
"Dev" panggil Dasya. Keduanya masih ada di ruang kerja Dev. Waniya itu menemani suaminya yang sedang sibuk bekerja.
"hmmm"lelaki itu hanya bergumam matanya tetao fokus pada benda yang ada di hadapannya.
" Aku merindukan mamah dan papah, apa boleh kita mengunjungi mereka?"tanya Dasya dengan ragu karena ia tahu lelaki itu sangat sibuk belakangan ini.
"baik lah nanti malam kita akan ke rumah papah dan mamah dan menginap di sana" ucap Dev seraya mengusap rambut istrinya.
"benarkah?" Dev hanya mengangguk membuat Dasya begitu senang kemudian lelaki itu dikejutkan dengan perlakuan Dasya yang menurut nya sangat tiba tiba.
"kau jangan menggodaku" ucap Dev kini tubuh nya menghadap penuh ke arah Dasya.
"siapa yang menggoda, aku hanya memberikan ciuman singkat saja" ucap Dasya.
"terserah kau saja" tubuh Dev semakin menghimpit Dasya yang sudah terbaring di sofa.
"Dev sekarang kita berada di kantor mu kalo ada yang _hmmpp" Dasya melebarkan kedua matanya saat merasakan bibirnya dilumat lembut oleh Dev. Lelaki itu seolah kehilangan kendali saat berdekatan dengan istrinya itu.
"Dev mmpph hen-ti-kan" ucap Dasya di sela sela ciuman panas yang di berikan Dev.s
Cukup lama berciuman Dev menjauhkan tubuh nya kemudian tersenyum lebar.
"siapa suruh kau menggoda ku" ucap Dev dengan senyum nakal
"aku tidak menggoda mu, kau saja yang selalu berpikiran mesum" sangkal Dasya. Karena memang ia tidak ada niat untuk menggoda Dev ia hanya terlalu senang saja hingga reflek mencium pipi lelaki itu.
"berbuat mesum dengan istri sendiri itu tidak salah" ucap Dev kemudian tertawa saat melihat wajah kesal Dasya.
Di lain tempat
"Jika kau hanya ingin melamun saja disini lebih baik kau pergi,aku sangat sibuk" ucap Andre yang sudah jenuh dengan sahabatnya itu.Datang ke kantor nya dengan wajah yang sangat kusut melebihi kain pel lantai dan hanya melamun tidak jelas.
"kau mengusir ku?" ucap Raga dengan ketus.
"kau mengganggu jam kerja ku saja"
"apa kau tidak lihat sahabat mu ini sedang galau" ucap Raga lalu menopang dagunya dengan lengannya.
"heh sejak kapan playboy bisa galau,kau ini ada ada saja" ejek Andre dengan tertawa puas saat melihat wajah sahabat nya yang begitu mengenaskan.
"sudah lah aku pergi saja" Raga beranjak dari tempat nya hendak menuju pintu keluar.
"Dasar playboy pensiun" teriak Andre saat Raga sudah menutup pintu namun masih terdengar oleh lelaki itu.
Raga kini sedang mengemudi mobilnya pikiran nya masih sangat kacau setelah pertemuannya dan Aurel.
Saat itu ia hendak menyatakan perasaan nya namun ia harus menerima kenyataan pahit jika wanita itu akan kembali ke Jepang untuk mengurus pernikahannya.
Bagai sebuah pisau yang menghantam jantungnya Raga merasakan nyeri di dadanya.Ia tidak pernah mencintai wanita sama sekali. Memiliki banyak wanita bukan berarti ia mencintai semua wanita itu ia hanya ingin mencari wanita yang sesuai dengan hatinya.Bahkan sedari remaja Raga sudah bergonta ganti wanita.Namun saat lelaki itu sudah mulai mencintai seorang wanita di saat bersamaan hati nya terkoyak karena cinta nya tak terbalaskan bahkan lelaki itu belum sempat menyatakan perasaannya.Apa ini yang dinamakan KARMA.
