Doctor Is Mine

Doctor Is Mine
Menemui seseorang?



Setelah satu minggu berada di Filipina untuk liburan,hari ini Louis dan yang lainnya memutuskan untuk kembali ke negara X, liburan kali ini sudah cukup dan mereka harus kembali ke rutinitas sehari-harinya.


"Ah lelah sekali":Lee baru saja tiba,dan langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur queen sizenya


"Apa liburan mu menyenangkan Lee?": tanya brilliant dari ambang pintu kamar Lee


"Daddy,Lee merindukanmu": ucap Lee manja merentangkan kedua tangannya, untuk memeluk sang ayah


Brilliant berjalan mendekati putrinya, untuk memeluknya dia juga sangat merindukan Lee selama seminggu tak berada di rumah.


"Daddy juga merindukan mu, bagaimana liburanmu?": tanya brilliant, mencium pucuk kepala Lee dengan lembut


"Menyenangkan dad": jawab Lee


"Dan apa Daddy tau,saat liburan Rian melamar Gea": lanjut Lee


"Benarkah?": tanya brilliant


"Hmm": sahut Lee


"Daddy ikut bahagia dengan kabar baik dari mereka berdua,mereka sangat cocok": kata brilliant, ikut bahagia dengan kabar dari Rian dan Gea


"Ya mereka sangat cocok, sangat serasi": lanjut Lee


"Lalu bagaimana dengan mu dan Louis?": tanya brilliant mempertanyakan hubungan putrinya dan Louis


"Louis bilang ingin segera menentukan hari pernikahan kami,jadi dia akan datang bersama dengan mama Karin dan papa Kerta untuk menemui Daddy": jawab Lee,karena Louis sudah mengatakan itu sebelumnya


"Lebih cepat lebih baik,Daddy juga ingin segera menggendong cucu": kata brilliant


"Daddy, menikah saja belum sudah memikirkan cucu": protes Lee,merasa malu karena Daddynya itu sudah meminta cucu


"Hahaha, sudahlah jangan cemberut seperti itu,kau tetap cantik sayang sama dengan mommy mu , mirip sekali": kata brilliant mencubit pelan pipi Lee


"Karena Lee anak mommy!": tegas Lee


"Ya,ya kau hanya anaknya": ucap brilliant tersenyum


"Oh ya Lee,apa kau sudah memberitahu granpa dan paman mu?": tanya brilliant


"Belum dad,tapi Lee akan datang ke rumah granpa untuk memberitahu mereka langsung": jawab Lee


"Hmm, baiklah kalau begitu":ucap brilliant mengangguk mengerti


"Kalau begitu kau istirahat,nanti Daddy akan membangunkanmu untuk makan malam": lanjut brilliant mencium kening Lee


"Iya dad":ucap Lee


Brilliant keluar dari kamar putrinya,dia ingin Lee istirahat, karena baru saja pulang dari perjalanan jauh.


Daddy hanya meminta agar kau selalu bahagia selamanya Lee,kau mendapatkan pria yang tepat": batin brilliant menatap Lee sebelum menutup pintu kamar putrinya


....


"Sayang kau sudah pulang?": sambut Karin kepada Louis yang baru saja masuk ke dalam rumah


"Iya mah, Louis baru saja kembali liburan bersama yang lainnya":jawab Louis memeluk mamanya


"Apa perjalananmu menyenangkan son?": tanya kerta


"Sangat menyenangkan pah, terlebih lagi ada Lee bersama Louis": jawab Louis kini beralih memeluk papanya


"Jadi bagaimana?": tanya Karin kepada putranya


"Apanya mah?": tanya balik Louis tak mengerti pertanyaan mamanya


"Kapan kau akan menikahi Lee,mama sudah tidak sabar ingin melihat kau menikah dan mempunyai anak": jawab Karin bertanya serius pada Louis


"Ah itu, secepatnya mah": jawab Louis tersenyum


"Jika memang secepatnya,kapan kau berencana untuk menemui brilliant untuk melamar Lee secara langsung?": tanya kerta


"Minggu depan,apa mama,papa bisa?": tanya balik Louis


"Apa kau serius?": tanya Karin


"Hal seperti ini, Louis serius mah": jawab Louis


"Baiklah,papa dan mama akan datang ke rumah Lee minggu depan": kata kerta, setuju untuk menemui brilliant secara langsung


"Terimakasih, tentukan tanggal yang baik dan jangan terlalu lama yah pah": pinta Louis tak mau jika harus berlama-lama lagi


"Kau sungguh tak sabar son": ucap kerta mengejek putranya itu


"Mama sudah meminta cucu pah,jadi Louis sebagai anak yang baik, dengan senang hati ingin segera mengabulkan permintaan mama":jawab Louis tersenyum


"Ck! alasanmu cukup bagus": ucap kerta ikut tertawa bersama putranya


....


