
Dion menyusul Clara di Rumah sakit ia segera mencari ruang kandungan setelah sampai ia melihat Clara baru saja keluar dari ruangan
"Dion kenapa kau kesini?" tanya Clara
"aku ingin menemanimu" ucap Dion lalu melirik ke dalam ruangan tersebut
"apa sudah selesai?" tanya Dion
Clara hanya diam lalu pergi begitu saja. Dion berusaha mengejar Clara yang sudah jauh dari pandangan nya
Clara masih kesal dengan Dion ia terus berjalan ingin menyebarangi jalan tanpa melihat motor yang ingin lewat
"CLARA" teriak Dion dari kejauhan ia berlari menghampiri Clara dan menarik tangan Clara ketepi jalan
"sayang kau baik baik saja" tanya Dion khawatir
Clara diam membeku ia tak bisa membayang kan jika ia tadi tertabrak motor tiba tiba tangis nya pecah membuat Dion semakin khawatir.
"apa ada yang sakit ayo kita periksa ke dokter" ucap Dion lalu mengangkat Clara
"tidak aku ingin pulang" ucap Clara sambil memeluk dada suaminya yang membuat Dion bingung tapi mengikuti perkataan Clara
"Baiklah kita pulang" ucap Dion lalu membawa Clara masuk kedalam mobil.
sesampai di rumah Dion langsung membawa Clara ke kamar
"sayang kau yakin baik baik saja" tanya Dion yang hanya di balas anggukan oleh Clara yang masih memeluk Dion
Dion ingin melepaskan pelukannya namun ditahan oleh Clara
"jangan dilepas" pinta Clara Dion pun mengurungkan niat nya
"Dion" panggil Clara
"iya sayang apa ada yang sakit" tanya Dion dengan khawatir
"tidak ada aku hanya ingin bertanya" ucap Clara
"bertanya apa" tanya Dion
"siapa wanita yang kau temui semalam dan di kafe tadi" tanya Clara
Dion terdiam lalu tersenyum
"apa karna itu kau tiba tiba menghilang dan marah pada ku" tanya Dion balik. Clara hanya mengangguk dan menenggelam kan kepala nya di dada Dion karna malu.Dion pun menceritakan semuanya pada Clara.
Dan Clara hanya memakluminya saja ia tak mau meminta Dion untuk menjauhi Dasya karna keegoisan nya lagipula ia percaya pada Dion karna Dion tidak mungkin meninggalkannya.
"sekarang kau mengertikan percaya lah padaku aku sangat mencintaimu" ucap Dion lalu melepaskan pelukannya dengan Clara
"jaga kesehatanmu aku tidak mau kau bersedih dan mengganggu kehamilan mu" ucap Dion sambil memandang Clara dan mencium kening nya.
Hari hari berjalan Dion dan Clara sudah tidak ada kesalah pahaman lagi. sedangkan Devano semakin mengawasi Dion agar Dion tidak menemui Dasya lagi.
"apa jadwal Dion harin ini" tanya Dev pada sekretaris Dion
"Tuan Dion hari ini akan menghadiri pertemuan resmi dengan Wijaya Compeny Tuan Dev" ucap Desi
"biar saya sendiri yang menghadirinya" ucap Dev
"baik tuan" ucap Desi. Devano pun segera menghadiri pertemuan nya dengan Dasya
Saat ini Clara sedang duduk di Restoran ternama ruangan yang sepi karna sudah khusus untuk pertemuan resmi
"aku tak sabar ingin menemui Dion dan aku akan bertanya siapa wanita yang menikah dengannya" ucap Dasya dan alangkah terkejut nya ia melihat Laki laki berdiri tegap di depan nya dan ia kenal siapa lelaki itu
"Dev" ucap nya tanpa sadar
"kau mengenali ku" ucap Devano seraya mengangkat alisnya memperhatikan Dasya
Clara terkejut ia tak menyangka jika yang menghadiri pertemuan ini adalah Devano bukan Dion
"apa kau berharap Dion yang menghadiri pertemuan ini"" ucap Devano seraya menatap Dasya
"saya kira tuan Dion yang menghadiri pertemuan nya tuan saya tidak tau jika anda yang menghadirinya" ucap Dasya dengan formal
"baiklah langsung saja proses kerja sama nya" ucap Devano
Dasya langsung mengambil berkas berkas nya dan mempresentasikannya. Pandangan Devano tak lepas dari Dasya yang membuat Dasya merasa risih
"bagaimana apakah anda tertarik" tanya Dasya
"cukup menarik baik lah saya terima tapi kerja sama ini biar saya yang turun tangan" ucap Devano
"tapi bukankah anda seorang CEO" tanya Dasya
"apa ada yang salah" ucap Devano yang semakin membuat Dasya bingung
"tidak saya hanya_" ucap Dasya yang terpotong oleh Devano
"apa anda berharap Dion yang turun tangan soal ini dan kau bisa berduaan dengannya begitu" ucap Devano
"maksud anda apa saya tidak mengerti" ucap Dasya
"Dasya aku tau kau mengenal Dion dari SMA dan kalian dulu juga begitu dekat tapi itu dulu sekarang Dion sudah menikah dengan Clara adikku dan aku tidak ingin kau mengahancurkan rumah tangga adikku dan juga sahabatku" ucap Devano dengan penuh penekanan
Dasya hanya diam membantu tanpa mengeluarkan kata sedikitpun
"saya tidak serendah itu" ucap Dasya lalu mengambik tas nya dan berdiri
"mungkin sekian pertemuan nya jika anda tertarik silahkan hubungi ssekretaris saya terima kasih" ucap Dasya lalu beranjak pergi meninggalkanDevamo
Devano menyaksikan kepergian Dasya dan beranjak meninggalkan restoran.
ini bukanlah kisah mereka.jadi tunggulah..
jadilah saksi untuk kisah mereka nanti....