Doctor Is Mine

Doctor Is Mine
Aku ingin segera menikahimu



Setelah Lee menyelesaikan rutinitasnya setiap malam dia lakukan,Lee memakai piyama tidurnya setelah keluar dari kamar mandi,dengan langkah kaki yang pelan dengan perasaan gugup karen dia tidur di satu ruangan dengan Louis, walaupun Louis sudah berjanji tidak akan melakukan apapun padanya,tapi Lee merasa was-was saja.


Lee melihat Louis yang sudah terlelap dalam keadaan bajunya yang masih lengkap dengan jas.Lee melangkah mendekati Louis.


“Louis bangun,kau perlu ganti baju terlebih dahulu”: kata Lee membangun Louis


“Hmmmm”: Louis membuka matanya menatap Lee dengan tersenyum lalu bangkit menuju kamar mandi


Lee duduk di sofa menunggu Louis keluar dari kamar mandi,sambil memainkan ponselnya.


Nona,kami melihat pria yang foto yang nona berikan ada di rumah kedua wanita itu saat ini.


“Seperti dugaanku kedua wanita itu pasti menghubungi dokter Bram!”: gumam Lee setelah membaca pesan teks dari anak buahnya


Tetap awasi mereka!.


“Kau belum tidur?”: tanya Louis yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat Lee yang sedang sibuk dengan ponselnya


“Aku menunggumu”: jawab Lee tersenyum pada Louis


“Sekaranh ayo tidur”: ajak Louis


Lee sejenak terdiam,saat Louis mengajaknya tidur.


“Lee ayo,ini sudah sangat larut malam”:ucap Louis lagi melihat Lee hanya diam saja


“Duluan saja!”: kata Lee ,dia begitu gugup jika harus tidur di satu ranjang bersama Louis


“Tidak! Sekarang kita harus tidur”: serkas Louis menarik lengan Lee untuk naik ke atas tempat tidur


“Louis ta_”


“Tidurlah! Aku sudah berjanji padamu tidak akan melakukan apapun. Kau harus percaya padaku”: kata Louis memejamkan matanya dengan memeluk Lee , menjadikan lengannya sebagai bantal untuk kekasihnya itu


Lee membalikkan badannya agar berhadapan dengan Louis.Lee memandangi wajah tampan kekasihnya itu,dia bersyukur karena bisa mendapatkan pria yang begitu mencintainya dan juga menghormati dirinya.


“Aku tau,aku sangat tampan”: ucap Louis dengan mata terpejam


“Ck! Kau narsis sekali tuan!”: cibir Lee


Louis membuka matanya menatap wajah cantik kekasihnya yang kini berada di dalam dekapannya, berbaring bersamanya.


“Aku ingin segera menikahimu”: kata Louis tiba-tiba


“Why?”: tanya Lee,karena Louis tiba-tiba mengatakan itu


“Aku ingin selalu berada di dekatmu,aku ingin menjagamu dari apapun itu,aku ingin selalu membuat mu bahagia dan masih banyak lagi yang ingin aku lakukan denganmu”:jawab Louis, menatap manik mata grey Lee


“Terimah kasih karena telah memberikan aku begitu banyak cinta dan kasih sayang yang tulus darimu. Tapi bisakah kau menunggu sampai semua tujuanku menjadi seorang dokter usai?”: tanya Lee


“Aku akan selalu menunggumu, setelah semuanya selesai, aku ingin kita segera menikah”: jawab Louis,dan Lee hanya tersenyum menatap lembut kekasihnya itu


“Louis apa aku boleh bertanya?”: tanya Lee,dia sudah lama sekali ingin menanyakan sesuatu pada Louis


“Apa sayang, katakanlah”: jawab Louis mengeratkan pelukannya di pinggang Lee


“Saat kau koma,aku tidak sengaja mendengar ibumu mengatakan jika kau mempunyai adik yang kecelakaan 3 tahun lalu?”: tanya Lee


Lama Louis diam,dia kini sedang memikirkan mama dan papanya pasti sangat khawatir saat dirinya koma,pasti mengingatkan orangtuanya terhadap kecelakaan maut yang di alami adiknya tiga tahun lalu yang membuatnya meninggal dunia.


