
Semuanya terlihat putih tidak ada yang Dasya lihat selain cahaya putih itu.
"Dasya" suara yang begitu familiar
"Dev" Dasya mencari sosok Dev namun nihil ia tidak melihat apapun.
"Dev kau dimana?" Dasya berteriak berusahan mencari keberadaan Dev
"aku disini sayang" Dasya membalik badannya terlihat Dev berdiri disana.
Dengan langkah cepat Dasya menghampiri lelaki itu dan memeluknya
"Dev jangan pergi" ucap Dasya
"aku tidak akan pergi" ucap Dev
"sekarang kembali lah"
"lalu kau bagaimana ayo kita kembali bersama" ajak Dasya
"aku tidak bisa sayang,kau kembali lah lebih dulu aku akan menyusul" ucap Dev yang hanya di balas anggukan oleh Dasya.
"jangan tinggalkan aku "
"aku tidak akan pernah meninggalkan mu Dasya" ucap Dev hingga lelaki itu menghilang
"Dev kau dimana" isak Dasya saat melihat Dev yang menghilang
"Dev jangan tinggalkan aku"teriak Dasya.
.
.
Di sebuah ruangan seorang wanita terbaring dengan banyak alat yang terpasang di tubuhnya.
Wanita itu membuka matanya untuk pertama kalinya setelah tiga bulan terbaring di rumah sakit.
" Dev"lirihnya membuat seisi ruangan menjadi terkejut sekaligus senang karena dia sudah sadar.
"Dasya sayang ini mamah" ucap Clairin seraya mengusap rambut putrinya itu.
Ada banyak orang di tempat itu yang membuat Dasya bingung. Ada apa sebenarnya. Papah Arya dan mamah Tari juga ada di situ begitu juga dengan Ayah Gino. Semuanya berkumpul di tempat itu.Namun hanya satu orang yang tak ia lihat.Lelaki yang ia cintai.
"mah dimana Dev?"tanya Dasya. Clairin hanya menatap sendu tak bisa menjawab.
" Dev sedang ada urusan sayang, dia akan kembali nanti"ucap Gino.Dasya tersenyum karena dia masih bisa bertemu dengan Dev.
Hingga ia menatap ke arah lelaki yang sedang menggendong bayi.
"Dasya lihatlah putramu" ucap Alex di susul oleh Clara yang juga menggendong bayi.
"Dan ini adalah putrimu,mereka kembar Dasya , kau harus sembuh untuk mereka" ucap Clara suaranya memberat air matanya ingin segera keluar.Dion segera menenangkan istrinya itu.
Dasya tersenyum saat melihat bayi kembarnya.Ia dan Dev pasti bahagia karena memiliki anak kembar.
Setelah kejadian di rootop Alex segera membawa Dasya ke rumah sakit.
Bersamaan dengan itu Dev juga di bawa ke rumah sakit.
Dasya segera di operasi untuk menyelamatkan anak yang berada di dalam kandungannya dan juga jantungnya yang menjadi sarang peluru.
Reyhan tewas di tempat namun Dev masih bisa di selamatkan sedangkan Ketrin wanita itu berusa melawan kepolisian hingga wanita itu di tembak mati.
Seminggu lebih Dasya sudah bisa berbicara normal namun ia tetap tidak melihat Dev.
"mah dimana Dev, kenapa dia tidak menjenguk ku?" tanya Dasya ia sudah tidak tahan sekarang ia sangat merindukan suaminya itu.sedangkan di pojok sana Tari menangis di pelukan Arya.
Clairin memberikan sepucuk surat untuk Dasya.
"apa ini?" tanya Dasya.
Semua yang berada di ruangan tersebut keluar membiarkan Dasya sendiri.
Dasya membuka surat tersebut.
*Hai my wife apa kau sudah bangun? apa kau baik baik saja sekarang?
aku harap kau menjawab iya
Apa kau tau impian ku hidup?
