
“Louis bagaimana bisa ini semua terjadi,kenapa Lee bisa dalam kondisi seperti ini?”: tanya Karin yang baru saja tiba di rumah sakit bersama kerta setelah mendapat kabar tentang Lee
“Ini semua di luar dugaan Louis mah,Louis tidak bisa menjaganya! Ini semua salah Louis”: Louis begitu tidak berdaya dengan semua yang di alami kekasihnya
“Louis tidak mau kehilangan Lee mah,cukup Alena tapi tidak dengan Lee”: lanjut Louis, terduduk di lantai dengan memeluk Karin
“Lee akan baik-baik saja,Lee akan berkumpul dengan kita semua nak”: kata kerta untuk kedua kalinya dia melihat putranya tak berdaya, seperti orang yang kehilangan arah
Karin sudah tidak bisa menahan air matanya,dia sungguh tidak tega melihat putranya seperti itu. Untuk kedua kalinya louis seperti itu,saat kematian adiknya Alena dan sekarang Lee yang ada di dalam ruang operasi berjuang untuk hidup.
“Louis”: panggil brilliant mendekat
“Paman”: lirih Louis
“Maaf,maafkan Louis tidak bisa menjaganya dengan baik. Louis takut kehilangannya paman”: tangis Louis, untuk pertama kalinya seorang Louis menangis demi seorang wanita
“Kau sudah menjaganya dengan baik,jangan menyalahkan dirimu.Paman yakin Lee bisa melewatinya,dia akan kembali bersama kita”: ucap brilliant menepuk pundak Louis
“Louis telah melamarnya paman,kami sudah berjanji untuk bersama selamanya”: kata Louis dengan lirih
Brilliant,Kerta dan Karin terkejut sekaligus bahagia mendengar jika Louis telah melamar Lee. Mereka berharap Lee baik-baik saja.
“Kamu harus yakin jika Lee akan baik-baik saja, dia wanita yang kuat”: ucap brilliant dan di balas anggukan oleh Louis
“Lee akan baik-baik saja sayang,kita hanya perlu bersabar”: kata karin memeluk Louis menenangkan putranya, sebagai seorang ibu dia tau bagaimana luka yang di rasakan putranya
Ruang operasi terbuka,selama kurang lebih 6 jam lampu ruangan operasi itu menyalah, akhirnya mati juga, menandakan jika operasi telah selesai. Dan di sana keluarlah Gea bersama dengan Harry.
“Gea bagaimana keadaannya?”: tanya Loius,dengan sangat serius menatap Gea
“Hiks..hikss.. Lee mengalami kritis,kurang lebih 2cm peluru hampir saja menembus jantungnya. Dua peluru yang di keluarkan dari tubuh Lee memiliki zat beracun. Tapi untungnya kita langsung mengambil tindakan jadi racun itu tidak menyebar ke seluruh tubuhnya”: jawab Gea dengan air mata yang mengalir membasahi wajahnya,dia begitu tidak tega saat dirinya sendiri yang mengoperasi Lee
Louis mengepalkan tangannya,dia begitu marah karena tidak bisa mengetahui niat jahat Bram. Dan juga dia sangat sedih karena kekasihnya kini mengalami kritis, setelah hampir saja kehilangan nyawa.
Brilliant sudah tidak bisa berkata apapun lagi, mendengar putrinya mengalami kritis. Dia kini tidak tau lagi apa yang harus dia lakukan,tanpa putrinya dia begitu tak berdaya.
“Aku ingin melihatnya”: kata brilliant pada Gea
“Tuan brilliant anda bisa melihat Lee setelah dia di pindahkan ke ruang rawat inap”: ucap Gea dan di balas anggukan oleh brilliant
Harry menatap Louis,dia tau Louis pasti sangat sedih karena wanita yang di cintainya mengalami kritis. Harry tau itu karena dia juga merasakan hal yang sama,dia juga mencintai Lee.
“Dia akan baik-baik saja, berdoalah kepada Tuhan”: kata Harry menepuk pundak Louis
Louis hanya diam saja tanpa menjawab Harry,dia hanya menatap Harry dan mengangguk.
...
