
"Kau sungguh tidak sabaran Lee!": cibir Gea menatap sahabatnya
Lee menatap dengan tatapan tajam, tapi Gea tidak memperdulikannya.
"Berhentilah menatap ku seperti itu! kau hanya akan sakit mata": ucap Gea
"Ayolah,ikut aku": lanjut Gea mengajak Lee dan Louis untuk mengikutinya
"Mau kemana?":tanya Lee
"Dasar cerewet! kau juga akan tau jika sudah tiba": ucap Gea menatap sekilas sahabatnya yang sudah terlihat kesal karena jawabannya
Louis yang mengikuti kedua wanita itu dari belakang,hanya menggeleng kepala melihat berdebatan antara istrinya dan Gea.
"Lee": tahan Gea menarik tangan Lee
"Ada apa?": tanya Lee menatap sahabatnya yang terlihat serius
"Di balik ruangan ini, ada seorang gadis yang telah kau selamatkan hidupnya.": kata Gea kepada Lee
"Apa maksudmu dia adalah gadis kecil itu?": tanya Lee entah kenapa dia langsung berpusat kepada gadis kecil yang dia tolong lewat darahnya
"Pihak polisi telah mencari keluarganya,dan bukti yang di temukan polisi orangtua gadis itu sengaja membuangnya. Dan orangtuanya melarikan diri keluar negeri, mungkin karena tidak ingin berhubungan lagi dengan gadis kecil malang itu": kata Gea menceritakan informasi yang dia dapat dari pihak kepolisian
"Gadis kecil itu tidak berbicara pada siapapun. Aku tidak tau apa yang membuatnya seperti itu,tapi aku sangat yakin gadis kecil itu mengalami trauma": lanjut Gea
"Aku akan menemuinya": kata Lee
Lee membuka pintu kamar yang di tempati oleh sosok gadis kecil yang begitu cantik.
"Hay": sapa Lee setelah dia masuk, melihat gadis kecil itu duduk di atas ranjang dengan menatap keluar jendela
Louis dan Gea menyusul Lee masuk ke dalam.
Gadis kecil yang sepertinya masih berusia 7 tahun itu menatapnya sekilas, lalu kembali menatap keluar jendela.
Lee mencoba untuk lebih dekat lagi pada gadis kecil itu. Lee ingin mengajaknya mengobrol.
"Hay": sapa Lee lagi dengan tersenyum tulus menatap gadis kecil itu ,saat dia telah duduk tepat di samping gadis kecil itu
Tapi tidak ada jawaban dari gadis kecil itu,dia tetap saja diam. Menatap keluar jendela.
"Apa gadis itu bisu?": tanya Louis karena sejak tadi dia melihat istrinya mencoba mengajaknya mengobrol tapi tak ada respon yang di berikan oleh gadis kecil itu
"Tidak, dokter Mita sudah memeriksanya. Tidak ada yang terjadi padanya": jawab Gea
"Baiklah, perkenalkan namaku Lee,aku juga dokter di rumah sakit ini.
Apa aku bisa mengetahui namamu?": tanya Lee mengelus lembut kepala gadis kecil itu
Gadis itu menjauhkan kepalanya yang di sentuh oleh Lee. Lalu beralih menatap Lee.
"Kenapa aku masih hidup?": tanya gadis kecil itu membuat Lee terkejut
Louis dan Gea juga terkejut karena mendengar pertanyaan gadis kecil itu. Apa ada anak seusianya yang mengatakan hal seperti itu?.
"Kenapa kau bertanya seperti itu? itu tidak baik sayang": kata Lee dengan lembut menatap gadis kecil itu
"Aku di buang oleh ibu dan ayahku! mereka sengaja menaruhkan di tengah jalan,agar mereka bisa membunuhku": kata gadis kecil itu berkata dengan bibir yang bergetar dengan butiran bening sudah membasahi pipinya
Lee,Gea dan Louis semakin terkejut mendengar pengakuan gadis kecil itu. Mereka bertiga tak bisa membayangkan bagaimana seorang gadis kecil berusia 7 tahun bisa menerima itu semua.
"Kau bisa bercerita padaku,kau bisa percaya padaku": kata Lee dengan lembut kembali mengelus kepala gadis kecil itu yang sudah tidak lagi mengelak
"Saat ibu menaruh ku di tengah jalan,dia juga berkata jika aku harus percaya padanya.": ucap gadis kecil itu
"Sayang tidak semuanya seperti itu, percayalah padaku. Aku tidak akan seperti ibumu": kata Lee tersenyum menatap gadis kecil itu
"Siapa namamu sayang?": lanjut Lee bertanya siapa nama gadis kecil itu
"Namamu begitu bagus,sama seperti dirimu yang begitu cantik": puji Lee setelah mengetahui nama gadis kecil itu
"Zee lihat aku,kau bisa menganggap aku temanmu.Do not cry":ucap Lee mengusap lembut air mata Zee
"Kenapa ibu dan ayah tega membuang aku? hiks..hiks": tangis Zee untuk pertama kalinya anak kecil itu terbuka pada orang setelah sadar dari koma
"Zee": Lee langsung memeluk Zee,dia benar-benar tidak tega melihat tangisan anak kecil yang ada di hadapannya itu
Tanpa sadar Lee juga meneteskan air matanya. Louis mendekati mereka berdua, setelah melihat istrinya ikut meneteskan air mata.
