
Dasya berjalan menyusuri tepi jalan dan hendak menyebrang tiba tiba sebuah mobil melaju dan hampir menabrak Dasya jika dia tidak cepat menginjak rem mobil nya.
Dengan cepat pengemudi mobil itu keluar dari mobil nya.
"Apa nona baik baik saja?maafkan saya" ucap lelaki itu seraya membantu Dasya berdiri.
"Ah tidak apa apa tuan,Saya baik baik saja" ucap Dasya dengan tersenyum membuat lelaki itu tertegun saat melihat senyumnya.
Dengan cepat lelaki itu membuyarkan lamunannya.
"nona ingin kemana,saya akan mengantar nona" tawar lelaki itu namun Dasya menggeleng
"rumah saya berada disekitar sini,jadi tuan tak perlu mengantar saya" tolak Dasya dengan sopan lagi lagi lelaki itu tertegun
"saya pamit tuan" ucap Dasya membuyar kan lamunan lelaki itu
"ah iya nona silahkan"
Lelaki itu memandang Dasya dari kejauhan seraya menyungging senyuman di bibirnya
"manis" gumamnya lalu kembali ke mobilnya.
.
.
.
Dasya kembali ke Apartemen ia duduk di sofa seraya menonton televisi.Ia menunggu Dev pulang namun nihil lelaki itu tidak pulang bahkan untuk makan siang.
"mungkin dia sedang sibuk" ucap Dasya berusaha berpikir positif ia mengambil ponsel nya dan menghubungi Dev.
"Hallo Dev kau Diman_" Dasya menghentikan ucapan nya saat mendengar samar-samar suara wanita.
"sayang" Dasya mematung saat mendengar suara wanita itu dari telepon.
"ada apa?" tanya Dev
"kau dimana,aku akan mengantarkan mu makan siang"
"tidak usah,aku sudah makan" Dev memutuskan sambungan teleponnya.
Dasya masih mematung air mata nya keluar dengan sendirinya.Lagi-lagi Dasya merasa sakit di kepalanya dan kali ini ia tidak bisa menahannya lagi hingga wanita itu tak sadarkan diri.
.
.
.
Dev berada di sebuah Cafe terlihat ia sedang menunggu seseorang hingga seorang lelaki menghampirinya
"maaf membuat mu menunggu Dev" ucap Lelaki itu
"tidak masalah Alex" ucap Dev
"Dimana Andre dan Raga,kenapa mereka tidak ikut menyambutku?"ucap Lelaki yang di sapa Alex
" Mereka akan sampai sebentar lagi"ucap Dev lalu merasakan getaran dari ponselnya ternyata Dasya menghubunginya membuat Dev tersenyum.
"kenapa kau tersenyum?siapa yang menelpon, kekasihmu" tebak Alex
Dev kembali mendatarkan wajahnya lalu mengangkat telpon dari istrinya itu.
Bersamaan dengan itu Seorang wanita menghampiri mereka.
"sayang" ucap wanita itu lalu menghampiri Alex membuat lelaki itu tersenyum
"ada apa?" tanya Dev pada Dasya
"kau dimana,aku akan mengantarkan mu makan siang" ucap Dasya dari sebrang sana.
"tidak usah,aku sudah makan" ucap Dev namun tiba tiba ponsel nya mati.
"sial,aku lupa mencharger nya" umpat Dev saat ponsel nya tiba tiba mati.
Terlihat dari pintu masuk kafe Raga dan Andre menghampiri mereka
"maaf kami sedikit terlambat" ucap Andre dengan terkekeh kemudian ikut bergabung bersama Alex dan Dev.
"Al apa dia kekasihmu?" tanya Raga saat melihat wanita yang berada di samping Alex.
"ah ya perkenalkan kekasihku Ketrin" ucap Alex memperkenalkan kekasihnya kepada sahabat sahabat nya itu.
Dev menatap sekilas Ketrin yang terus menatapnya dengan senyuman menggoda membuat lelaki itu risih.
"waah ternyata kalian sudah memiliki kekasih semua padahal dulu aku yang selalu bermain wanita saat masih SMA" Ucap Raga membuat semuanya tertawa.
"kau benar,ku lihat kau sekarang sudah tidak lagi mengoleksi wanita" ucap Alex
"Waah ada playboy pensiun nih" ledek Alex.
