Devi Devira

Devi Devira
Bab. 20. Mengadu



Devan berjalan menyusuri jalan ia masih tak percaya dengan apa yang ia lihat dari rekaman cctv dari ruang kerjanya itu.


Ternyata orang yang telah mengkhianati dirinya adalah Boby sahabat sekaligus orang kepercayaannya selama ini.


Devan kemudian duduk di pinggir jalan seperti gelandangan yang tidak mempunyai tempat tinggal. Ia mencoba berfikir apa sebenarnya tujuan Boby sehingga tega mengkhianati kepercayaannya selama ini.


Dan siapakah orang yang telah menolongnya malam itu ? Dan bagaimana mungkin orang itu tau bahwa ada yang telah mengkhianati dirinya.


Seandainya Devan tidak percaya perkataan orang itu mungkin saat ini ia telah hangus terbakar bersama motor kesayangannya.


Sebenarnya saat ini Devan juga sudah terbakar oleh pengkhianatan Boby sahabat dekatnya. Tapi tunggu dulu apakah sebenarnya Boby juga yang menyebabkan ada seseorang yang menginginkan nyawanya ?


Atau bisa jadi orang itu adalah Boby sendiri yang sengaja berkamuflase menjadi orang lain ?. Ya Devan hanya bisa menduga dan menduga.


Untuk bisa mengetahui hal itu ya Devan harus mencari tau kebenarannya sendiri. Apa sebenarnya yang telah terjadi ?.


Setelah berusaha untuk menenangkan diri, Devan akhirnya memutuskan untuk kembali kerumah sederhana yang terletak jauh dari kota.


Rumah yang terletak dipinggiran kota dan sangat jauh dari pemukiman warga. Meskipun sunyi dan sepi. Namun rumah itu adalah rumah dimana Devan bisa menenangkan diri.


Dengan menggunakan taksi online, Devan menuju rumah tersebut. Dan beruntungnya bagi Devira taksi online tersebut adalah miliknya alias anak buahnya yang selalu menjadi sopir taksi online khusus untuk Devira.


Niatnya hanya iseng melintas di depan Devan hanya sekedar untuk memastikan keadaan Devan. Nyatanya Devan malah menghentikannya dan memintanya untuk mengantarkan Devan.


Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, kira-kira begitu kata pepatah. Selain bisa mendapatkan upah ia juga bisa mengetahui Devan hendak kemana dan dengan tujuan apa. So, Devira sangat beruntung dengan hal itu.


Setelah Devan duduk di dalam, taksi itu melaju menyatu dengan jalanan dan membelah hiruk-pikuk kendaraan yang lalu lalang.


Dari jalanan yang sangat ramai hingga menuju jalanan yang sangat sepi, karena daerah itu sangat jarang dikunjungi oleh orang.


"Kita akan pergi kemana bos ? jalanan disini terlihat sangat sepi, apakah kita aman ?." tanya sopir taksi itu.


"Aman, saya yang akan menjamin keamanan anda. Dan jangan khawatir karena saya akan membayar tagihan dua kali lipat." jawab Devan sambil memejamkan mata.


"Maaf bos, soal biaya saya tidak masalah yang penting sesuai dan saya bisa makan. Hanya saja saya belum pernah ke daerah ini." jawab sopir taksi itu.


"Saya paham, karena tempat ini memang sangat jarang dikunjungi oleh orang. Selain jauh juga sangat sepi. Hanya orang yang butuh ketenangan saja yang mau mengunjunginya." jawab Devan.


Sopir taksi itu hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Devan. Setelah itu Devan menunjukkan sebuah alamat yang akan ia tuju.


Setelah sampai Devan membayar tagihan dua kali lipat seperti yang ia katakan.


"Terimakasih bos, jika anda membutuhkan taksi online anda bisa menghubungi nomor saya." ucap sopir taksi itu.


Devan hanya tersenyum, kemudian ia melambaikan tangannya dan segera berjalan menuju sebuah rumah yang sangat sederhana.


