
Boby dan juga ayah Melani berbincang sebentar sebelum akhirnya mereka kembali ke dalam kamar mereka masing-masing.
Dan ayah Melani terkejut saat mengetahui bahwa Arin juga berada di kota ini bersama dengan Boby. Karena ulah gadis itu sekarang persembunyian telah diketahui oleh polisi.
Namun yang tidak beliau mengerti adalah apa tujuan gadis itu ? bukankah selama ini Melani tidak pernah mengusiknya ?. Ayah Melani segera masuk dan membangunkan Melani yang masih pada posisi semula.
"Melani, dengarkan ayah ! Arin dan juga Boby ternyata ada di kota ini dan juga berada dipenginapan ini."
"Dan satu hal lagi, mereka bersembunyi dari Devan. Karena Devan ternyata masih hidup dan telah mengetahui apa yang dilakukan oleh Boby dibelakangnya." ucap ayah Melani.
"Apa ? jadi Arin juga berada di penginapan ini ! ini tidak bisa dibiarkan, aku harus melakukan sesuatu." ucap Melani.
"Jangan bertindak gegabah dahulu Melani. Jangan sampai tindakan mu malah membuat kita lebih sengsara lagi."
"Ingatlah bahwa saat ini kita dalam persembunyian jangan sampai karena amarah kau malah menjadi pusat perhatian orang banyak dan hal itu bisa memancing kedatangan polisi." jelas ayah Melani.
Melani berhenti, ia mencerna ucapan sang ayah. Dan memang benar apa yang dikatakan oleh ayahnya. Jika ia ceroboh maka dengan mudah ia diketahui oleh Polisi.
"Ayah, apa maksud ayah bahwa Devan masih hidup ? bukankah emang Devan masih hidup ? Ayah pikir siapa yang bisa menyelamatkan Melani dari para polisi itu ? yang menyelamatkan Melani adalah Devan ayah." ucap Melani.
"Benarkah yang kau katakan Melani ? apakah benar yang telah menyelamatkan kita adalah Devan ?." tanya ayah Melani.
"Ayah pikir memangnya siapa yang mau menyelamatkan Melani selain Devan ?." tanya Melani.
"Kalau begitu baguslah, artinya kita masih bisa selamat. Karena ayah sangat mengenal Devan. Jika ia bertindak tidak akan ada yang bisa menghalangi jalannya." ucap Ayah Melani.
Tapi tunggu dulu, jika ayah Melani bisa mengatakan hal itu artinya beliau sudah tau bahwa tidak akan ada yang bisa menghalangi Devan lalu mengapa beliau berani bekerja sama dengan Boby untuk mencelakai Devan ?.
Sungguh sangat menggelikan sekali, bagaimana bisa ada orang yang berfikir tetapi tidak sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.
Tapi, ya begitulah jalan pikiran dan tindakan manusia, meskipun hatinya berkata tidak benar namun tetap saja manusia melakukan hal itu. Sangat bertentangan dengan hati nurani.
Hal seperti itulah yang akhirnya membuat hati nuraninya menjadi mati. Tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik.
Melani hanya bisa menggelengkan kepalanya. Bagaimana bisa ayahnya berfikir demikian. Bagaimana caranya ia bisa meminta bantuan Devan ?.
"Apa yang kau pikirkan Melani ?." tanya sang ayah saat melihat anaknya seolah tak mempercayainya.
"Bagaimana caranya kita bisa menghubungi Devan ?. Ponselku tertinggal di rumah itu." jawab Melani dengan jujur.
"Jangan khawatir karena ayah masih membawa ponsel ayah, jadi kau bisa menghubungi Devan." jawab sang ayah.
Mendengar hal itu membuat Melani sangat bahagia. Meskipun ia tidak tau apa yang dilakukan sang ayah sehingga bisa mengatakan bahwa Devan telah tiada, namun yang pasti ia masih bisa menghubungi Devan.
Membayangkan dan mendengar suaranya saja bisa membuat hati Melani berbunga-bunga. Meskipun Devan belum tentu perduli dengan kondisi yang saat ini ia hadapi.
