Devi Devira

Devi Devira
Bab. 53. Devira Luar Biasa



Rian meminta bukti dari anak buahnya bahwa Devan memang sedang berada di luar negeri saat kejadian pahit itu menimpa Devi.


Bahkan saat ia kembali ia datang bersamaan dengan Devira, mereka juga sempat berebut taksi di depan bandara.


Semua bukti itu Rian kirimkan ke email Devira, agar Devira tidak lagi mentargetkan Devan. Dan Dari pengakuan Devan bahwa Boby lah pemilik pin scorpio hitam yang ditemukan dari barang-barang Devi sebelum meninggal.


Setelah itu Rian sedang menunggu perintah selanjutnya dari Devira. Karena tujuannya selama ini telah tercapai.


Membalas dendam kematian keluarganya dan bahkan ia juga telah menemukan adik kandungnya yang selama ini ia cari.


Kini tinggal ia fokus untuk membalas kebaikan Devira dan keluarganya yang telah menolongnya dari kekejaman keluarga Melani. Hingga ia bisa menjadi seperti sekarang ini.


"Kak sekarang apa yang kita lakukan ?." tanya Devan.


"Tentu saja kita akan pergi ke kampung P untuk menemui Boby dan Arin. Karena hanya Boby yang bisa menjelaskan semuanya."


"Hanya Boby yang bisa menjelaskan kejadian pahit yang dialami oleh Devi. Dan jika benar bahwa ia yang telah memperkosa Devi, maka Devira tidak akan diam. Pasti ia akan menghukum Devi."


"Hanya saja aku mendengar bahwa Boby mempunyai dua adik yang masih kecil. Dan mereka pasti akan sedih jika melihat kakaknya menderita." ucap Rian.


"Menderita ? memang apa yang dialami oleh Boby ?." tanya Devan.


"Devira tidak akan membunuh Boby, tapi ia akan menghukum Boby dengan hukuman yang tidak pernah kita bayangkan."


"Aku sangat mengenal Devira, gadis itu tidak akan membiarkan siapapun menyakiti keluarganya. Apa lagi Boby telah memperkosa Devi dan membunuhnya dengan sangat keji." ucap Rian.


"Kalau begitu kita harus segera, ke kampung P untuk membawa kedua adik Boby. Jangan sampai ia melihat sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat." ucap Devan.


"Baiklah kita harus segera pergi kesana." ucap Rian.


Keduanya kemudian bersiap-siap untuk berangkat ke kampung P, tetapi sebelum mereka pergi mereka melihat kembali keadaan tuan L yang hingga saat ini belum juga sadarkan diri.


Setelah berpesan kepada anak buahnya, Rian dan juga Devan segera pergi meninggalkan rumah sakit tersebut.


Namun baru saja mereka hendak masuk kedalam mobil, ada seseorang yang mencegahnya. Keduanya langsung menoleh ke sumber suara.


"Akan kemana kalian ?." tanya Devira penuh dengan selidik.


"Kami hendak ke kampung P." jawab Rian dengan jujur.


"Kau boleh pergi, tetapi tidak dengan dia." ucap Devira sambil menunjuk ke arah Devan.


Rian dan juga Devan saling pandang, keduanya tidak mengerti dengan maksud Devira. Bukankah semuanya sudah terbukti bahwa bukan Devan orang yang telah memperkosa Devi ?.


"Aku tau kau adalah adik kandung Rian, tapi bukan berarti urusan kita sudah selesai. Kau harus tetap disini untuk menjaga tuan L."


"Dan kau tidak perlu datang ke kampung P. Boby adalah mangsaku dan kau tunggu sampai aku selesai menghukum penjahat itu baru kita selesaikan urusan kita." ucap Devira.


"Tidak ! aku akan ikut bersama kalian, Boby adalah musuh dalam selimut bagiku. Dia harus mendapatkan hukuman karena pemberontakan dan juga fitnah yang ia lakukan terhadap ku selama ini." ucap Devan dengan tegas.


