
“Lee granpa di sini sayang,buka matamu. Sudah lama granpa tidak melihat mu”: kata kakek Kim yang memandangi wajah cucunya yang sudah lama tidak dia lihat
Kakek Kim dan Jung sudah mendapatkan penjelasan dari brilliant, brilliant menjelaskan semua yang terjadi pada Lee.Itu membuat puncak kemarahan kakek Kim dan Jung bertambah kepada Bram.
“Apa yang aku lihat di berita tentang Lee dan anak dari Kerta benar adanya?”:tanya kakek Kim kepada brilliant
“Itu benar pah, sebelumnya Louis telah melamar Lee saat di Italia”:jawab brilliant
“Lalu bagaimana dengan anak laki-laki yang di inginkan oleh Lusi bersama Lee?”: tanya Jung tidak mengetahui jika anak laki-laki itu adalah Louis
“Tuhan bahkan sudah mempersatukan mereka lebih dulu”: jawab brilliant
“Apa maksud mu?”: tanya Jung dan kakek Kim kebingungan dengan jawaban brilliant
“Anak laki-laki itu adalah Louis,sebelum membicarakan perjodohan mereka sudah lebih dulu bertemu,sampai saat ini mereka belum tau jika sedari kecil mereka telah di jodohkan”: jawab brilliant
“Tunggu! Jadi Louis anak itu”: ucap Jung dan di balas anggukan oleh brilliant
“Di mana dia sekarang,papa ingin bertemu dengannya?”: tanya kakek Kim
“Dia belum kembali sejak kemarin pah,dia ikut dalam pengejaran terhadap Bram.”: jawab brilliant
“Apa sudah ada kabar tentang pengejaran pria brengsek itu?”: tanya Jung tersulut emosi
“Belum ada kabar sama sekali”: jawab brilliant,kakek Kim dan Jung hanya menghela nafas kasarnya
Malam semakin larut, brilliant masih ada di sana untuk menjaga putrinya. Sedangkan kakek Kim dan Jung sudah kembali,dan akan kembali esok hari.
Tengah malam sekali Louis datang ke rumah sakit, untuk melihat kekasihnya.Saat Louis masuk dia melihat brilliant berada di sofa,dengan mata terpejam. Louis mengambil selimut lalu menyelimuti brilliant.
“Hay sayang,maaf aku baru datang.Cepatlah bangun aku menunggumu”: ucap Louis sudah kembali meneteskan air matanya menatap sang kekasih terbaring tanpa pergerakan sama sekali
“Maafkan aku karena belum bisa menemukan pria tua itu,tapi aku janji akan secepatnya menangkapnya. Jika perlu aku sendiri yang akan membunuhnya dengan tanganku sendiri.Dia yang menyebabkan kamu berada di sini sekarang!”: kata Louis yang begitu marah dengan semua apa yang sudah di lakukan Bram kepada kekasihnya
“Lee aku tidak tau harus berkata apa lagi saat melihatmu dalam keadaan seperti ini! Aku hanya bisa mengatakan jika aku menunggumu selalu,aku hanya ingin kau kembali menatapku.”: lanjut Louis mengusap air matanya dengan kasar
“Lee aku menyayangimu,aku mencintaimu,jangan menyiksaku dengan cara seperti ini. Rasanya sangat sakit melihatmu terbaring dengan alat-alat medis yang menempel di tubuhmu,jika aku bisa memutar waktu,aku saja yang mengantikan posisi mu sekarang”: kata Louis memegang tangan kanan Lee yang sudah tersemat cincin yang dia berikan Louis saat melamarnya di Italia
Tanpa Louis ketahui brilliant sedari tadi memperhatikan dirinya, brilliant terbangun dari tidurnya saat merasakan seseorang menyelimutinya.Brilliant merasa terharu dengan perlakuan Louis yang tidak hanya menyayangi putrinya tapi juga keluarga putrinya.
Waktu berlalu hingga Louis tidak menyadari jika beberapa jam lagi matahari akan segera muncul,dia hanya terus memandangi wajah Lee yang tertidur dengan damai. Brilliant sendiri tidak bisa tidur lagi,dia juga ikut terjaga memperhatikan Louis yang memandangi Lee.
“Kau tidak istirahat Louis?”: tanya brilliant
“Paman kenapa kau bangun?”: tanya balik Louis
“Aku sudah cukup istirahat, sekarang kau juga harus istirahat. Jaga kesehatan mu Louis”: kata brilliant
“Iya paman Louis akan istirahat nanti”: jawab Louis
“Tidak apa,paman sudah tidak bisa tidur lagi. Kau istirahat saja ada paman yang menjaga Lee.”: kata brilliant pada Louis memberikan selimut yang dia pakai tadi
“Terimakasih paman”: ucap Louis menerima selimut lalu menuju sofa merebahkan tubuhnya di sana
Tak lama kemudian Louis sudah terlelap, sangat jelas Louis kurang istirahat.
