
Setelah beberapa saat merenung di dalam mobilnya, Devan memutuskan untuk segera menemui Melani, selama ini ia tidak pernah mengusik kelurga itu meskipun ia tahu bahwa mereka adalah pembunuh orang tuanya.
Bukan tanpa alasan ia melakukan hal itu, ia tidak ingin ada dendam baru setelah pembalasan dendamnya. Ia ingin menyerahkan semuanya kepada Polisi.
Namun sayangnya ia tak mampu membuktikan kebenaran itu selama ini. Kini sudah ada sebuah bukti yang menunjukkan bahwa mereka adalah pembunuh keluarganya.
Dan bahkan sekarang ia juga sudah mengetahui bahwa ayah Melani telah bekerjasama dengan Boby pada saat kejadian itu yang hampir saja membuat nyawanya melayang.
Kini kedatangannya ke kota itu bukan untuk masalah dendamnya terhadap sang pembunuh keluarganya. Tapi ia ingin tau siapa yang telah menghancurkan nama baiknya sehingga ia menjadi seorang tersangka dalam beberapa kasus.
Ia tidak perduli dengan dendam pribadinya, ia hanya perduli dengan nama baiknya. Apakah ia tidak ingin membalas kematian keluarganya ?.
Tentu saja jawabnya ia, siapa anak yang tidak ingin membalaskan kematian kedua orang tuanya. Hanya saja Devan tidak ingin mengotori tangannya untuk membunuh penjahat itu.
Sepanjang perjalanan hati dan pikirannya berkecamuk memikirkan tindakan apa yang harus ia lakukan. Kemudian Devan berhenti kembali di pinggir jalan, ia menghubungi tuan L.
"Kakek apa yang harus aku lakukan ? apakah aku harus menghukum mereka semua dengan tanganku sendiri ?." tanya Devan setelah panggilannya tersambung.
"Devan ceritakan semuanya, apa yang sebenarnya terjadi hingga kau bertanya seperti itu ?." tanya tuan L.
Kemudian Devan menceritakan semua kejadian yang baru saja ia ketahui. Mulai dari pengkhianatan Boby hingga perlakuan Melani terhadap teman Sekolahnya yang bernama Devi, hingga masalah yang selama ini ia tahan yaitu balas dendam terhadap kematian keluarganya.
"Devan, untuk masalah Boby kau harus menghukumnya karena ia adalah sumber masalah yang sebenarnya."
"Dan untuk masalah Devi, kau harus mencari tau dahulu apa yang terjadi setelah kejadian itu. Dan untuk masalah dendam mu biarlah kakakmu yang akan melakukannya."
"Karena kakek yakin ia telah menyiapkan semuanya sejak lama, sehingga ia saat ini bisa membuktikan di mata hukum semua perbuatan jahatnya terhadap keluarga mu." jawab tuan L setelah mendengar penjelasan Devan.
"Devi dalam keadaan baik-baik saja kek, bahkan ia sudah bersekolah seperti biasanya." ucap Devan.
"Apakah kau yakin ?." tanya tuan L.
"Apa maksud kakek ? bahkan aku baru saja bersamanya." jawab Devan.
"Devan, apakah kau yakin jika seorang gadis masih berani muncul dihadapan mereka yang telah melakukan hal serendah itu ?."
"Apakah kau yakin jika tidak ada peristiwa setelah kejadian itu ? paling tidak pasti ada yang telah menolongnya atau sebaliknya." tuan L menjelaskan.
Devan berfikir sejenak, memang benar apa yang dikatakan oleh tuan L, mana mungkin Devi berani muncul kembali dihadapan Melani dan kawan-kawannya setelah kejadian pahit itu ?.
Dan siapa yang telah menolongnya hingga Devi masih berani muncul dihadapan mereka semua dengan lebih berani seperti sekarang ini ?.
Bahkan ia juga mengetahui bahwa saat ini Devi adalah pemilik SMA Persada tempat dimana ia selama ini mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi.
