
Terkadang rasa empati berubah menjadi benci, dan terkadang rasa kasih berubah menjadi benci hanya karena masalah sepele.
Sama halnya dengan Rian, dahulu ia sangat sayang kepada Melani saat masih kecil. Kedua orang tua mereka adalah sahabat dekat.
Hanya karena orang tua Rian tidak mendukung perbuatan terlarang yang dilakukan oleh ayah Melani, membuat keduanya menjadi seorang musuh.
Hingga akhirnya ayah Melani tega menghabisi nyawa orang tua Rian dihadapan Rian sendiri. Hal itu yang membuat Rian menjadi benci terhadap keluarga Melani, terutama sang ayah.
Sebenarnya Rian tidak ada niat untuk menyakiti Melani, karena kesalahan orang tuanya. Namun Melani tega menganiaya Devi, hingga masalah itu berujung pembunuhan terhadap Devi.
Meskipun tidak terbukti jika Melani yang melakukan hal itu, namun Rian akan tetap membantu Devira untuk membalaskan kematian Devi.
Tujuan operasi yang kini mereka lakukan adalah untuk menuntaskan urusan di antara mereka yang selama ini belum tuntas.
Dengan keahlian yang mereka miliki, dengan sangat mudah untuk menjatuhkan kekuasaan ayah Melani. Apalagi selama ini ayah Melani adalah pejabat yang suka sewenang-wenang terhadap orang yang lebih lemah.
Bahkan beliau juga merupakan gembong Narkoba. Sehingga bukti-bukti kejahatan yang dilakukan oleh ayah Melani Mereka unggah di internet.
Setelah itu mereka juga meramaikan media sosial dengan berita terhangat yang baru saja mereka unggah. Dalam hitungan detik, keluarga Melani menjadi trending topik terpanas dalam pencarian di internet.
Saat mengetahui berita tentang dirinya, ayah Melani segera mengemasi barang-barang berharga miliknya, setelah itu mengajak Melani untuk meninggalkan rumah mewah mereka.
Meskipun dengan berat hati akhirnya Melani mengikuti sang ayah untuk melarikan diri dari kejaran polisi.
Seperti rencana Rian, mereka pergi kesebuah desa terpencil tempat dimana ayah Melani berasal. Daerah itu juga merupakan tempat tinggal Rian dan juga keluarganya dahulu.
'Bagus tuan, silakan bersembunyi di desa itu. Hal itu akan memudahkan saya untuk mengingatkan kembali kenangan indah keluarga kita dulu.'
'Dengan begitu akan mudah bagi saya untuk menunjukkan kepada ayah saya bahwa nasib anda dan keluarga tak jauh berbeda dengan mereka.'
'Hanya saja keluarga saya mati dalam keadaan terhormat karena membela sebuah kebenaran tidak seperti mereka yang akan mati dalam persembunyiannya karena menghindari hukum.'
Rian tersenyum puas, karena semua rencananya berjalan sesuai dengan rencana. Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melakukan eksekusi.
"Rian apakah kau sudah menyiapkan kejutan demi kejutan untuk mereka ?." tanya Devira.
"Sudah Queen, paket pertama bagi mereka sedang dalam perjalanan. Sebentar lagi pasti akan mereka terima." jawab Rian.
"Lalu bagaimana dengan mafia scorpio hitam ?." tanya Melani lagi.
"Scorpio hitam tanpa Devan, seperti sebuah Scorpio yang tidak mempunyai racun dan kekuatan lagi. Dengan satu serangan mereka akan langsung kocar-kacir." jelas Rian.
"Baiklah, malam ini kita ratakan markas scorpio hitam." perintah Devira.
"Baik Queen." jawab orang-orang Devira dengan kompak.
Setelah itu, mereka mempersiapkan persenjataan yang mereka butuhkan. Kendaraan yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa telah mereka siapkan. Semuanya berkumpul kembali setelah mempersiapkan segala sesuatunya.
"Kita bagi orang-orang kita menjadi enam kelompok. Kelompok satu menyerang dari belakang, kelompok dua menyerang dari samping kanan, kelompok tiga menyerang dari samping kiri, kelompok empat menyerang dari depan."
