Doctor Is Mine

Doctor Is Mine
Sikap Keras Louis!



"Mama,apa dia baru saja tidur?": tanya Lee yang baru saja turun menghampiri orangtuanya dan melihat putrinya sudah tertidur di dalam pangkuan ibu mertuanya


"Iya nak,dia baru saja tidur. Mungkin kelelahan bermain dengan kami": jawab Karin


"Berikan padaku mah,aku akan membawanya ke kamar": tutur Louis mengambil Zee dari pangkuan ibunya


"Tunggu di sini,aku akan segera kembali": kata Louis pada istrinya dan di balas anggukan oleh Lee


Louis lalu membawa putrinya ke kamarnya,agar Zee bisa tidur dengan nyaman.


"Lee bagaimana dengan orangtua kandung Zee?": tanya brilliant, menanyakan orangtua kandung cucu angkatnya


"Dari laporan polisi,mereka kabur ke luar negeri. Setelah menelantarkan Zee di pinggir jalan": jawab Lee


Tak lama kemudian Louis sudah kembali bergabung,dia duduk tepat di samping istrinya.


"Apa kalian sudah memikirkan hal yang mungkin terjadi di masa depan?": tanya kerta pada Louis dan Lee


"Louis telah membuat sebuah pernyataan resmi dari badan perlindungan anak. Orangtua kandung Zee tidak akan bisa mengambil Zee dari kami. Jika mereka melakukan itu, mereka akan di proses secara hukum yang berlaku": jawab Lee melihat ke arah suaminya yang tepat di sampingnya


"Baguslah, aku berharap orangtuanya tidak pernah kembali!": seru Karin merasa geram pada orangtua kandung Zee


"Daddy hanya berharap dengan adanya Zee dalam keluarga kecil kalian, semoga kebahagiaan akan selalu meliputi rumah tangga kalian.": kata brilliant menatap putri dan menantunya


"Amin": sahut Louis dan Lee


"Mah di mana Jeniffer, Louis tidak melihatnya?": tanya Louis menayangkan keberadaan adik sepupunya


"Mungkin dia masih di kampus,dia belum mengabari mama": jawab Karin karena keponakannya belum mengabarinya


"Awas saja jika sampai anak itu keluyuran!": kata Louis menatap jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 03.00 sore


"Jeniffer tidak akan berani melakukan itu, karena dia sangat patuh padamu": ucap kerta sangat mengetahui keponakannya itu tidak akan berani melanggar aturan yang di buat Louis untuknya


"Paman,bibi anak manis yang bernama Jeniffer sudah pulang": tiba-tiba suara Jeniffer mengalihkan perhatian semuanya ke arah pintu masuk


"Astaga! maaf": ucap Jeniffer baru menyadari jika keluarganya dan ayah dari kakak iparnya sedang berkumpul di ruang tamu


"Kau sudah pulang sayang": sapa Karin tersenyum pada keponakannya


Kerta hanya menggeleng kepala melihat tingkah keponakannya itu.


Dia sama saja seperti ibunya ": batin kerta melihat tingkah keponakannya sama seperti adik perempuannya Hanna yang tak lain adalah ibu Jeniffer


Jeniffer menghampiri mereka semua, mencium tangan Karin,kerta dan brilliant bergantian.


"Kakak ipar ,aku merindukanmu": seru Jeniffer mencium kedua pipi Lee lalu memeluknya, rasanya Jeniffer menemukan hal baru setelah Lee menjadi kakak iparnya


"Haha, Jeniffer tadi pagi kita baru saja bertemu": ucap Lee menggeleng kepala melihat tingkah adik iparnya


"Dari mana saja kau Jeniffer?": Louis langsung melayangkan pertanyaan


"Dari kampus kak": jawab Jeniffer tersenyum


"Apa kau berkata jujur?": tanya Louis menatap Jeniffer dengan penuh selidik


"Aku bersumpah kak,aku baru saja kembali dari kampus": jawab Jeniffer berkata dengan jujur pada kakak sepupunya itu,karena dia tidak akan pernah berani untuk berbohong pada Louis


"Baiklah kakak percaya padamu,tapi jangan coba-coba untuk melanggar aturan yang kakak buat untukmu!": Louis mengingatkannya pada Jeniffer dengan penuh ketegasan


"Iya kak": patuh Jeniffer menundukkan wajahnya tidak berani menatap kakaknya


Bahkan kedua orangtua Jeniffer tidak bisa melawan apapun keputusan Louis terhadap putrinya.


