
“Rian apa kau sudah tau kemana Lee pergi?”: tanya Louis, melihat Rian sudah tiba di apartemennya
“Aku belum mendapatkan informasi apapun, aku juga sudah mencoba menghubunginya tapi nomornya berada di luar jangkauan”: jawab rian
“Kemana dia pergi? Apa kau sudah tau berapa lama Lee mengajukan libur di rumah sakit?”: tanya lagi Louis
“2 Minggu,aku sudah mengeceknya”: jawab Rian
“2 Minggu dia kemana,ah ulangtahunnya saja 2 hari lagi”:gusar Louis,dia sama sekali tidak tau kemana Lee pergi selama 2 Minggu
“Apa kau sudah menghubungi tuan brilliant?”: tanya Rian ,yakin jika brilliant tau kemana Lee
“Ah iya kau benar,aku akan segera menghubungi paman brilliant”: ucap Louis,lalu mengeluarkan segera ponselnya untuk menghubungi brilliant
Tut.tut.tuuuut.
“Halo paman”: ucap Louis, setelah sambungan teleponnya terjawab
“.........”
“Paman apa tau kemana Lee pergi?”: tanya Louis, berharap brilliant tau kemana Lee
“..........”
“Aku sudah mencarinya paman,hari ini lee tiba-tiba mengajukan libur selama 2 Minggu di rumah sakit”: jawab Louis
“..........”
“Baiklah paman,jika ada kabar dari Lee , segera hubungi Louis”: pesan Louis,lalu menutup telponnya
“Bagaimana?”: tanya Rian , menatap Louis
“Paman brilliant berada di luar negeri saat ini,dan Lee tidak memberitahu apapun pada paman brilliant dia kemana”: jawab lesuh Louis, karena brilliant juga tidak tau kemana Lee
Tak lama kemudian ponsel Louis kembali berdering,dan itu panggilan dari brilliant.
“Halo paman”: jawab Louis cepat
“..........”
“Italia? Ada apa Lee ke Italia paman?”: tanya Louis, penasaran
“............”
“Baiklah paman,Louis akan menyusul Lee ke sana,tapi paman jangan memberitahu apapun pada Lee ,jika Louis menyusulnya”: kata Louis pada brilliant,dia sudah bertekad menyusul Lee ke Italia
“...........”
“Terimah kasih paman”: jawab Louis, menutup sambungan teleponnya dengan brilliant
“Ada apa Louis?”: tanya Rian, setelah Louis berbicara dengan brilliant di telpon
“Lee ke Italia, baru saja Lee mengabari paman brilliant”: jawab Louis
“Buat apa Lee ke Italia?”: tanya lagi Rian
“Aku tidak tau, Lee tidak memberitahu alasannya ke Italia pada paman brilliant”: jawab Louis,lalu menatap Rian
“Kita susul Lee ke Italia”: lanjut Louis pada Rian
“Baiklah,aku akan siapkan keberangkatan kita malam ini juga”: ucap Rian
“Rian sebaiknya kau ajak teman Lee yang di rumah sakit,kita akan merayakan ulangtahun Lee di Italia saja. Setelah dia kembali,aku akan memberikan kejutannya yang di sini”: ucap Louis, mengingat teman Lee tak lain adalah Gea
“Apa maksudmu dokter Gea?”: tanya Rian memastikan
“Iya,hanya dia teman Lee.Lee pasti senang dengan keberadaan dokter Gea”: jawab Louis, tersenyum melihat Rian , seperti ada sesuatu sedang di rencanakan olehnya
“Bagaimana jika dokter Gea tidak bisa atau tidak mau?”:tanya Rian, berharap Louis berubah pikiran
“Rian bukankah kau ini cerdas,pakai kecerdasanmu!”: jawab Louis, menatap Rian
“Baiklah!”: pasrah Rian,dia pun langsung ke rumah sakit,untuk menjemput Gea
Dalam perjalanan Rian terus saja menggumpat Louis bos sekaligus sahabatnya itu.Rian tak habis pikir buat apa Louis mengajak Gea.
“Aku yakin si manusia itu sedang merencanakan sesuatu!”:tebak Rian,fokus menyetir mobil ke rumah sakit
Tak lama kemudian rian tiba di rumah sakit,Rian segera memarkirkan mobilnya lalu masuk ke dalam rumah sakit,menuju ruangan Gea.
