Doctor Is Mine

Doctor Is Mine
Kedatangan Louis



"Kau sungguh tega kak,kenapa kau bisa berkata seperti itu!": ucap seorang gadis cantik yang berada di tengah-tengah Karin dan juga Kerta


"Diam kau! kau yang memberikan saran itu kepadaku": kesal Louis,dia juga merasa sangat bersalah telah mengatakan itu kepada Lee , walaupun itu hanya sandiwara untuk pernikahannya esok


"Bibi,lihat kakak dia membentak aku": gadis itu menggaduh kepada Karin


"Siapa yang membentak mu,dasar gadis manja!": ucap Louis semakin kesal kepada gadis yang ada di hadapannya


"Louis, berhenti seperti itu kepada adikmu!": tegur kerta kepada putranya


Jeniffer itulah nama gadis yang saat ini berada di tengah-tengah Karin dan kerta.


Dan juga gadis yang berbicara dengan Lee melalui telpon Louis.


Jeniffer adalah adik sepupu Louis yang datang dari Amerika,karena permintaan Louis agar Jennifer menghadiri pernikahannya.


Jeniffer saat ini masih berusia 20 tahun,tapi kelakuannya masih seperti anak-anak terkadang dia dewasa,tapi terkadang juga dia sangat menyebalkan suka sekali mengganggu kakak sepupunya Louis.


Terlebih lagi dia sangat manja,tapi tidak menghilangkan aura kecantikannya yang menjadi keturunan keluarga Kertanegara.


"Kau mau kemana Louis?": tanya kerta melihat putranya beranjak dari posisinya


"Istirahat,besok adalah hari pernikahan ku pah": jawab Louis lalu pergi dari sana menuju kamarnya yang berada di lantai 2


Sesampainya Louis di kamarnya,dia membaringkan tubuhnya di atas kasur king sizenya.


"Maafkan aku Lee, semoga saja kau tidak melakukan apapun sebelum aku datang menjadi pendamping hidupmu": gumam Louis sejak tadi khawatir dengan calon istrinya karena perkataannya tadi di telpon


Dring..dring..dring


"Hallo paman": jawab Louis melihat brilliant yang menghubunginya


"Louis! rencana apa yang kau buat ini. Kau membuat putriku histeris":kata brilliant dari seberang sana terdengar sangat kesal


"Maafkan Louis paman! ini semua hasil pemikiran Jeniffer paman,dia yang memberikan Louis sarang ini": jawab Louis semakin merasa bersalah kepada Lee


"Apa kau tau dia begitu sedih karena dia menganggap dirimu menghianatinya! kau sangat keterlaluan dengan rencanamu itu!": ucap brilliant


"Maaf paman": hanya itu yang bisa di ucapkan oleh Louis,dia benar-benar khawatir dengan keadaan Lee setelah mendengar pernyataan dari brilliant


"Sudahlah! besok adalah hari yang penting,jadi persiapkan dirimu dan juga jaga kesehatanmu Louis": kata brilliant dengan tegas


"Baik paman": jawab Louis dengan lesuh


"Kau tenang saja,paman akan menjaganya. Kau tidak perlu khawatir": ucap brilliant mengerti jika Louis kini mengkhawatirkan kondisi Lee


"Apa dia telah makan malam paman?": tanya Louis


"Belum,kau tidak perlu khawatir! paman akan meminta dirinya makan malam": jawab brilliant


"Baiklah paman,sampai jumpa besok":ucap Louis menutup lebih dulu sambungan telepon dari brilliant


Maafkan aku sayang,kau bisa membalasku setelah pernikahan kita esok": batin Louis


Tok.tok.tok


"Lee,ini aku Gea. Buka pintunya":teriak Gea dari luar kamar Lee


Ya Gea ,Rian dan juga Doni, Farrel sudah berada di rumah brilliant.


Tak lama kemudian pintu kamar itu terbuka, menampilkan Lee dengan keadaan kacau, dengan mata merah dan sembab.


"Astaga Lee,kau kenapa?": tanya Gea , menangkup kedua pipi Lee menatap lekat sahabatnya yang terlihat sangat kacau


"Aku tidak apa-apa! kenapa kau datang malam-malam seperti ini?": tanya Lee, setelah duduk berhadapan bersama dengan Gea di kamarnya


"Ini tidak baik-baik saja! kau terlihat sangat kacau. Ayo katakan apa ada yang menyakitimu?": dengan tegas Gea bertanya ada apa dengan keadaan sahabatnya


"Louis menghianati aku Gea,dan besok adalah pernikahanku bersama dengan anak rekan bisnis Daddy! hiks..hiks.. hidupku hancur dalam sehari, rasanya aku ingin mati saat ini juga Gea.. hikss..hikss aku benar-benar tidak bisa menerima ini semua,itu terjadi begitu saja!": tangis Lee sudah tak tahan lagi menahan semuanya sendiri, akhirnya dia menceritakan semuanya yang dia ketahui


Gea mendengar itu semua terenyuh melihat Lee sangat sedih karena menganggap itu semua benar-benar terjadi padanya.


