Devi Devira

Devi Devira
Bab. 46. Mencoba kabur



Tuan L mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh Devan tentang Devi. Setelah beberapa saat Keheningan menyelimuti keduanya. Devan juga mencoba mengingat apa saja yang berhubungan dengan gadis yang sangat mirip dengan Devi itu.


"Devan bagaimana dengan lukamu ? semoga kita segera bisa meninggalkan tempat ini secepatnya dan kita harus segera mencari Boby."


"Sebelum gadis itu datang mencari mu untuk menuntut balas atas kematian Devi. Menurut kakek Boby bisa menjelaskan semuanya." ucap Tuan L memecah keheningan.


"Devan baik-baik saja kek, dan kita bisa segera mencari Boby, terakhir yang Devan tau Boby ada di kota ini dan ia sedang berada dipenginapan bersama Arin."


"Arin ? siapa dia ?." tanya tuan L.


"Dia adalah teman satu kelas kami dan merupakan teman terdekat Devi selama ini." jawab Devan.


Tuan L menatap Devan dengan serius. Ia berfikir bagaimana bisa seorang gadis berada di sebuah hotel bersama seorang pria di luar kota ?.


"Apa hubungannya Arin dengan Boby ?." tanya tuan L.


"Entahlah kek, Devan juga tidak tau. Selama ini kami hanya tau sebatas ia adalah teman dekat Devi. Arin berada di kota ini juga Devan baru tau dari Melani." jawab Devan.


Kemudian ia menceritakan semua kejadian yang disampaikan oleh Melani. Bahkan ia tau bahwa Boby sedang bersama Arin juga atas informasi dari Melani.


"Apa kau tidak menaruh curiga terhadap Arin ? maksud kakek bagaimana mungkin seorang gadis yang sangat baik keluar kota bersama seorang pria."


"Jika ia memang teman baik Devi, pasti ia tidak jauh berbeda dengan Devi bukan ? atau mereka hanya sebatas teman di luarnya saja ?." tanya tuan L.


"Devan juga tidak tau akan hal itu kek, tapi akhir-akhir ini Arin terlibat dalam kegiatan yang dilakukan oleh anggota mafia."


"Entah ia anggota dari kelompok mafia mana tetapi ia selalu hadir dalam acara pertemuan antar anggota mafia." jelas Devan.


"Kalau begitu kita harus segera mencari mereka berdua. Kita harus bergerak cepat sebelum semuanya terlambat." ucap tuan L.


Devan tidak mengerti dengan apa yang ada di dalam pikiran tuan L itu. Apa hubungannya Arin dengan semua kejadian ini.


Bukankah hal biasa jika seseorang gadis bersama dengan seorang pemuda di luar kota dan jika mereka tinggal satu hotel bisa saja mereka tinggal di kamar yang berbeda.


Tapi tunggu dulu, benar apa yang dikatakan oleh kakek, untuk apa Arin bersama dengan Boby ? apakah mereka berdua ada hubungan yang spesial ? atau mereka mempunyai sebuah kerjasama ?.


Devan tidak menemukan jawaban atas pertanyaan itu. Tetapi Devan tetap saja mengikuti apa yang dikatakan oleh tuan L.


Meskipun kondisinya masih belum stabil, tetapi ia juga harus segera menyelesaikan semua ini agar tidak berlarut-larut.


Setelah menyelesaikan semuanya barulah ia bisa menyelesaikan masalahnya dengan gadis yang selama ini ia kira Devi, dan yang pasti gadis itu telah menjadi pemilik hatinya.


Sementara Boby dan juga Arin telah pergi meninggalkan kota itu. Setelah mendapatkan kabar tentang apa yang dialami oleh Melani dan juga ayahnya mereka segera pergi meninggalkan tempat itu.


Meskipun saat ini mereka belum mempunyai tujuan yang pasti. Tetapi mereka harus segera pergi sebelum semuanya terlambat.


"Boby sekarang kita harus bersembunyi dimana ? Jika sampai kita ketahuan maka habislah kita." ucap Arin.


