DEVDAS

DEVDAS
Perasaan apa?



Dion terus menatap pintu ruangan tempat istrinya dirawat dengan cemas dia menunggu dokter yang memeriksa keadaan istrinya.


Disamping Dion terlihat Dev yang sedang duduk dikursi tunggu terlihat wajah nya yang tak kalah khawatir dengan Dion.


David dan Dasya juga menunggu di kursi berharap Clara baik baik saja


Dokter tersebut keluar dari ruang rawat Clara dengan cepat Dion menanyakan keadaan istrinya


"Dokter bagaimana keadaan istri saya?"ucap Dion dengan cemas


"keadaan istri anda baik baik saja terjadi benturan di perut nya sehingga mengakibat kan goncangan di kandungan nya mengakibatkan istri anda merasa kesakitan tetapi saya sudah memberi obat untuk mengurangi rasa sakit nya" Dokter tersebut menjelaskannya kemudian mempersilahkan mereka untuk melihat keadaan Clara.


"sayang kau baik baik saja dimana yang sakit?"Dion mencium kening istrinya lalu menatap nya dengan cemas.Clara tersenyum lalu mengangguk menandakan ia baik baik saja.Pandangan Clara berpindah ia melihat wanita yang menabrak nya tadi


"nona maaf saya benar benar tidak sengaja tadi"ucap Dasya ia ingin menghampiri Clara namun Dev menghalangi nya


"jangan coba coba mendekati adikku"ancam Dev ia menatap tajam kearah Dasya.


Dasya hanya mematung pandangan nya menunduk kebawah tak berani menatap Dev


"ka dia tidak sengaja"lirih Clara. Dev menatap adiknya itu lalu menghampirinya


"syukurlah kau baik baik saja"ucap Dev seraya mengusap rambut Clara


"kak David"panggil Clara meminta lelaki tersebut mendekatinya


"ada apa sayang apa ada yang sakit"ucap David lalu memeriksa Clara


"tidak kak"ucap Clara membuat David menatapnnya heran


"lalu?"David menautkan sebelah alisnya


"marahi ka Dev,dia tidak sopan pada Dasya"ucap Clara yang membuat seisi ruangan tersebut tercengang.David tersenyum lalu menangguk sedangkan Dev terlihat bingung atas permintaan adiknya tersebut.


"Dasya aku akan mengantarkan mu pulang"suara David kembali terdengar ia menghampiri Dasya dan mengajak nya pulang


"aku membawa mobil tadi"ucap Dasya


"aku akan menyuruh orang untuk mengantar nya kerumah mu"ucap David. Dasya mengiyakan lalu mendekati Ckara menggenggam lengan wanita itu


"semoga kau dan bayimu sehat selalu sekali lagi maafkan aku"pinta Dasya.Clara tersenyum lalu mengangguk


Dasya mengalihkan pndangan ke arah Dion


"tidak apa apa aku tau kau tidak sengaja"ucap Dion seakan tau apa yang ingin dikatakan oleh Dasya.Mendengar perkataan Dion membuat Dasya tersenyum hal tersebut membuat Dev menatap tajam kearah Dasya dan tak sengaja mata biru milik Dasya bertemu dengan mata tajam milik Dev membuat kedua nya merasakan sesuatu yang berbeda dari biasanya.Dev terlebih dulu memalingkan wajahnya kearah lain.Dasya kemudian berpamitan untuk pulang disusul oleh David lalu mengajak Dasya keluar dari ruangan itu.


Clara sedang tertidur karna efek dari obat yang diberikan dokter Dion dan Dev masih setia menunggu wanita itu


"apakah kau masih memiliki perasaan terhadap Dasya?"suara Dev memecahkan keheningan ruangan tersebut


"apa maksudmu?"Dion tak mengerti apa yang dimaksud oleh sahabatnya itu


"aku bertanya kenapa kau balik bertanya kau ingin ku cabut lidah mu itu dari tempatnya"kesal Dev menatap tajam ke arah Dion


"perasaan?perasaan apa?aku tidak memiliki perasaan apapun pada Dasya"ucap Dion seraya menatap heran ke arah Dev


"Tapi Dasya memiliki perasaan padamu"ucap Dev membuat Dion terkejut


"Dev kau salah paham aku dan Dasya hanya bersahabat saja dia selalu membantu ku dulu saat keluarga ku hampir bangkrut. Berkat dia aku bisa seperti ini"jelas Dion Dev hanya terdiam mendengarkan penjelasan dari Dion


"Dia pernah mengatakan padaku jika dia menyukai seseorang dulu tetapi aku tidak tau siapa"ucap Dion


Mendengar penjelasan Dion membuat Dev mematung


."menyukai seseorang? Siapa?"batin Dev ia beranjak dari tempat duduknya lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut