanya berharap jika pernikahan ini tidak akan pernah terjadi
"Lee, semuanya akan baik-baik saja,jika kamu ikhlas dengan semua yang terjadi": ucap Gea tersenyum menatap sahabatnya
Lee tak menjawab lagi,dia memilih diam. Tidak ada yang bisa dia lakukan saat ini, ingin sekali dia kabur dari sana. Tapi Lee memikirkan bagaimana jika dia kabur,dia pasti akan sangat mengecewakan Daddynya dan juga para sahabatnya.
Tok.tok.tok
Suara ketukan membuat Lee dan Gea menatap ke arah pintu.
"Apa Daddy boleh masuk?": tanya seseorang dari luar,tak lain adalah brilliant
"Masuklah Daddy": jawab Gea
Krekk..
Masuklah brilliant ke dalam kamar Lee, melihat putrinya begitu cantik mengunakan gaun pengantin berwarna putih.
Saat brilliant menatap wajah cantik putrinya,dia melihat Lusi istrinya.
"Kau sangat cantik sayang, sangat mirip dengan mommy": ucap brilliant menatap lekat wajah putrinya
"Daddy,Lee. Aku akan menemui Rian dan yang lainnya": pamit Gea , memberikan waktu untuk brilliant bersama dengan Lee
Lee dan brilliant hanya membalasnya dengan anggukan.
"Daddy sangat bahagia melihat kau akan menikah.Daddy tidak bisa berkata banyak,yang terpenting bagi Daddy hanya kebahagiaan mu": ucap brilliant memegang kedua tangan putrinya
"Dulu tangan ini sangat kecil,saat pertama kali kau menggenggam tangan Daddy dengan sangat erat. Putri kecil Daddy, ini terasa seperti mimpi karena hari ini Daddy akan melihat mu menikah. Putri kecil Daddy akan menjadi seorang istri": ucap brilliant tanpa mengalihkan pandangannya dari Lee
Lee juga hanya bisa menatap Daddynya itu,dia bisa melihat betapa bahagianya brilliant.
Brilliant mencium kening Lee cukup lama, setelah itu dia mengajak putrinya itu untuk segera menuju altar di mana mempelai prianya telah menunggunya di sana.
"Ayo sayang,acara pemberkatan akan segera di mulai": ajak brilliant
"Apa Daddy sangat bahagia?": tanya Lee, menatap wajah ayahnya itu
"Dia pria yang baik, Daddy bahkan sangat mengenalnya. Jadi tidak ada alasan Daddy untuk tidak bahagia di hari pernikahan mu Lee": jawab brilliant tersenyum mengelus lembut pipi Lee
"Jika itu bisa membuat Daddy bahagia,Lee akan melakukan apapun itu": ucap Lee,berdiri dari duduknya menghambur ke dalam pelukan brilliant
"Aku tidak tau kenapa Daddy menikahkan aku secepat ini, apapun alasannya aku sekarang tidak peduli lagi. Aku hanya ingin membuat Daddy bahagia": kata Lee , berusaha keras agar tidak menangis
"Terimakasih sayang,karena memikirkan kebahagiaan Daddy": jawab brilliant membalas pelukan Lee dan mencium pucuk kepala Lee
"Daddy juga sangat mencintaimu sayang,kau adalah hidup Daddy": balas brilliant
"Ayo Lee, Daddy akan mengantarmu untuk menemui calon suamimu yang sudah menunggumu di altar": ajak brilliant dan di balas anggukan oleh Lee
Lee berjalan menuju altar dengan di dampingi oleh ayahnya brilliant.
Tak lama Lee sudah tiba di pintu masuk menuju altar, terlihat di sana para tamu telah berdatangan untuk menyaksikan pernikahannya.
Mata Lee beralih ke arah altar,di mana seorang pria yang tidak bisa Lee lihat wajahnya karena pria itu menghadap ke arah altar,Lee hanya menyakinkan dirinya bahwa pria yang dia lihat itu adalah calon suaminya.