"Kau tenang saja, Boby tidak akan bisa melakukan perlawanan sedikitpun, ia tak jauh berbeda dengan Melani."


"Boby sama sekali tidak bisa bertarung, selama ini ia selalu berlindung di balik kekuatan scorpio hitam. Jadi kau jangan khawatir, aku tidak akan ikut campur dengan urusan mu." jawab Devan.


Setelah mengatakan itu akhirnya Devira setuju jika Devan ikut serta ke kampung P. Mereka bertiga segera masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat itu.


Devira yang mengemudikan mobil itu. Dengan keahliannya Devira tak butuh waktu lama untuk mencapai tujuannya.


Kini mobil yang dikendarai oleh ketiganya telah sampai di kampung P. Devan dan juga Rian tak habis pikir, bagaimana bisa Devira mengendarai mobil secepat itu.


Keduanya turun dari mobil dan langsung memuntahkan seluruh isi perutnya. Meskipun keduanya ahli dalam mengendarai mobil tetapi tidak seperti Devira.


"Benar-benar gila ! aku tidak pernah menyangka bahwa Devira sangat ahli dalam berkendara." ucap Devan sambil duduk dengan lemas di atas tanah.


"Ternyata kalian berdua sangat payah, adik dan kakak sama saja." ucap Devira.


Setelah mengatakan hal itu Devira segera membuka bagasi mobil dan melemparkan air mineral kearah mereka.


"Terimakasih." ucap Rian dan juga Devan secara bersamaan.


"Beristirahat lah kalian sebelum kita melanjutkan perjalanan menuju ke rumah Boby. Akan sangat memalukan jika Boby melihat kondisi kalian berdua."


"Apa lagi kau Devan, King scorpio hitam yang sangat terkenal ahli dalam berkendara bahkan sang juara balap liar, ternyata mabuk kendaraan seperti ini." ucap Devira sambil meledek keduanya.


Devan dan Rian tak bisa berkata apa-apa, mereka sadar apa yang dikatakan oleh Devira memang benar adanya.


Kalau saja sang juara balap liar bisa mabuk kendaraan, bagaimana kabarnya penulis yang jarang sekali berkendara ?.


Devan menatap ke arah Devira, gadis cantik itu sedang bermain dengan ponsel ditangannya. Devan tersenyum, ia akhirnya bisa bernafas dengan lega karena Devira sudah tak marah lagi dengannya.


"Devan apakah hubungan antara Boby dengan Arin ?." tanya Devira tiba-tiba.


"Aku tidak tau, aku hanya tau mereka dekat saat di arena balap saja, karena Arin selalu ada disaat ajang balap liar." jawab Devan apa adanya.


"Jadi selama ini kau tidak mengetahui apa-apa tentang anggota scorpio hitam, termasuk Boby yang notabenenya sebagai sahabat dekat sekaligus orang kepercayaan mu ?." tanya Devira.


"Ya kau benar, selam ini aku tidak pernah mengetahui semua tentang anggota scorpio hitam, terkecuali kegiatan yang dilakukan oleh scorpio hitam." jawab Devan dengan jujur.


Devira hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia benar-benar tidak pernah menyangka bahwa Devan benar-benar tidak perduli dengan kehidupan anggota scorpio hitam diluar kegiatan yang berhubungan dengan scorpio hitam.


Mungkin hal itulah yang menyebabkan Devan dengan mudah dikhianati dan dibohongi oleh anggotanya terutama Boby.


"Arin dan Boby adalah orang yang berasal dari kampung P. Keduanya pergi ke kota karena ingin merubah hidup."


"Selama ini kehidupan di kampung halamannya sangat susah sekali, bahkan Boby adalah anak yatim-piatu dengan dua adik yang menjadi tanggung jawabnya." jelas Devira.


Devan terdiam, lagi-lagi ia tidak bisa membantah apa yang dikatakan oleh Devira. Ia yang katanya ketua scorpio hitam dan juga sahabat dekat Boby tidak pernah mengetahui apapun dalam kehidupan Boby.