"Alex apa kau tau Dev sudah menikah" ucap Raga membuat Alex terkejut
"benarkah? kau kejam sekali tidak mengundang ku Dev" Alex berpura pura merajuk
"kalian sangat susah dihubungi" ucap Dev
"yah kau benar kita sudah tidak berkomunikasi lagi setelah lulus SMA" ucap Alex
"kau harus memperkenalkan istrimu padaku nanti" ucap Alex yang hanya di balas senyuman oleh Dev
Mereka mengobrol seraya tertawa namun lagi lagi Dev merasa ada yang memperhatikannya dan benar kekasih Alex terus menatap nya dengan tatapan yang menjijikan.
"Andre aku ingin meminjam ponsel mu sebentar" ucap Dev. Andre pun memberikan ponselnya.Dev langsung berjalan menjauhi teman temannya untuk menghubungi Dasya karena perasaan nya tidak enak.
"kenapa dia tidak mengangkat telponnya" ucap Dev kemudian menghubungi telepon rumah.
"halo bi apa Dasya ada dirumah?" tanya Dev
"halo tuan, nyonya sedang di rumah sakit karena tiba tiba pingsan" ucap Pelayan membuat Dev terkejut dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.
"Dev kau mau kemana?" tanya Andre saat melihat Dev tergesa gesa.
"istriku masuk rumah sakit aku harus segera kesana" ucap Dev kemudian meninggalkan sahabatnya.
"kenapa dengan Dasya?" tanya Raga
"mana aku tau emang aku suaminya" ucap Andre
"lebih baik oita mengikuti Dev ke rumah sakit"ucap Alex dan mereka pun mengikuti Dev menuju rumah sakit.
.
.
.
Dev berlari menyusuri koridor rumah sakit menuju ruangan istrinya dirawat.
" bi dimana Dasya?"tanya Dev saat sudah menemukan ruang rawat Dasya
"nona sedang di periksa tuan" ucap Pelayan itu.
Dengan cemas Dev menunggu hati nya terasa sakit saat mendengar kabar Dasya pingsan.
Hingga dokter keluar dari ruangan Dasya.
"dimana suami nyonya Dasya?" tanya Dokter
"saya Dok,ada apa dengan istri saya?" tanya Dev dengan panik
"tida perlu khawatir pak,nyonya Dasya hanya kelelahan saja,jangan biarkan nyonya Dasya dengan perut kosong karena itu beresiko untuk kandungan nya" ucap Dokter membuat Dev terkejut.
"kandungan? apa istri saya hamil Dok?" tanya Dev meyakinka
"iya pak, usia kandungannya sudah menginjak tiga minggu dan itu sangat rentan mengalami keguguran" ucap Dokter.
Dev terdiam dia mengingat telah mengacuhkan Dasya beberapa hari ini.Lelaki itu memasuki ruang rawat Dasya dan terlihat wanitanya sedang berbaring di ranjang rumah sakit.Hatinya terasa nyeri saat melihat Dasya terbaring lemah. Ia pun menghampiri Dasya yang masih belum sadar kemudian menggenggam tangan wanita itu.
"maafkan aku" gumam nya seraya mencium punggung tangan Dasya. Ia menyesal karena mengacuhkan Dasya hingga wanita itu jatuh sakit.
"Dev" suara Dasya yang masih lemah membuat Dev mengangkat kepalanya dan menatap istrinya itu.
"kau sudah sadar?" seru Dev saat melihat mata Dasya terbuka.
Dasya hanya tersenyum lalu berusaha mengubah posisinya agar sedikit duduk.
"jangan terlalu banyak bergerak" ucap Dev seraya membantu istrinya itu.
"Dev" panggil Dasya membuat lelaki itu memajukan tubuhnya hingga ia merasa lengan Dasya melingkar di lehernya.
"jangan acuhkan aku lagi" isak Dasya dengan air matanya yang sudah keluar dari tempatnya
"maafkan aku,aku tidak akan mengacuhkan mu dan calon anak kita lagi"ucap Dev membalas pelukan istrinya itu sembari menenangkannya.
Ucapan Dev membuat Dasya terkejut lalu melepaskan pelukannya.
" Calon anak kita?"Dasya masih sedikit bingung
"iya calon anak kita" ucap Dev lalu menyentuh perut rata Dasya membuat wanita itu mengerti lalu kembali menangis
'Dev aku hamil?"seru Dasya dengan tangis bahagia ia memeluk Dev kembali.
Dev bersumpah akan menjaga istri dan anaknya sampai lahir nanti.
Kebahagiaan terpancar di wajah keduanya.