DEVDAS

DEVDAS
Ingin menjodohkan ku?



Seorang pria tampan blasteran jepang-indonesia terlihat sedang memasuki sebuah kafe dari kejauhan ia melihat seorang perempuan yang ia yakin orang yang ia kenal.


Braaakk


Tiba tiba seorang pelayan menabraknya membuat baju yang ia kenakan menjadi basah dan kotor oleh minuman yang dibawa oleh pelayan itu.


"maaf maaf tuan maafkan saya saya tidak sengaja"ucap pelayan tersebut


"oh tidak apa apa ini masih bisa di bersihkan silahkan kembali bekerja"ucap lelaki itu seraya tersenyum


"sekali lagi maaf kan saya tuan"mohon pelayan itu lelaki tersebut hanya mengangguk mengiyakan


"Tama"seseorang memanggil nya membuat lelaki tersebut menengok keasal suara ia melihat perempuan tersebut melambaikan tangan nya seakan meminta nya untuk menghampiri perempuan tersebut


"Dasya ternyata benar ini kau"ucap lelaki tersebut yang disapa Tama lalu duduk dikusrsi di samping Dasya


"kapan kau datang?"tanya Dasya ia sangat senang bertemu dengan teman semasa kuliah nya di London ia oun tak segan memeluk lelaki tersebut


"kau seperti nya sangat merindukan ku?"ucap Tama keduanya pun melepaskan pelukan mereka


"aku pikir kau akan tinggal di jepang setelah lulus kuliah"ucap Dasya


"awal nya begitu tetapi papah menyuruh ku untuk mengurus cabang perusahaan nya disini mengingat dirimu jadi aku setuju saja dan langsung terbang kesini seminggu yang lalu"ucap Tama


"jadi kau di indonesia sudah seminggu ini tetapi kenapa tidak menghubungiku"seru Dasya


"aku sibuk mengurus berkas perusahaan mengatasnamakan diriku setelah itu membuat kartu kependudukan sementara untukku disini"Tama menjelaskan kepada Dasya ia menatap wajah Dasya lalu memegang hidung perempuan yang ada didepan nya dengn gemas


"aku sangat merindukanmu"ucap Tama yang hanya dibalas tawa oleh Dasya.


Tiba tiba suara dering ponsel Dasya berbunyi memotong percakapan mereka


"sebentar papah menelpon"ucap Dasya lalu mengangkat panggilan dari ayah nya tersebut


"hallo pah"


"kau tidak sibuk sayang papah ingin berbicara padamu"


"baiklah aku akan ke ruangan ruangan papah sekarang"


Dasya kemudian memutus kan sambungan teleponnya dan berpamitan pada Tama


"Tama maafkan aku aku harus menemui papah sekarang"ucap Dasya merasa tak enak meninggalkan sahabat nya sendiri


"tidak masalah apa aku boleh meminta nomor ponsel mu?"


"boleh"Dasya pun memberikan ponselnya kepada Tama


"sudah"ucap Tama seraya mengembalikan ponsel Dasya


"aku pergi dulu jangan lupa menghubungi ku"ucap Dasya lalu melambaikan tangannya. Tama hanya mengangguk menatap kepergian Dasya ia sangat merindukan wanita itu.


Tama Hiraku adalah sahabat lelaki Dasya di London ia sudah lama menyimpan perasaannya dengan Dasya namun ia pendam ia takut Dasya akan menjauh dari nya.


.


.


.


.


"ada apa pah"ucap Dasya setelah ia memasuki ruangan ayah nya itu


"papah ingin mengajak mu bertemu dengan rekan kerja papah"ucap Gino


"untuk apa?"tanya Dasya


"hanya memperkenalkan mu saja dia ingin bertemu dengan mu"ucap Gino


Dasya sedikit berpikir


"apa rekan kerja papah sudah tua?"tanyanya lagi


'iya kenapa?jawab Gino sekenanya


"apa papah ingin menjodohkan ku"seru Dasya dengan menaruh tangan nya dipinggang seakan menyelidiki maksud dari ayahnya itu


"tapi jika kau mau papah akan menjodohkan mu dengan putranya"ucap Gino seraya menatap wajah putri nya itu


"jika dia tampan seperti ayah aku mau"ucap Dasya lalu tertawa disusul oleh ayah nya


"dasar anak nakal,bersiap lah"ucap Gino


"baik pah"Dasya pun beranjak keluar menuju ruangan nya kembali.


.


.


.


.


Saat ini Dasya telah bersiap siap dengan menggunakan mini dress berwarna biru malam membuat nya begitu senada dengan mata indahnya.


"Sudah siap sayang "ucap ayahnya


"sudah pah ayoo"Dasya pun masuk kedalam mobil diikuti oleh ayahnya.


Setelah memakan waktu beberapa menit akhirnya Dasya dan ayahnya sudah sampai di tempat tujuan.


Keduanya pun memasuki restoran mewah yang menjadi tempat pertemuan mereka.


"Arya maaf menunggu lama"ucap Gino lalu duduk di kursi yang telah di sediakan


"tidak aku baru saja sampai"ucap Arya lalu memalingkan wajah nya menatap Dasya


"apakah ini putrimu?"tanya Arya


"iya ini putri semata wayang ku Dasya"ucap Gino lalu meminta Dasya memperkenalkan diri


"hallo paman, Dasya"ucap Dasya sopan.


"putri mu cantik sekali dia mirip sekali dengan ibunya"ucap Arya


Gino hanya tertawa kemudian memesan makanan mereka


"dimana putramu"tanya Gino


"dia sedang dalam perjalanan"jawab Arya


Mereka pun melanjutkan obrolan mereka


Dasya terlihat sedang sibuk mencari sesuatu didalam tas nya


"apa tertinggal di mobil ya?"pikirnya ia pun pamit untuk ke parkiran mengambil ponsel nya.


Setelah sampai diparkiran ia pun mencari ponselnya di dalam mobil


"nah ketemu"seru Dasya lalu beranjak keluar dari mobil tanpa sengaja seorang lelaki yang ingin lewat menabraknya hingga hampir terjatuh karna lelaki tersebut sempat memegag pinggang nya membuat keduanya sangat dekat bahkan tidak ada jarak diantara mereka


"Dev"ucap Dasya lalu membenarkan posisi berdirinya.


"maaf Dev aku_"belum selesai Dasya berbicara Dev langsung pergi meninggalkannya


.


.


.


.


.


.


.


*Disaat cinta meminta sebuah alasan


aku akan memberikan sebuah pengorbanan*