Doctor Is Mine

Doctor Is Mine
Kerinduan Lee Pada Lusi



“Lee kapan kau akan kembali ke negara X?”: tanya brilliant,pada putrinya


“Lee masih ada urusan penting yang harus Lee selesaikan di sini Dad,jadi Lee belum tau kapan Lee akan kembali ke negara X”: jawab Lee


“Urusan apa? Apa ini tentang mommy?”: tebak brilliant,dan Lee hanya diam tanpa menjawabnya


“Baiklah,Daddy serahkan semuanya padamu. Daddy percaya dengan mu,jaga dirimu dan jangan biarkan seseorang bisa mengambil celah untuk mencelakai mu”: kata brilliant,dia sudah tau dengan diamnya Lee sudah pasti itu tentang meninggalnya Lusi istrinya dan juga ibu lee


Brilliant tidak ikut campur dalam urusan Lee mencari semua bukti kematian lusi ibunya,karena itu permintaan lee,dia ingin mencarinya sendiri karena itu memang sudah menjadi tujuan utamanya menjadi seorang dokter. Tapi brilliant bukan berarti lepas tangan begitu saja membiarkan Lee mencari sendiri semua bukti, brilliant selalu mengawasi Lee,menjaga Lee agar tidak ada yang bisa mencelakai putrinya itu.Tapi itu semua tanpa sepengetahuan Lee.


“Terimah kasih dad,maaf karena tidak membiarkan Daddy ikut campur dengan masalah kematian mommy. Lee hanya ingin mommy tau jika Lee sangat menyayangi mommy, walaupun dengan cara seperti ini Lee bisa menunjukannya hiks..hiks”: tangis Lee begitu saja pecah


“Sayang jangan menangis seperti ini! Daddy tidak suka melihat kau menangis”: pinta brilliant memeluk Lee


“Tahun ke 11 mommy tidak merayakan ulang tahun Lee! Lee sangat merindukan mommy daddy.Hiks..hiks..hiksss”: tangis Lee begitu piluh sangat jelas jika Lee sangat tersiksa karena kerinduannya terhadap mommynya


Louis dan yang lain sungguh tidak tega melihat Lee,termasuk Louis dia merasa hatinya ikut sakit hanya karena melihat wanita yang dia cintai menangis.


Ada apa dengan kamatian ibunya Lee?”: batin Gea,begitu bingung setelah mendengar semua yang di katakan Lee dan brilliant


“Ini semua sudah takdir Lee,mommy sudah bahagia di sana. Jika mommy bisa melihat kita saat ini pasti mommy sangat bahagia sayang”: kata brilliant dia begitu terpukul dengan keadaan putrinya yang begitu merindukan Lusi almarhum istrinya


“Hiks..hiks..hikss”: air mata Lee masih saja mengalir membasahi wajah cantiknya


“Berhentilah menangis sayang,kamu harus menjadi wanita yang kuat dan tegar sama seperti mommymu”: lanjut brilliant mengusap air mata Lee


“Iya dad,Lee akan menjadi wanita yang kuat dan tegar sama seperti mommy. Dan Lee janji secepatnya akan membuat orang-orang itu mempertanggung jawabkan semua perbuatannya”: kata Lee, mengusap sisa air mata di wajahnya


Aku harus kuat,aku tidak akan menjadi wanita yang lemah!”: batin Lee


“Itu baru anak Daddy”: ucap brilliant, tersenyum menatap putrinya


Kau akan segera mendapatkan apa yang menjadi tujuanmu sayang”: batin Louis, tersenyum melihat Lee yang kini sudah terlihat bersemangat kembali


“Louis paman akan kembali ke negara X,paman titip Lee padamu tolong jaga dia dengan baik”: pinta brilliant pada Louis, mempercayakan putrinya pada pria yang kini di hadapannya


“Tanpa paman memintanya Louis akan selalu menjaganya,karena dia adalah wanita yang sangat Louis cintai”: jawab Louis tanpa malu mengatakan itu di hadapan brilliant dan yang lainnya


Ck! Jatuh cinta membuat Louis menjadi bucin,tanpa mengenal malu lagi”: batin Rian, menggeleng kepala melihat sahabatnya itu


Brilliant dan aron tersenyum geli mendengar ucapan Louis,tapi mereka begitu bersyukur karena Lee mendapatkan pria seperti Louis yang begitu mencintainya dengan tulus.


