
"Lee kamu baru kembali sayang?": tanya tuan Brilliant,Melihat Lee baru saja memasuki rumah
"Daddy,apa tidak ke kantor?": tanya balik Lee ,karena melihat sang ayah sudah berada di rumah
"Daddy hanya menemui klien penting saja.
Maka dari itu daddy kembali dengan cepat": jawab tuan Brilliant
"Sana ganti bajumu.
Setelah itu temui Daddy di gazebo.
Ada yang ingin Daddy bicarakan padamu": lanjut tuan Brilliant
"Baiklah dad": patuh Lee, segera naik ke lantai 2 menuju kamarnya
Tak berapa lama,Lee sudah kembali dari kamarnya,menemui sang ayah yang sedang berada di gazebo, menikmati pemandangan sore hari.
"Daddy": panggil Lee,kini sudah duduk di samping tuan Brilliant
"Apa yang ingin Daddy bicarakan?": tanya Lee
,memandangi sang ayah
"Lee usia mu sekarang sudah 23 tahun.
Sudah saatnya kamu menggantikan Daddy di perusahaan": kata tuan Brilliant, menatap lembut putrinya itu
"Daddy.
Aku tidak akan lupa dengan itu.
Tapi aku belum siap,jika harus menggantikan Daddy saat ini": jawab Lee,tidak ingin membuat kecewa
"Apa karena kematian mommy kau belum siap Lee?": tanya tuan Brilliant
Lee diam,tidak menjawab pertanyaan ayahnya.
"Kamu menghabiskan waktu selama bertahun-tahun di luar negeri,hanya untuk menjadi seorang dokter.
Apa itu semua berhubungan dengan mommy?": tanya lagi tuan Brilliant
Dan lagi-lagi Lee hanya diam,tidak ada yang perlu dia jawab.
Karena sudah pasti jika ayahnya itu sudah mengetahui semua tujuannya, menjadi seorang dokter.pikir Lee
"Sejak kapan kamu tau jika kematian mommy mu adalah kesalahan?": tanya lagi tuan Brilliant
"Hari di mana aku mengetahui jika mommy pergi meninggalkan kita": jawab Lee,sudah menangis mengingat semuanya
Tuan Brilliant terkejut atas jawaban lee.
Berarti sejak hari di mana istrinya di nyatakan meninggal dunia,Lee sudah tau semuanya.
"Dari mana kamu tau Lee?": tanya tuan Brilliant
"Saat aku menangis di taman rumah sakit hari itu.
Di bawah pohon dokter Bram dan kedua suster yang membantunya,dalam operasi mommy,sedang membicarakan masalah mommy.
Dokter Bram mengatakan jika mommy seharusnya menjalani operasi kebocoran lambung.
Tapi karena kelalaian mereka, rekaman medis mommy tertukar oleh pasien yang akan menjalankan operasi ginjal": jawab Lee, mengusap air matanya
"Dan Lee juga sudah memeriksa kode pasien mommy di rumah sakit itu.
Tapi riwayat mommy di beri kode akses": lanjut Lee
"Tapi apa kamu tau jika dokter Bram adalah direktur di rumah sakit itu?":tanya tuan Brilliant
"Aku baru tau dari Louis jika pria tua itu menjabat sebagai direktur di rumah sakit itu.
Bahkan dia datang menemui Lee dad": jawab Lee,juga memberitahu pada ayahnya jika dokter Bram menemuinya
"Apa dia melakukan sesuatu?": tanya tuan Brilliant tetap terlihat tenang.
Tapi saat ini sudah mengepalkan tangannya,karena dokter Bram berani menemui putrinya
"Tidak dad!!
Dia tidak akan melakukan apapun pada Lee.
Jadi Daddy tidak perlu khawatir": jawab Lee,tau jika kini ayahnya itu sudah sangat murka.
Itu terlihat karena ayahnya itu mengepalkan tangannya
"Apa kau menceritakan ini semua pada Louis?": tanya tuan Brilliant
"Louis tau semuanya dad.
Louis mendengar semuanya saat dokter Bram menemuiku": jawab Lee
Tuan Brilliant diam.
Dia mengingat semua perjuangannya saat itu.
Untuk membuktikan jika kematian istrinya adalah kesalahan rumah sakit.