Ini keterlaluan, syukur Lee bukan wanita yang nekat,jadi rencananya berjalan lancar!": batin Gea ,ya dia dan yang lainnya sudah mengetahui rencana Louis


Gea membawa Lee kedalam pelukannya, membiarkan Lee meluapkan semua kesedihannya,karena besok akan ada hari yang begitu bahagia untuknya.


"Kau harus tetap semangat Lee,aku sangat yakin jika pria yang akan menikahimu,akan selalu membuatmu bahagia, mencintaimu dan selalu menjagamu": ucap Gea, mengelus lembut punggung Lee


"Kenapa kau bisa seyakin itu? aku saja belum pernah melihatnya, namanya saja aku tidak tau": kata Lee melepaskan pelukannya lalu menatap sahabatnya yang menurutnya aneh


"Aku yakin karena Daddy menceritakan semua tentang calon suamimu pada ku": jawab cepat Gea agar Lee tidak curiga


Gawat sepertinya Lee mulai curiga!": batin Gea


Tanpa menjawab lagi Lee membaringkan tubuhnya,dia benar-benar lelah menangis seharian. Hanya butuh waktu beberapa menit Lee akhirnya terlelap.


"Maafkan aku Lee,aku akan melakukan apapun untukmu sebagai hukumannya": ucap Gea tersenyum menatap sahabatnya yang tertidur sangat lelap


"Astaga aku sampai lupa tujuan ku kemari! dasar Gea bodoh,kenapa kau membiarkan dia tidur sebelum makan malam": ucap Gea pada dirinya sendiri,karena melupakan tujuannya untuk mengajak Lee makan malam


"Biarkan saja": kata seseorang menghentikan Gea yang ingin membangunkan Lee untuk makan malam


"Louis! apa yang kau lakukan disini?": bisik Gea terkejut melihat kedatangan Louis yang tiba-tiba


"Apa dia baru saja tidur?": tanya Louis,tidak menjawab pertanyaan Gea


"Baru saja,dia sungguh menganggap ini nyata. Aku benar-benar tidak tega membohonginya":jawab Gea


Louis duduk tepat di samping Lee, menatap lekat wajah wanita yang esok akan berganti status menjadi istrinya.


"Maafkan aku sayang": ucap Louis menatap Lee perasaan bersalah karena telah membuat Lee menangis seharian


"Louis,apa kau kabur dari rumahmu?": tanya Gea ,kesal karena Louis belum menjawab pertanyaannya


"Aku hanya ingin melihatnya,aku benar-benar khawatir setelah mengatakan kata-kata itu": jawab Louis, mengingat betapa kejamnya dia mengatakan kata-kata yang di sarankan adik sepupunya untuk melancarkan rencananya untuk membuat kejutan untuk Lee di hari pernikahannya


"Sebaiknya kita keluar dari sini, sebelum Lee merasa terganggu dan dia melihat keberadaanmu": kata Gea, mengajak Louis untuk keluar dari kamar Lee


"Tunggu aku di luar,aku akan menyusulmu": ucap Louis meminta Gea untuk lebih dulu keluar


"Baiklah,jangan lama": jawab Gea, keluar lebih dulu meninggalkan Louis bersama Lee di dalam sana


"Maafkan aku.Aku melakukan ini semua karena ingin segera memilikimu seutuhnya, menjagamu, menyayangimu,dan memberikan semuanya padamu. Hal yang paling penting aku tidak ingin melihat kau melakukan hal-hal yang bisa membuatmu dalam bahaya, walaupun itu kau melakukannya untuk menolong orang lain. Tapi aku tidak bisa terus menerus melihat kau melakukan kebaikan seperti itu!.":


"Aku mencintaimu sayang, besok adalah hari bahagia untuk kita,besok adalah hari di mana kita akan menjadi satu selamanya. Kau akan selalu ada bersamaku, dimana pun aku dan kau berada kita akan selalu bersama.":


"Selamat malam sayang": ucap Louis,lalu mencium kening Lee cukup lama lalu keluar dari kamar Lee, menyusul Gea dan yang lainnya yang berada di ruang tamu bersama dengan brilliant