Apa alasan yang harus aku buat! Ah dasar Louis brengsek!!”: batin Rian,dia tidak tau harus membuat alasan apa pada Gea,dan entah kenapa dia begitu gugup sekarang
Tok.tok
“Permisi Gea”: ucap Rian,masuk ke dalam setelah mendapatkan ijin dari pemiliknya
“Rian!”: Gea terkejut karena Rian datang ke ruangannya
“Gea,bisakah kamu ikut denganku?”: tanya Rian, menatap Gea yang terlihat bingung
“Ikut kemana?”: tanya Gea, bingung tiba-tiba Rian datang mengajaknya pergi
“Menemui Lee,Louis ingin kau juga ikut untuk merayakan ulangtahun Lee”: jawab Rian,pada Gea
“Bukakkah kau bilang jika Lee berulangtahun 2 hari lagi”: kata Gea
“Ya Lee berulang tahun 2 hari lagi,maka dari itu kita akan menyusul dia ke Italia malam ini”: jawab Rian
“Italia! Rian aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan ku di rumah sakit, terlebih Lee tidak ada di rumah sakit”: kata Gea bingung
“Itu tidak perlu kau pikirkan,Louis sendiri yang meminta mu untuk ikut,karena hanya kau teman yang di miliki Lee”: ucap Rian, memasang wajah memohon agar Gea ikut
Ku kira dia yang meminta aku ikut!. Astaga apa yang kau harapkan Gea”: batin Gea
“Gea”: panggil Rian,karena Gea malah melamun
“Eh iya,kenapa?”: tanya Gea
“Bagaimana,apa kau bisa ikut ke Italia malam ini?”:tanya Rian
“Baiklah,aku akan ikut”:jawab Gea, menyetujui untuk ikut ke Italia merayakan ulangtahun Lee di sana
Malam itu juga Louis,Rian dan Gea berangkat ke Italia memakai jet pribadi Louis.Sebelumnya rian sudah mencari tau keberadaan Lee di Italia,jadi mereka sudah tau di mana Lee tinggal.
“Louis apa kita akan langsung menemui Lee di apartemennya?”: tanya Rian,karena tak lama lagi mereka akan tiba
“Tidak! Kita akan menemuinya saat ulangtahunnya”: jawab Louis,karena dia ingin mencari tau kenapa Lee tiba-tiba ke Italia
“Lalu kita akan melakukan apa selama 2 hari?”: tanya Rian
“Terserah kau saja! Pergilah jalan-jalan bersama dengan Gea”: jawab Louis,tanpa memandang Rian
Gea yang mendengar itu menjadi kaget,apa maksud Louis berkata seperti itu.Memangnya Rian mau mengajaknya jalan-jalan?.pikir Gea
Seharusnya aku sudah tau sejak awal!”: batin Rian,dia tidak menjawab Louis lagi
“Tuan Louis,apa anda tau kenapa Lee ke Italia?”: tanya Gea, dia sangat penasaran kenapa Lee tiba-tiba ke Italia
“Aku tidak tau. Jangan terlalu formal padaku Gea,anggap saja aku juga temanmu”: jawab Louis masih wajah yang datar
“Eh! Iya tu.. Maksudku Louis”: ucap Gea, terbata-bata karena merasa aneh memanggil Louis dengan nama saja tanpa embel-embel tuan
Akhirnya mereka tiba di bandara internasional Leonardo da Vinci.Setelah mereka turun dari jet sudah ada 2 mobil yang menunggu mereka di sana.
“Rian,kau duluan saja ke hotel”: kata Louis pada Rian , sebelum masuk ke dalam mobil
“Kau mau kemana,tanpa ada pengawal?”: tanya Rian,karena melihat Louis ingin mengemudi sendiri tanpa adanya pengawal
“Ke suatu tempat!”: jawab Louis,lalu melajukan mobilnya meninggalkan Rian dan Gea
“Kemana dia pergi?”: gumam Rian,dia sedikit khawatir karena Louis pergi tanpa adanya dia atau pengawal
“Kemana Louis?”: tanya Gea,baru saja kembali dari toilet
“Pergi, sekarang kita langsung saja ke hotel”: kata Rian, membukakan pintu untuk Gea
“Terimah kasih”: ucap Gea tersenyum tulus pada Rian
Louis tiba di suatu tempat,dia melihat dari kejauhan wanita yang sudah sangat dia rindukan, wanita yang sangat dia cintai tak lain adalah Lee.Sebelumnya Louis sudah meminta anak buahnya untuk mencari keberadaan Lee,dan anak buahnya memberikan informasi jika saat ini Lee berada di sebuah kafe,yang tak jauh dari apartemen tempat Lee tinggal.
“Aku merindukanmu Lee”: gumam Louis, menatap Lee dari kejauhan
Tapi tak lama,ada seorang pria yang datang menghampiri meja tempat Lee duduk.
“Siapa pria itu,kenapa dia terlihat akrab dengan Lee!”: gumam Louis merasa kesal karena melihat Lee begitu akrab dengan pria yang baru saja duduk di meja yang sama dengan Lee
Tapi beberapa menit kemudian Lee pergi setelah menerima sebuah amplop coklat dari pria itu.Louis dengan segera mengikuti Lee.
“Astaga dia mengemudi di negara ini seperti seorang pembalap saja!”:ucap Louis, melihat Lee mengemudi mobil dengan kecepatan di atas rata-rata
Louis terus mengikuti mobil Lee, sampai dia tiba di sebuah tempat yang cukup sepi, seperti rumah tua yang tidak terpakai lagi.
“Untuk apa Lee ke tempat seperti ini?”:gumam Louis, bertanya-tanya kenapa Lee pergi ke tempat sepi,tanpa ada yang menemaninya