Devi Devira

Devi Devira
Bab. 24. Orang Misterius



Boby menatap Devan dengan inten, ia tidak menyangka bahwa Devan akan menanyakan hal itu. Bahkan disaat ia sedang seperti ini.


"Devan kau ?." tanya Boby.


"Sebelum kesabaran ku habis katakan yang sejujurnya ! Dimana kau simpan harta ku dan apa yang telah kau lakukan sehingga semua ini terjadi !." tanya Devan lagi.


"Devan apa yang harus aku katakan ? Dan mengapa kau bertanya seperti itu ?." jawab Boby mencoba untuk menutupi semuanya.


Boby percaya bahwa Devan Masih mempercayainya seperti biasanya. Ia tidak mengetahui bahwa Devan telah melihat semua yang ia lakukan termasuk telah berusaha untuk mencelakai Devan.


Sementara Devan sudah tidak mempunyai kesabaran lagi. Dengan sekuat tenaga Devan meninju perut Boby.


Dengan sekali tinju Boby langsung memuntahkan cairan dari mulutnya. Boby berusaha untuk bertahan dari rasa sakit akibat pukulan dari Devan.


"Katakan yang sejujurnya sebelum aku mencari jawabannya sendiri. Dan sebelum aku kehilangan kesabaran ku maka katakanlah dengan jujur !." ucap Devan sambil menarik kerah baju Boby.


Namun lagi-lagi Boby hanya menggelengkan kepalanya, ia sudah tidak bisa menjawab pertanyaan Devan karena sakit yang ia rasakan.


Maklum Boby selama ini tidak pernah terlibat dalam perkelahian meskipun ia sebagai tangan kanan Devan. Ia selalu mendapatkan perlindungan dari Devan dalam setiap kejadian.


Sehingga saat pertama kali merasakan sebuah tinju sebuah tangan yang tangguh ia langsung tak berdaya.


Dengan kesal Devan menghempaskan tubuh Boby ketanah. Setelah itu ia bersiap untuk memberikan pukulan berikutnya.


Saat tangan Devan hampir menyentuh wajah Boby, tiba-tiba ada sebuah benda yang menghantam tangan Devan.


Hal itu membuat tangan Devan tidak bisa mengenai sasarannya. Pukulan itu hanya menyapu udara. Sementara Boby hanya bisa pasrah sambil memejamkan kedua matanya.


Devan melihat ke sumber serangan yang ditujukan untuk melindungi Boby. Terlihat tuan L berjalan mendekati keduanya.


"Devan tahan amarah mu ! jangan sampai amarahmu membakar dirimu sendiri." ucap tuan L setelah sampai di samping Devan.


"Untuk apa anda melakukan hal ini ?." tanya Devan.


"Boby semua ada ditanganmu, jika kau mau jujur dengan kami apa yang telah kau lakukan maka kami akan mencoba melindungi mu."


"Dengan satu catatan kesalahan yang kau lakukan tidak fatal, tapi jika sebaliknya maka kau cepat pergilah dari hadapan kami." ucap tuan L tanpa menjawab pertanyaan dari Devan.


Mendengar hal itu, Boby berusaha untuk bangkit. Dan ia berjalan perlahan untuk meninggalkan Devan dan tuan L.


"Devan aku tidak melakukan apa-apa." ucap Boby sebelum meninggalkan tempat itu.


Ia masih berusaha untuk menyembunyikan kesalahannya terhadap Devan. Ia tidak mau berurusan dengan Devan karena ia sadar dengan kemampuannya.


Saat ini yang ada didalam pikirannya adalah mencari tempat perlindungan dan juga persembunyian agar ia bisa hidup dengan aman.


Boby terus berjalan dengan tertatih, meninggalkan tempat dimana selama ini ia mendapatkan semua yang ia butuhkan.


Sementara Devan hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar. Ia benar-benar merasa sangat kecewa dengan apa yang menimpa dirinya.


Tuan L menyentuh pundak Devan dan mengajaknya untuk meningkatkan tempat itu. Namun langkahnya terhenti saat beliau melihat keadaan yang menimpa markas Devan.