"Sementara saya dan Rian akan masuk melalui pintu rahasia yang biasa digunakan oleh Devan untuk keluar masuk markas itu." ucap Devira sambil menunjukkan gambar markas scorpio hitam.
Devira juga menjelaskan berbagai rintangan dan jebakan yang terdapat dari berbagai sisi markas tersebut.
Tak lupa Devira juga meminta kepada seluruh anggota agar mengampuni anggota scorpio yang sudah menyerah dan tak berdaya.
Mereka harus bisa menghindari pertumpahan darah, karena mereka tidak bersalah seluruhnya. Tugas utama mereka adalah menghancurkan markas tersebut.
Dan membakar barang-barang terlarang yang selama ini menjadi sumber penghasilan terbesar mereka.
Setelah menyampaikan semuanya, Devira meminta mereka untuk beristirahat dan mengisi perut mereka agar saat mereka bergerak mereka sudah dalam keadaan siap dan bertenaga.
Dengan demikian mereka bisa berkonsentrasi dan fokus pada tujuan mereka. Devira selalu menganggap mereka seperti saudara sendiri. Sehingga keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan mereka adalah yang paling utama.
Sementara di markas Scorpio hitam, Boby dan yang lainnya sedang berpesta dengan minuman-minuman keras dan juga para wanita. Mereka tengah merayakan kepergian Devan.
"Mari kita bersulang ! kita rayakan keberhasilan kita menyingkirkan Devan. Dengan pemimpin yang baru yaitu Boby kita bisa menikmati hidup."
"Alkohol dan wanita tak akan menjadi larangan dalam kelompok kita lagi. Dan scorpio hitam bisa menguasai dunia hitam tanpa banyak pertimbangan." ucap salah satu dari mereka.
Boby tersenyum bahagia mendengarnya. Karena selam ini ia sebenarnya tidak menyukai aturan yang dibuat oleh Devan.
Sebagai anggota mafia ia bahkan harus bersembunyi dari Devan agar bisa menikmati surga dunia.
Saat Boby tengah terbang di awan karena keberhasilannya menguasai scorpio hitam. Tiba-tiba terlintas bayangan Devi.
Gadis cupu yang pernah memuaskan nafsunya itu hingga ia lupa dengan aturan yang dibuat oleh Devan.
Tubuh gadis cupu itu begitu sempurna, nyaris tanpa celah sedikitpun. Bahkan diantara gadis yang pernah menjadi pemuas nafsunya, Devi benar-benar yang terbaik.
Jika di beri nilai maka Devi memiliki nilai seratus, keluguan dan kepolosannya membuat Boby menginginkan gadis cupu itu.
Bahkan keperawanannya membuat Boby seakan tebang ke alam surga, benar-benar devinisi surga dunia yang sesungguhnya.
'Devi kau begitu sempurna, bersamamu aku bisa melayang dalam lautan kenikmatan, tapi siapa Devi yang sekarang ? mengapa ia terlihat berbeda ?.'
'Apakah Devi berubah karena telah melewati malam indah bersama dengan ku ? jika demikian maka kita harus mengulangi malam indah itu lagi.'
'Devi sayang tunggulah Abang Boby datang. Kita akan pergi ke surga dunia lagi dan akan Abang pastikan bahwa kau juga akan sangat menikmatinya.'
Boby tersenyum membayangkan keindahan dunia bersama dengan Devi. Meskipun sebenarnya ia tau bagaimana reaksi Devi saat itu.
Devi menjerit sambil menagis, karena ia tidak tahan dengan apa yang dilakukan oleh Boby sang psikopat itu namun bagi Boby jeritan dan tangisan Devi membuatnya semakin gila ingin terus melakukannya.
"Mari bersulang kawan ! jangan hanya tersenyum sendiri seperti orang gila. Jika kau menginginkan wanita kau tinggal pilih salah satu diantara mereka." ucap salah satu orang kepercayaan Boby.
Terlihat beberapa wanita cantik dan seksi dengan senyum menggoda menatap ke arah Boby. Gerakan tubuh mereka seolah berkata 'Pilihlah aku dan kita akan menikmati indahnya surga dunia.'