Devi Devira

Devi Devira
Bab. 41. Mencari jawaban



Devan segera masuk kedalam mobil dan segera berlalu menuju ke tempat dimana Melani berada. Saat di tengah perjalanan Devan mendapatkan informasi dari temannya tentang video penyekapan yang dilakukan oleh Melani dan juga kawan-kawannya.


Devan segera menghentikan mobilnya, ia memperhatikan dengan seksama wanita cantik yang menjadi korban bullying oleh Melani dan juga kawan-kawannya.


"Devi ?" tanya Devan setelah mengetahui siapa yang telah menjadi korban itu.


"Bukankah ini adalah tempat itu ? ya ini adalah tempat itu." ucap Devan lagi.


Ia ingat betul tempat dimana ia bangun dari pingsannya saat itu, dan ia juga ingat saat itu Melani dan yang lainnya juga sempat berada di tempat itu.


Devan juga ingat bahwa ditempat itu ia melihat sebuah darah dan juga pakaian yang telah hancur berantakan. Bahkan ia sempat membawa sebuah pisau yang ia yakini sebagai barang bukti sebuah pembunuhan.


Devan juga masih ingat, jika orang yang telah menolongnya waktu itu memintanya untuk mengingat semua kejadian ditempat itu sebelum ia menerima pembalasan atas apa yang terjadi.


"Apa hubungannya kejadian itu dengan diriku ? dan bukankah saat ini Devi dalam keadaan baik-baik saja ?." tanya Devan.


Namun ia tak mampu menemukan jawaban atas pertanyaan itu. Dan akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke SMA Persada.


Ia ingin melihat sekali lagi apa yang terjadi di gedung kosong dekat sekolahnya itu. Dengan kecepatan yang sangat tinggi Devan melakukan mobilnya.


Hingga tak butuh waktu lama, akhirnya ia sampai ke tempat yang ia tuju. Hanya saja ia tercengang dengan apa yang ada didepannya.


Gedung itu telah hangus terbakar dan hanya menyisakan puing-puingnya saja. Jam itu semakin membuat Devan bingung.


"Hari ini kawan-kawan Melani ditangkap polisi karena kesalahannya. Dan kesalahan itu adalah mereka terbukti telah melakukan penyekapan terhadap Devi."


"Dan video itu sebagai salah satu bukti kejahatan yang telah mereka lakukan. Tapi siapa yang telah melaporkan mereka ? apakah Devi ?." tanya Devan.


Terbayang kembali bagaimana ia mencium Devi saat disekolah tadi. Dan Devi terlihat baik-baik saja. Tiba-tiba Devan tersadar dari lamunannya.


Ia kemudian memperhatikan bagaimana ekspresi Devi yang ada di video itu dan juga Devi yang telah mencuri hatinya.


"Tunggu dulu ! Devi kini terlihat sangat berbeda, matanya yang indah itu sangat tajam, sedangkan Devi selama ini ..., " ucap Devan terhenti.


Setelah itu ia segera kembali melajukan mobilnya, ia segera menuju ke kantor polisi. Ia ingin mendengar secara langsung dari mulut teman-temannya yang kini telah menjadi seorang tersangka.


Mobil yang dikendarai oleh Devan segera menyatu dengan jalanan yang sangat padat dengan semua rutinitasnya.


Seperti sebuah angin yang berhembus kencang, membelai lembut setiap yang ia lalui. Hingga akhirnya ia sampai di kantor polisi.


Setelah itu Devan segera menemui salah seorang polisi dan ia langsung mengatakan tujuannya untuk menemui teman-temannya.


Setelah melalui proses yang berlaku akhirnya Devan bisa bertemu dengan salah satu dari mereka. Dan kini keduanya sedang berbincang-bincang empat mata.


"Coba ceritakan kronologi kejadian itu secara detail, siapa tau aku bisa membantu kalian." ucap Devan pada intinya.


Berawal mereka mengunjungi Devan dimarkasnya hingga akhirnya mereka melihat adegan panas yang dilakukan oleh Devan dan juga Devi.


