
Beberapa bulan telah lewat semua nya berjalan seperti biasa.
Dev dan Dasya pun sudah pindah ke rumah mereka yang baru beberapa bulan yang lalu kedua orang tua mereka pun sudah mengetahui kabar kehamilan Dasya membuat keluarga mereka bahagia tak terkecuali teman teman Dev yaitu Andre Raga dan Alex.Ucapan selamat banyak terlontarkan untuk Dasya .
"Dev bangun apa kau tidak bekerja?" tanya Dasya seraya menggoyangkan tubuh suaminya itu.
Karena tak kunjung bangun Dasya naik keatas tubuh suaminya itu mengapit kedua pipi Dev dengan kedua tangannya.
"Dev bangun" Dasya mencubit pipi Dev membuat lelaki itu terusik dari tidurnya
"sayang ayo bangun" Dev pun membuka kedua matanya melihat istrinya yang sudah berada di atas tubuhnya bukan itu yang ia maksud istrinya itu duduk tepat di atas miliknya.
"Dasya jangan bergerak" suara serak Dev terdengar seksi di telinga Dasya membuat wanita itu tersenyum lalu mencium bibir lelaki itu.
Dengan gesit Dev membalik tubuhnya hingga Dasya lah yang berada di bawahnya.
"kau membangunkan nya" ucap Dev dengan senyum nakal.
"apa? aku hanya ingin membangunkan mu saja"
"tapi kau juga membangunkan milikku,sekarang tanggung jawab" pinta Dev. Wanita itu sedikit bingung namun ia langsung tersenyum tau maksud suaminya itu.
"tidak, kau tidurkan saja sendiri"
"apa gunanya istri jika aku harus bermain solo" lagi lagi senyum nakal Dev ia tampilkan membuat Dasya merasa sedikit terancam.
Dengan cepat Dev mencumbu istrinya itu melepas satu per satu kancing baju yang Dasya kenakan.
Pagi yang panas untuk mereka.wkwkwk
.
.
.
Dilain sisi
Tama masih berada di atas kasurnya yang nyaman namun tidak seperti biasanya wajah nya yang terlihat pucat dan badannya yang menggigil.
ponsel nya beberapa kali berdering namun tak di dengar oleh sang empunya.
Hingga pintu kamarnya terbuka.
"Ternyata dia masih tidur tidak biasa nya" ucap wanita itu
"Hei bos apa kau lupa banyak pekerjaan hari ini" ucap wanita itu yang tak lain adalah Aurel. Namun tak ada sahutan dari lelaki itu membuat Aurel berjalan mendekat lalu meletakkan telapak tangan nya ke dahi lelaki itu.
panas
"astaga dia demam" Ucap Aurel panik dengan cepat ia mengambil air hangat untuk mengompres lelaki itu.
cukup lama menunggu Aurel akhirnya tertidur di samping Tama.
.
.
.
Tama membuka kedua mata nya dan yang pertama kali ia lihat adalah Aurel.
"Dia disini" gumam Tama lalu merasakan ada kain di dahinya.lelaki itu hanya tersenyum.
semua itu selalu berputar dipikirannya.
Hingga wanita itu terbangun
"Kau sudah baikan" ucap Aurel lelaki itu hanya mengangguk
"aku akan membuatkan mu bubur" ucap Aurel hendak beranjak dari tempatnya namun Tama menarik lengan nya hingga membuat Wanita itu jatuh di atas tubuh Tama.
saling memandang. ya hanya itu yang mereka lakukan hingga Tama mendekatkan wajahnya ke wajah Aurel membuat degup jantung keduanya menjadi tidak normal.
CUP
Bibir mereka saling bersentuhan keduanya terdiam merasakan gelenyar aneh yang masuk ke dalam tubuh keduanya.
Tama memberanikan diri untuk ******* bibir atas Aurel kemudian pindah kebibir bawah nya.
Aurel. Wanita itu masih terkejut dengan apa yang terjadi namun ia tak menolak sedikit pun. Tembok pertahanan yang sudah ia bangun berbulan bulan ini runtuh begitu saja. begitu mudah kah?.
Beberapa saat mereka larut dalam ciuman yang semakin lama semain dalam hingga mereka sadar mereka membutuhkan oksigen untuk masuk ke paru paru mereka.
Tama menghentikan ******* nya membuat Aurel merasa kehilangan namun dengan cepat wanita itu menyadarkan dirinya.
Aurel menjauhkan tubuhnya lalu beranjak dari atas tubuh Tama.
Hening
tak ada yang berbicara perasaan gugup menyerang mereka dengan telak membuat mereka tak bisa berucap meski sepatah kata pun.
"hmm maaf" Tama bersuara membuat Aurel terkejut.
Ntah apa yang lelaki itu maksud. maaf. apa untuk ciuman tadi? bahkan ia pun menikmatinya untuk apa meminta maaf.Batin Aurel ia masih tak berani berbicara.
"maaf karena aku tidak membalas perasaanmu dulu" lanjut Tama
bagai sebuah petir yang menggelegar begitu hebat itu yang Aurel rasakan sekarang. perasaan.Apa lelaki itu tau perasaan nya.batin Aurel.
"Mmm Tuan ada banyak peker_" jari telunjuk Tama mendarat di bibir Aurel membuat wanita itu bungkam.
"kali ini jangan mengelak Aurel kita perlu menyelesaikan masalah perasaan kita" ucap Tama. wanita itu hanya diam entah kenapa matanya terasa panas.
"apa aku boleh meminta sesuatu?" tanya Tama Aurel masih saja diam
"tolong jangan melupakanku" ucap Tama membuat Aurel melotot kearahnya.
"Tama aku_"
"Cintai aku lagi seperti saat ini aku mencintaimu" Lagi lagi ucapan Tama begitu membuat Aurel terkejut.
Bagaimana mungkin ia tidak lagi mencintai Tama sedangkan setiap waktu wajah lelaki itu masih terngiang di benaknya.
Aurel hanya mampu mengangguk. Suara nya seperti tertelan tak mampu keluar.
Tama memeluk Aurel dengan begitu erat.
hiks hiks
suara isakan tangis Aurel terdengar.
"maafkan aku" ucap Tama. Aurel menggelengkan kepalanya.
Tuhan cukup hentikan waktu jika ini hanya mimpi batin Aurel.