Tapi karena tidak adanya bukti yang kuat,itu membuat dokter yang seharusnya bertanggung jawab, bebas begitu saja.
"Daddy.
Percayalah pada Lee!!
Lee akan mengungkap semua kebenarannya.
Mommy akan mendapatkan keadilan.
Mereka yang seharusnya bertanggung jawab ,akan segera bertanggung jawab.
Mereka tidak akan lolos, dariku":kata Lee, menatap sang ayah dengan begitu yakin
"Daddy percaya padamu sayang.
Daddy akan mendukungmu": sahut tuan Brilliant,mencium kening putrinya itu
Daddy yakin jika kamu bisa membuktikan kebenaran kematian mommy mu": batin tuan Brilliant
...
Malam harinya setelah Lee dan tuan Brilliant makan malam,Lee langsung masuk ke dalam kamarnya.
"Kenapa dia belum menghubungi aku?":gumam Lee ,karena Louis mengatakan jika dia akan menghubungi dirinya malam ini
"Mungkin dia sedang sibuk": kata Lee lagi, beranggapan jika Louis sibuk
"Tapi dia sudah janji akan menghubungi ku!!": gusar Lee , berguling-guling di atas tempat tidurnya
Lee terus menatap ponselnya, berharap itu segera berdering.
Tapi sudah hampir 2 jam Lee menunggu Louis menghubunginya,tapi tidak juga.
Sampai akhirnya Lee tertidur.
Langkah kaki seseorang terdengar masuk ke dalam kamar Lee.
Itu tak lain adalah tuan Brilliant.
Tuan brilliant melihat putrinya itu sudah tidur,lalu dia menarik selimut menyelimuti putrinya.
"Bahkan kau sangat mirip dengan mommymu.
Selamat malam putri Daddy": kata tuan Brilliant,mencium kening Lee
Tapi saat tuan Brilliant Ingin keluar dari kamar Lee, ponsel Lee berdering.
Tuan Brilliant lalu mengangkat telpon putrinya itu.
"Halo sayang": kata orang yang menelpon Lee
Tuan Brilliant hanya diam saja,tanpa menjawab apapun.
"Apa kau marah padaku Lee?
Kenapa kamu diam?": tanya lagi orang itu
"Lee sudah tidur Louis!!": barulah tuan Brilliant menjawab.
Dan yang menelpon Lee tak lain adalah Louis
"Paman!!": Louis sedikit berteriak mendengar suara tuan Brilliant
"Louis kenapa kau berteriak!!": kesal tuan Brilliant,karena teriakkan Louis
"Ah paman maaf!!
Louis pikir yang mengangkat telponnya adalah Lee.
Ternyata paman": kata Louis dari seberang sana
"Hmmmm,baiklah": sahut tuan Brilliant
"Kalau begitu selamat malam paman": ucap Louis lalu mematikan sambungan telponnya
Tuan Brilliant hanya menggeleng kepala karena Louis.
"Dasar anak jaman sekarang": gumam tuan Brilliant,lalu meletakkan ponsel Lee di nakas.
Lalu mematikan lampu kamar Lee
Sedangkan Louis yang berada di apartemennya sungguh sangat malu,karena yang mengangkat telponnya adalah tuan Brilliant.
"Astaga sungguh membuat aku malu saja!!": gerutu Louis , mengacak-acak rambutnya sendiri
Tiba-tiba ponselnya berdering,dan segera Louis mengambil kembali ponselnya yang sudah dia lempar sebarang tempat tadi.
"Ada apa?": to the point Louis setelah mengangkat telpon itu dari Rian
"Presdir JG Company ingin bertemu denganmu secara langsung": jawab rian
"JG Company?
Ada apa dia ingin bertemu denganku secara langsung?": tanya Louis dengan nada dingin
"Aku tidak tau!
Asistennya tidak mengatakan apapun.
Dia memaksa ingin bertemu denganmu": jawab rian ,karena memang orang yang meminta bertemu dengan Louis,sama sekali tidak memberikan alasannya
"Baiklah,katakan saja aku akan menemuinya!!": kata Louis
"Baiklah": balas Rian lalu mematikan begitu saja telponnya dengan sepihak
"Ck!! Kenapa bisa aku memiliki asisten seperti dia!!": kesal Louis,karena rian mematikan telponnya dengan sepihak
"Tapi ada apa Presdir perusahaan itu ingin menemui aku secara langsung?": gumam Louis,karena selama ini Louis tidak pernah mempunyai kerja sama dengan JG company
....