"Aku pikir ia tidak berbahaya. Bahkan selama ini ia tidak pernah menunjukkan sikap aslinya. Ia hanya berperan sebagai Devi saja dan tak lebih dari itu." jawab Arin.


"Dasar bodoh ! seharusnya kau berfikir untuk apa gadis itu berperan sebagai Devi ? Dengan demikian kita bisa mengantisipasi kejadian buruk seperti ini." ucap Boby.


Ia benar-benar tidak habis pikir bagaimana bisa Arin mempunyai pikiran yang sangat bodoh seperti itu. Seandainya ia tau bahwa gadis itu bukanlah Devi setidaknya saat itu ia bisa meminta bantuan Devan untuk menyelidiki tentang siapa sebenarnya gadis itu.


"Tapi dimana Devi sebenarnya saat ini ? Seandainya kita bisa menemui Devi yang sesungguhnya kita bisa mengendalikan gadis itu." ucap Boby kemudian.


"Apa apa maksudmu ?." tanya Arin.


"Dasar kau benar-benar bodoh ! bukankah kau adalah teman dekat Devi, dengan kita mengetahui dimana Devi sebenarnya saat ini kita bisa mengancamnya."


"Kita bisa meminta Devi agar gadis yang sangat mirip dengan Devi itu menghentikan aksinya untuk membalas dendam atas perlakuan buruk yang pernah Devi alami."


"Termasuk perlakuan yang pernah aku lakukan terhadap dirinya saat itu. Atau bisa juga kita menjadikan Devi sebagai seorang Sandra untuk melindungi kita berdua." jelas Boby.


"Tapi kita tidak mungkin bisa melakukan hal itu." ucap Arin.


"Kenapa tidak mungkin ? dasar bodoh ! asalkan kita tau dimana Devi sebenarnya kita bisa melakukan hal itu." jawab Boby dengan sangat yakin.


"Masalahnya Devi sudah meninggal dunia." jawab Arin dengan jujur.


Setelah mengatakan hal itu, Arin menutup mulutnya karena ia baru sadar jika ia telah keceplosan dengan mengatakan yang sebenarnya.


"Apa ? apa maksudmu Arin ?." tanya Boby.


"Devi sebenarnya sudah meninggal dunia. Kasusnya sengaja di tutup oleh ayah Melani. Sebenarnya jika ayah Melani tidak jatuh saat ini pasti tidak akan ada yang berani mengungkit kematian Devi." jelas Arin.


Boby terdiam, ia mencoba mengingat kembali kejadian itu. Dimana ia telah memperkosa Devi yang saat itu tengah di sekap oleh Melani.


Ia tidak bisa menahan hasratnya saat melihat keindahan tubuh Devi yang terpampang jelas di hadapannya.


Bukan hanya sekali ia melakukan hal itu terhadap Devi. Entah apa yang ada didalam pikirannya saat itu. Yang pasti ia merasa ingin terus dan terus menikmati tubuh Devi yang seperti mempunyai sebuah candu.


Tapi bukankah saat ia meninggalkan Devi saat itu Devi masih hidup ? atau Devi meninggalkan akibat tidak tahan atas perlakuannya terhadap Devi saat itu ?.


Apakah Devi kelelahan dan juga kelaparan karena telah ia jadikan sebagai budak nafsunya yang benar-benar gila saat itu ?.


Boby menggelengkan kepalanya, jika benar seperti apa yang telah ia pikirkan maka saat ini nyawanya berada di ujung tanduk.


Cepat atau lambat baik Devan atau gadis itu pasti akan menemukan keberadaannya dan pasti mereka akan menghukumnya karena kesalahan yang sangat fatal yang telah ia lakukan.


Sekarang dimana ia bisa bersembunyi, jika ia bisa bersembunyi dari gadis itu pasti ia tidak akan bisa bersembunyi dari Devan.


Karena Devan tidak akan tinggal diam saat mengetahui bahwa kesalahan yang telah ia lakukan selama ini, ia tutupi dengan nama Devan.