Yaitu membangun keluarga kecil yang bahagia dan memiliki banyak anak bersamamu.
Tapi Tuhan tidak ingin kita bersama selamanya.Hingga saat itu aku berdoa dan aku bahagia Tuhan mendengarnya sekarang aku dan kau bisa hidup bersama.
Tetaplah hidup Dasya anak anak kita membutuhkan seorang ibu jagalah mereka baik baik. Mereka sangat lucu sekali putra kita mirip sekali dengan ku dan putri kita mirip sekali dengan mu sangat cantik.
Jangan bersedih Aku akan tetap hidup bersama dengan setiap detak jantungmu.
Devano your husband*
Dasya melihat secarik kertas lalu melihat nya
Pengijinan pendonor Jantung
Deg
Hidup Dasya seolah di hantam ombak yang begitu dahsyat. Bisa kah ia marah pada Tuhan saat ini.Kenapa ia memberinya kehidupan jika harus mengambil kehidupan lainnya.
Sakit.Dasya merasa sesak di dadanya bahkan menangis saja ia tidak mampu. ia memegang jantung nya yang berdetak.Ralat itu adalah jantung Dev yang berdetak di dalam tubuhnya.
Dasya meringkuk memeluk lututnya. kenapa saat ini ia sangat susah untuk menangis hatinya terlalu sakit untuk menerima apa yang sudah terjadi.Menangis pun tak bisa menggambarkan betapa sakitnya wanita itu.
"Dev" ucap Dasya suaranya hampir tak dapat keluar rasanya ia ingin mati sungguh bisa kah ia mengulang kembali waktu yang telah berputar.
Ia ingin berteriak namun suaranya terasa hilang bersama nafas yang ia hembuskan
"Dev" Dasya terus menyebut nama lelaki itu berharap ini adalah mimpi buruknya dan saat ia terbangun ia dapat melihat dan memeluk tubuh suaminya itu.
Namun kenyataan pahit lagi lagi menghantamnya ini bukanlah mimpi ia harus hidup tanpa Dev dan apakah ia sanggup.
Semua yang melihat Dasya yang meringkuk hanya bisa menangis Clairin bisa merasakan rasa sakit dari putrinya.semuanya menangis menatap nya pilu.
Alex menatap Dasya dalam ia bertekad untuk menjaga Dasya seperti Dev meskipun suatu hari nanti Dasya akan menolaknya ia tidak peduli.
.
.
Dev berdiri di samping wanita yang tengah berjuang untuk hidup ia menatap wajah wanita itu yang masih terlihat cantik.
"Dev kembali lah ke ruangan mu kau butuh istirahat" ucap Tari Dev pun menurut.
Lelaki itu duduk ia tidak ingin kehilangan Dasya itu tidak pernah ia bayangkan dalam hidupnya.
Hingga ia mendengar bahwa Jantung Dasya tidak berfungsi karena tembakan itu sehingga membutuhkan donor jantung secepatnya dalam 1 jam ini karena Dasya sedang dalam keadaan kritis setelah operasi sesar .Dev tersenyum lalu menghampiri anaknya yang terlihat sangat lucu.
"Daddy minta kalian menjaga mommy dengan baik saat kalian besar nanti" ucap Dev kemudian keluar dari ruangannya.
Setelah perdebatan dengan orang tuanya dan orang tua Dasya akhirnya semua setuju jika Dev mendonorkan jantungnya.
Kini Dev sudah berada di ruang operasi ia menatap wajah Dasya untuk terakhir kalinya menatap wajah istrinya yang begitu cantik dan menggemaskan jika sedang marah.
"tuan Dev, apa kah anda sudah siap?" tanya dokter. Dev hanya mengangguk
"saya sangat siap dok" ucap Dev dengan penuh keyakinan ia berharap jika ia di lahirkan kembali ia akan tetap menjadi Dev suami dari Dasya Nabila.
"aku sangat mencintai mu Dasya" ucap Dev sebelum kegelapan merenggut kesadarannya.