
"David"ucap Clara ia melihat lelaki tersebut berjalan kearah mereka membuat keduanya menjadi gugup seperti ketahuan selingkuh saja.
"kalian sedang apa?"tanya David ia menatap keduanya secara bergantian.
"mmm kami kami"Dasya terlihat gugup membuat David menautkan kedua alis nya
"ada tikus, iya ada tikus tadi Dasya berteriak karena melihat dan aku berusaha mengusir tikus nakal itu"ucap Dev dan menyenggol lengan Dasya membuat keduanya terlihat linglung
"aa iya tadi ada tikus di bawah meja jadi aku berteriak"ucap Dasya meyakinkan David.Terlihat keduanya berkeringat dingin karna gugup
"apa AC nya mati kenapa kau berkeringat?"tanya David lalu mengusap peluh di Dahi Dasya. Dasya hanya mematung.
"kak kau sudah pulang?"tanya Dev mencari topik
"iya operasi nya tidak cukup sulit jadi tidak membutuhkan waktu lama"ucap David. Dev kembali diam tidak tau apa yang harus ia lakukan
"David aku ingin pulang"pinta Dasya
"kau tidak ingin menginap disini?"tanya David. Dasya menggeleng tanda tidak setuju.
"tidak. Besok aku ada pekerjaan di kantor"jawab Dasya kemudian David mengiyakan dan mengajak Dasya keluar.
Dev hanya diam melihat Dasya dan David
"mereka semakin dekat saja"ucap nya kemudian menaruh kembali botol mineral ke dalam lemari es.
.
.
.
Di mobil, tidak ada pembicaraan antara David dan Dasya kedua nya masih diam David yang fokus mengemudi sedangkan Dasya menatap keluar jendela menikmati angin malam tidak jarang ia terlihat menguap.
"apa kau mengantuk?"tanya David membuat Dasya menatap nya kemudian mengangguk
"tidurlah aku akan membangun kan mu nanti"ucap David
Tidak beberapa lama Dasya sudah terlelap dalam tidurnya
"dia benar benar tidur"ucap David lalu menepi mobilnya untuk mengubah kursinya agar Dasya tidur dengan nyaman.
.
.
.
.
Sesampai nya David menghentikan mobilnya kemudian membangunkan Dasya namun ia urungkan merasa tak tega.Ia pun memutuskan untuk menggendong Dasya masuk kerumah.
David menekan bel rumah Dasya terlihat bi Merry membukakan pintu untuk mereka.
"non Dasya"ucap Bi Merry
"bi tolong tunjukkan kamar Dasya"ucap David lalu dengan cepat bi Merry menunjukkan kamar milik Dasya
.
.
.
.
Dikamar,David meletakkan tubuh Dasya diatas tempat tidur dan membaringkannya dengan perlahan
"David"panggil Clairin saat melihat lelaki tersebut keluar dari kamar Dasya
"bibi Clairin"ucap David dengan terkejut
"kau mengantar Dasya pulang?"tanya Clairin
"iya bi tadi Dasya tertidur jadi David tak tega membangunkannya lalu menggendongnya ke kamar maaf jika David tidak sopan"ucap David takut jika ia di anggap tidak sopan.
"tidak nak bibi berterima kasih karna Ba David mau mengantar Dasya pulang"ucap Clairin dengan menepuk pundak David
"ya sudah bi David pamit pulang "pamit David lalu mencium tangan Clairin
"kenapa tidak menginap saja?"tawar Clairin namun David menggeleng
"maaf bi David ada tugas di rumah sakit jadi David akan menginap disana"Ucap David
"baiklah hati hati dijalan nak"ucap Clairin David pun berpamitan lalu beranjak pergi menuju rumah sakit.
.
.
.
.
Pagi menjelang sinar matahari menembus jendela kaca kamar milik Dasya membuat wanita tersebut terusik dari tidurnya.
Dengan malas ia membuka kedua matanya kemudian terkejut karna ia sudah berada di kamar.
"apa David yang menggendongku ke kamar?"pikirnya kemudian beranjak memasuki kamar mandinya untuk membersihkan diri.
Kini Dasya sudah berada di rumah sakit tempat David bekerja dengan menentengkan sebuah bekal di tangannya.
Ia menanyakan ruangan David kepada petugas rumah sakit Kemudian ia berjalan ke arah yang ditunjuk oleh petugas tersebut.
"apa ini ruangan David?"tanya Dasya saat ia sudah berdiri di depan ruangan yang ia ketahui adalah ruangan David
Ia mengetuk pintu tersebut namun tidak kunjung dibuka oleh pemiliknya.Dasya membuka pintu yang tidak terkunci lalu masuk kedalam ruangan tersebut
Di dalam ruangan ia melihat David yang sedang tertidur di meja kerja nya. Ia menghampiri David ingin membangunkan David namun ia urungkan ia melihat ada lingkaran hitam dimata lelaki tersebut.
"sepertinya dia kurang tidur"pikir Dasya ia merapikan sebagian barang barang David yang sedikit berantakan
David terbangun karena merasa haus ia terkejut karena melihat ruangan nya sudah rapi.
"perasaan aku tidak membersihkan nya tadi malam"David merasa heran lalu kembali di kejutkan oleh kedatangan Dasya
"kau sudah bangun?"tanya Dasya. David hanya terdiam
"mamah menyiapkan sarapan untuk mu dan memintaku mengantar nya bahkan aku mengambil libur karena ini"ucap Dasya kesal saat mengingat ibunya yang memaksanya mengantarkan sarapan untuk David dan menyuruhnya libur padahal Dasya mempunyai banyak tugas di kantor
David tersenyum melihat wajah Dasya yang terlihat sedang kesal
."apa kau tidak iklhas mengantarkannya untuk ku"ucap David seraya melihat Dasya yang sibuk menyiapkan sarapan untuknya
"tidak. Aku anggap ini sebagai ucapan terima kasih ku untuk semalam"ucap Dasya lalu menatap David dengan tersenyum
"baiklah kita impas"ucap David membuat keduanya tertawa
"makan lah" ucap Dasya. David kemudian memakan makanan nya karena ia juga merasa lapar karena tidak makan malam.
"apa kau kelaparan?"ejek Dasya saat melihat David yang begitu lahap memakan makanan nya
"aku tidak sempat makan malam jadi aku sangat lapar"jujur David membuat Dasya tertawa