Bahkan di saat seperti ini,aku masih saja memikirkan punggung itu sangat mirip dengannya": batin Lee
Semua orang di buat kagum setelah melihat Lee yang baru saja masuk,Lee terlihat begitu sangat cantik dan menawan.
"Ayo sayang": brilliant mengajak Lee untuk berjalan mendekati pria yang membelakanginya itu
Lee menurut melangkah mendekati pria yang menjadi calon suaminya.
Lee menundukkan pandangannya ke bawah, setelah cukup dekat dengan calon suaminya, rasanya Lee benar-benar belum siap dengan semua kenyataan yang dia terima.
Lee bisa melihat dari bawah jika pria yang menjadi calon suaminya saat ini sudah berbalik menghadap kepadanya.
"Aku akan menyerahkan putriku padamu,aku percaya kau bisa membahagiakannya. Aku berharap kau bisa berusaha untuk tidak menyakitinya. Tolong jaga selalu putriku,cintai dia selamanya": ucap brilliant sambil menyerahkan tangan Lee kepada pria yang akan menjadi suami putrinya dalam beberapa menit kedepan
Pria itu menerima tangan Lee, menggenggamnya dengan sangat lembut.
"Aku berjanji untuk selalu menjaga putrimu, mencintainya dan selalu bersama selamanya. Menjadikan putrimu sebagai prioritas utama ku sebagai suami. Percayalah padaku jika putrimu akan bahagia bersamaku.": balas calon suami Lee tak lain adalah Louis
Setelah menyerahkan putrinya kepada Louis, brilliant kembali ketempatnya yang berada di dekat kerta dan Karin berada.
Lee yang tak begitu asing dengan suara yang baru saja dia dengar itu,dia segera mengangkat pandangannya dan begitu terkejut karena melihat pria yang sangat dicintainya itu yang kini berada di hadapannya.
"Louis": ucap Lee di dengan suara yang bergetar dan hanya di balas senyuman oleh Louis
"Maafkan aku sayang": itulah yang pertamakali yang di ucapkan oleh Louis kepada Lee
Louis dan Lee kini berhadapan dengan pendeta.
" Di hadapan tuhan, hambanya,dan jemaatnya yang kudus, Saya Louis Ardana Kertanegara menerima engkau Lee Annezela Brilliant sebagai istri satu-satunya dan sah di dalam Tuhan. Saya berjanji untuk selalu tunduk dan melayani ,baik dalam keadaan suka atau duka, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit,sampai maut memisahkan kita, saya berjanji bahwa segala milikku adalah milikmu juga.": ucap Louis mengucapkan janji suci pernikahan
"
" Di hadapan tuhan, hambanya,dan jemaatnya yang kudus, Saya Lee Annezela Brilliant menerima engkau Louis Ardana Kertanegara sebagai suami satu-satunya dan sah di dalam Tuhan. Saya berjanji untuk selalu tunduk dan melayani ,baik dalam keadaan suka atau duka, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit,sampai maut memisahkan kita, saya berjanji bahwa segala milikku adalah milikmu juga.": ucap Lee mengucapkan janji suci
"Dengan begitu kalian sudah menjadi suami istri yang sah. Sekarang mempelai pria di persilahkan untuk mencium mempelai wanita": ucap pendeta
Louis menatap lekat wanita yang ada di hadapannya, wanita yang baru saja berubah menjadi istrinya.
Louis mendekatkan wajahnya kepada Lee,lalu mencium bibir Lee. Di sela-sela ciumannya.
"I love my wife": ungkap Louis
"I love you too, my husband":balas Lee tersenyum menatap Louis
"Kau mempunyai hutang penjelasan semua ini Louis": lanjut Lee manatap pria yang baru saja menjadi suaminya
"Baiklah istriku":jawab Louis tersenyum menatap istrinya
Semua tamu bertepuk tangan menyaksikan pernikahan Louis dan Lee.