Bahkan mereka sempat merekam adegan panas tersebut. Hal itulah yang membuat Melani semakin marah terhadap Devi. Dan berakhir dengan kejadian penyekapan tersebut.


Gadis itu juga menceritakan kepada Devan bahwa SMA Persada ternyata adalah milik Devi. Dan hal itu mereka ketahui disaat Devan tidak masuk sekolah dan di saat Melani dan ayahnya ingin mengeluarkan Devi dari SMA Persada itu.


Bahkan pria asing itu juga sempat mengatakan bahwa jangan tanyakan mengapa ia datang tapi tanyakan untuk apa ia datang.


Bahkan sejak saat itu Kepala sekolah menjadi tunduk terhadap semua perintah Devi. Dan sejak saat itu kejadian demi kejadian kejahatan yang mereka lakukan selama ini terkuak.


Termasuk kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh ayah Melani, termasuk kasus pembunuhan yang dilakukan beberapa tahun yang lalu kepada sebuah keluarga di sebuah kota kecil yang ternyata menjadi tempat persembunyian Melani dan ayahnya saat ini sehingga saat ini mereka menjadi buronan polisi.


Dan pasti saat ini juga kejahatan yang dilakukan oleh Melani pasti juga diketahui oleh Polisi. Gadis itu juga menceritakan bagaimana seorang wanita datang ke rumahnya sehingga video kejahatan mereka berada di tangan Polisi.


"Tunggu kau bilang seorang wanita datang dengan menggunakan sebuah motor, dan dia sangat ahli menggunakan sebuah pistol dan juga senjata lainnya ?." tanya Devan.


"Benar Devan, wanita misterius itu juga yang telah membuktikan kepada ku kebenaran yang sesungguhnya, bahwa wanita yang ada dalam video panas itu bukan Melani."


"Devan maafkan aku, tapi aku tidak bermaksud membuka aib mu. Wanita misterius itu yang membuat aku menunjukkan video itu." ucap sang gadis dengan perasaan bersalah.


"Bolehkah aku melihat video tersebut ?." tanya Devan dengan penasaran.


Dengan tangan yang gemetar gadis itu mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan video panas yang mereka rekam dari markas Scorpio hitam.


Devan memperhatikan video itu dengan seksama. Dari video itu ia tidak bisa memastikan siapa sebenarnya pelaku dalam video tersebut.


Namun dari lokasi kejadian ia tau bahwa itu adalah kamar pribadi Boby. Hanya saja ia tidak berani menuduh Boby sebagai pelakunya.


"Terimakasih atas informasinya, tapi satu hal yang pasti, itu bukanlah aku. Dan saat ini aku menjadi tersangka karena perbuatan orang lain."


"Bahkan markas scorpio hitam saat ini telah rata dengan tanah. Semua karena kesalahpahaman yang mengarah kepada diriku."


"Tapi maaf, aku tidak bisa membantu kalian keluar dari tempat ini. Karena semua bukti telah menunjukkan kalian bersalah."


"Hanya saja jika aku sudah menyelesaikan semua masalah ini, dan aku telah menemukan siapa dalang dari semua ini, aku berharap hukuman kalian diperingan." ucap Devan.


Setelah mengatakan hal itu Devan segera berpamitan. Devan tidak pernah menyangka bahwa masalah yang ia hadapi saat ini begitu rumit dan sangat kompleks.


Dan yang membuat ia tak habis pikir, mengapa semua menyangka bahwa ia yang telah melakukan semuanya. Sedangkan ia sama sekali tidak pernah melakukan hal sehina itu.


Devan kemudian termenung di dalam mobilnya, ia juga ingat apa yang dikatakan oleh temannya tadi bahwa kasus pembunuhan yang dilakukan oleh ayah Melani beberapa tahun yang lalu juga di ungkapkan.


Apakah pelaku sebenarnya adalah kakak kandungnya ? karena Devan tau hanya ia dan juga sang kakak yang menjadi saksi pembunuh tersebut.