Doctor Is Mine

Doctor Is Mine
Aku baru tau jika aku bersama dengan pria berdarah dingin



Keesokan harinya sesuai yang di katakan Louis jika dia akan mengajak Lee untuk jalan-jalan di hari weekend.


Jam 9 pagi Louis sudah berada di kediaman Brilliant menjemput Lee.


Sementara itu Lee bersiap-siap di kamarnya, sedangkan Louis sendiri sedang mengobrol dengan tuan Brilliant di ruang tamu.


"Paman,Louis ingin mengajak Lee hari ini jalan-jalan": ijin Louis pada tuan Brilliant


"Baiklah,aku harap kamu bisa menjaga putriku selama bersama mu": kata tuan Brilliant


"Pasti paman,aku akan menjaga Lee":jawab Louis dengan yakin


Lee turun dari lantai 2 dengan penampilan casualnya.


Mengunakan kaos putih polos di padukan dengan rok jeans di atas lutut, memakai sepatu sneaker putih dengan rambut di gerai,tak lupa dengan tas kecil dengan warna yang senada.


Sungguh penampilan Lee membuat Louis terpesona akan ke cantiknya.


"Putri daddy sangat cantik": puji tuan Brilliant melihat putrinya


"Terimakasih dad":balas Lee dengan senyuman


"Ayo": ajak Lee pada Louis


"Paman kalau begitu Louis dan Lee pergi dulu": pamit Louis pada tuan Brilliant


"Daddy Lee pergi dulu": sambung Lee mencium kedua pipi ayahnya itu


"Hati-hati di jalan,Louis aku titip putriku":pesan tuan Brilliant


"Siap paman": kata Louis lalu keluar dari rumah itu bersama dengan Lee menuju ke mobil milik Louis


Sedangkan tuan Brilliant mengabari anak buahnya yang bertugas untuk menjaga Lee selama berada di luar rumah,untuk menjaga Lee dari kejauhan,dan mengabari semua yang di lakukan putrinya dengan Louis.


Meskipun tuan Brilliant percaya pada Louis untuk menjaga putrinya Lee,tapi tuan Brilliant tidak mau jika sampai lengah dari musuhnya yang mengincar putrinya sebagai kelemahannya.


"Kita mau kemana?": tanya Lee setelah mobil Louis sudah meninggal halaman rumahnya


"Kemana kamu ingin pergi?": tanya balik Louis yang sedang menyetir


"Kamu yang mengajak aku Louis,kenapa kamu malah bertanya aku ingin kemana":kata Lee karena Louis malah bertanya ingin kemana padanya,sudah jelas-jelas Louis yang mengajaknya di hari weekend


"Kemana yang ingin kamu datangi?": tanya lagi Louis


Lee lalu memikirkan tempat yang sangat ingin dia datangi,karena Louis mempertanyakan hal itu.


"Aku ingin ke taman bermain,apa kamu akan membawaku ke sana?": tanya Lee setelah menjawab pertanyaan Louis


"Kemanapun kamu ingin pergi aku akan mengantarmu": jawab Louis tersenyum manis pada Lee


Haha,ada apa lagi dengan jantungku kali ini?


Apa aku terkena serangan jantung setelah melihat dia tersenyum padaku?": batin Lee menjadi tidak karuan setelah Louis memasang senyuman manisnya


Beberapa saat kemudian mereka berdua tiba di taman bermain.


Setelah Louis memarkirkan mobilnya, mereka berdua turun dari mobil menuju pembelian karcis untuk bisa masuk kedalam taman bermain.


"Tunggu di sini,aku beli karcisnya dulu": kata Louis dan di balas anggukan oleh Lee


"Hmmm baiklah aku tunggu.


Tapi jangan terlalu lama": balas lee


Lalu Louis meninggalkan Lee sendiri,untuk membeli karcis.


Saat Louis pergi,Lee hanya duduk seorang diri, tiba-tiba ada seseorang yang duduk tepat di sampingnya.


"Maaf apa aku boleh duduk di sini?": tanya pria itu yang terlihat cukup tampan dengan wajah yang oval dan kulit putih,tapi jika dia bandingkan dengan Louis,tentu pria itu kalah tampannya dengan Louis


"Tidak perlu meminta izin pada saya,anda juga sudah duduk terlebih dahulu bukan": jawab Lee dengan wajah datar tanpa senyum sama sekali


Pria itu terdiam, melihat Lee yang sangat acuh padanya.


"Hmmm..


Apa kau sendiri nona?": tanya pria itu lagi pada Lee,dia hanya ingin berkenalan dengan Lee


Tapi pertanyaannya itu di acuhkan oleh Lee,Lee terlalu malas untuk meladeni orang-orang yang ingin dekat dengannya.


Lee tidak terlalu suka dengan itu.


"Kenalkan aku peter": kata peter memperkenalkan dirinya, menjulurkan tangannya pada Lee


"Sayang": panggil seseorang dan Lee langsung menengok ke asal suara yang sangat dia kenal,tak lain adalah Louis sudah kembali dari membeli karcis


Lee langsung bangkit dari tempatnya, mendekat ke Louis, bergelayut di lengan Louis.


