Doctor Is Mine

Doctor Is Mine
Astaga,kenapa denganmu Gea!!



3 hari sudah Louis keluar dari rumah sakit,sudah 3 hari ini juga Lee tidak melihat Louis. Lee ingin sekali menemui Louis,tapi Lee tidak punya alasan untuk menemuinya,karena Louis melupakan dirinya.


Kau bukan kekasihku! Aku sama sekali tidak mengenal dirimu.Pergilah dari sini,aku tidak suka melihatmu.


Perkataan Louis seakan terbayang-bayang di kepalanya. Betapa kejamnya Louis mengatakan itu pada Lee,saat Louis keluar dari rumah sakit.


"Ah aku gila jika terus seperti ini! Louis brengsek ,kenapa kau hadir dalam hidupku dan membuat aku menjadi seperti ini.Aku seperti orang gila karena kau melupakan aku..hiks..hiks..kau jahat Louis!! aku membencimu" Lee menjatuhkan semua barang-barang yang ada di atas meja kerjanya


Tiba-tiba ponsel Lee berdering.


"Hallo": jawab Lee, tanpa tau siapa yang menghubunginya


".........."


"Apa kalian yakin jika itu mereka?": tanya Lee, dengan serius


".........."


"Pantau selalu kediamannya! sampai aku tiba":kata Lee, mematikan sambungan teleponnya


Akhirnya aku menemukannya!": batin Lee


Lee kembali menghubungi seseorang.


"Hallo, siapkan semua keberangkatan aku malam ini ke Italia":kata Lee, pada orang yang dia telpon


".........."


"Baiklah terimakasih. Tapi ingat jangan sampai Daddy ku tau jika aku kembali ke Italia. Aku sendiri yang akan memberitahu Daddy,jika sudah tiba di Italia nanti" pesan Lee,lalu mematikan sambungan teleponnya


Lee segera bergegas membereskan tasnya,lalu mengambil kunci mobilnya. Dia akan segera kembali ke rumah dan membereskan pakaian yang akan dia bawah ke Italia malam ini.


"Lee kau mau kemana?": tanya Gea melihat Lee , keluar dari ruangannya


"Aku akan pulang,ada hal penting yang harus aku lakukan!": jawab Lee, melihat Gea


"Tapi Lee, sebentar lagi kita akan ada rapat dengan pemegang saham terbesar rumah sakit ini.Dan semua dokter wajib hadir":kata Gea


"Maaf Gea,tapi ini urusan yang sangat penting! aku tidak bisa hadir. Aku akan mengajukan libur beberapa pekan ke depan": jawab Lee,lalu pergi begitu saja meninggalkan Gea


"Ada apa dengan Lee?": gumam Gea melihat Lee pergi


Aku yakin jika Louis yang mengadakan rapat dengan para dokter": batin Lee


Lee tiba di kediamannya, dengan cepat Lee berjalan menuju kamarnya.Dia harus berangkat ke Italia malam ini juga.


Sekarang pukul 04.00 sore kini Lee sudah berangkat ke bandara.


Setengah jam Lee akhirnya tiba di bandara,dan segera check on keberangkatannya ke Italia. Tak lama kemudian,Lee sudah berada di dalam pesawat,yang mana dalam beberapa menit pesawat akan segera lepas landas.


"Rian kemana Lee, kenapa dia tidak hadir dalam rapat tadi?": tanya Louis,kesal karena tidak melihat Lee berada di ruang rapat yang sengaja dia buat ,hanya kerena ingin melihat Lee ,tapi malah Lee tidak hadir


"Kenapa tidak kau telpon saja,aku juga tidak tau kemana Lee, sehingga tidak hadir rapat dokter tadi": jawab Rian,juga ikut kesal karena sedari tadi Louis terus saja marah-marah


"Apa kau bodoh! jika aku menelponnya itu akan membuat semua rencanaku berantakan": kesal Louis,karena Rian begitu bodoh menurutnya


"Ah sudahlah,cari tau dia mana Lee sekarang": lanjut Louis


"Ya baiklah": patuh Rian keluar dari ruangan pribadi Louis di rumah sakit itu,segera mencari tau di mana Lee , sehingga tidak hadir dalam rapat dokter tadi


"Bukankah itu dokter yang sering bersama dengan Lee": gumam Rian, melihat dokter yang sering bersama Lee


"Permisi": ucap Rian, mendekat ke arah dokter cantik teman Lee


"Tuan Rian": ucap dokter cantik tak lain Gea, melihat Rian,Gea mengenal Rian sebagai asisten kepercayaan Louis


"Dokter,apa aku boleh bertanya?": tanya Rian,pada Gea


"Silahkan tuan, panggil saya Gea saja": kata Gea ,pada Rian


Louis yang juga ikut keluar, setelah Rian meninggalkan ruangannya.Louis tidak sengaja melihat Rian bersama Gea.


