
Keesokan harinya Louis dan yang lainnya berencana akan berlayar,mereka semua telah bersiap-siap untuk hari yang akan mereka habiskan di tengah laut.
“Kemana Gea,kenapa dia belum turun?”:tanya Farrel yang baru saja bergabung bersama Doni di meja makan dengan yang lainnya
“Kemana dia, ini sudah waktunya sarapan?”: sambung Doni juga bertanya
“Aku akan menyusulnya ke atas”: kata Lee beranjak dari tempat duduknya,tapi di cegat oleh Rian
“Biarkan aku saja Lee,aku yang akan memanggilnya”:ucap Rian kepada Lee dan di balas anggukan
Rian segera menyusul Gea yang dia pikir masih berada di dalam kamarnya.
Tok.tok.tok
“Gea,apa kau di dalam?”: panggil Rian mengetuk pintu kamar Gea
“Gea”: panggil lagi Rian ,tak mendapatkan jawaban dari sang empu kamar
“Ya,ada apa Rian?”: tanya Gea yang baru saja membuka pintu
“Kenapa kau belum turun?,semua orang telah menunggumu untuk sarapan sebelum kita berangkat untuk berlayar”: jawab Rian , melihat Gea tampak lebih cantik hari ini tapi dengan mata sedikit sembab tapi Rian tidak mempertanyakan hal itu karena dia tau semalam Gea menangis
“Ah iya maaf,aku baru saja selesai bersiap”: ucap Gea berusaha menetralkan dirinya saat bersama dengan Rian
“Ayo kita turun”: ajak Rian dan di balas anggukan kecil oleh gea
Kini mereka telah bergabung bersama dengan yang lainnya.
“Kau kenapa Gea,kenapa matamu sembab?”: tanya Lee melihat Gea yang baru saja duduk bergabung di meja makan dengan keadaan mata sembab
Itu mengalihkan perhatian Louis,Doni dan Farrel kepada Gea.
“Tidak apa-apa Lee,semalam aku hanya kelilipan mata , sehingga membuat mata aku sembab”: jawab Gea tersenyum manis pada Lee
“Yakin?”: tanya Lee tapi menatap Rian dengan tatapan tajam
“Iya Lee, tidak perlu khawatir”: jawab Gea meyakinkan Lee
“Berhenti menatap aku seperti itu Lee, kalau tidak kekasihmu itu akan melenyapkan aku karena kau menatap aku seperti itu”: kata Rian dengan acuh,karena mendapatkan tatapan tajam dari Lee
Louis lalu menatap Lee yang berada di sampingnya.
“Ada apa?”: tanya Louis pada Lee
“Tidak apa, kita sarapan sekarang saja”: jawab Lee ,dan hanya di balas anggukan oleh Louis
Louis memimpin doa sebelum makan.
Merekapun makan tanpa adanya suara,karena mereka masih memegang tradisi dari keluarga mereka yang mana dari mereka semua masih menjalankan tradisi itu walaupun bersama dengan para sahabatnya.
Selesai sarapan,mereka semua akan segera berangkat untuk memulai liburan di hari pertama mereka dengan berlayar.
“Apa semuanya sudah siap?”: tanya Doni
“Yaaa”: jawab mereka semua
“Sebelum berangkat kita berdoa lebih dulu,agar tuhan selalu menjaga kita semua”: kata Doni dan mereka semua berdoa agar tuhan selalu menjaga mereka dan kembali dengan selamat
“Let's go”: kata mereka serempak
Mereka semua lalu berjalan menuju kapal yang sudah siap mereka tumpangi untuk berlayar.Cukup berjalan selama 10 menit dari vila untuk menuju ke kapal.
“Ayo naik,berikan tanganmu”: kata Louis membantu Lee untuk naik ke kapal
Dengan senang hati Lee memberikan tangannya agar Louis bisa membantunya untuk naik ke atas kapal.
“Ayo aku bantu”: kata Rian mengulurkan tangannya di hadapan Gea
“Tidak aku bisa sendiri”:ucap Gea menolak untuk di bantu oleh Rian
“Ayo berikan tanganmu,biarkan aku membantu mu”: kata Rian memaksa dengan tatapan matanya dengan Gea yang kini beradu pandang
“Hmmm”: deham Doni karena Rian dan Gea malah asik bertatap mata
“Louis bisakah kau membantuku naik?”: tanya jenny, menjulurkan tangannya kepada Louis yang sudah berada di atas kapal
Louis hanya menoleh sekilas,tanpa menjawab apapun Louis sama sekali tidak berminat membantu jenny untuk naik.