Peter yang melihat Lee langsung bangkit, mendekat ke arah pria yang memanggilnya sayang,peter terkejut melihat pria itu.


"Tuan Louis ": sapa peter mendekati Louis


"Oh halo tuan peter, kebetulan sekali kita bisa bertemu di sini": balas Louis


Peter adalah salah satu rekan bisnis Louis dari, Inggris.


"Iya tuan Louis,saya hanya sedang berjalan-jalan di taman bermain ini, sebelum saya kembali ke Inggris": kata peter tapi matanya terus saja memandangi Lee


Louis yang melihat itu menjadi tidak suka,Louis tidak rela jika miliknya di pandangi pria lain.


"Maaf tuan peter,kalau begitu saya permisi lebih dulu,saya rasa kekasih saya sudah merasa bosan": tutur Louis kesal karena peter terus saja memandangi Lee


"Maaf tuan apa wanita ini adalah kekasih anda?": tanya peter menghalangi jalan Louis dan Lee agar tidak pergi dulu


"Calon istri saya tuan peter,ada apa?": tanya Louis menatap tajam peter


Lee terkejut mendengar Louis mengatakan jika dirinya adalah calon istrinya.


Entah kenapa dia merasa bahagia saat Louis mengatakan itu.


"Ah tidak apa-apa tuan Louis saya hanya cukup terkejut,karena selama ini tuan sama sekali tidak pernah di gosipkan bersama dengan wanita": jawab peter tapi masih memandangi Lee


Lee yang terus saja di pandangi oleh peter menjadi risih.


"Tuan apa ada yang salah dengan saya,kenapa sedari tadi anda melihat saya seperti itu?": tutur Lee sudah muak dan langsung mempertanyakan pada peter


Louis mengepalkan tangannya mendengar ucapan peter, beraninya dia merendahkan wanita yang sangat dia cintai di hadapannya.pikir Louis.


"Tuan peter saya harap anda bisa menjaga mulut anda itu,jika anda masih ingin berkembang dalam dunia bisnis.


Berani sekali anda merendahkan wanitaku di hadapanku": tegas Louis menatap tajam peter seolah itu sebuah ancaman


Jika saja aku tidak berada di tempat umum,sudah ku pastikan jika semua gigimu itu sudah rontok": batin Louis geram


Lee menenangkan Louis yang sudah tersulut emosi,karena peter merendahkan dirinya.


"Tenanglah,jangan sampai namamu menjadi tercoreng hanya karena masalah seperti ini": kata Lee memegang dada Louis agar tenang,lalu Lee beralih menatap peter pria yang sudah berani merendahkan dirinya tanpa tau siapa dia sebenarnya


Apa ini adalah salah satu alasan Daddy menyembunyikan identitasku?": batin Lee sedikit mengerti jika masih banyak orang yang menilai dari penampilan,yang rendah di di rendahkan yang tinggi di sanjung


"Tuan peter yang terhormat.


Saya memang wanita dari kalangan bawah, mungkin menurut anda saya tidak pantas untuk menjadi pendamping tuan Louis.


Tuan Louis sendiri yang memilih saya,apa anda pikir saya ingin bersama dengan tuan Louis hanya karena dia seorang miliarder?": tanya Lee dengan tenang


"Saya tidak mengatakan itu nona,tapi anda benar nona seorang miliarder tidak pantas bersanding dengan wanita kalangan bawah yang rendahan?": peter sepertinya benar-benar menghiraukan ancaman Louis


"Beraninya kau!!": Louis benar-benar sudah tersulut emosi,dia langsung mencengkeram kerah baju peter


"Louis hentikan,kita akan menjadi pusat perhatian jika kamu memberikan dia pelajaran di tempat ini": kata Lee mencoba melepaskan cengkraman Louis dari peter


"Daddy selalu mengawasi aku,kamu harus ingat itu": bisik lee dan Louis langsung menghempas peter hingga tersungkur ke tanah


Louis berjongkok menatap tajam peter.


"Sudah ku peringatkan untuk menjaga mulutmu itu,tapi kau menghiraukannya.


Sekarang petiklah hasil yang kau perbuat,ku pastikan namamu sebagai pebisnis akan hilang dalam beberapa jam kedepan": kata Louis lalu berdiri mengeluarkan ponselnya menghubungi rian asistennya


"Halo rian.


Dalam beberapa jam kedepan aku mau nama pebisnis Peter Orlando,hilang dari daftar pebisnis,buat dia bangkrut sampai dia berpikir lebih baik dia mati atau harus hidup di jalan menjadi gelandang": Louis berkata dengan tenang memandangi wajah pucat pasih peter yang masih duduk di tanah


Apa yang sudah aku lakukan,bodoh kamu Peter bisa-bisanya kamu mengundang kematianmu sendiri": batin peter menyesali apa yang sudah dia lakukan,dia telah menyinggung secara langsung Louis yang terkenal berdarah dingin dengan segala kekuasaannya


Peter dengan cepat meminta maaf pada Louis dan Lee,di memohon agar apa yang dia katakan Louis tidak benar-benar dia lakukan.


