Doctor Is Mine

Doctor Is Mine
Kau yang seharusnya mati,kau yang tidak pantas hidup!



“Bagaimana keadaan mu Lee?”: tanya kakek Kim


“Lee sudah baik-baik saja granpa”: jawab Lee tersenyum kaku pada kakeknya


Terhitung 4hari yang lalu Lee sadar,kini dia belum bisa kembali ke rumah karena luka tembakan yang Lee terima belum sepenuhnya pulih,dia masih perlu pengawasan. Terlebih Louis benar-benar menahannya untuk tetap di rawat di rumah sakit,karena Louis tidak mau mengambil resiko jika Lee kembali dari rumah sakit sebelum benar-benar pulih.


“Kamu kenapa sayang?”: tanya kakek Kim mengelus lembut kepala Lee


“Granpa maaf,karena tidak menemui granpa saat Lee kembali dari Italia”: ucap Lee menundukan wajahnya


“Granpa ingin mendengar penjelasanmu”: kata kakek Kim


“Lee takut jika granpa dan paman Jung marah,saat Lee pergi 7 tahun lalu dari rumah,Lee tidak memberitahu kalian. Lee takut jika kalian marah”: jawab Lee lirih


“Lee apa kau tau kalau selama ini granpa selalu melihatmu dari kejauhan, seperti seorang penguntit. Granpa ingin sekali menghampiri mu setiap kali melihatmu,tapi granpa takut jika kau akan semakin menjauh jika granpa melakukan itu. Daddymu dan pamanmu selalu menjagamu selama kau berada di Italia,mereka selalu ingin mengetahui apa saja yang kau lakukan. Apa dengan itu kau akan masih berpikir bahwa kami akan marah padamu?”: tanya kakek Kim,Lee hanya diam mendengarkan semua ucapan kakeknya tanpa sadar dia meneteskan air matanya, kini Lee benar-benar menyadari jika kepergiannya saat itu tidak hanya melukai Daddynya tapi juga kakek dan pamannya


“Jawabanya tidak Lee! Kami tidak akan pernah bisa marah padamu. Kamu adalah kesayangan kami semua”: lanjut kakek Kim mengusap air mata cucunya itu


“Maafkan Lee granpa,Lee tidak memikirkan perasaan kalian saat Lee pergi dari rumah.Maaf hiks..hikss”: tangis Lee memeluk kakeknya


“Tidak Lee,kakek bangga padamu karena bisa menjadi seseorang yang berpengaruh tanpa bantuan dari siapapun,kau mampu berdiri sendiri, berjuang demi tujuanmu mencari keadilan untuk ibumu.Bukan hanya granpa yang bangga padamu,tapi pasti ibumu yang sangat bangga memiliki putri sepertimu “: ucap kakek Kim


“Hiks..hikss Lee sayang granpa”: tangis Lee memeluk erat kakeknya itu


Brilliant dan Jung memperhatikan mereka berdua dari sofa,hanya doa yang bisa di penjatkan oleh kedua pria itu untuk kebahagiaan Lee. Mereka hanya ingin Lee kesayangan mereka hidup bahagia selamanya.


“Hem..hemmmm” deham Jung membuat Lee menoleh ke arah pamannya


“Apa paman sakit tenggorokan?”: tanya Lee melihat pamannya


“Tidak!”: jawab singkat Jung


“Lalu ada apa denganmu?”: kini kakek Kim yang bertanya pada putranya itu


“Tidak. Kapan kita akan liburan bersama,dulu saat ibunya Lee masih hidup kita sering pergi berlibur bersama?”: tanya Jung tiba-tiba menanyakan hal itu , sejujurnya dia sangat merindukan semua momen bersama keluarganya


“Kita bisa pergi saat Lee benar-benar telah pulih”: jawab brilliant,karena dia juga merindukan kebersamaan mereka


“Apa paman tidak ingin mencari pasangan lebih dulu, sebelum kita liburan?”: tanya Lee menggoda pamannya


Ya Jung pernah menikah tapi setelah itu berpisah karena mantan istrinya saat itu berselingkuh saat masih berstatus sebagai istri sahnya. Kira-kira itu terjadi saat Lee masih duduk di bangku sekolah menengah.Dan sampai sekarang pamannya itu menjadi duda tampan,banyak wanita yang mendekatinya tapi tidak ada satupun yang berhasil mendapatkan hati pamannya.