Sebelum itu Gea ,lebih dulu berpamitan kepada Louis. Karena Gea harus memeriksa pasien lainnya.
"Aku membenci mereka! hiks..hiks Zee benar-benar membenci ibu dan ayah!": ucap Zee , sepertinya anak itu benar-benar merasa sakit hati kepada kedua orangtuanya karena telah tega membuangnya,bahkan hampir saja membuat Zee kehilangan nyawa
"Shhttt,anak manis jangan berkata seperti itu. Kau tau seberapa besar kesalahan orang tua kita,kita sebagai anak yang baik harus selalu bisa memaafkannya. Jangan pernah membenci orangtuamu sayang,kau harus selalu baik pada mereka. Percayalah jika suatu hari nanti, orangtuamu pasti akan sangat menyesal telah menyia-nyiakan mu": nasihat Lee pada Zee
"Yang di katakan istriku benar,kau hanya perlu memaafkan perbuatan mereka padamu,dan kau harus tumbuh menjadi wanita yang hebat.": sambung Louis yang ikut duduk di samping Zee
Zee menatap Louis.
"Dia suamiku Zee, namanya Louis kau juga bisa menganggapnya teman mu. Sama seperti ku": kata Lee pada Zee
Dan untuk pertama kalinya Zee memperlihatkan senyumannya yang begitu manis,itu kepada Lee dan Louis.
"Terimakasih": ucapan itu dari Zee dan di balas senyuman oleh Louis dan Lee
"Anak cantik, tunggu di sini. Aku ingin berbicara padanya sebentar": ucap Lee pada Zee , meminta agar tetap pada tempatnya selama dia mengajak Louis berbicara
"Iya": jawab Zee dengan senyuman
"Anak pintar": ucap Lee gemas pada Zee
"Louis ada yang ingin aku bicarakan": kata Lee , mengisyaratkan pada suaminya untuk mengikutinya
Louis lalu mengikuti istrinya keluar dari kamar inap Zee. Entah apa yang ingin di bicarakan oleh istrinya secara tiba-tiba.
"Ada apa sayang?": tanya Louis setelah mereka keluar dari kamar Zee
"Louis bisakah aku meminta suatu hal padamu?": tanya Lee pada suaminya itu dengan ragu
"Sayang apapun yang kau inginkan aku akan selalu berusaha memberikannya padamu. Apa yang kau inginkan,kenapa kau seperti ragu mengatakannya?": tanya Louis melihat istrinya seperti merasa ragu untuk membuat sebuah permintaan padanya
"Louis, bisakah jika anak itu kita ajak untuk tinggal bersama?": tanya Lee menatap serius suaminya, berharap agar mendapatkan ijin untuk mengajak Zee tinggal bersama
Louis diam sesaat, menatap istrinya. Dia benar-benar merasa tidak pernah bisa mengenal istrinya dengan baik.
Sungguh aku tidak bisa mengenalmu dengan baik,kenapa kau begitu baik pada orang Lee?": batin Louis
"Lee kita tidak bisa mengajaknya tinggal bersama kita hanya dengan alasan kita simpati padanya,dia bukan siapa-siapa kita.Orangtuanya meninggalkan dia,untuk itu pihak dari perlindungan anak akan membawanya. Kita tidak bisa mengajaknya tinggal bersama begitu saja": kata Louis kepada Lee ,karena bagaimanapun Zee bukan keluarga mereka,dan dari itu pihak perlindungan anak pasti akan bertanggung jawab atas Zee
"Kalau begitu angkat dia sebagai anak kita. Aku yang akan mengurusnya": ucap Lee penuh harap pada suaminya
"Apa kau yakin?": tanya Louis mencoba mencari keyakinan istrinya untuk mengadopsi Zee
"Aku sangat yakin,tidak tau kenapa aku begitu menyayanginya. Padahal ini untuk kedua kalinya aku bertemu dengannya.": jawab Lee dengan sangat yakin
"Louis aku mohon,aku ingin kita mengadopsinya sebagai anak kita.": lanjut Lee memohon pada Louis
"Baiklah,aku akan mengurus semuanya. Zee akan menjadi anak kita": jawab Louis, apapun untuk kebahagiaan istrinya akan dia lakukan
"Terimakasih sayang,aku sangat mencintaimu": ucap Lee tersenyum lalu memeluk Louis dengan sangat erat
Lee sangat bersyukur karena Louis mau menuruti keinginannya untuk mengadopsi Zee sebagai anak mereka.
Apapun untukmu istriku": batin Louis