"Tuan saya menyesali perbuatan yang sudah saya lakukan,saya mohon jangan lakukan itu, bagaimana dengan nasib keluarga saya nantinya": kata peter memohon di hadapan Louis dan Lee ,itu menjadi pusat perhatian di taman bermain


***Pria itu sepertinya sudah menyinggung tuan Louis,aku rasa tidak akan ada ampun baginya*


*Pasti pria itu telah memprovokasi tuan Louis yang terkenal berdarah dingin,berani sekali dia mencari masalah dengan tuan Louis*


*Ya tuhan pria itu menggalih kuburannya sendiri***


Itulah omongan para pengunjung di taman bermain itu,yang mengenal Louis sebagai seorang miliarder dan juga manusia berdarah dingin,tanpa belas kasih sedikitpun.


"Kau pasti sudah mengenal aku bukan tuan peter,bahwa seorang Louis Ardana Kertanegara tidak memiliki belas kasih pada orang yang sudah memprovokasinya": kata Louis lalu menarik tangan Lee meninggalkan Peter yang masih bersimpuh di tanah


Apa dia benar-benar melakukan itu?": batin Lee cukup terkejut melihat cara Louis membalas seseorang


"Lee apa kamu masih mau melanjutkan bermain di sini?": tanya Louis setelah cukup jauh dari tempat kejadian tadi


"Iya aku mau bermain dengan semua wahana di sini": jawab Lee ,dia sengaja tetap ingin berada di taman bermain itu karena Louis masih dalam suasana hati yang buruk,jika mereka berdua bermain wahana itu akan merubah suasana hati Louis menjadi lebih baik.pikir Lee


"Baiklah": kata Louis


Mereka lalu mencoba semua wahana,yang di pikirkan Lee benar,kini suasana hati Louis kembali baik,hanya melihat senyuman Lee membuat Louis menjadi melupakan semua yang baru saja terjadi.


"Aku sungguh lelah": kata Lee setelah keluar dari wahan terakhir yang dia coba bersama Louis


Louis melihat wajah lelah Lee , menjadi tidak tega,lalu Louis berjongkok di hadapan Lee, menyuruhnya untuk naik ke punggungnya.


"Apa yang kau lakukan?": tanya Lee melihat Louis berjongkok di hadapannya


"Naiklah,kamu pasti sangat lelah": jawab Louis


"Aku masih bisa berjalan Louis": tolak Lee


"Naiklah,atau ku cium kau di sini": ancam Louis langsung membuat Lee menurut,dia langsung naik ke atas punggung Louis


"Kau masih saja suka mengancam tuan": cibir Lee kesal karena ancaman Louis


Louis hanya diam menanggapi cibiran Lee.


"Louis": panggil Lee wajahnya kini sangat dekat dengan wajah Louis


"Hmmmm": jawab singkat Louis


"Apa yang tadi kamu katakan itu benar kamu lakukan?": tanya lee mempertanyakan soal ancaman Louis pada peter


"Apa?": tanya Louis tidak mengerti


"Apa seperti itu caramu membalas musuhmu?": tanya lee mengeratkan tangannya yang melingkar di leher Louis


"Jika memang iya,kenapa?": tanya balik Louis


"Apa itu tidak terlalu kejam?": kata Lee


"Aku sebagai pebisnis tidak akan membuat seseorang menderita,jika orang itu tidak mencari masalah lebih dulu padaku.


Dalam dunia bisnis hanya ada lawan,jika kamu takut melawan akan banyak orang yang akan merendahkanmu.


Masih banyak orang yang menilai seseorang dari penampilan,tanpa dia tau siapa orang itu.


Peter menilai dirimu hanya melihat dari penampilan luarmu,tanpa dia tau siapa kamu sebenarnya,itulah hasil yang harus dia petik dari perbuatannya sendiri,jika dia benar-benar seorang pebisnis sejati, semua tutur katanya akan dia ralat sebelum dia keluarkan": jawab Louis


Lee mencerna semua ucapan Louis, pemikiran yang di miliki Louis sangat dewasa dan spesifik, pantas saja dia menjadi orang yang sangat di segani.pikir Lee


Aku baru tau jika aku bersama dengan pria berdarah dingin": batin Lee


"Kita sudah sampai": kata Louis lalu menurunkan lee di salah satu bangku tukang bakso keliling yang ada di area taman bermain


"Aku pesan baksonya dulu": kata Louis lalu memesan bakso dua mangkuk untuk Lee dan untuknya


Lee melihat Louis yang sedang memesan bakso, sangat terlihat jelas jika Louis sama sekali tidak masalah dan malu jika makan dari gerobak bakso keliling.


"Orang kaya terlihat seperti orang miskin,tapi orang miskin bergaya seperti orang kaya!!" batin Lee tersenyum melihat Louis yang juga sedang melihatnya