Devi Devira

Devi Devira
Bab. 45. Istirahat



Devira masih menangis dalam tetesan air hujan, sementara Melani merasakan tetesan air hujan sebagai obat karena air garam yang disiramkan oleh Devira berganti dengan air hujan.


Seperti sedang berendam dalam darah, Melani hanya bisa pasrah dengan apa yang akan ia alami. Ia melihat sebuah batu nisan yang bertuliskan nama Devi.


Ia menyesal karena telah melakukan hal buruk terhadap Devi selama ini. Kini ia bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi Devi saat itu.


Hanya bisa pasrah dan menangis menerima perlakuan mereka. Meskipun ia tidak tau bagaimana Devi menghembuskan nafas terakhirnya. Ia tau semua berawal dari kejahatannya.


"Maafkan aku Devi. Aku sangat menyesal telah melakukan semua kebodohan itu sehingga kau pasti sangat menderita selama ini." ucap Melani di antara tetesan air hujan.


"Kata maafmu tidak akan bisa mengembalikan Devi kepadaku lagi. Kini kau harus merasakan hukuman atas perbuatan mu." ucap Devira.


Dengan tanpa rasa iba, ia menggores wajah Melani lagi. Dan saat hendak melakukannya lagi, ada sebuah tangan yang menghentikannya.


"Jangan lakukan hal itu lagi. Biarlah Polisi yang akan memberinya hukuman." ucap seseorang yang datang itu.


Kemudian ia membawa tubuh Devira kedalam pelukannya. Devira kembali menangis pilu dalam dekapannya.


"Bawalah Melani, dan segera obati dia setelah itu hukum ia sesuai hukum yang berlaku." ucap Rian.


Kemudian seorang Polisi segera mendekati tubuh Melani. Dengan cepat ia membawa tubuh lemah itu menjauh meninggalkan Devira yang masih terisak dalam pelukan sang mommy.


"Hujan semakin deras, sebaiknya kita segera kembali." ucap Rian.


Kemudian ia membantu ibu Jihan membawa Devira kembali ke rumahnya. Sementara orang kepercayaannya yang lain membawa motor yang dikendarai oleh Devira.


Setelah sampai di rumah Devira segera membersihkan diri, setelah itu ia beristirahat untuk menenangkan pikirannya ditemani oleh sang mommy.


"Mommy apakah Devi kini bisa tersenyum ?." tanya Devira.


"Sayang, Devi pasti sangat bahagia mempunyai seorang kakak seperti mu. Tapi jangan pernah kau kotori tanganmu dengan darah seseorang yang sudah tak berdaya lagi."


"Ingatlah sayang, bahwa kita jauh lebih baik dari orang-orang yang jahat di luaran sana. Setelah kau menemukan pelaku kejahatan itu segera serahkan kepada yang berwajib."


"Biarlah mereka mendapatkan hukuman yang sesuai dengan peraturan mereka selama ini." ucap ibu Jihan dengan lembut.


Devira tersenyum mendengarnya, kemudian ia kembali menenggelamkan wajahnya dalam pelukan sang Mommy hingga ia tertidur pulas.


Sedangkan Rian segera kembali ke markasnya untuk memastikan semua anggotanya dalam keadaan baik-baik saja.


Dan ia juga menyelidiki kembali tentang tuan L. Kini ia percaya bahwa Devan berada di dalam perlindungan tokoh mafia yang sangat legendaris itu.


Tapi ia juga sangat kagum dengan kemampuan Devira. Disaat ia sedang terbakar api amarah dan disaat ia sedang bertarung, ia masih bisa mengenali gerakan yang sangat cepat dari sang legendaris itu.


Padahal jika yang berada di posisi itu adalah dirinya pasti ia tidak akan bisa mengenali orang yang telah menyelamatkan Devan dengan gerakan yang sangat cepat itu.


Dan baru kali ini ia melihat kekuatan Devira saat bertarung, bahkan Devan yang sangat disegani oleh kalangan mafia tak bisa berkutik hanya dalam satu kali serangan.