“Sebaiknya kita tidur”: kata Lee, menenggelamkan wajahnya di dada bidang Louis


“Namanya Alena dia meninggal 3 tahun lalu setelah mengalami kecelakaan. Selama 2 bulan dia koma di rumah sakit,dan akhirnya di nyatakan meninggal karena Alena hanya bertahan karena alat-alat medis”: kata Louis menceritakan apa yang di alami oleh adiknya yang paling dia sayangi


“Aku gagal menjadi kakak yang baik untuknya,aku tidak bisa menjaganya”: lanjut Louis


“Louis ada satu hal yang tidak bisa kau cegah,dan itu adalah takdir. Alena pasti bangga memiliki kakak sepertimu,jangan bersedih aku yakin jika Alena bisa melihat mu dia pasti ikut sedih melihat mu sedih seperti ini”: ucap Lee mengelus lembut punggung lebar Louis


Louis tersenyum menatap lembut kekasihnya, setelah kematian Alena adiknya dia menjauhkan dirinya dari wanita,tapi sejak dia bertemu dengan Lee, dirinya seakan hidup kembali. Lee seakan penyemangat hidup baginya.


“Terima kasih karena sudah hadir dalam hidupku. Kau benar takdir tidak bisa aku lawan,dan aku juga bersyukur karena takdir bisa mempertemukan kita. Aku mencintaimu selamanya Lee “: ucap tulus Louis mencium pucuk kepala Lee


“Me too”: balas Lee,


Terharu dengan apa yang baru saja di ungkapkan oleh Louis,Lee juga merasakan hal yang sama dengan Louis.Lee juga sangat bersyukur karena di dalam takdirnya dia di pertemukan oleh sosok seperti Louis. Pria yang sangat di cinta oleh Lee,Lee hanya berharap takdirnya bisa bersama Louis selamanya.


Kedua sepasang kekasih itu akhirnya tidur,dalam keadaan saling berpelukan. Mereka hanya bisa bergantung doa pada Tuhan agar mereka bisa bersama selamanya.


....


Keesokan harinya pagi-pagi sekali Lee sudah bangun,saat matanya terbuka dia melihat ke sampingnya, pemandangan yang baru pertama kali dia lihat jika bangun di pagi hari. Tak lain adalah wajah tampan Louis.Cukup lama Lee memandangi wajah kekasihnya yang masih terlelap.


Akhirnya Lee turun dari tempat tidur, setelah menyingkirkan lengan kekar Louis yang memeluknya.Lee masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah 30 menit berada di dalam kamar mandi akhirnya Lee keluar dengan fashionablenya,yang membuat Lee semakin cantik dan terlihat dewasa.


“Kau mau kemana,sudah rapi?”: tanya Louis melihat Lee keluar dari kamar mandi dengan baju yang sudah rapi


“Aku ingin mengerjakan sesuatu sebelum kita kembali ke negara X. Sekarang kau mandi aku akan membuatkan sarapan.”: jawab Lee melihat Louis yang masih berada di atas tempat tidur


“Apa yang akan kau lakukan?”: tanya Louis lagi, kini sudah berada di belakang Lee yang sedang memakai makeup


“Dokter Bram ada di sini! Aku ingin melihat apa yang akan mereka lakukan?”: jawab Lee ,yang kini sudah terlihat cantik dengan makeup tipis


“Dokter Bram?”: tanya lagi Louis,dia benar-benar tidak tau jika Bram ada di Italia saat ini


Kenapa Rian tidak mengabari aku!”: batin Louis


“Ya kau akan tau nanti! Sekarang mandi sana,lalu sarapan”: jawab Lee ,lalu keluar dari kamar menuju dapur untuk membuat sarapan untuknya dan Louis


Setelah Lee keluar dari kamar, Louis segera ke kamar mandi. 20 menit Louis di dalam kamar mandi dia sudah keluar dengan baju non formal tidak seperti biasanya yang selalu memakai jas,kini Louis semakin terlihat tampan dan lebih muda lagi dengan memakai kaos putih polos dan celana crem di padukan dengan sepatu berwarna putih.


“Kau sudah selesai,kita sarapan sekarang maaf aku hanya bisa membuat nasi goreng”: kata Lee ,saat melihat kekasihnya masuk ke dalam dapur


Tumben sekali dia tidak memakai pakai formal”: batin Lee,dia begitu terkesima saat melihat Louis yang tidak memakai pakaian formal, Louis tampak berbeda dari biasanya


“Aku tampan ,ya aku tau! Aku hanya milikmu sayang”: kata Louis yang sedari tadi melihat Lee yang memperhatikan dirinya


“Ck! Kau ini kenapa, narsis sekali”: balas Lee,dia begitu malu karena ketahuan mengagumi sosok pria di hadapannya saat ini


“Tapi kau akui bukan jika kekasihmu ini tampan”: goda Louis menarik turunkan alisnya menatap Lee


“Aku tidak pernah mengatakan jika kau tampan! Dan aku juga menyukaimu bukan karena rupamu”: ungkap Lee ,dia mencintai Louis karena kebaikan Louis padanya dan juga cinta yang tulus yang di tunjukkan oleh Louis


“Habiskan sarapanmu”: lanjut Lee tersenyum pada Louis