"Kakek benar ! seharusnya aku mencari tau peristiwa apa yang terjadi setelah kejadian pahit yang dialami oleh Devi."
"Berbeda bagaimana maksud mu Devan ?." tanya taun L.
Devan menceritakan semua perubahan Devi, dari gadis cupu yang tak berani melawan bahkan untuk menatap kearah orang yang telah membully dirinya saja ia tidak berani.
Tapi kini ia menjadi gadis cupu yang sangat luar biasa, atau lebih tepatnya ia bukan lagi cupu melainkan suhu hanya penampilannya saja yang berubah.
Dan lagi yang lebih mengejutkan adalah, Devi adalah pemilik SMA Persada yang sebenarnya. Bagaimana mungkin seorang pemilik menjadi korban bullying di SMA miliknya sendiri jika bukan karena sesuatu.
"Devan itu berarti Devi yang kau temui selama ini bukanlah Devi yang sebenarnya. Mana mungkin seseorang berubah seratus delapan puluh derajat dalam waktu yang sangat singkat."
"Bisa saja ia menjadi lebih berani tapi pasti ada sesuatu yang masih tertinggal dari sikap aslinya. Dan mana mungkin sang pemilik SMA Persada bisa sampai disekap oleh mereka dan kasusnya di publikasikan." jelas tuan L.
Setelah mengatakan hal itu tuan L meminta Devan untuk menyelidiki siapa sebenarnya Devi yang ada saat ini. Karena pasti semua Maslah yang Devan hadapi berawal dari kejadian yang dialami oleh Devi setelah penyekapan itu.
Bisa jadi, orang yang telah meratakan markas Scorpio hitam adalah orang yang ingin membalaskan dendam Devi kepada scorpio hitam.
Karena hanya fitnah adegan panas itu yang berhubungan dengan scorpio hitam. Jika bukan karena itu tidak ada kejadian yang berhubungan dengan Devi.
Dan yang lebih tepat adalah Boby sebagai sumber dari semua masalah itu. Karena hal yang dilakukan oleh Boby membuat Devan menjadi seorang tersangka sebuah kejahatan hingga menyeret scorpio hitam.
"Devan atau Devi sebenarnya mempunyai hubungan dengan sang misterius yang sangat melegenda di dunia mafia itu ?." tanya taun L tiba-tiba.
"Devan tidak tau kek, yang Devan tau Devi adalah seorang anak yang dibesarkan oleh seorang ibu dan ia tumbuh tanpa seorang Ayah selama ini."
"Hal itu yang membuat Melani dengan sesuka hati memperlakukan ia dengan semena-mena apalagi Devi menjadi siswi di SMA Persada berkat beasiswa dari ayah Melani." jawab Devan.
"Baiklah Devan jika demikian lebih baik kau segera temui Boby dan tanyakan semua kepadanya sebelum kau melangkah lebih jauh."
"Untuk masalah Devi, kau kirimkan datanya biar Kakek yang akan menyelidikinya siapa sebenarnya ia." ucap tuan L.
Setelah itu beliau mengakhiri panggilannya. Sementara Devan hanya menghela nafasnya. Selama ini Devan tidak pernah tau data pribadi Devi.
Yang ia tau gadis itu telah mencuri hatinya sejak kejadian di depan bandara waktu itu, di saat mereka memperebutkan sebuah taksi.
Taksi ? jika memang benar itu adalah Devi dari mana ia sehingga ia berada di bandara ? dan bukankah saat itu seharusnya Devi baru saja mengalami hal pahit itu ?.
Devan ingat tanggal kejadian dalam video penyekapan yang dilakukan oleh Melani dan kawan-kawannya adalah tanggal dimana ia masih berada di luar negeri.
Dan adegan panas yang direkam dalam markas scorpio hitam itu juga tertanggal dimana ia masih berada di luar negeri.
Artinya benar apa yang dikatakan oleh tuan L, bisa jadi Devi yang saat ini berada di antara mereka bukanlah Devi yang sesungguhnya.