
Keesokan harinya semua orang telah berkumpul untuk menikmati breakfast di hotel Louis. Mereka yang berada di sana tinggal menunggu pasangan pengantin baru yang tak kunjung datang.
"Sayang apa kau telah memberitahu Louis dan Lee untuk sarapan bersama?": tanya Kerta pada istrinya
"Aku sudah menghubungi Louis": jawab Karin
"Kalau begitu aku akan mengecek mereka langsung": lanjut Karin ingin menyusul putra dan menantunya
"Karin tidak perlu, kalian seperti tidak tau saja dengan pasangan muda yang baru saja menikah": kata brilliant tidak ingin ada orang yang menganggu Louis dan Lee
"Ah iya,aku lupa jika mereka baru saja menikah. Semoga saja aku akan segera memiliki cucu": doa Karin kembali duduk di samping suaminya
"Amin,itu yang ku harapkan": ucap brilliant dan kerta
Ketiga orang tua itu tertawa bersama. Saling mengobrol dan bercanda sambil menunggu Louis dan Lee datang.
Jeniffer yang hanya diam sedari tadi mendengarkan ketiga orangtua itu mengobrol. Sesekali dia memainkan ponselnya karena bosan menunggu kakak sepupunya dan kakak iparnya.
Astaga pasangan ini! kenapa lama sekali,aku sungguh lapar": batin Jeniffer sudah lapar sejak tadi ,tapi tidak mungkin dia sarapan lebih dulu tanpa adanya Louis dan Lee
Tak lama kemudian Louis dan Lee baru saja berkumpul. Mereka langsung mendapatkan tatapan kesal dari Jeniffer.
"Selamat pagi": sapa Louis dan Lee pada semuanya
"Maaf membuat kalian menunggu kami": lanjut Lee
"Selamat pagi": sapa balik Karin,kerta dan brilliant tersenyum menatap Louis dan Lee yang nampak segar
"Itu wajar, namanya juga pengantin baru": goda Karin membuat Lee merasa malu ,tapi tidak dengan Louis dia terlihat biasa-biasa saja
"Kalian lama sekali,aku sudah lapar sejak tadi": protes Jeniffer
Louis tidak menanggapi ocehan yang di layangkan oleh adiknya itu. Tapi tidak dengan Lee dia merasa tidak enak dengan Jeniffer dan yang lainnya,karena menunggu dirinya dan Louis terlalu lama.
"Maafkan aku Jeniffer": ucap Lee dengan tulus pada Jeniffer
"Jeniffer!": tegur Louis karena adiknya tidak menjawab Lee
"Ya, baiklah aku memaafkan kalian.Sekarang ayo sarapan aku sungguh sudah sangat lapar": kata Jeniffer
Karin,kerta dan brilliant hanya tersenyum menanggapi Jennifer yang menurut mereka gadis itu sungguh menggemaskan.
Semuanya lalu memulai sarapan pagi yang sudah di siapkan khusus untuk mereka.
"Daddy di mana,Gea dan yang lainnya?": tanya Lee setelah mereka semua menyelesaikan sarapannya
"Mereka semua kembali bekerja sayang, dan Gea menitipkan pesan jika dia akan menemuimu sepulang dari rumah sakit": jawab brilliant pada putrinya
Lee hanya mengangguk mengerti.
"Lee ini hadiah pernikahanmu dari mama, semoga saja kau suka": kata Karin memberikan sebuah kotak panjang berwarna hitam kepada Lee
Lee menerima pemberian ibu mertuanya.
"Mama kenapa harus repot-repot memberikan Lee hadiah, dengan menjadi menantumu saja itu sudah menjadi hadiah yang berharga untuk Lee": kata Lee memeluk ibu mertuanya itu
"Kau adalah menantuku,putri dari keluarga Kertanegara. Terimakasih karena sudah bersedia untuk menjadi bagian dari kami": ucap Karin mencium kening Lee
"Sekarang ayo buka,kau harus melihatnya": lanjut Karin meminta Lee untuk membuka hadiah darinya
Lee mengangguk lalu membuka hadiah yang di berikan Karin untuknya. Saat Lee membukanya,Lee langsung jatuh hati pada sebuah kalung yang bermata batu safir.
"Ini untukku?": tanya Lee dan di balas anggukan oleh Karin
"Terimakasih,ini sangat indah. Lee sangat suka": ucap Lee begitu suka dengan hadiah yang di berikan Karin untuknya
"Kalung itu adalah simbol keturunan keluarga Kertanegara. Dari nenek buyut Louis, hingga terakhir kau. Jika nanti kau mempunyai anak laki-laki kau bisa memberikannya kepada calon istri anakmu": kata Karin menceritakan sejarah kalung yang menjadi bentuk simbol keturunan keluarga Kertanegara
"Terimakasih, rasanya Lee begitu tidak pantas mendapatkan ini mah": kata Lee menatap ibu mertuanya
"Jangan berkata seperti itu Lee! jika kau tidak pantas mendapatkan kalung itu,maka tidak ada wanita di luar sana yang pantas mendapatkan kalung itu. Kau adalah orang yang tepat nak": kata kerta tidak suka mendengar kata tidak pantas
"Terimakasih. Aku janji akan selalu menjaganya dengan baik": kata Lee menatap kedua mertuanya lalu terakhir menatap suaminya
Brilliant merasa terharu melihat bagaimana kerta dan Karin begitu terbuka menerima Lee menjadi bagian dari keluarga mereka.