Tok.tok.tok


"Siapa yang datang sepagi ini?": tanya Lee ,yang baru saja ingin sarapan pagi bersama brilliant


"Bi Anis,coba lihat siapa yang datang": pinta brilliant untuk melihat siapa yang datang sepagi ini kerumahnya


"Baik tuan": patuh bibi anis


"Apa teman Daddy?": tanya Lee


"Tidak Lee,Daddy tidak mengundang siapapun": jawab brilliant merasa tak mengundang siapapun


"Selamat pagi,paman": sapa seseorang


"Louis": ucap Lee melihat Louis datang sepagi ini ke rumahnya


"Pagi Louis":jawab brilliant


"Hay sayang": sapa Louis kepada Lee


"Louis ayo bergabung untuk sarapan bersama": ajak brilliant dan di balas anggukan oleh Louis


"Kenapa kau datang sepagi ini?": tanya Lee dengan Louis yang duduk tepat di sampingnya


"Apa kau lupa hari ini kita akan mengunjungi seseorang": jawab Louis


"Mengunjungi seseorang,siapa?": tanya Lee, karena tidak tau sama sekali


"Lee ayo kita sarapan dulu, setelah itu baru kalian lanjutkan": tegur brilliant


"Iya dad": patuh Lee


Lee lalu mengambilkan makan untuk brilliant, seperti biasanya yang sering dia lakukan.


"Ini dad":ucap Lee, memberikan piring yang sudah terisi makanan


"Terimakasih sayang": terima brilliant dan di balas senyuman oleh Lee


"Kau mau yang mana?": tanya Lee menatap Louis


"Apa saja,aku akan makan": jawab Louis tersenyum


Lee lalu mengambilkan nasi goreng untuk Louis,sama seperti dengannya.


"Ini": ucap Lee memberikan piring Louis


"Terimakasih,sayang": ucap Louis


Brilliant tersenyum geli melihat Louis yang sama sekali tak sungkan memanggil putrinya sayang di hadapannya.


Dasar anak muda": batin brilliant


Lalu mereka bertiga sarapan tanpa adanya suara,karena itu sudah menjadi peraturannya saat berada di meja makan.


"Daddy sudah selesai,Daddy akan berangkat sekarang": kata brilliant, menyelesaikan sarapan paginya


"Ayo, Lee antar Daddy ke depan": ucap Lee, beranjak dari tempat duduknya mengambil tas kerja brilliant


"Louis,paman pergi dulu": pamit brilliant kepada Louis


"Hati-hati paman": jawab Louis dan di balas anggukan oleh brilliant


"Aku antar Daddy ke depan dulu": kata Lee kepada Louis dan di balas anggukan kecil oleh Louis


Tak lama Lee sudah kembali setelah mengantar brilliant ke depan.


"Jadi apa maksud mu tadi,kita ingin menemui siapa?": tanya Lee


"Bersiaplah,kau akan tau setelah kita tiba": kata Louis tak menjawab pertanyaan Lee


"Jawab dulu kita mau menemui siapa": paksa Lee ,dia benar-benar penasaran


"Sayang,kau akan semakin penasaran jika tak segera bersiap": ucap Louis menatap Lee dengan senyuman manisnya


"Menyebalkan,jawab saja apa susahnya": gerutuk Lee kesal karena Louis tak mau memberitahunya


"Ayolah sayang, cepat bersiap": kata Louis menyuruh Lee untuk segera bersiap


"Ya": jawab singkat Lee meninggalkan Louis sendiri di meja makan


Ah mengemaskan sekali": batin Louis tersenyum-senyum sendiri


Louis lalu berjalan menuju ruang tamu,dia akan menunggu Lee dia sana.