Setelah itu beliau menghembuskan nafasnya dan mengajak Devan segera pergi dari tempat itu. Keduanya langsung masuk ke sebuah taksi yang ditumpangi oleh Devan.


"Siap tuan." jawab sopir taksi itu dengan tersenyum.


Setelah itu taksi tersebut melajukan mobilnya menuju ke pinggir kota, tempat dimana tuan L tinggal.


Namun sebelum tuan L dan Devan masuk ke dalam mobilnya, ia telah mengirimkan semua video yang terjadi dihadapannya.


Selama dalam perjalanan Devan hanya bisa memejamkan matanya, ia benar-benar merasa kecewa dengan sikap Boby.


"Devan sepertinya, salah satu anggota scorpio hitam telah menyinggung seseorang. Dan jika benar dugaan ku maka kau harus ekstra hati-hati."


"Karena orang yang telah kau singgung itu bukanlah orang sembarangan. Hanya saja apa yang telah terjadi sehingga beliau benar-benar murka." ucap tuan L.


"Devan tidak mengerti apa yang kakek maksud." jawab Devan.


"Melihat dari kehancuran markas Scorpio hitam, orang yang telah disinggung oleh salah scorpio hitam bukanlah orang sembarangan."


"Bahkan beliau bisa menghilangkan sebuah kelompok mafia besar hanya dengan sekali serangan." jelas tuan L.


"Tapi Devan tidak pernah berusaha dengan mafia manapun. Devan hanya berbisnis di dunia hitam dan mengembangkan scorpio hitam untuk melindungi bisnis itu." jawab Devan dengan jujur.


Keduanya kemudian saling diam membisu, keduanya tenggelam dengan pikirannya masing-masing.


"Berhenti di rumah makan itu." ucap tuan L sambil menunjuk sebuah rumah makan sederhana yang terlihat sepi.


Setelah taksi itu berhenti, taun L memberikan sejumlah uang kepada sang sopir. Setelah itu tuan L dan Devan masuk ke dalam rumah makan tersebut.


Sementara taksi online itu, segera memutar arah dan berlalu meninggalkan tempat itu. Sang pengemudi tidak ingin dicurigai oleh keduanya. Ia seolah tak perduli dengan mereka setelah mendapatkan uang dari jasa yang ia berikan.


Tuan L dan Devan kemudian duduk di dalam rumah makan setelah memesan makanan dan juga minuman.


"Devan secepatnya kita harus mencari tau apa yang telah scorpio hitam lakukan sehingga orang tersebut sangat murka."


"Kakek rasa orang itu mengincar mu. Jadi sebelum semuanya terlambat kau harus segera menemukan kebenaran yang sesungguhnya." ucap tuan L sambil menunggu pesanan mereka.


"Tapi siapa yang kakek maksud ? dan apa sebenarnya yang terjadi ?." tanya Devan yang masih bingung.


"Devan dari cara mereka menghancurkan markas scorpio hitam, orang itu adalah pemimpin dunia hitam yang sangat legendaris."


"Hanya saja selama ini, orang itu sudah tidak pernah terdengar lagi sepak terjangnya di dunia mafia. Orang itu bukanlah orang yang menakutkan dihadapan mafia yang tidak pernah mengusiknya."


"Tapi sebaliknya, orang itu sangat mengerikan bagi seluruh mafia yang pernah menyinggungnya apa lagi sampai berani mengusik keluarganya." jelas tuan L.


Devan mendengar penjelasan itu dengan seksama. Namun sejauh yang ia ingat ia dan juga kelompoknya tidak pernah melakukan sesuatu yang merugikan orang lain bahkan kelompok lain.


Devan menjelaskan semuanya kepada tuan L. Dan Devan berani bersumpah atas kebenaran yang ia ceritakan itu.


"Devan, apakah kau pernah mengetahui apa yang dilakukan oleh seluruh anggota kelompok mu diluar kegiatan scorpio hitam ?." tanya tuan L.


Dan itu adalah pertanyaan yang tidak bisa Devan jawab. Devan hanya menggelengkan kepalanya karena ia tidak pernah ikut campur dalam urusan pribadi semua anggota yang tergabung dalam scorpio hitam.


Devan hanya ikut campur jika itu menyangkut kegiatan scorpio hitam saja.