
Saat pagi menjelang, Devira kembali terbangun dari tidur malamnya. Meskipun hanya sebentar namun itu sudah membuat tenaganya pulih kembali.
Ia segera bangkit dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Sementara sang mommy sudah menunggunya dimeja makan.
Setelah siap Devira segera bergabung ke meja makan. Memulai hari dengan sarapan yang dibuat penuh cinta dari sang mommy, malaikat tak bersayap bagi Devira.
"Devira, sebenarnya apa yang kau lakukan hingga larut malam kau baru kembali. Mommy sangat khawatir dengan keadaan mu. Mommy takut kehilangan mu." ucap sang mommy disela-sela makannya.
"Maaf mom Devira ikut melihat balap liar." jawab Devira.
Ia tidak ingin berbohong kepada sang mommy, walaupun mungkin kejujurannya akan membuat sang mommy kecewa.
Tapi setidaknya mommy tidak akan terkejut jika suatu saat mengetahui kenyataan tentang dirinya yang jauh dari apa yang mommy pikirkan selama ini.
"Devira apa yang kamu katakan ?." tanya sang mommy dengan sedikit kuat.
"Mom, sebenarnya Devira tidak sengaja. Hanya saja saat Devira melihat Arin dengan penampilan yang berbeda, Devira penasaran dengan Arin."
Devira mencoba mencari sebuah alasan agar sang mommy tidak shock mengetahui apa yang ia lakukan semalam.
"Coba Mommy lihat, kegiatan yang dilakukan oleh Arin diluar jam sekolah. Apakah mommy selama ini mengetahui bahwa Arin bukanlah anak yang lugu seperti Devi ?." tanya Devira.
Devira kemudian menunjukkan sebuah video dari ponselnya. Terlihat seorang gadis cantik dan seksi yang bergabung dengan begitu banyak pria.
Bahkan hal itu terjadi di arena balap liar. Dalam video itu terlihat dengan sangat jelas wajah Arin dengan penampilan yang berbeda dari biasanya.
Sungguh penampilan yang sangat berbeda bahkan jika bukan orang yang kenal dekat dengan dirinya pastilah tidak akan menyangka atau bahkan akan berfikir bahwa itu adalah saudara kembar Arin.
Seperti Devi dan juga Devira, hanya saja penampilan keduanya berbeda karena karakter dan lingkungan mereka yang berada, serta pola asuh yang membedakan keduanya.
Ibu Jihan menatap wajah gadis yang selama ini menjadi sahabat dekat putrinya. Seorang sahabat yang sangat beliau percaya.
"Devira kau dapat dari mana video ini ?." tanya ibu Jihan dengan khawatir.
"Devira mendapatkan dari orang kepercayaan papy. Selama ini orang itu yang selalu mengawasi Devira demi keamanan Devira." jawab Devira.
"Nak, dengarkan mommy, berhati-hatilah dengan siapapun. Karena kita tidak pernah tau apa yang ada didalam hati seseorang."
"Mommy takut, jika selam ini Devi berada di tempat yang salah sementara dia dan mommy tidak menyadarinya."
"Termasuk orang kepercayaan papy, jangan semuanya kau percaya seratus persen, sisakan sedikit saja rasa curiga."
Ucap ibu Jihan dengan menutup wajahnya dengan kedua tangan. Beliau sangat frustasi mengetahui bahwa apa yang selama ini beliau pikiran tidak sesuai dengan kenyataan.
"Mom, Devira paham maksud mommy. Semua ini Devira lakukan untuk mencari tau siapa pembunuh Devi."
"Devira curiga dengan semua teman-teman Devi, termasuk Arin. Bahkan Devira telah mendapatkan video dari sekolah Devi."
"Hal itu yang menjadi alasan Devira harus bisa mencari tau semua teman-teman Devi. Mom, jangan takut Devira bisa menjaga diri, demi mommy dan Devi." ucap Devira mencoba menenangkan sang mommy.
Perlahan Devira mendekati sang mommy, ia kemudian memeluk tubuh sang mommy. Hatinya begitu sakit saat melihat air mata kesedihan dan ketakutan yang jatuh membasahi pipi sang mommy.