Lusi kau yang terbaik, putri kita memiliki keluarga yang begitu menyayanginya. Walaupun kau jauh dari kami,tapi kau berperan besar dalam penyatuan Lee dan Louis": batin brilliant, mengingat bagaimana Lusi istrinya begitu bersemangat menjodohkan Lee dan Louis sejak kecil
"Dan ini dari papa untuk kalian": kata kerta memberikan sebuah amplop untuk Louis dan Lee
Louis menerimanya lalu membuka amplop coklat yang di berikan papanya.
"Tiket ke Madrid": kata Louis memegang dua tiket liburan ke Madrid selama dua Minggu
"Ya kami ingin kalian bulan madu,ke Madrid":ucap kerta memberikan hadiah dua tiket untuk bulan madu
"Bagiamana dengan pekerjaan Lee?": tanya Lee tidak mungkin dia meninggalkan pekerjaannya di rumah sakit selama dua Minggu
"Sayang jangan terus memikirkan pekerjaan mu,kau perlu liburan bersama Louis": kata brilliant pada putrinya
"Ya dan juga agar kami segera mendapatkan cucu dari kalian": sambung Karin penuh semangat
Lee menundukkan kepalanya dia begitu malu saat ibu mertuanya mengatakan keinginannya untuk segera memiliki cucu.
Aku baru saja menikah,tapi semuanya sudah menginginkan aku segera memiliki anak": batin Lee
"Baiklah,dengan senang hati Louis dan Lee akan menuruti keinginan kalian": kata Louis menggoda istrinya yang terlihat malu
"Benarkan sayang?": tanya Louis pada Lee
"Hmmm,benar yang di katakan Louis. Terimakasih untuk tiketnya papa": jawab Lee dengan malu-malu
"Aku berdoa semoga kalian pulang dari liburan,akan membawa kabar baik. Kalau kalian akan memberikan aku keponakan": kata Jennifer tak kalah heboh
"Itu sudah pasti,jangan bosan berdoa untuk segera memiliki keponakan": ucap Louis mengedipkan sebelah matanya pada Jeniffer
"Itu sudah sangat pasti aku lakukan": jawab Jeniffer mengacuhkan jempol pada kakak sepupunya itu
Semuanya hanya tersenyum menatap tingkah kedua kakak beradik itu.
"Dan ini dari aku untuk kak Lee": kata Jeniffer juga sudah menyiapkan sebuah hadiah untuk kakak iparnya
"Apa hanya dia yang mendapatkan hadiah?": tanya Louis merasa cemburu karena Jeniffer tidak memberikan dirinya hadiah
"Kau sudah tua kak,tidak perlu hadiah": jawab Jeniffer membuat semuanya tertawa merasa gemas dengan Jeniffer yang mengatai Louis sudah tua
"Kau!": jitak Louis di kepala Jenifer tapi tidak sampai membuat Jeniffer kesakitan
"Awww,bibi lihat kakak menjitak kepala ku": aduh Jeniffer dengan manja walaupun tidak merasa sakit sama sekali
"Louis!": tegur Karin untuk membuat hati keponakannya itu senang
"Ck! itu juga tidak sakit.": cibir Louis
Jeniffer tidak menanggapi kakaknya lagi,dia beralih menatap kakak iparnya yang belum membuka hadiah darinya.
"Ayo kak Lee,buka hadiah dari ku": pinta Jeniffer dan di balas anggukan oleh Lee
Lee lalu membuka kotak kecil yang di berikan oleh Jeniffer untuknya.
"Kunci mobil?": kata Lee menatap Jeniffer karena isi kotak itu berisi kunci mobil bermerek Buggati Chiron ,adalah mobil keluaran terbaru
"Iya,itu hadiah untukmu dariku. Kau dan aku memiliki mobil yang sama,kau memiliki yang berwarna putih dan aku yang berwarna merah": kata Jeniffer dia juga memiliki mobil yang sama dengan hadiah yang di berikan untuk Lee
"Tapi Jeniffer ini sangat mahal,ini sungguh berlebihan": kata Lee karena merasa Jeniffer memberikan hadiah yang begitu fantastis untuknya
"Tidak apa kak,aku sangat ikhlas memberikan itu padamu. Aku masih memiliki cadangan bank,jika aku kehabisan uang": kata Jeniffer tertawa mengatakan itu
Louis langsung menatapnya dengan tajam.
Jeniffer hanya tersenyum menanggapinya.