"Sial" umpat Raga seraya memukul kemudinya.Hati nya benar benar kacau saat ini ia hanya membutuhkan alkohol untuk menenangkannya.
Malam Hari,
Dev dan Dasya berada di rumah orang tua Dasya keduanya disambut dengan hangat oleh Clairin sedangkan Gino suaminya itu sedang berada di luar kota.
"mamah Dasya sangat merindukan mamah" seru Dasya lalu menghambur ke pelukan wanita itu.
"aduh anak mamah,gak malu tuh sama suami" goda Clairin membuat Dasya memanyunkan bibirnya.
"gimana keadaan cucu mamah?" tanya Clairin
"baik mah, dokter bilang bayinya tumbuh dengan sehat"ucap Dasya seraya mengusap perutnya yang sudah membesar.
" ya sudah ajak Dev ke kamar mu, suamimu pasti lelah"ucap Clairin yang hanya di balas anggukan oleh Dasya.
Dikamar,
Dev langsung merebahkan dirinya di kasur milik istrinya itu rasa nya tulang nya terasa lelah karena seharian bekerja.perusahaan nya sedang maju pesat membuat nya sedikit sibuk.
"kau lelah?" tanya Dasya seraya memberikan secangkir kopi untuk suaminya itu.
"kemari aku akan memijat mu" Dasya meminta Dev untuk sedikit mendekat .Lelaki itu hanya mengikuti perkataan istrinya.Kemudian Dasya memijat kaki Dev berharap lelaki itu bisa sedikit rileks dengan pijatannya.
Tanpa terasa Dev tertidur membuat Dasya menghentikan pijatannya kemudian meraih selimut untuk menutupi tubuh suaminya.
Lelaki itu terlelap dengan damai membuat Dasya betah untuk menatap wajah suaminya cukup lama.
"kenapa dia tampan sekali" gumam Dasya seraya matanya menyusuri wajah suaminya itu.Tangan mengusap pipi Dev lalu turun ke bibir lelaki itu hingga membuat sang empu membuka matanya.
Dasya yang melihat Dev terbangun menjadi terkejut karena ketahuan menatap kekaki itu lalu memalingkan wajahnya yang terlihat merah karena malu.
"kenapa malu malu seperti itu,aku lebih menyukaimu bersifat agresif" goda Dev semakin membuat wajah Dasya memereah.Benarkah dia bisa bersifat agresif. Batin Dasya.
"kemarilah aku ingin memeluk mu" pinta Dev kemudian Dasya merebahkan tubuhnya lalu masuk ke dalam pelukan suaminya yang sangat nyaman.
Dev memeluk erat tubuh istrinya itu sesekali memberi kecupan singkat di wajah wanita itu.
"tidurlah" Dasya hanya mengangguk kemudian memejamkan matanya
Ia berharap akan selalu merasa pelukan dari lelaki yang sangat ia cintai itu.Dev Wilfred siapa lagi yang bisa membuat nya nyaman seperti saat ini.
Ia ingin selalu ada di setiap keadaan lelaki itu susah maupun senang.Memelihara keluarga kecil yang bahagia dan memiliki anak yang lucu-lucu suatu hari nanti.
"kenapa kau belum tidur" suara Dev tiba tiba terdengar membuat Dasya terkejut dan membuyarkan lamunannya.
"aku hanya membayangkan keluarga kecil kita yang bahagia memiliki banyak anak yang sangat lucu" ucap Dasya seraya menampilkan senyum yang lebar.
"aku mencintaimu" ucap Dev seraya mencium kening Dasya.
"aku juga mencintaimu" ucap Dasya lalu mencium pipi lelaki itu.
"tidurlah" perintah Dev kemudian Dasya memejamkan matanya lalu menenggelamkan wajahnya di dada bidang Dev.