
Rian segera pergi menuju tempat dimana Devan dan tuan L berada. Ia lupa jika tuan L bersama dengan Devan. Sehingga Devan pasti bisa melakukan hal yang tidak bisa ia prediksi.
Karena selama ini Rian tidak seberapa paham akan sepak terjang tuan L di dunia mafia. Sebagai pemain lama pasti tuan L banyak sekali pengalamannya dalam masalah yang sering dihadapi oleh para mafia.
Rian segera menuju ke kota dimana Devan berada, kota kelahirannya dan kota yang menjadi saksi bisu kisah pilu yang harus ia hadapi.
"Queen, bahagia jika kami tidak bisa menahan Devan karena bantuan dari tuan L ?." tanya Rian saat dalam perjalanan.
"Jangan khawatir karena aku juga akan segera pergi kesana. Hanya saja aku harus meyakinkan mommy bahwa aku akan baik-baik saja dan tidak akan ada yang bisa menyakiti aku."
"Aku harus menghukum Devan seperti janjiku kepada Devi, dan dari Devan aku bisa mengetahui siapa pemilik pin melati itu." ucap Devira.
"Baiklah Queen, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menahan Devan. Dan berhati-hatilah Queen karena kita belum mengetahui siapa musuh kita yang sebenarnya." ucap Rian.
Setelah mengatakan hal itu, Rian bisa bernafas dengan lega. Meskipun ia tidak tau mampu atau tidak untuk menghadapi tuan L tapi ia yakin bahwa Devira akan datang pada saat yang tepat.
Ia sangat yakin dengan kemampuan yang dimiliki oleh Devira. Bahkan jika ia harus berjuang hingga tetes darah terakhir ia tetap yakin dengan Devira.
Rian segera menuju tempat dimana Devan dan tuan L berada. Dan pada saat itu ia juga mendapatkan informasi bahwa Boby dan Arin telah pergi meninggalkan kota itu dan kini mereka berada di kampung halaman Boby.
Semua tentang Boby dan juga Arin ia ketahui dari orang kepercayaannya yang berperan sebagai sopir taksi online.
Dari ia juga Rian mengetahui bahwa Devan sedang mengincar Boby dan juga Arin. Untuk masalah mereka menjadi target Devan ada hubungannya dengan Devi.
Tapi hal itu belum bisa ia pastikan dengan jelas apa permasalahannya. Yang pasti Boby dan Arin sedang bersembunyi dari Devan dan juga Devira.
"Apakah sebenarnya bukan Devan yang telah memperkosa Devi ? apakah Boby yang menjadi pelaku utamanya ?."
"Aku harus mastikan semua informasi tentang Devan dari hari sebelum kejadian penyekapan yang dilakukan oleh Melani terhadap Devi." ucap Rian.
Setelah itu ia menghubungi orang kepercayaannya untuk menyelidiki agenda scorpio hitam termasuk kemana saja Devan selama rentang waktu sebelum kejadian penyekapan dan hari dimana Devi ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi.
Setelah itu ia kembali fokus untuk menghadang Devan, atau ia harus mencari cara agar Devan tidak bisa meninggalkan kota itu sebelum Devira tiba.
"Tuan itu Devan, kelihatannya mereka sedang menunggu sesuatu." ucap salah satu orang kepercayaannya.
"Baiklah kita pantau dari jarak ideal dan jangan membuat mereka curiga dengan kita. Tugas kita hanya memastikan bahwa Devan tidak meninggalkan kota ini hingga Queen menghukumnya." jawab Rian.
Setelah mengatakan hal itu, Rian dan juga orang-orangnya segera melakukan pemantauan terhadap Devan dan juga tuan L.
Dan hal itu diketahui oleh tuan L, dengan seksama tuan Memperhatikan dan juga memperhitungkan kekuatan lawan.
"Devan, kita harus berhati-hati karena kita sedang dipantau oleh seseorang. Aku rasa itu adalah anggota dari gadis itu." ucap Tuan L.