Keesokan harinya Louis sudah rapi dengan setelan kerjanya.
Hari ini dia berniat berangkat lebih awal ke kantor,agar dia bisa menyelesaikan semua pekerjaannya.
Lalu setelah itu dia ingin menemui Lee di rumah sakit.Pikir Louis
"Rian kapan presdir JG Company akan menemui aku?": tanya Louis, setelah dia tiba di perusahaannya
"Asistennya mengabari aku jam makan siang hari ini di restoran xxx": jawab rian
"Apa saja agendaku hari ini?": tanya lagi Louis
"1 jam lagi akan di adakan meeting dewan di direksi.
Dan pertemuan presdir JG Company.
Itu saja": jawab rian, membacakan agenda Louis hari ini
"Baiklah.
Persiapkan semua yang dia perlukan meeting dengan dewan direksi": kata Louis,lalu mulai berkutat dengan berkas-berkas yang sudah menunggunya
"Baiklah,kalau begitu aku ke ruangan aku dulu": kata rian pamit ke ruangannya
"Hmmmm": singkat Louis ,tidak mengalihkan matanya dari berkas-berkas di hadapannya
Louis fokus mengerjakan semua pekerjaannya, sampai tak terasa sudah waktunya dia menghadiri meeting dengan pada dewan direksi.
Tok.Tok.
"Masuk": sahut Louis dari dalam
"Louis saatnya meeting dengan dewan direksi": kata rian yang baru saja masuk
"Hmmmm": sahut singkat Louis,lalu beranjak dari kursi kebesarannya.
Membenarkan jasnya yang tidak kusut
"Ayo": kata Louis ,berjalan meninggalkan ruangannya menuju ruang meeting,di ikuti oleh Rian dari belakang
"Selamat siang semuanya": sapa Louis ,lalu duduk di kursi utama ,di ikuti rian yang duduk di kursi tepat di samping Louis
"Selamat siang Tuan Louis":balas mereka semua
"Sekarang kita mulai rapatnya": kata Louis, memulai rapat
1 jam sudah Louis dan para dewan direksi meeting, meeting itupun selesai.
Dengan hasil yang memuaskan,tanpa adanya masalah sedikitpun.
"Meeting saya tutup,dan sampai jumpa di meeting selanjutnya": kata Louis, menutup meeting dengan berjalan keluar meninggalkan ruang meeting bersama dengan Rian
Setelah itu sudah waktunya makan siang,Louis dan rian segera menuju restoran yang sudah di tentukan oleh Presdir JG company.
Yang ingin bertemu dengan Louis secara pribadi.
"Kita langsung saja menemui Presdir JG company.
Aku tidak punya banyak waktu!": kata Louis dengan nada dinginnya
"Ya!!": singkat Rian ,dia sudah tau jika Louis pasti salam menemui Lee ke rumah sakit
"Rian apa sebelumnya kita pernah bertemu dengan presdir JG Company sebelumnya?": tanya Louis, merasa sedikit aneh dengan perusahaan itu ,yang mana pemiliknya meminta bertemu langsung secara pribadi
"Aku tidak tau!!
Aku bahkan tidak tau bagaimana wajah Presdir JG Company": jawab rian dengan jujur
"Dasar bodoh!!" : kata Louis ,meninju lengan Rian ,yang kini sedang menyetir
"Kau juga bodoh!!": balas Rian,tidak terima di katai bodoh oleh Louis
"Ck!! mana ada asisten yang seperti mu!!
Berani mengatai bosnya sendiri": kesal Louis meninju balik lengan Rian
"Apa kau buta Louis?
Ada aku asistennya": jawab rian dengan bangga
"Damm!!": umpat Louis,semakin kesal dengan asisten sekaligus sahabatnya itu
"Hahahahaha": seketika kedua pria itu tertawa dengan kekonyolan yang baru saja mereka lakukan
Ya begitulah mereka ,Louis dan rian menganggap itu semua candaan semata.
Mereka berdua bukan hanya sekedar atasan dan anak buah.
Tapi mereka sudah seperti saudara,yang saling melindungi dan menyayangi satu sama lain.