“Sayang, bangunlah”: ucap brilliant menggenggam tangan kanan Lee
“Lee jika kau bertemu dengan mommy, katakan jika Daddy merindukannya. Dan kembalilah sayang,jangan pergi meninggalkan Daddy seperti mommy”: lanjut brilliant mengusap air matanya
“Brilliant,kau harus tegar dan sabar”: ucap kerta pada sahabatnya itu
“Kerta Lee satu-satunya yang aku punya,aku tidak akan pernah merelakannya pergi kemanapun.”: kata brilliant, menatap Lee yang terlihat sangat pucat
“Dia tidak akan kemana-mana brilliant! Lee akan kembali berkumpul dengan kita”: ucap kerta
“Aku hanya berharap apa yang kau katakan benar”: kata brilliant tanpa melihat sahabatnya itu
“Dia pergi mencari Bram”: jawab kerta
“Kenapa kau membiarkan Louis ikut mencarinya,apa kau tidak takut jika putramu akan membunuhnya?”: tanya brilliant
“Bram memang pantas mati!”: jawab kerta
“Sebaiknya kita makan, brilliant kau juga makan. Aku tau kau belum makan seharian ini”: kata karin yang baru saja masuk setelah keluar membeli makan malam untuk suami dan juga brilliant
“Kalian duluan saja”: jawab brilliant
“Brilliant jangan seperti anak kecil! Kau harus makan, untuk bisa menjaga Lee. Ayo kita makan bersama-sama”: tegas Karin kepada sahabatnya itu
“Ayo brilliant,kau tidak akan punya tenaga jika tidak makan”: sambung kerta
Akhirnya brilliant menurut,ikut duduk makan bersama Kerta dan Karin.
“Aku tidak menyangka Louis telah melamar Lee”: kata brilliant di sela-sela makannya
“Aku bahagia dengan kabar itu,aku hanya berharap calon menantu ku segera sadar”:ucap Karin memandang ke arah ranjang yang di tempati oleh Lee
“Sejak Lee lahir,Louis sudah di pilih untuknya oleh Lusi”: kata brilliant
“Kau benar,aku dan Lusi pernah berjanji jika suatu saat nanti jika anak-anak kami lawan jenis,mereka akan kami persatukan. Tapi tidak di sangka tuhan sudah berkehendak lebih dulu, mempertemukan mereka dan saling jatuh cinta”: jawab Karin meneteskan air matanya
“Jika aku melihat Lee,aku seperti melihat putriku Alena.”: sambung Karin mengusap air matanya dengan kasar
Kerta mengelus lembut pundak istrinya,dia tau betapa istrinya terluka setelah kepergian putrinya.Dan melihat Lee yang terbaring di atas ranjang tanpa tau kapan akan sadar, kembali membuka luka lama istrinya dan juga kerta sendiri.Bagaimanapun mereka telah memberikan kasih sayang yang begitu besar kepada Lee, menganggap Lee seperti putri kandung mereka.
...
Sedangkan di seluruh penjuru negeri sedang di hebohkan dengan apa yang mereka baca di situs web yang mengungkapkan apa yang baru saja terjadi pada keluarga pebisnis brilliant.
Kini nama Lee sebagai keturunan brilliant menjadi trending satu dalam situs bisnis dunia. Nama Lee dan foto-foto Lee bersama brilliant,dan Louis sudah tersebar. Dan juga kejadian penembakan yang di alami Lee membuat semua orang merasakan prihatin kepada Lee.
Berita itu sampai di telinga kakek dan paman Lee. Mereka begitu terkejut melihat berita yang di situs bisnis hari ini.
“Papa cepat kemari”: teriak Jung memanggil papanya
“Ada apa kau sampai berteriak seperti itu?”: tanya kakek Kim yang menghampiri putranya
“Papa lihat berita itu”: tunjuk Jung ke arah televisi
Kakek Kim memperhatikan secara ditaeil yang sedang menjadi topik pembicaraan.Seketika matanya membulat sempurna setelah lama memahami isi berita di televisi.
“Siapkan mobil kita ke sana sekarang!”: tegas kakek kim
Ada apa dengan cucuku? Lusi papa mohon jaga putrimu dari sana”: batin kakek Kim, dadanya kini terasa sesak
Kini Jung dan juga kakek Kim sudah berada di dalam perjalanan menuju rumah sakit tempat Lee di rawat.
“Papa kenapa brilliant tidak memberitahu kita jika Lee sudah kembali dari Italia?”:tanya Jung terlihat kesal karena tidak mengetahui jika ponakannya sudah kembali dari Italia
“Brilliant harus menjelaskan semuanya”: ucap kakek Kim
Tak lama kemudian mereka tiba di rumah sakit,dengan cepat keduanya berjalan menuju resepsionis untuk menanyakan kamar yang dihuni oleh Lee.
Setelah mengetahui kamar inap Lee Jung dan kakek Kim segera menuju kesana.