DEVDAS

DEVDAS
Menikahlah Dengan Ku



Devin dan Difa sudah berada di sekolah kini keduanya sedang berjalan menuju kelas.Namun langkah nya terhenti saat semua siswa berkumpul di depan mading.


"ada apa ini?" gumam Difa


"Dev ayo kita melihatnya " ajak Difa namun lelaki itu hanya diam.


"tidak,kau saja" tolak Dev membuat Difa memanyun kan bibirnya.


"ya sudah" Difa berjalan meninggalkan Dev untuk melihat apa yang terjadi.


Difa membaca poster yang berada di mading.


salah satu pengusaha muda akan berkunjung di salah satu sekolah terbaik di Jakarta.


Ya Difa tahu siapa pengusaha muda itu.


"hah aku pikir siapa ternyata hanya paman Raga" ucap Difa kemudian meninggalkan tempat itu untuk menyusul Dev yang sudah berada di kelas.


"apa kau sudah melihatnya?" tanya Dev


"hmm paman Raga akan berkunjung ke sekolah" ucap Difa santai.


.


.


Suasana sekolah menjadi ramai karena kedatangan tamu terhormat. semua siswa berkumpul di aula.


Banyak para siswi berteriak saat melihat lelaki yang berjalan melewati mereka.


Lelaki itu memasuki aula dan sedikit berpidato memberikan pengetahuan untuk sukses di masa muda.


Mata Difa tak pernah lepas dari wajah tampan Raga. Ya entah kapan ia menjadi menyukai sahabat ayah nya itu.


Setelah semua siswa di bubarkan Difa masih tetap berada di tempatnya membuat Raga mengalihkan perhatiannya menatap gadis kecil yang sedang duduk di pojokan.


"hai Difa, mengapa kau masih disini?" tanya Raga


"tidak ada" ucap Difa kemudian pergi begitu saja membuat Raga menggelengkan kepalanya.


.


.


"Difa kau pulang dengan siapa?" tanya Raga saat melihat gadis itu berdiri di depan gerbang sekolah.


"dimana Dev?"


"Dev sedang berlatih basket untuk lomba minggu depan" jawab Difa


"naik lah paman akan mengantarmu" ajak Raga kemudian gadis itu masuk ke dalam mobil.


"bagaimana sekolahmu?" tanya Raga seraya fokus mengemudi


"seperti biasa membosankan" jawab Dasya


"benarkah?"gadis itu hanya bergumam.


Sesampai nya,


" hai Dasya"sapa Raga


"hai kau kemari?" tanya Dasya


"iya aku mengantar gadis cantik ini" ucap Raga seraya mencubit kedua pipi Difa


"paman sakit" kesal Difa.memnbuat Raga tertawa.


"maaf maaf" ucap Raga


"dimana Alex?" tanya Dasya


"mungkin di kantornya" jawab Raga. wanita itu hanya mengangguk lalu mengajak Raga ke ruang tamu.


"maksudmu?" Dasya sedikit terkejut oleh pertanyaan yang dilontarkan oleh Raga


"kau mengerti maksudku Dasya,Alex lelaki yang baik aku yakin dia bisa menjagamu Dev dan juga Difa" ucap Raga membuat Dasya bungkam


"Dev pasti akan bersedih di sana melihatmu seperti ini" Raga kembali bersuara hingga suara langkah terdengar.


"Alex" ucap Dasya


"waah yang dibicarakan akhirnya datang" ucap Raga membuat Dasya melotot kearahnya.


"Apa Dev dan Difa sudah pulang?" tanya Alex


"Difa sudah di kamar dia pulang bersama Raga, Dev akan pulang terlambat karena latihan basket" ucap Dasya. lelaki itu hanya mengangguk.


"aku akan membuatkan kalian kopi" ucap Dasya kemudian beranjak ke dapur.


"daddy" seru Difa lalu memeluk Alex


"bagaimana sekolah mu sayang?" tanya Alex


"menyenang kan karena tadi tidak belajar karena ada penyuluhan tapi sangat membosankan" ucap Difa seraya melirik kearah Raga


"hei kau mengejek ku" ucap Raga yang tau maksud Difa


"siapa yang mengejek paman" ucap Difa pura pura tidak tau.


"kenapa kalian jadi bertengkar" ucap Alex saat melihat perdebatan Raga dan Difa.


"paman Raga yang lebih dulu aku rasa paman menjadi agak gila karena terlalu lama menyendiri" ejek Difa kemudian di sambut tawa oleh Alex


"hei gadis kecil kau tau apa tentang cinta hah, kau saja tidak memiliki kekasih dan aku sangat meragukan ada lelaki yang tergoda oleh mu"ucap Raga tak ingin kalah.


" tentu saja aku kan masih kecil sedang kan paman sudah tua, bahkan mommy sudah memiliki anak"ucap Difa semakin membuat Raga kesal


Hingga perdebatan mereka terhenti karena kedatangan Dasya dengan membawa Nampan di tangannya lalu memberikan kopi tersebut untuk Alex dan Raga.


"Dasya lihatlah putrimu ini dia sangat nakal" ucap Raga


"aku tidak pernah nakal paman saja yang menyebalkan" ucap Difa.


"sudah sudah kenapa kalian selalu bertengkar" lerai Alex ia menjadi jengah karena perdebatan Raga dan Difa.


"Alex apa kau sudah makan?" tanya Dasya


"belum" jawab Alex


"aku sudah memasak ayo kita makan" ajak Dasya


"eheem berasa pengantin baru" ejek Raga membuat Difa ikut tertawa sedangkan Alex dan Dasya hanya tersenyum malu.


"aku tidak ingin mengganggu,jadi aku akan kembali ke kantor" ucap Raga kemudian berlari keluar.


"mm mom aku ada tugas sekolah yang harus di kerjakan aku kembali kemar dulu" ucap Difa lalu beranjak menuju kamarnya.


Keadaan yang begitu canggung membuat Dasya dan Alex menjadi gugup


"Dasya" panggil Alex wanita itu menatap manik coklat cerah milik lelaki itu.


"menikah lah denganku" ucap Raga tanpa Ragu.Dasya tersentak tidak tau harus menjawab apa.


Karena tak kunjung mendapat jawaban dari Dasya Alex berusaha mencairkan suasana yang begitu mencengkam


"Ayo kita makan aku sangat lapar" ajak Alex kemudian berjalan kemeja makan.


"Al" panggil Dasya membuat lelaki itu menghentikan langkahnya.


"Aku " Dasya merasa gugup


"aku mau menikah denganmu" ucap Dasya dengan yakin membuat Alex begitu terkejut namun bahagia. Lelaki itu segera memeluk Dasya .


Mungkin saat ini ia harus memulai kembali hidupnya.membuka kembali hatinya yang sempat tertutup.berusaha menerima lelaki yang selalu berada di samping nya yang selalu menjaganya dan merawat kedua anaknya saat ia tidak tau harus berbuat apa.Alex. Ya lelaki itu sudah membuat Dasya jatuh cinta kembali merasakan kenyaman yang sempat hilang.