Devan mengetuk pintu dan tak lama seorang lelaki paruh baya membukakan pintu untuk Devan.


Bahwa ada seseorang yang telah menjahilinya. Dan ia ingin agar orang tuanya membalaskan perbuatan mereka. Seorang King scorpio hitam kini tengah mengadu dan berharap pertolongan.


Hanya saja ia tidak menangis dengan berurai air mata sambil mengusap ingus yang mengalir dari hidungnya.


Sopir taksi itu dengan lincah mengambil foto pria paruh baya itu. Setelah mendapatkannya ia segera berlalu meninggalkan Devan yang saat ini tengah patah hati karena dikhianati oleh sahabatnya sendiri.


Setelah berada di tempat yang jauh baru lah sopir taksi itu menghubungi Rian dan menceritakan semuanya dan tak lupa ia juga mengirimkan foto Pria paruh baya itu.


Dengan cepat Rian mencari informasi terkait pria itu, ia curiga karena Devan sang ketua mafia yang sangat disegani oleh kalangan dunia hitam bisa mengunjungi pria itu.


Namun sekuat apapun Rian mencoba ia tetap tidak bisa menembus keamanan yang melindungi data diri pria itu.


"Queen, ada sedikit masalah yang saya tidak bisa mengatasinya. Orang kita baru saja mengantar Devan ke pinggiran kota untuk mengunjungi seseorang."


"Hanya saja saya tidak bisa menembus keamanan orang tersebut. Mungkin jika kita mengetahui siapa orang tersebut, kita bisa mengetahui apa rencana Devan selanjutnya." ucap Rian.


"Coba kirim ke alamat saya." jawab Devira dengan singkat.


Setelah Devira mendapatkan foto tersebut, ia segera melacak informasi yang berkaitan dengan orang tersebut. Dengan kemampuan yang Devira miliki, ia dengan mudah mendapatkan semua informasi tentang pria itu.


"Dia adalah Tuan L, sang legenda di dunia mafia. Selama ini beliau telah lama menghilang dari dunia hitam dan sampai saat ini belum ada yang mengetahui keberadaannya." ucap Devira.


Rian dan orang kepercayaan Devira segera melihat foto yang ditampilkan oleh Devira dari proyektor. Masing-masing dari mereka segera mencari informasi terkait Tuan L tersebut.


"Queen ternyata Tuan L yang telah menjadikan Devan sebagai seorang mafia. Mungkin saat ini Devan sedang berdiskusi tentang masalah yang ia hadapi."


"Kita harus bergerak lebih cepat sebelum Tuan L dan Devan mencegah jalan kita. Karena kita belum tentu bisa mengimbangi tuan L." ucap Rian.


"Kita tidak pernah berurusan dengan tuan L, selama kita tidak menyentuhnya maka tuan L tidak akan menghalang-halangi apa yang akan kita lakukan."


"Sesuai rencana kita akan memulai dari Melani dan gengnya. Karena dari mereka semuanya berawal." jelas Devira.


Setelah mengetahui bahwa gudang kosong itu telah dibakar oleh orang yang tak dikenal. Maka Devira tidak mau menundanya lagi.


Devi harus mendapatkan keadilan. Meskipun gudang itu telah hangus terbakar tetapi semua barang bukti yang ia butuhkan untuk menuju pelaku pembunuhan itu telah ia kantongi.


"Dan satu hal lagi, sampaikan kepada orang kita jangan sampai ia bertindak gegabah. Ia harus tetap berprofesi sebagai sopir taksi online."


"Jangan sampai gerakannya terbaca oleh tuan L, karena aku yakin tuan L akan turun kembali kedunia mafia, demi Devan." ucap Devira lagi.


Setelah mengatakan hal itu Rian segera menghubungi orangnya yang masih berada dipinggir kota itu.


Setelah mengatakan hal itu, Rian kemudian bersiap bersama yang lain untuk operasi pertama mereka. Kali ini adalah tujuan utama Rian untuk membalas kematian keluarganya karena keluarga Melani.