Doctor Is Mine

Doctor Is Mine
Kejadian Di Bandara



“Sayang bangun,kita sudah tiba”: ucap Louis mengelus lembut pipi Lee yang tertidur


“Uuggmmm..kita sudah sampai?”: tanya Lee membuka kelopak matanya


“Hmm, ayo”: kata Louis, memegang tangan kanan Lee


Kini mereka sudah tiba di negara X,dan di luar bandara sudah ada Rian dan Gea yang menunggu mereka dari 1 jam yang lalu.


“LEE!”: teriak seseorang memanggil Lee saat dia berjalan keluar dari bandara


“Itu mereka”: ucap Louis, menunjuk keberadaan Rian dan Gea yang melambaikan tangannya kepada Louis dan Lee


Louis dan Lee berjalan mendekati Rian dan Gea,tapi tiba-tiba seseorang dari belakang menabrak Lee membuatnya hampir saja jatuh,jika Louis tidak cepat menangkapnya.


“Apa kau jalan tidak memakai mata!”: bentak wanita itu pada Lee


“Kau yang tidak punya mata! Kau membentak aku, jelas-jelas kau yang salah”: balas Lee,dia tidak terima di bentak orang yang tidak dia kenal


“Louis”: wanita itu terkejut melihat Louis,dia baru sadar pria yang merangkul pundak Lee adalah Louis


“Kau mengenalnya?”: tanya Lee menatap tajam Louis


“Tidak,aku tidak tau siapa dia”: jawab Louis menujukan wajah datarnya,dia kesal pada wanita itu karena hampir saja membuat kekasihnya terjatuh dan wanita itu juga sudah berani membentak Lee


“Louis kau tidak mungkin lupa padaku,aku jenny waktu itu kita pernah bertemu di pertemuan antara kau dan ayahku”: kata wanita itu memegang tangan Louis,tak lain adalah jenny


“Lepaskan tanganmu darinya!”: serkas Lee, menghentakan tangan jenny dari tangan Louis,Lee tidak suka Louis di pegang dengan wanita lain


“Kau!”: Jenny menunjuk wajah Lee


“Turunkan tanganmu nona! Jika kau masih ingin tanganmu berfungsi”: ancam Louis, menatap tajam jenny karena menunjuk-nunjuk Lee


“Louis,Lee ada apa?”: tanya rian yang baru saja mendekat bersama Gea karena melihat ada keributan


“Rian bereskan dia,aku tidak suka melihatnya. Dia hampir saja membuat Lee terluka!”: kata Louis menarik tangan Lee pergi dari sana


“Louis,Louis!”: teriak jenny memanggil-manggil Louis berjalan menjauh dari sana


“Bukankah kau nona jenny putri dari Presdir Jon gerald dari JG Company?”: tanya Rian mengingat wajah jenny


“Kau saja ingat aku,kenapa bisa Louis tidak mengingat aku”: kata jenny kesal melihat Louis bersama seorang wanita yang tidak di tau siapa, lebih parahnya lagi Louis mengandeng tangan wanita itu


“Karena kau tidak penting baginya,jadi dia tidak mengingatmu!”: ucap Rian mengejek jenny, Rian tau jika sejak awal bertemu jenny dan ayahnya sudah mengincar Louis ,karena Rian sudah menyelidiki semuanya setelah pertemuan hari itu


“Kau sama saja menyebalkan dengan wanita ****** itu!”:kata jenny mengatai Lee ******


“Hey nona! Jaga mulutmu itu jika kau masih membutuhkannya. Lihat penampilanmu, bukankah kau yang terlihat seperti ******,dasar murahan”: kesal Gea karena jenny mengatai Lee ******


“Ayo kita pergi dari sini”: lanjut Gea menarik tangan Rian,dia sudah muak melihat wajah jenny yang menurutnya seperti nenek lampir


“Hey! Sialan”: teriak jenny,karena dia belum sempat membalas perkataan Gea


Jenny menjadi pusat perhatian di area keluar dari bandara.Itu membuatnya malu sendiri.


“Awas saja, aku akan membalas kalian semua! Dan Louis hanya milik jenny”: gumam jenny berjanji akan membalas mereka semua dan merebut Louis agar jatuh ke pelukannya


...


