
“Jangan mendekat!”: ucap Lee melihat orang itu mendekatinya
“Kau harus mati,aku sangat membencimu!”: ucap orang itu
“Kau hanya beruntung saat itu,karena bisa selamat dari dua peluru yang sudah aku lumuri dengan racun!”: lanjut orang itu
“Aku memang beruntung selamat dari maut! Itu karena tujuanku untuk melihatmu tersiksa di balik jeruji besi belum tercapai. Dokter Bram!”: kata Lee, menatap tajam orang itu tak lain adalah bram
“Kau tidak akan pernah melihat itu,karena aku akan membunuhmu hari ini juga”: ucap Bram mencekik leher Lee dengan sangat kuat
“Uhukk..uhukkkkkk”:Lee mencoba melepaskan tangan Bram yang mencekiknya
“Mati adalah pilihan terbaik untukmu dokter Lee!”: ucap Bram terus mencekik leher Lee hingga Lee merasa tubuhnya tidak bisa lagi dia gerakkan
“Lepaskan Lee,dasar psikopat!”: teriak Gea bangkit, menarik tangan Bram dari leher Lee
“Dasar pengganggu!”: ucap Bram mendorong kembali Gea hingga keningnya terbentur mengeluarkan darah, sehingga membuat penglihatan Gea menjadi buram
“Uhhkkkk...uhhkkkk aaa..kku ak..an me..lih..at mu tersiksa!”: ucap Lee menatap Bram dengan mata dan wajahnya yang sudah memerah
“Kau masih_”:
Bugh...bugh..bugh..
“Seharusnya aku membunuhmu brengsek! Aku tidak akan mengampuni mu!!”: ucap Loius yang sudah sangat tersulut emosi karena dia baru saja datang langsung melihat kekasihnya di cekik oleh Bram
Bugh..bugh..bugh
Tak hentinya Louis menghajar Bram hingga wajah Bram kini sudah hancur bercucuran darah dengan banyak luka di wajahnya karena pukulan bertubi-tubi dari Louis.
“Louis stop! Kau bisa menjadi pembunuh jika dia mati”: teriak Rian,berusaha menghentikan Louis yang terus saja menghajar Bram yang sudah tidak bergerak lagi
“Louis stop! Lihat Lee tidak sadarkan diri”: teriak rian lagi
Louis langsung menoleh ke arah Lee yang tidak sadarkan diri.
“Sayang bangun,lee bangun..Leeee”: ucap Louis menepuk-nepuk wajah Lee
"Maaf untuk kedua kalinya aku lengah menjagamu!": lirih Loius meneteskan air matanya
Sesaat dokter masuk,karena Rian sudah memanggil dokter untuk memeriksa Lee dan juga Gea yang pingsan.Dengan cepat dokter memeriksa Lee dengan sangat teliti.
“Ada apa ini!?”: tanya brilliant yang baru saja kembali bersama kakek Kim dan Jung
“Bram brengsek!”: ucap Jung melihat Bram terbaring di lantai dengan keadaan mengenaskan
“Louis ada apa dengan Lee?”: tanya kakek Kim melihat dokter sedang memeriksa cucunya dan juga Gea
“Bram datang ingin membunuh Lee,saat Louis tiba bram sedang mencekik Lee”: jawab Louis gelisah dengan keadaan kekasihnya
Brilliant dan Jung mengepalkan tangannya mendengar pernyataan Louis.
Tak lama kemudian polisi datang setelah Rian menghubungi kepolisian untuk membawa Bram ke kantor polisi untuk di adili.
“Saya harap apa yang pria ini lakukan mendapatkan hukumannya dengan setimpal”: ucap brilliant pada polisi tapi tatapannya menatap tajam Bram yang tersenyum mengejek padanya
“Jika perlu kami akan puas jika dia di hukum mati!”: lanjut Jung dengan sangat emosi
“Kami akan menindaklanjuti tersangka, kalau begitu kami pamit undur diri”: ucap kepala kepolisian
“Silahkan”: balas brilliant
“Bagaimana keadaannya?”: tanya Louis pada dokter
“Dokter Lee pingsan karena mendapatkan cekikan yang sangat kuat,tapi dokter Lee akan baik-baik saja.”: jawab dokter Mita
Semua orang bernafas lega mendengar Lee baik-baik saja.
Sedangkan Gea kini masih berada di sofa dengan keningnya sudah di perbang oleh suster.
“Bagaimana dengan Gea?”: tanya brilliant melihat sahabat putrinya
“Dokter Gea juga baik-baik saja,tidak ada cedera yang serius”: jawab dokter Mita
“Kalau begitu saya pamit,saya masih ada pasien lain. Saya akan datang lagi nanti untuk memeriksa dokter Lee”: ucap dokter Mita pada semuanya,dan di balas anggukan oleh brilliant dan kakek Kim
Mereka semua menunggu hingga Lee dan Gea sadar.