Dan ia yakin jika tuan L tidak segera menyelamatkan Devan pasti saat ini Devan hanya tinggal namanya saja.


Namun Rian tidak bisa mengingatnya, setelah itu ia kembali berusaha untuk menyelidiki bagaimana keadaan Devan dan juga tuan L.


Sementara Devan kini telah mendapatkan perawatan atas luka dalam yang ia alami. Ia tengah berbaring sambil mengingat bagaimana gadis yang selama ini ia anggap sebagai Devi itu melakukan semuanya.


Gerakannya dan kekuatannya sungguh sangat luar biasa. Bahkan hanya dalam satu kali serangan Devan harus dirawat intensif seperti saat ini.


"Devan kau sudah sadar ?." tanya tuan L.


"Iya kek, dan terimakasih karena kakek telah menolong ku jika tidak aku tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi ku saat ini." jawab Devan.


"Kau benar Devan, gadis itu sungguh sangat luar biasa. Kekuatannya sungguh dahsyat hingga dinding rumah itu hancur berkeping-keping." ucap Tuan L dengan serius.


"Dia memang sungguh sangat luar biasa, selama ini ia berpenampilan seperti gadis cupu. Tapi mengapa ia mengatakan bahwa Devi telah meninggal ?." tanya Devan.


Kemudian tuan L, menyerahkan sebuah bukti-bukti tentang kepergian Devi salah satu teman SMA Devan.


Dalam bukti tersebut, ada sebuah makam yang memiliki nama Devi. Dan sebuah kenyataan pahit yang dialami oleh Devi.


Ia meninggal karena pembunuhan dan pemerkosaan, bahkan dengan sengaja keluarga Melani menutupi kasus itu demi melindungi Melani.


Dan sangat penting dalam kasus ini, Devan Lah yang menjadi tersangka pembunuhan terhadap Devi. Hal itu terlihat dari bukti yang ditinggalkan oleh sang pelaku pembunuhan yang sesungguhnya.


"Bagaimana mungkin semua ini terjadi kek ? bahkan aku baru tau hari ini jika Devi sebenarnya telah meninggal dunia."


"Aku juga baru mengetahui semua kisah yang dialami oleh Devi akibat perbuatan Melani. Bahkan ada sebuah video porno di dilakukan oleh salah satu anggota scorpio hitam yang mengatasnamakan aku."


"Dan parahnya lagi, pemeran wanita dalam video itu di duga sebagai Devi. Hal itulah kejahatan Melani berawal." jelas Devan.


"Artinya benar apa yang aku perkirakan selama ini Devan. Salah satu anggota scorpio hitam telah melakukan sesuatu yang membuat orang misterius itu meratakan markas Scorpio hitam dengan tanah."


"Hanya saja kini aku percaya bahwa gadis itu yang telah melakukannya. Tapi apa hubungannya gadis itu dengan sang misterius itu dan juga Devi ?." tanya tuan L.


Kemudian keduanya terdiam dan larut dalam pikirannya masing-masing. Awalnya mereka menyangka bahwa kakak kandung Devan yang ada dibalik masalah ini.


Namun ternyata gadis yang sangat mirip dengan Devi yang menjadi dalang semuanya. Termasuk terbongkarnya semua kejahatan yang dilakukan oleh ayah Melani beberapa tahun yang lalu.


Dan semua kejahatan yang dilakukan hingga saat ini, termasuk ulahnya dalam menutupi kasus kematian Devi.


"Apakah sebenarnya gadis itu adalah saudara kembar Devi ?" tanya tuan L.


"Devan tidak tau kek, tapi Devan pernah bertemu dengannya secara tidak sengaja di bandara saat Devan baru kembali dari luar negeri saat itu."


"Dan selama ini Devan tau Devi hanya tinggal berdua bersama sang ibu yang hidup dalam kesederhanaan. Devi tumbuh tanpa sang ayah." jelas Devan.


Dengan demikian belum tentu bahwa Devi adalah saudara kembar gadis yang telah melakukan semua hal yang sangat luar biasa itu.