"Apa yang harus kita lakukan kek ?." tanya Devan.
"Kita lebih baik jangan bertindak terlebih dahulu, mengingat kondisi mu saat ini akan sangat berbahaya jika kau harus menghadapi mereka."
"Terutama pemimpin mereka yang kita belum mengetahui sejauh mana kemampuannya. Kita hanya tau kehebatan gadis itu saja." jawab tuan L.
Seandainya ia terlibat pertarungan dengannya lagi bisa dipastikan Devan akan kalah hanya dalam satu serangan saja.
Sungguh sangat luar biasa, kecantikan dan keluguan yang terlihat selama ini ternyata menyembunyikan sebuah kekuatan yang sangat luar biasa.
Devinisi ku kira cupu ternyata suhu yang sebenarnya. Tapi satu hal yang membuat Devan bersyukur karena ia bisa memiliki hati gadis itu meskipun tidak di akui oleh sang gadis.
Untuk itu ia harus segera menemukan Boby untuk menjelaskan masalah yang sebenarnya terjadi. Bahwa bukan Devan yang telah memperkosa Devi dan bukan Devan yang telah membunuh Devi.
Ia bukan seorang pembunuh, meskipun mempunyai kesempatan untuk melakukan hal itu. Kecuali ia dalam keadaan terdesak.
"Kakek bukankah itu taksi yang kita tunggu ?." tanya Devan sambil menunjuk sebuah taksi yang berjalan ke arahnya.
"Akan kakek hentikan taksi itu." ucap tuan L.
Dan benar saja tuan langsung berdiri di tengah jalan untuk menghentikan taksi tersebut dengan cara melambaikan kedua tangannya.
Tak Lama kemudian taksi itu berhenti tepat dihadapannya. Dan sang sopir segera membuka kaca mobilnya untuk menyapa tuan L.
"Maaf tuan apakah ada yang bisa saya bantu ?." tanya sang sopir dengan sopan.
"Bisakah kau mengantarkan kami ke suatu tempat ?." tanya taun L.
"Maaf tuan kali ini saya tidak bisa membantu karena saya sudah mempunyai sebuah janji dengan seseorang." jawab sang sopir.
"Aku akan membayar mu tiga kali lipat dari harga yang seharusnya." ucap Devan ikut menimpali.
"Tawaran yang sangat menarik sekali Bos, tapi saya sudah mempunyai sebuah janji dengan seseorang. Meskipun orang tersebut belum tentu membayar jasa saya tapi janji saya jauh lebih penting dari uang yang anda tawarkan." jawab sang sopir.
"Luar biasa sekali ucapan mu anak muda." ucap tuan L dengan sedikit emosi.
"Maaf tuan di dunia ini memang hampir semua membutuhkan uang, tapi sebuah janji yang telah di ikrarkan oleh seseorang akan dipertanggungjawabkan bukan hanya di dunia ini tetapi juga di akhirat nanti."
"Karena saya adalah orang biasa yang membutuhkan bantuan orang lain, sehingga saya tidak boleh mementingkan urusan pribadi demi keuntungan semata."
"Dan mengorbankan sebuah kepentingan seseorang yang sudah mempercayai janji yang telah kita ucapkan."
"Dengan uang yang tuan miliki pasti akan banyak sekali kendaraan yang dengan senang hati mengantarkan kalian ke tempat tujuan."
"Sekali lagi saya mohon maaf tuan, karena saya lebih memilih untuk menepati janji dari pada mendapatkan keuntungan dari ingkar janji tersebut." jawab sang sopir.
Setelah mengatakan hal itu, sopir tersebut segera menutup kaca mobilnya dan perlahan berlalu meninggalkan Devan dan juga tuan L.
"Tunggu sebentar !." teriak Devan.
Dan benar saja taksi itu berhenti dan menunggu Devan mengatakan sesuatu yang membuatnya menghentikan laju mobilnya.