
Dasya mengemudi mobil nya dengan kecepatan sedang ia sangat kesal dengan Dev yang berpikiran buruk padanya rasa nya ia ingin menangis namun ia menahannya.
"aku tidak pernah berpikir untuk merebut Dion dari istrinya"ucap Dasya ia tak tau mengapa Dev berpikir sampai disitu.
.
.
.
Saat ini Dasya sedang duduk berselonjor di tempat tidurnya seraya memeluk boneka panda nya yang bernama nino ia terus memikirkan perkataan Dev padanya
"nino apa aku salah mencintai seseorang?"tanya Dasya berharap boneka tersebut dapat menjawab pertanyaan nya
Ia membaringkan diri merasa lelah dan sedikit pusing atas kejadian hari ini
Drrrttt
Ponsel Dasya berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk
08225138xxxx
*Haii apa kau sudah tidur?
Tama
Dasya
Belum..Bagaimana denganmu?
Tama
Aku tidak bisa tidur karna memikirkan mu
Dasya
Oh ya bagaimana bisa?
Tama
Entah lah mungkin karna aku merindukan mu
Pesan dari Tama membuat senyuman terlukis di wajah Dasya
Tama
Kau sedang memikirkan apa?
Dasya
Tidak ada
Tama
Tidurlah sudah malam sampai bertemu besok
Dasya hanya membaca pesan singkat tersebut tanpa membalas nya
Ia menaruh kembali ponsel nya ke atas meja kemudian membaringkan badannya tidak menunggu lama Dasya pun sudah terlelap.
Di lain sisi Dev yang sedang duduk di atas sofa kamar nya dengan di temani secangkir kopi terlihat ia sedang memikirkan sesuatu
"kenapa harus dia yang dijodohkan dengan ka David"ucap nya serayu menyeruput kopi nya
"apa tidak ada wanita lain selain dirinya"lagi lagi ia berbicara sendiri mengeluarkan segala yang ada di benak nya
"hah untuk apa aku memikir wanita itu"ia pun meletakan kopi nya ke meja dan berjalan kearah tempat tidurnya rasa nya ia ingin cepat cepat terlelap dan melupakan kejadian hari ini
.
.
.
.
.
Dering ponsel membuat Tama terbangun dari tidurnya dan meraih ponsel nya
"siapa menelpon sepagi ini"keluh nya merasa terganggu akan seseorang yang menelponnya
"hallo Tama kau sudah bangun"ucap seorqng wanita dari seberang sana
Tama melihat nama yang tertera di ponsel nya
"Aurel kau mengganggu tidurku"ucap Tama wanita itu hanya terkekeh
"baik lah tuan waktu nya untuk bekerja kau tidak ingin di cap sebagai bos yang tidak disiplinkan"ucap Aurel
Tama beranjak dari tidurnya kemudian mengalih kan telepon suara menjadi telepon video
"lihat lah wajahmu itu senang sekali menganggu ku"kesal Tama seraya menunjuk wajah Aurel dari ponselnya
"ayo bangun dan mandi aku akan menjemput mu dan membawa mu sarapan"ucap Aurel lalu memutuskan sambungan teleponnya
Tama pun dengan segera membersihkan diri dan bersiap siap untuk pergi ke kantor. Hari ini adalah hari pertama nya menjadi CEO di perusahaan.
Tidak butuh beberpa lama Tama pun selesai membersihkan diri ia mengenakan pakaian kerja nya dan menuju ruang utama
Terdengar suara ketukan dari luar yang ia yakini itu adalah Aurel
"selamat pagi Tuan sarapan suadah siap"seru Aurel lalu membawa makan melewati Tama ke meja makan
"kau harus sarapan karna penting untuk kesehatanmu"ucap Aurel seraya menyiapkan makanan kepiring yang kosong lalu memberikannya pada Tama
"kenapa kau ingin menjadi sekretaris ku keluarga mu kan keluarga terpandang kenapa kau tidak bekerja di perusahaan keluarga mu saja"ucap Tama menatap Aurel yang sibuk menyiapkan sarapan untuknya
"aku hanya ingin mandiri saja"jawab Aurel sekenanya
"sarapan lah sebelum jalanan menjadi padat nanti nya"ucapa Aurell
Tama oun memasukkan makan tersebut ke mulutnya
"kau beli dimana makanan ini,enak sekali"ucap Tama dengan terus melahap makanan tersebut
"terima kasih. aku memasak nya sendiri"ucap Aurel dengan tersenyum ia senang Tama menyukai masakan nya
"aku tidak tau jika kau pandai memasak"ucap Tama. Aurel hanya tersenyum lalu memberikan segelas susu untuk Tama.
"Susu kau kan tau aku tidak menyukai susu"ucap Tama tangan nya memundurkan gelas yang dipegang oleh Aurel melihatnya saja membuat nya menjadi mual
"aku tau kau tidak suka susu murni...Susu ini sudah ku campurkan dengan buah buahan jadi rasa nya enak cobalah aku membuatkannya khusus untuk mu"ucap Aurel lalu memberikan gelas tersebut pada Tama dengan terpaksa Tama meminum susu tersebut dan meminum nya
Hening
Tama meminum susu itu untuk kedua kalinya
"bagaimana rasa nya"tanya Aurel
"enak dari mana kau tau resep nya"tanya Tama ia meminum susu tersebut sampai habis tak tersisa
"sudah sini gelas nya sepertinya kau suka sekali dengan susu ini sampai sampai kau juga ingin menelan gelas nya juga"ucap Aurel mengambil alih gelas yang di pegang oleh Tama. Tama hanya terkekeh geli mendengar perkataan Aurel.
.
.
.
.
.
.
.
.