“Baiklah, Daddy akan pergi sekarang. Lee jaga dirimu baik-baik, kabari Daddy selalu”: pesan brilliant pada putrinya itu


“Iya dad,Lee akan selalu mengabari Daddy. Tunggu Lee secepatnya akan kembali ke negara X”: ucap Lee memeluk brilliant, sebelum Daddynya itu pergi


“Daddy menyayangimu”: ucap brilliant, mencium pucuk kepala Lee


“Lee juga sangat menyayangi Daddy”: balas Lee tersenyum menatap sang Daddy


“Paman Aron, terimakasih karena sudah berada bersama Daddy dan aku sejak dulu. Aku sayang paman aron”: ucap Lee memeluk Aron, asisten sekaligus sahabat Daddynya yang sudah seperti keluarga baginya


“Paman juga sangat menyayangi mu nak”: ucap Aron membalas pelukan Lee, mengelus lembut rambut Lee


“Paman, Lee titip Daddy dan paman juga harus jaga kesehatan jangan sampai sakit”: pesan Lee


“Itu sudah pasti nak”: ucap tersenyum Aron menatap wanita cantik di hadapannya itu yang sudah seperti putrinya sendiri


“Baiklah, sekarang kita berangkat Aron”: ajak brilliant pada Aron dan di balas anggukan


Rian dan Gea juga sudah kembali ke hotel tempat mereka menginap,mereka berdua akan kembali ke negara X esok harinya,karena Rian harus memantau perusahaan Kertanegara selama Louis memutuskan untuk menemani Lee di Italia,dan juga Gea harus kembali bekerja di rumah sakit.


Sedangkan Louis ikut dengan Lee ke apartemennya, walaupun sebelumnya sempat ada perdebatan antara mereka berdua. Lee yang tadinya tidak setuju jika Louis menginap di apartemennya selama mereka di Italia, walaupun mereka saling mencintai tapi mereka belum pantas jika harus tinggal di satu atap yang sama.Tapi bukan Louis namanya jika tidak bisa mendapatkan yang dia inginkan.


“Sudah berapa lama kau tinggal di sini sayang?”: tanya Louis,yang baru saja masuk ke dalam apartemen Lee yang bergaya klasik begitu rapi


Lee merasa aneh karena Louis memanggilnya di dengan sebutan sayang.


“Sayang kenapa kau malah diam?”: tanya Louis lagi memeluk Lee dari belakang,itu membuat Lee terkejut


“Ah tidak apa-apa! Louis lepaskan aku”: pinta lee meminta Louis agar melepaskan pelukannya


“Kenapa?”: tanya Louis,tanpa melepaskan pelukannya


“Louis aku mau mandi! Lepaskan aku”: ucap Lee ,barulah Louis melepaskannya


“Baiklah,di mana kamar yang kosong?”: tanya Louis


“Di sini hanya ada satu kamar,jadi kau tidur di ruang tamu”: jawab Lee, membuat Louis melototkan matanya


“Ruang tamu? Tidak,aku tidak bisa jika tidur di sofa”: ucap Louis tidak mau jika dia tidur di ruang tamu


“Louis di sini hanya ada satu kamar,dan itu kamarku!”: jawab Lee jengah pada kekasihnya itu


“Kenapa tidak di kamarmu saja,kita tidur bersama”: kata Louis dengan santai berjalan menuju kamar Lee


“Don't be so mean Louis! Aku tidak mau jika harus tidur bersama dengan mu”: teriak Lee menyusul Louis ke dalam kamarnya


“Why? Aku tidak akan berbuat macem-macem padamu sayang. Aku hanya akan melakukan itu saat malam pertama kita”: jawab santai Louis menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur Lee


“Crazy! Sekarang keluar!”: usir Lee menarik lengan Louis agar secepatnya bangun dari tempat tidurnya


“Louis ayolah,aku sudah sangat lelah. Jangan bercanda seperti ini”: lanjut Lee memohon pada Louis,tidak mungkin jika harus benar-benar tidur bersama


Louis menarik tangan Lee hingga membuat terjatuh tepat di atasnya.


“Apa yang kau lakukan?”: tanya Lee ,yang kini matanya dengan Louis saling bertatapan


“Tidur dengan ku,aku tidak akan berbuat macem-macem padamu. Karena aku bukan tipe pria yang suka melakukan itu tanpa adanya status resmi,karena aku juga hanya akan melakukan itu padamu setelah kau resmi menjadi istriku. Aku hanya ingin memelukmu”: kata Louis menatap mata Lee, Louis tau apa yang di takutkan oleh Lee jika mereka tidur bersama


“Ck! Siapa juga yang mau menjadi istrimu”: cibir Lee,tapi jujur dalam hati Lee begitu bahagia mendengar perkataan Louis


“Karena aku hanya akan menikah denganmu! Tidak akan ada wanita lain”: jawab Louis, lalu mengecup singkat bibir Lee


Lee terdiam dan matanya membulat sempurna setelah apa yang di lakukan oleh Louis, Louis menciumnya.


“Apa kau hanya akan ada di atasku seperti ini?”: tanya Louis, menyadarkan Lee yang terlihat terkejut dengan apa yang dia lakukan beru saja


“Aku ingin mandi”: ucap Lee segera beranjak dari posisinya lalu berlari ke dalam kamar mandi setelah mengatakan itu


Louis terkekeh melihat wajah Lee yang merona seperti tomat. Itu membuat Lee semakin menggemaskan bagi Louis.


Sedangkan Lee yang kini berada di dalam kamar mandi memegang dadanya yang sedari tadi tak hentinya berdetak kencang setelah Louis menciumnya.


Louis brengsek, ciuman pertama ku dia ambil”: batin Lee mengutuk Louis yang sudah mengambil ciuman pertamanya