Melani sehingga meminta ponsel sang ayah. Ia ingin segera menghubungi Devan untuk meminta bantuan dari Devan. Iseng-iseng berhadiah, begitulah kira-kira pikiran Melani.
Melani segera menghubungi Devan menggunakan ponsel sang ayah. Sekali tidak ada yang mengangkat panggilannya itu, namun Melani terus mencoba untuk menghubungi Devan lagi dan lagi.
"Dan Om pasti terkejut saat mengetahui bahwa saya masih hidup dan dalam keadaan yang baik-baik saja. Karena rencana yang om buat bersama Boby untuk mencelakai saya gagal total." jawab Devan setelah panggilan itu tersambung.
"Halo Devan ini Melani, aku tidak mengerti dengan apa yang kau katakan, bisakah kau menjelaskan semuanya ?." tanya Melani.
"Melani ? untuk apa kau menghubungi aku menggunakan ponsel ayahmu ?." tanya Devan.
"Devan aku bertanya tapi malah kau jawab dengan pertanyaan lagi." jawab Melani sambil menatap wajah sang ayah.
Sementara sang ayah hanya bisa diam seribu bahasa tidak ingin Melani mengetahui apa yang telah ia lakukan bersama dengan Boby.
"Untuk pertanyaan mu silakan kau tanyakan kepada ayah mu." jawab Devan.
Lagi-lagi Melani menatap sang ayah berharap mendapatkan jawaban yang tepat.
"Devan aku tidak mengerti semuanya. Devan saat ini kami dalam keadaan yang tidak baik. Kami ingin meminta tolong kepada mu, tolong selamatkan kami Devan." jawab Melani sambil memohon bantuan Devan.
"Apa yang bisa aku lakukan Melani ? bukankah kekuasaan ayah mu sangat luar biasa, sehingga beliau berani mengatur hidup dan mati seseorang ?." tanya Devan.
Lagi-lagi Melani menatap wajah sang ayah. Pasti ada sesuatu yang terjadi tanpa sepengetahuan dirinya.
"Devan, tolong abaikan masalah Antara kau dan ayah. Aku Mohon tolong selamatkan aku, bukankah kau yang telah menyelamatkan aku dari para polisi itu ?." tanya Melani.
"Aku tidak melakukan apa yang kau katakan Melani." jawab Devan.
Namun Melani tidak perduli dengan apa yang dikatakan oleh Devan. Ia sangat yakin orang yang telah menyelamatkan dirinya adalah Devan.
Karena bentuk tubuh dan perawakan orang itu seperti Devan. Tapi mengapa Devan tidak mau mengakuinya.
Melani kemudian menceritakan keadaan yang saat ini ia alami. Bahkan ia juga menceritakan apa yang dilakukan oleh Arin terhadap dirinya.
Melani juga mengatakan bahwa Arin dan juga Boby saat ini berada di kota dan juga penginapan tempat Melani saat ini.
"Katakan dimana kau saat ini ?." tanya Devan setelah mendengar penjelasan dari Melani.
"Devan jangan mengada ada, bukankah sudah kukatakan aku tidak tau saat ini ada dimana, bukankah kau sudah menolongku saat itu." jawab Melani.
"Baiklah katakan kau berada di kota apa ?." tanya Devan yang tidak terlalu percaya dengan apa yang dikatakan oleh Melani.
"Aku ada di kota A dan saat ini ada disebuah penginapan dengan dua lantai, untuk alamatnya aku kurang paham." jawab Melani.
"Baiklah, tunggu aku di sana." jawab Devan dan langsung mematikan ponselnya setelah mengatakan hal itu.
Tentu saja Melani sangat berbahagia mendengar bahwa Devan akan menyusulnya. Itu artinya Devan memang benar-benar perduli dengan dirinya.
Jadi tidak percuma selama ini Melani sangat yakin bisa memiliki Devan seutuhnya. Meskipun Devan selalu mengabaikannya tapi ternyata hal itu hanya di luarnya saja tetapi sebenarnya Devan sangat perduli dengan dirinya.