“Jangan meledekku Lee! Paman ini masih tampan akan sangat mudah mendapatkan wanita”: ucap Jung dengan bangga


“Ya..ya paman memang tampan,tapi sayang hanya modal tampan saja tidak bisa menjamin kebahagiaan.Paman harus mencari seseorang yang bisa menyayangi paman dengan tulus,bukan menyayangi harta pamannya saja”: kata Lee panjang lebar,sejak dulu Lee suka sekali menceramahi pamannya itu


“Lee kenapa kau masih sangat menyebalkan seperti dulu! Kau masih saja suka menceramahi pamanmu yang tampan ini”: ucap Jung membuat wajahnya terlihat seperti kesal


“Hahaha apa yang di katakan Lee benar! Kau jangan bangga dengan tampan mu saja Jung”: kata brilliant tertawa melihat kakak iparnya itu


“Diam kau brilliant! Kau saja sudah menduda lama. Apa kau tidak ingin mencari ibu baru untuk Lee?”: tanya Jung


“Tidak! Lee tidak mau ibu baru. Daddy tidak akan bersama siapapun, karena akan ada Lee yang selalu bersama Daddy!”: tegas Lee sedikit meninggikan suaranya, mendengar pertanyaan yang di lontarkan pamannya untuk sang Daddy


“Kau dengar aku tidak butuh wanita lagi,karena akan ada putriku yang selalu bersamaku. Aku tidak akan pernah bisa berkhianat kepada almarhum istriku”: sambung brilliant mencium kening Lee lama


"Iya sayang, mommy akan selalu menjadi wanita pertama di hat kita berdua.Tidak akan ada yang lain": balas brilliant


“Jung perhatikan ucapan mu,kau ini sudah dewasa!”: bisik kakek Kim , memberikan tatapan tajam kepada putranya itu


“Lee maafkan paman,paman tadi hanya menggoda daddymu saja”: ucap Jung kepada keponakannya itu


“Tidak apa paman,Lee juga minta maaf karena meninggikan suara Lee pada paman tadi”: balas Lee, menatap pamannya


Adikku kau sangat beruntung memiliki putri dan juga suami seperti brilliant, mereka sangat menyayangi mu. Doakan kakakmu ini dari sana,agar secepatnya mendapatkan pendamping yang tulus pada kakakmu ini”: batin Jung


....


Malam harinya kakek Kim, brilliant dan Jung keluar bersama untuk makan malam,mereka pergi karena permintaan Lee yang ingin jika Kakek, Daddy dan pamannya menghabiskan waktu bersama dengan mengobrol,karena Lee tau sangat jarang bagi mereka bertiga berkumpul setelah kepergian ibunya.


“Lee apa lukamu itu masih sakit?”: tanya Gea


Ya Gea berada di sana,karena sebelum brilliant pergi meninggalkan Lee sendiri dia meminta tolong pada Gea untuk menemani Lee.


“Aku terkadang masih merasakan nyeri”: jawab Lee jujur


“Lee aku tidak tau bagaimana lagi saat melihatmu terbaring di meja operasi saat itu,dengan tanganku sendiri yang mengorek tubuhmu untuk mengeluarkan benda laknat itu dari sana.Sungguh aku sangat takut kehilanganmu,kau sudah seperti saudara bagiku, berjanjilah jika kau tidak akan seperti itu lagi.”: ucap Gea dengan tulus membuat Lee terharu


“Gea kau adalah teman pertamaku yang aku dapatkan saat memasuki rumah sakit ini, sebelumnya aku tidak pernah bisa berbaur dengan orang lain,tapi entah kenapa saat mengenalmu aku menjadi nyaman berteman denganmu. Aku sangat menyayangimu Gea,kau juga sudah seperti saudara bagiku,dan terima kasih karena sudah berjuang untuk menyelamatkan aku dari maut.”: balas Lee meraih Gea untuk dia peluk


“Terimah kasih karena sudah mau menjadi bagian dari kehidupanku,aku hanya ingin kita selalu bersama selamanya”: ucap Gea ,dan merekapun saling berpelukan


“Kita akan selalu bersama selamanya”: balas Lee , tersenyum menatap sahabatnya itu


Tok.tok.tok suara ketukan pintu menyadarkan mereka berdua,dengan segera Gea membuka pintu. Tapi saat Gea membuka matanya membulat sempurna melihat siapa yang datang.


“Kau! Buat apa kau di sini?”: tanya Gea mundur kebelakang


“Gea siapa,kenapa kau berteriak?”: tanya Lee, karena teriakan Gea


Sesaat Lee terkejut melihat siapa yang datang,Lee mengepalkan tangannya melihat orang itu. Masuk mendekatinya.


“Mau apa kau sekarang?”: tanya Lee menatap tajam pada orang itu


“Stop! Jangan mendekati Lee”: tahan Gea , melihat orang itu mendekati Lee tapi Gea malah di dorong hingga terjatuh ke lantai


“Gea”: teriak Lee, melihat sahabatnya di dorong


“Seharunya kau mati saja! Entah kenapa aku sangat benci melihatmu”: ucap orang itu dengan santai


“Kau yang seharusnya mati,kau yang tidak pantas hidup!”: balas Lee menatapnya dengan sangat tajam


Louis”: batin Lee


______


Kira-kira siapa orang itu?🙄


(Jawab di kolom komentar)