"Dan mari kita pindah dari sini, kita bisa kembali ke kampung halaman mommy. Atau jika kau mau kau bisa kembali bersama Daddy." ucap ibu Jihan.
Devira tersenyum kemudian ia menghapus air mata sang mommy. Dengan lembut Devira menggenggam tangan sang mommy berusaha meyakinkan kepada sang mommy bahwa semua akan baik-baik saja.
"Mommy jangan takut, mommy cukup mendoakan Devira. Untuk balas dendam ini, Devira telah menyiapkan semuanya."
"Tapi Devira tetap meminta dukungan serta bantuan dari mommy. Tolong sembunyikan identitas Devira yang sebenarnya."
"Karena cepat atau lambat, pasti musuh Devi akan menyadarinya. Karena pasti ada celah yang menunjukkan bahwa Devira bukan Devi." jelas Devira.
Ibu Jihan mengangguk, ia juga sebenarnya tidak rela jika Devi harus pergi dengan cara seperti itu. Apapun alasannya tidak bisa seseorang menghilangkan nyawa orang lain dan melakukan kejahatan yang lainnya.
"Sekarang sebaiknya kita lanjutkan sarapan pagi ini. Jangan sampai kau sakit hanya karena telat makan." ucap ibu Jihan dengan lembut.
Devira tersenyum, kemudian ia melanjutkan sarapannya. Sesekali Devira menyuapi sang mommy dan bersenda gurau.
Ia tidak ingin sang mommy bersedih, ia ingin melihat wanita yang sangat ia rindukan selama ini selalu tersenyum bahagia.
Ia tidak ingin sang mommy bersedih apalagi sampai ketakutan. Tapi Devira bisa tenang, karena rumah yang mereka tinggali merupakan bagian zona C.
Dimana wilayah tersebut adalah wilayah kekuasaannya. Bisa ia pastikan bahwa sang mommy akan aman dari gangguan orang yang tidak bertanggung jawab.
"Sudah, mommy sudah kenyang. Semua makanan yang ada di piring mu pindah semua ke perut mommy." ucap ibu Jihan saat Devira kembali ingin menyuapinya.
"Tapi ini masih banyak mom, jika Devira yang menghabiskannya nanti Devira jadi gendut. Kan tidak lucu jika Devira gendut." ucap Devira asal.
"Tidak Masalah, artinya putri mommy sangat bahagia. Dan pasti akan terlihat sangat menggemaskan sekali." ucap Ibu Jihan.
"Mommy." balas Devira dengan cemberut.
Ibu Jihan tersenyum, kemudian beliau bangkit dan berdiri dibelakang Devira. Dengan penuh kasih ibu Jihan memeluk Devira dari belakang.
"Sayang, apapun yang terjadi kau tetaplah putri kecil mommy, dan mommy akan selamanya menyayangi mu meskipun harus bertaruh nyawa." ucap ibu Jihan dengan tulus.
"Mommy bikin hati Devira meleleh." ucap Devira sambil mencium pipi sang mommy.
Hal seperti inilah yang selama ini ia rindukan. Meskipun sang Daddy sang mencintai dan menyayangi dirinya melebihi apapun.
Bahkan selama ini ia hidup dengan bergelimang harta, namun ada sebuah ruang kosong didalam hatinya yang selalu membuatnya bersedih.
Ya tempat itu kini telah dihuni oleh sang mommy, yang memberikan kehangatan dan kesejukan dalam hatinya meskipun hanya dengan sebuah pelukan.
"Mom Devira bahagia sekali bisa merasakan kasih sayang dari mommy. Devira berharap kita bisa berkumpul sebagai keluarga yang utuh kembali." ucap Devira disela-sela air mata kebahagiaannya.
"Sekarang lebih baik jika kau bersiap untuk pergi kesekolah, jangan sampai terlambat. Dan jangan buat orang yang telah membantu biaya pendidikan mu kecewa."
"Kau harus membuktikan kepada dunia bahwa kau adalah anak yang sangat luar biasa dan akan selalu dikenang oleh siapapun." ucap sang mommy sambil mengurai pelukannya.