“Siapa dia,kenapa bisa dia tau namamu?”: tanya Lee, setelah mereka sudah berada di dalam mobil


“Aku tidak tau,aku bahkan tidak sudi mengetahuinya”: jawab Loius,dia benar-benar tidak mengingat jenny karena menurutnya itu tidak penting


“Sayang apa kau lupa jika aku ini di kenal oleh semua orang dalam dunia bisnis.Dan kejadian tadi aku tidak menyangka jika dia akan memegang tanganku,tapi aku bersyukur dengan dia memegang tanganku,itu bisa membuat aku melihat jika kau cemburu”: ucap Louis menggoda Lee


“Aku tidak cemburu! Buat apa aku cemburu pada wanita seperti dia”: bantah Lee,dia tidak mau mengakui jika dia memang cemburu karena wanita lain menyentuh miliknya


“Hmm baiklah, sekarang kita pulang”: kata Louis dia tidak mau lama-lama berdebat dengan Lee ,mereka baru saja kembali dari luar negeri dan itu membuat mereka kelelahan dan butuh istirahat


Louis mengemudikan mobilnya,yang di bawah oleh Rian tadi.


“Wanita tadi sepertinya menyukaimu”: kata Lee,dia masih saja kesal dan membahas kejadian di bandara tadi


“Biarkan saja dia menyukai aku,itu haknya. Yang terpenting kau harus tau jika aku akan hanya mencintaimu,tidak akan ada wanita lain”: jawab Louis memegang 1 tangan Lee,dengan tangannya satu lagi memegang kemudi mobil


“Jangan di pikirkan lagi,itu semua tidaklah penting”: lanjut Loius dan di balas anggukan dan senyuman oleh Lee


Tak berapa lama mereka sudah tiba di kediaman Lee.


“Apa kau tidak masuk lebih dulu?”: tanya Lee,pada kekasihnya itu


“Tidak! Mama sudah menghubungi aku sedari tadi,jadi aku harus kembali dengan cepat ke rumah utama”: jawab Louis,karena Karin sudah menghubunginya sedari tadi


“Baiklah, hati-hati di jalan”: ucap Lee,lalu keluar dari mobil


“Sampai jumpa besok sayang”: kata Loius turun dari mobil lalu mencium kening Lee


“Iya”: singkat Lee


Setelah Louis pergi Lee masuk ke dalam rumahnya tapi tidak menemukan siapa-siapa,ya sudah pasti Daddynya masih berada di kantor di jam seperti ini.


“Nona muda sudah kembali”: ucap salah satu pelayan yang ada di rumah Lee


“Iya, tolong bawakan koperku ke kamar.Dan panggil bibi Anis ke ruang tamu untuk menemui aku”: kata Lee


“Baik nona”: patuh pelayan itu


Segera menyimpan koper Lee ke kamarnya lalu pergi mencari kepala pelayan di rumah itu tak lain adalah bibi Anis, untuk segera menemui Lee di ruang tamu.


“Bibi Anis,nona muda sudah kembali,nona muda meminta kau menemuinya di ruang tamu”: ucap pelayan yang di minta Lee memanggil bibi Anis


“Dia sudah kembali, baiklah aku akan segera menemuinya”:ucap bahagia bibi Anis, mendengar nona mudanya sudah kembali


Dengan segera bibi Anis, berjalan menuju ruang tamu untuk menemui Lee.


“Berutung sekali dia bisa dekat dengan tuan besar dan juga nona muda.”: ucap pelayan lainnya


“Sabaiknya kau jangan mencari masalah dengan bibi Anis,itu bisa membuat nona muda marah pada kau. Sangat jelas jika nona muda sangat menyayangi bibi anis”: ucap pelayan satunya memperingatkan


“Apa istimewanya wanita tua itu, sampai sangat di sayangi oleh nona muda”: ucap pelayan yang bernama nadu yang memperlihatkan ketidaksukaannya pada bibi Anis


“Sebaiknya kita kembali bekerja, jangan sampai ada yang mendengar dan melaporkan pada tuan besar”: ucap pelayan yang lebih muda ,yang mengantarkan koper Lee tadi


“Sela, jika kau ingin kembali bekerja sana saja! Aku mau di sini lebih lama lagi,sudah lama aku tidak berleha-leha”: kata nadu pada sela


Sela hanya menggeleng kepala melihat kelakuan nadu,dia selalu saja seperti itu berbuat semaunya.Sela lalu meninggalkan nadu sendiri di gazebo.


Aku harus mengambil hati nona muda,agar bisa menyingkirkan wanita tua itu.Aku yang lebih pantas menjadi kepala pelayan di rumah ini”: batin nadu, berniat licik pada bibi Anis


Jenny Catrine Gerald