“Lee!”: teriak Gea, membuat semua orang yang ada di sana terkejut
“Awww”: kepala Gea masih terasa pusing
“Gea,kau baik-baik saja?”: tanya Rian khawatir
“Lee! Bagaimana dengan Lee,apa dia baik-baik saja?”: tanya Gea,dia menghawatirkan sahabatnya
“Tenanglah,dia baik-baik saja”: ucap Rian, menenangkan Gea
“Aku tidak bisa menjaganya dari pria itu,bahkan menjaga diriku sendiri tidak bisa!”: tangis Gea, melihat Lee yang masih menutup mata
“Gea kau sudah menjaga Lee dengan baik,maaf karena masalah ini kau mendapatkan luka di kening mu”: ucap brilliant pada Gea
“Tidak tuan brilliant,Lee sudah seperti saudara bagiku”: ucap Gea
“Jangan panggil aku dengan tuan lagi,kau bisa menganggap aku sebagai orangtuamu seperti Lee”: ucap tulus brilliant mengelus lembut kepala Gea
Gea merasa terharu dengan perlakuan brilliant padanya,jujur selama ini Gea tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah ataupun ibu,dia hanya tumbuh dewasa bersama sang kakak.
“Hiks..hiks.. terima kasih. Bolehkan aku memanggil mu sama seperti Lee?”: pinta Gea dengan ragu pada brilliant
“Dengan senang hati nak,lakukan sesukamu. Jangan anggap aku seperti orang lain”: jawab brilliant tersenyum, brilliant sangat tau siapa Gea,karena brilliant selalu mencari tau asal usul orang yang dekat dengan putrinya,dan dari situ brilliant tau jika Gea tumbuh tanpa campur tangan orangtuanya melainkan Gea hanya tinggal bersama kakaknya
“Daddy..hiks..hiks”: ucap Gea memberanikan diri memeluk brilliant,dan di sambut dengan senang hati oleh brilliant
Gea begitu bahagia karena untuk pertama kalinya dia bisa menyebut panggilan itu walaupun bukan orangtua kandungnya.
“Berhentilah menangis,anggap kami ini keluarga mu”: ucap kakek Kim tersenyum pada Gea
“Terimah kasih”:ucap Gea
Louis dan Rian begitu tersentuh dengan apa yang baru saja mereka lihat, bagaimana keluarga itu memperlakukan seseorang dengan sangat baik, Louis dan Rian juga tau bagaimana kehidupan Gea,tapi mereka tidak pernah mau mengungkit itu karena takut Gea akan sedih.
“Mommy! Hikkss..hikss jangan tinggalkan Lee lagi.. mommy.. mommy Lee mohon”
“Lee sayang bangun itu hanya mimpi,Leeee”: ucap Louis berusaha membangunkan Lee yang sudah bercucuran keringat dingin
“Panggil dokter Rian, suhu badan Lee sangat panas”: kata Louis dan Rian langsung memanggil dokter
“Lee bangun, mommy sudah tenang di sana sayang. Ingat kami di sini menunggumu”: brilliant juga berusaha membangunkan putrinya
Lee membuka matanya, Lee baru saja mengalami mimpi yang entah apa yang dia lihat di alam bawah sadarnya, sehingga membuat suhu tubuhnya sangat tinggi.
“Hikks.. hikss mommy jangan tinggalkan Lee,Lee masih sangat merindukan mommy”: histeris Lee yang berada di pelukan Louis
“Lee tenanglah,jangan seperti ini. Semuanya baik-baik saja sayang”: ucap Louis menenangkan Lee
“Aku merindukan mommy, tadi aku melihatnya. Aku ingin ikut bersama mommy hiks..hiks”: ucap Lee
“Sayang tenanglah,ini granpa. Jangan membuat granpa sedih dengan keadaanmu yang seperti ini sayang. Mommy mu sudah bahagia di sana,jadi kau juga harus bahagia Lee”: ucap kakek Kim mendekat pada Lee,menarik Lee kedalam pelukannya
Sedangkan brilliant tidak tau harus berbuat apa-apa,dia benar-benar terpukul melihat kondisi putrinya. Sangat jelas Lee belum sepenuhnya mengikhlaskan kepergian ibunya Lusi.
Lusi kau menemuinya ,aku tidak bisa melihatnya dalam kondisi ini”: batin brilliant
“Apa dia selalu seperti itu,selama tidak bersama kita”:tebak Jung melihat sedih keponakannya
“Aku tidak bisa menjadi ayah yang baik, putriku mengalami trauma tersendiri karena kepergian ibunya”: ucap sedih brilliant
“Jangan seperti itu brilliant,kau adalah ayah terbaik untuk Lee. Kita hanya perlu membuat agar Lee bisa menerima kenyataan, mengikhlaskan kepergian ibunya”: kata Jung memberikan semangat pada adik iparnya itu
Brilliant tidak menjawab,dia memperhatikan putri kesayangannya yang masih terisak setelah berhasil di tenangkan oleh kakek Kim dan Louis.
Lusi putri kita begitu trauma karena kepergian mu,dia begitu lemah jika menyangkut dirimu" batin brilliant