"Jeniffer pergilah ke kamarmu, bersihkan dirimu sebelum makan malam tiba": kata Karin pada Jeniffer


"Baik bibi": patuh Jeniffer,lalu berpamitan pada yang lain sebelum pergi ke kamarnya


"Kau membuatnya takut Louis": kata brilliant menatap menantunya


"Lebih baik seperti itu Daddy,aku tidak mau jika terjadi sesuatu padanya. Cukup sekali aku kehilangan adikku,tidak untuk yang kedua kalinya!": jawab Louis, dia bersikap seperti itu kepada Jeniffer semata-mata karena Louis takut kehilangan adiknya untuk kedua kalinya


Karin,kerta dan brilliant terdiam mendengar penuturan Louis yang bersikap keras kepada Jeniffer, karena memiliki alasan yang kuat dan juga trauma yang di alami Louis di masa lalu. Yang harus kehilangan adik perempuannya.


"Aku rasa Jeniffer tidak akan berani melawan aturanmu. Jangan khawatir,tidak akan terjadi apapun padanya. Kau kakaknya yang akan selalu ada bersamanya, menjaganya dengan sangat baik": kata Lee menatap suaminya,dia bisa merasakan apa yang di rasakan oleh suaminya itu, ketakutan akan kehilangan Jeniffer adiknya


Louis menatap balik istrinya,dia bersyukur karena adanya wanita itu, semakin membuat kehidupannya menjadi cerah dan bahagia.


"Hmmmm": Louis berdehem untuk menetralkan suasana


"Mama,papa dan Daddy. Ada yang ingin kami sampaikan": kata Louis menatap ketiga orangtuanya


"Apa?": tanya Karin


"Sebelum aku dan Lee berangkat ke Madrid,aku dan Lee akan pindah lebih dulu ke rumah kami": kata Louis memberitahu niatnya yang ingin pindah ke rumah yang sudah ia siapkan untuk tinggal bersama keluarga kecilnya


"Kenapa tidak tinggal di sini saja,kenapa kalian harus tinggal di rumah yang berbeda dengan kami?": tanya Karin terlihat sedih saat mengetahui jika putra dan menantunya akan tinggal di rumah yang berbeda dengannya


"Iya nak,kenapa tidak di sini saja?": sambung kerta juga ikut sedih mendengar keputusan Louis dan Lee


"Mama,papa aku dan Lee ingin belajar mandiri dalam membangun rumah tangga kami.":ucap Louis menatap kedua orangtuanya


"Iya mah,pah Lee juga ingin belajar untuk menjadi seorang istri yang baik untuk Louis. Dan juga ibu untuk Zee": sambung Lee


Brilliant hanya diam saja,itu sudah menjadi keputusan putrinya dan juga menantunya. Brilliant mengerti jika Louis dan Lee ingin membina rumah tangga tanpa adanya orang lain.


Lee sendiri tidak tega melihat ibu dan ayah mertuanya yang sedih. Tapi mau bagaimana lagi ini sudah menjadi keputusan suaminya,dia hanya patuh dengan apa yang di katakan oleh suaminya. Karena Louis dan dirinya juga ingin membangun rumah tangga tanpa melibatkan orangtua mereka.


"Baiklah,terserah kalian saja. Mama tidak akan menahan kalian,tapi jangan lupa untuk sering datang kemari. Karena mama pasti akan sangat merindukan kalian": ucap Karin mau tidak mau dia harus menerima keputusan anak-anaknya yang ingin berpisah rumah dengannya


"Papa juga akan menerima apapun keputusan kalian.": sambung kerta mau tidak mau harus menerima keputusan putra dan menantunya


Lee bangkit mendekati Karin untuk memeluknya.


"Mama,jangan sedih. Lee janji akan sesering mungkin untuk datang kemari": kata Lee mengelus lembut punggung wanita yang menjadi ibu mertuanya


"Mama tidak akan sedih sayang": ucap Karin tersenyum menatap menantunya


"Terimakasih mah": tutur Lee mencium kedua pipi Karin lalu menatap ibu mertuanya dengan tersenyum


"Daddy": lanjut Lee menatap ke arah ayahnya


"Apapun keputusan kalian, Daddy akan dukung. Kalian perlu belajar dalam membina rumah tangga": kata brilliant kepada Louis dan Lee


"Yang terpenting pesan Daddy hanya satu pada kalian. Jika kalian memiliki masalah, bicarakan dengan baik. Jangan mengambil keputusan dalam keadaan marah,karena itu hanya akan membuat rumah tangga kalian hancur. Bicarakan dengan baik,dan jangan lupa jika ada kami yang akan selalu siap membantu kalian": lanjut brilliant berpesan kepada putrinya dan juga menantunya


"Kami akan ingat pesan dari Daddy": ucap Lee dan di anggukin oleh Louis


Jeniffer Lopez Kertanegara