"Ck! Dia malah berpacaran!": kesal Louis, menghampiri Rian yang sedang bersama Gea


"Rian,kau malah berpacaran di sini!": kata Louis, menatap Rian dan Gea


Gea tertunduk malu,karena Louis mengira mereka berpacaran.


"Tapi kalian cocok": lanjut Louis, semakin membuat Gea tersipu malu sedangkan Rian memutar bola matanya dengan malas


"Tuhan bagaimana bisa aku memiliki sahabat seperti dia!": gerutuk Rian, menatap malas Louis


"Kau mengatakan sesuatu Rian": tanya Louis,karena dia sudah tau pasti sahabatnya itu sedang mengumpati dirinya


"Apa kau ingin terus di sini Louis,atau kembali mencari Lee": kata Rian, membuat Louis kembali teringat tujuan utamanya adalah mencari keberadaan wanitanya


"Astaga ini semua gara-gara kau Rian!": Louis kembali marah-marah


Kumat lagi!": batin Rian


"Tuan Louis,apa anda mencari Lee?": tanya Gea


"Iya,bukankah kau temannya di rumah sakit ini?": tanya balik Louis,dan di balas anggukan oleh Gea


"Kalau begitu apa kau tau di mana Lee,kenapa dia sampai tidak hadir rapat dokter tadi?": tanya Louis pada Gea


"Lee tadi pergi saat jam makan siang,dia bilang ada urusan penting,dan Lee juga bilang akan libur beberapa pekan ke depan": jawab Gea,itu membuat Louis dan Rian terkejut


"Libur! apa kau tau kemana dia pergi?": tanya lagi Louis


"Lee tidak mengatakan apapun lagi": jawab Gea


Kemana Lee? 2 hari lagi ulang tahunnya, jika dia tidak ada,semua rencanaku pasti gagal total": batin Louis, berpikir kemana Lee pergi


"Tuan Lee bicara pada ku,dia sedih karena tuan Louis melupakan dirinya.Apa sekarang tuan sudah mengingat Lee?": tanya Gea, karena Lee sudah memberitahu dirinya jika Louis mengalami amnesia dan hanya Lee lah yang di lupakan oleh Louis


"Ah iya": jawab Louis


"Rian aku tunggu di mobil": lanjut Louis,pergi meninggalkan Gea dan Rian


"Gea bisakah ini tidak sampai pada Lee,jangan sampai Lee tau jika Louis sudah mengingatnya": kata Rian pada Gea


"Tapi kenapa?": tanya heran Gea


"Baiklah,2 hari lagi Lee akan ulang tahun,dan Louis sedang membuat kejutan untuk Lee ,tapi sekarang Lee malah pergi tanpa kami ketahui kemana dia": kata Rian, memberitahu Gea


"Oo begitu, baiklah": jawab Gea tersenyum


"Bolehkan aku meminta nomor ponsel mu.


Ah ini untuk jika saja Lee menghubungi mu": kata rian, menyodorkan ponselnya pada Gea


"Baiklah,aku akan mengabarimu jika Lee menghubungi ku": ucap Gea , memasukkan nomor ponselnya di ponsel milik Rian


"Ini":kata Gea, memberikan kembali ponsel Rian


"Terimakasih Gea": kata Rian dan di balas anggukan


"Kalau begitu aku harus pergi sekarang": pamit Rian


"Iya hati-hati": kata Gea,dan di balas anggukan dan senyuman oleh Rian


Astaga,kenapa denganmu Gea!!": batin Gea melihat senyuman Rian, membuat jantungnya berdetak kencang


Rian lalu pergi menyusul Louis ke mobil,jangan sampai Louis kembali marah-marah.


Louis lebih sensitif sekarang jika itu menyangkut dengan wanitanya Lee.