Hanya berselang beberapa jam kini matahari sudah menembus celah-celah jendela ruang inap Lee.Louis terbangun dari tidurnya karena mendengar suara berisik,saat Louis membuka matanya dia melihat dokter dan juga suster masuk ke dalam kamar Lee.Louis seketika mengingat Lee kekasihnya, Louis segera mendekat tapi di tahan oleh brilliant.
“Lee!
Paman ada apa?”: tanya Louis melihat wajah semua orang tegang termasuk brilliant
"Tenanglah Loius": ucap brilliant
“Louis,tuan brilliant bagaimana Lee?”: tanya Gea yang baru saja masuk bersama dengan Rian, brilliant mengeleng tanda tidak tau apa yang terjadi pada putrinya
“Dokter risa bagaimana?”: tanya Gea mendekat ke ranjang Lee
“Kondisinya sudah membaik,dokter Lee berhasil melewati masa kritisnya,tapi dokter Lee seakan menolak untuk sadar dari alam bawah sadarnya.Kita hanya perlu menunggu sampai dokter Lee sendiri yang memilih untuk bangun dari alam bawah sadarnya.”: jawab dokter Risa
“Saya hanya menyarankan untuk selalu mengajak dokter Lee berbicara, walaupun tidak ada jawaban darinya, tapi terkadang seseorang yang berada dalam keadaan seperti dokter lee bisa mendengar suara orang-orang di sekitarnya.”: lanjut dokter Risa
Brilliant, Louis dan Rian menghela nafas lega mendengar Lee sudah melewati masa kritisnya, walaupun entah kenapa Lee seperti tertahan di alam lain, sehingga memilih lebih lama tertidur.
...
Sudah 3 hari semenjak Lee di nyatakan bebas dari maut, melewati masa kritisnya. Tapi sampai saat ini Lee belum juga membuka matanya. Lee masih terlihat damai dengan kehidupan di alam lain.
Jauh di alam bawah sadar Lee.
“Mommy”: panggil Lee melihat sosok wanita yang selama ini dia rindukan
“Lee sayang”: ucap wanita itu tak lain adalah Lusi
“Mommy,Lee sangat rindu”: ucap Lee menyambar ke dalam pelukan Lusi
“Mommy juga sangat merindukanmu”: balas Lusi
“Apa yang kau lakukan di sini sayang?”: tanya lusi dengan lembut mengelus lembut kepala Lee
“Aku tidak tau mommy,aku tiba-tiba berada di sini. Tapi aku bahagia karena bisa bertemu dengan mommy”: jawab Lee tersenyum
“Kau harus kembali sayang,semua orang menunggumu, Daddy dan Louis”: ucap lusi
“Bagaimana mommy tau Louis?”: tanya Lee
“Karena dia adalah pria yang mommy pilih untukmu sejak kau lahir ke dunia. Louis yang akan menjagamu sayang”: jawab Lusi
“Apa mommy akan ikut bersama Lee?”: tanya Lee
“Tidak Lee, tempat mommy bukan lagi di bumi. Ada alam semesta lain yang menjadi tempat tinggal mommy sekarang,kau harus kembali sendiri”: jawab lusi
“Tapi Lee tidak mau berpisah dengan mommy lagi”: ucap Lee terisak
“Kau dan mommy tidak pernah terpisahkan sayang, mommy akan selalu ada di dalam hatimu,dan juga Lee akan selalu ada di dalam hati mommy”: ucap lusi
“Sekarang kembalilah, dengar suara mereka yang memanggil mu. Mereka ingin kau kembali Lee”: lanjut lusi
“Tapi Lee masih sangat merindukan mommy”: kata Lee
“Sayang dengar mommy,kau harus kembali. Mommy menyayangi mu, sampaikan salam cinta mommy untuk Daddy. Mommy akan menunggumu dan Daddy di kehidupan selanjutnya”: ucap lusi lalu tiba-tiba semuanya menjadi hitam
“Mommy jangan tinggalkan Lee lagi”: teriak Lee memanggil lusi
“Mommy..hiks..hiks aku ingin bersama dengan mommy!”: ucap Lee terisak
Louis.
“Lee..Lee “: panggil Louis melihat Lee seperti memimpikan sesuatu dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya tapi dengan mata yang masih tertutup
“Louis ada apa?”: tanya khawatir brilliant
“Lee menangis paman,dia tadi memanggil dengan sebutan mommy”: jawab Louis menghapus air mata Lee
“Lee apa kau bertemu dengan mommy? Sampai kau tidak mau kembali. Sayang kami di sini menunggumu. Kami membutuhkanmu, kembalilah”: bisik brilliant di telinga Lee
“Daddy”: ucap Lee perlahan membuka matanya
“Lee!”: ucap Louis dan brilliant