“Louis jenny meminta bantuan mu”: kata Lee yang melihat jenny yang meminta tolong kepada Louis ,tapi kekasihnya itu malah tidak memperdulikan jenny sama sekali
“Dia memiliki kaki,tangan dia bisa naik sendiri jika memang tidak bisa kenapa dia tidak meminta bantuan dengan sepupunya saja”: jawab acuh Louis berjalan menjauh dari sana setelah mengatakan itu
“Biarkan aku yang membantu mu”:ucap Lee menjulurkan tangannya kepada jenny
“Harry ayo bantu aku,aku tidak bisa naik”: kata jenny kepada harry menghiraukan Lee yang ingin membantunya naik
Harry dengan cepat membantu jenny untuk naik ke atas kapal.
“Jenny maaf, mungkin Louis sedang ada masalah makannya dia bersikap seperti itu”:kata Lee meminta maaf kepada jenny atas sikap kekasihnya tadi
Tapi jenny hanya diam saja,tidak menjawab Lee bahkan jenny membuang muka ke arah lain agar tak melihat Lee.
“Ayo duduk, Lee kau bisa keram jika lama berdiri”: kata Harry karena memang kini kapalnya sudah berjalan dengan di ambil alih oleh Louis dan Rian yang menjalankan kapalnya
“Terimah kasih dokter Harry”: ucap Lee seadanya
“Aku akan ke depan saja menyusul Louis”: lanjut Lee
Baru saja Lee berbalik,Harry mencegatnya dengan memegang tangan kanan Lee.
“Bisakah kau berbicara normal saja dengan ku, seperti aku memanggil mu dengan sebutan nama”: kata Harry tanpa melepaskan tangan Lee yang dia pegang
Tak jauh dari mereka Louis melihat Harry yang berani menyentuh kekasihnya, Louis mengepalkan tangannya dengan segera Louis berjalan mendekati Lee dan Harry.
"Dokter Harry sebaiknya lepaskan tanganmu!": kata Lee karena dia takut itu terlihat oleh Louis
Baru saja Lee ingin melepaskan tangannya dari Harry , tiba-tiba seseorang melepaskan tangan harry secara kasar dari tangan Lee.
“Jangan pernah berani menyentuh wanitaku!”:kata Louis menatap tajam Harry
Jenny yang melihat Louis dan Harry memanas membuatnya tersenyum licik.
“Louis”: ucap Lee memegang lengan Louis dengan erat bertujuan agar Louis bisa menahan emosinya
“Hanya memegang tangannya saja,apa aku salah?”: tanya Harry menantang balik Louis dengan tatapan mata yang tak kalah tajam
“Apa yang aku miliki,tidak akan aku biarkan orang seperti mu menyentuh milikku termasuk wanitaku”: emosi Louis , mengepalkan tangannya siap menonjok Harry
“Louis jangan lakukan itu di hadapan ku”: ucap Lee memeluk Louis dengan sangat erat
Dari bagian depan kapal,Gea dan Rian melihat kejadian itu. Gea ingin melihat apa yang sedang terjadi dengan sahabatnya bersama Harry,tapi Rian mencegatnya.
“Biarkan saja, Louis bisa menyelesaikan itu semua”: kata Rian kepada Gea
“Tapi bagaimana jika mereka berantem Rian?”: tanya Gea khawatir jika Louis dan Harry sampai berantem
“Percayalah, Louis tidak akan pernah melakukan itu dia hadapan Lee”: jawab Rian ,dia sangat mengenal Louis yang tidak akan melakukan kekerasan apapun di hadapan orang-orang yang dia sayangi
Farrel dan Doni segera menengahi Louis dan Harry yang sudah semakin memanas.
“Louis hentikan,di sini kita sedang berlibur kenapa kalian malah ribut!”:kata Farrel
“Lee bawah Louis dari sini”: kata Doni
“Baik kak”: jawab Lee
“Ayo Louis”: ajak Lee membawa Louis ke bagian depan kapal
“Dan kalian,aku tidak mau tau jika kalian masih ingin ikut bersama kami,jangan membuat kegaduhan!”: ancam Doni menatap tajam Harry dan jenny ,lalu pergi dari sana
“Aku tidak tau apa yang membuat Lee bisa mengajak kalian ikut bersama kami,tapi yang kalian berdua harus ingat bahwa aku akan selalu memperhatikan pergerakan kalian!”: kata Farrel kepada Harry dan jenny
“Silahkan saja!”:ucap jenny menantang balik Farrel , Sesaat mereka berdua saling memberikan tatapan tajam
Farrel lalu menyusul Doni yang sudah bergabung bersama dengan Louis dan Lee.