
Clara kini tengah memperhatikan suami nya yang sedang merapikan dasinya di depan cermin ia terkekeh karna terkadang Dion kesal karna tidak dapat merapikan dasinya sendiri.
Clara pun beranjak dari tempat tidurnya menghampiri suami nya tersebut
"kemarilah aku akan merapikannya untuk mu"ucap Clara lalu mengambil alih dasi suami nya tersebut dan memasangkan nya dengan telaten.Dion menatap Clara dengan tersenyum.
"kau hari ini ke dokter?"tanya Dion Yang hanya di balas anggukan oleh Clara
"aku akan menemanimu"ucap Dion
"sudah"ucap Clara setelah memasangkan dasi untuk suaminya tersebut ia mengusap dada Dion merapikan kemeja nya
"kenapa kau menatap ku seperti itu?"tanya Clara karna Dion terus menatap nya
Dion semakin mendekati istrinya tersebut tanpa melepas pandangannya
Saat ini Clara sudah masuk kedalam dekapan Dion mereka berdua tak henti nya saling menatap.
Dion mendekatkan wajah nya pada Clara ******* habis bibir istri nya tersebut
Cukup lama berciuman kini Dion tidak dapat mengendalikan dirinya ia menuntun Clara ke tempat tidur dan membaringkan nya dengan hati hati tanpa melepas ciuman mereka.
Dion terus ******* bibir Clara tanpa memberinya jeda untuk bernapas.Clara memukul pelan dada suaminya tersebut sebelum Dion melakukan lebih dari ini
"Dion kau harus bekerja"ucap Clara di sela sela ciuman nya
"aku bisa meminta izin pada Dev aku sangat merindukan mu"ucap Dion seraya melepas pakaian yang dikenakan Clara.Clara hanya pasrah dengan keinginan suaminya dan mereka pun membuat pagi mereka begitu panas.
.
.
.
.
Diruang makan Dasya dan kedua orang tuanya sedang menikmati sarapan mereka.
"bagaimana hubungan mu dengan David"tanya Gino
"hmm baik pah"uca Dasya lalu memasukkan kembali makanan kedalam mulutnya
"hari ini kita akan menentukan tanggal pertunangan kalian berdua"ucap Gino hingga membuat Dasya tersedak
"sayang hati hati makannya"ucap Clairin seraya memberikan minuman kepada putrinya tersebut
"apa tidak terlalu cepat pah?"Clara memandang ayahnya dengan sedikit memohon
"lebih cepatkan lebih baik sayang"ucap Gino
Dasya menjadi bingung bagaimana rencana nya dan David jika pertunangan nya hari ini
Setelah sarapan Dasya pun pamit untuk berangkat ke kantor ia harus memikirkan bagaimana caranya agar pertunangan ini gagal
"aku harus menemui David"ucap Dasya
Kini Dasya sudah berada di rumah sakit tempat David bekerja ia pun segera mencari lelaki tersebut
Tak disengaja ia menyenggol seorang wanita yang membuat wanita tersebut terjatuh
"maaf nona saya tidak sengaja"ucap Dasya seraya membantu wanita tersebut
"aw sakit"ucap wanita tersebut yang membuat Dasya panik
Dari kejauhan seorang lelaki yang melihat kejadian tersebut langsung menghampiri mereka
"Clara"ucap lelaki tersebut terlihat ia begitu panik
"Clara kau baik baik saja"ucap lelaki itu dengan cemas
"kak sakit"Clara memegang perutnya mengaduh kesakitan
Dasya hanya mematung ia tak tau jika wanita tersebut sedang hamil dan dia adalah adik Dev dan berarti istri dari Dion
"apa yang kau lakukan pada adikku"teriak Dev
"a aku aku tadi_"ucap Clara dengan terbata bata ia sangat takut dengan Dev yang kini di selimuti amarah
Dion pun datang menghampiri istrinya lalu membantunya keruang UGD
"aku tidak akan pernah mengampuni mu jika terjadi sesuatu kepada adik ku"ucap Dev seraya mencengkram lengan Dasya
"aw sakit Dev"lirih Dasya yang tak dihiraukan oleh Dev
"Dev maaf tadi aku tidak sengaja menyenggol adikmu"Dasya mencoba berbicara
"bohong kau berbohong kau sengajakan ingin mencelakai adik ku agar kau bisa merebut Dion dari Clara"teriak Dev dengan penuh amarah. Dasya hanya menunduk takut dengan air matanya yang entah kapan sudah membasahi pipinya
"Dev"teriak David dari kejauhan lalu menghampiri adiknya tersebut
"Dev apa yang kau lakukan cepat lepaskan Dasya"pinta David ia tak tega melihat Dasya kesakitan
"Dev lihat lah dia seorang wanita"ucap David berusaha menenangkan Dev
"jika dia seorang wanita tidak mungkin dia menyakiti wanita lain"teriak Dev membuat perhatian pengunjung lain.
"Dev kendalikan dirimu cepat lepaskan Dasya"David sedikit berteriak menyadarkan adiknya tersebut lalu meraih lengan Dasya yang di cengkram oleh Dev.
Dev kemudian pergi begitu saja meninggalkan David dan Dasya
"apa kau baik baik saja"tanya David Dasya hanya menangis sesegukan
"a aku tidak se sengaja_"David memeluk Dasya menenangkan wanita tersebut.
.
.
.
.
.
.
.
.